earth bending - water bending - fire bending - wind bending

9.20.2008

shalatsenter

. 9.20.2008
0 komentar


Sering kita mendengar kata transcendent, yang di pergunakan untuk menunjukkan rasa yang dalam atau rasa rohani. Biasanya digunakan untuk menunjukkan kepada rasa iman atau rasa percaya terhadap sesuatu yang abstrak/tidak kasat mata. Dalam harfiahnya transcendent artinya sesuatu yang utama atau yang hakiki. Dan rasa iman adalah rasa yang harus dirasakan oleh kehakikian jiwa bukan kepura-puraan, atau sebatas kepercayaan pada fikiran saja. Hal ini oleh Rasulullah disebut kaum yang tunduk pada tatanan hukum syariat belum masuk ke tahapan kaum mukmin …demikian Alqur'an menjelaskan secara tuntas pebedaannya !!

"Orang-orang Badwi itu berkata : kami telah beriman. Katakanlah (kepada mereka) kamu belum beriman, tetapi katakanlah : kami telah tunduk (Aslamna/ kami baru berislam/ muslim), karena iman itu belum masuk kedalam hatimu". ( Al Hujuraat:14 )

Kata 'aslamna' menunjukkan sebuah pernyataan telah tunduk, artinya telah menerima semua aturan islam secara keseluruhan (Alqur'an dan Al hadits), akan tetapi rasa iman itu belum bisa dirasakan karena baru masuk pada tahapan percaya dalam logika kebenaran bukan keimanan (yang di rasakan dalam hati).

Hal ini saya kaitkan dengan keadaan yang dirasakan oleh orang yang sudah memasuki keimanan dalam hatinya :

"Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil , dan dari orang-orang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila di bacakan ayat-ayat Allah maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis". (QS. Maryam:58)

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman kepada Tuhannya" ( Al Anfaal:2 )

Anda telah membaca kedua ayat diatas, maksudnya anda telah mendapatkan data-data diatas dengan benar dari kitab yang suci. Untuk itu anda disebut telah mempercayai dengan logika ilmu syariat, maka anda masuk golongan yang mempercayai adanya kebenaran syariat tersebut. Orang yang mempercayai dan melaksanakan nash ini disebut muslim (telah tunduk kepada peraturan)…..

Kemudian anda mencoba untuk melakukannya lebih khusus dan dalam, sehingga anda mendapatkan karunia rasa dalam hati anda berupa getaran jiwa dan menangis tatkala disebut nama Allah …dalam hal ini telah memasuki rasa iman yang muncul dari rohani anda, ... maka anda membenarkan adanya ayat-ayat diatas dengan pengalaman langsung dirasakan oleh jiwa anda. Pengalaman rohani ini termasuk keimanan dan merupakan cirri-ciri jiwa yang telah mendapatkan karunia dari Allah. Pengalaman rohani berupa iman inilah yang saya maksud dengan transcendent … yang di dalam bahasa tasawuf disebut pengalaman haqul yakin (keyakinan secara benar/haq), yaitu merasakan keimanan secara langsung dan dibenarkan oleh nash Alqur'an, ... bukan hasil dari 'katanya' orang lain, serta bukan dari hayalan pikiran.

Bagaimanakah cara seseorang bisa atau apa ciri-ciri seseorang yang sudah tergolong menerima Allah sebagai Tuhan secara transcendent itu ??

Sudah saya sebutkan diatas, bahwa seseorang yang telah menerima data dengan lengkap serta telah melaksanakan syariat, akan tetapi belum tentu dia merasakan keimanan secara langsung dalam hatinya, karena iman yang langsung itu merupakan karunia dari Allah…dan harus dicapai dengan sering mendekat kepada Allah setiap saat agar Allah membukakan hati kita untuk menerima hidayah berupa iman itu.

Jika anda merasakan getaran dan menangis tatkala disebut nama Allah, itu merupakan pengalaman transcendent, ... dan biasanya pengalaman anda dibenarkan atau di dasari oleh Alqur'an dan dirasakan oleh pendahulu-pendahulu kita baik ulama maupun para wali-wali yang telah mengalami langsung. Pengalaman ini kadang menjadi aneh dan asing bagi yang tidak pernah merasakan, sehingga orang yang menangis ketika shalat dianggap tidak normal …bahkan ada yang secara ekstrim mengatakan bid'ah, khurafat, mistik atau klenik …

Ciri-ciri orang yang telah mengalami keimanan secara transcendent, biasanya hatinya tenang…tidak mudah emosi. Hatinya selalu bergetar dan terharu di kala shalat maupun di luar shalat, karena hatinya selalu mengalir dzikir tak henti-hentinya … Dan dia tidak pernah merasakan khawatir dan takut … perangainya lembut dan harmoni … tidak dibuat-buat. Dan di katakan jika cirri-ciri ini tidak ada dalam hati kita maka kita harus mengoreksi keadaan kita dengan ayat-ayat diatas, bahwa kita termasuk orang yang belum beriman, tetapi baru disebut berislam / muslim !! karena iman itu atau ciri-ciri itu belum kita rasakan secara langsung ….

Hal ini terjadi jika kita selalu mengadakan komunikasi kepada Allah setiap saat ,baik berdiri, duduk, berbaring….Kalau kita lakukan dengan sungguh-sungguh kita benar-benar akan merasakan apa yang telah dikatakan dalam Alqur'an itu, bergetar hatinya jika disebut nama Allah….

Mungkin tidak akan percaya, bahwa anda tiba-tiba merasakan ada perubahan yang tidak dibuat-buat oleh gagasan pikiran anda, ... jiwa anda merasakan kesambungan kepada Allah baik dalam keadaan sibuk sekalipun. Ada sesuatu yang mengalir dalam tubuh ini …rasa rindu dan cinta yang mendorong untuk selalu berserah kepada Allah…. Anda akan merasakan secara nyata sentuhan kasih sayang itu, sejuk rasanya dan nikmat. Ada yang menuntun hati kita untuk tidak berbuat jahat, tidak marah, tidak lalai…dll. Tuntunan itu berupa suasana yang membuat kita tidak mampu berbuat jahat, tidak bisa marah, tidak keji, ... dan hati kita tidak bisa diberhentikan untuk selalu ingat kepada Allah. Ingatan itu mengalir seperti kita ingat kepada orang tua kita… tidak putus-putus !!

Adakah seseorang yang bisa menerima Allah sebagai Tuhannya secara transcendent tapi secara tidak rela ??

Hal ini mustahil dikatakan transcendent, karena transcendent berarti hakikat, dan hakikat itu adalah kebenaran rasa iman, ... dan iman itu berupa karunia dari Allah …Dan kepercayaan kepada Allah, tetapi tidak rela oleh Rasulullah itu di katakan sebagai orang-orang yang munafik, ... menerima Allah sebagai Tuhan akan tetapi tidak menerima keputusannya. Seperti halnya syetan, ... dia adalah hamba Allah yang menerima dan percaya adanya Allah, bahkan dia mengakui kehebatan Tuhannya, … akan tetapi dia tidak mau menuruti keinginan Tuhannya yang maha kuasa, sehingga dia terusir dari syurga. Hal itu tidak bisa dikatakan transcendent ….

Apakah pengertian rela ??

Rela, yaitu menerima segala keputusan Allah secara total …kita benar- benar berserah dan bergantung kepadanya, karena kita mempercayai bahwa Allah lebih tahu yang terbaik buat kita ….

Si Ahmad memberitahu Salman bahwa gula itu rasanya manis. Berita dari Ahmad ini adalah bentuk informasi yang memaksa Salman untuk percaya (wajibul yakin) kemudian di lanjutkan untuk melakukan memakan gula tersebut dan apa yang dikatakan oleh Ahmad ternyata benar bahwa gula yang baru saja dimakannya rasanya benar-benar manis pada tingkat ini pengetahuan Salman bertambah dari wajibul yakin menjadi ainul yakin
(merasakan sendiri), kemudian menjadi haqul yakin, karena ia betul-betul mengalami secara langsung bukan sekedar katanya si Ahmad. Dalam hal ini Salman juga sudah sekaligus mengisbathkan (keyakinan yang tidak bisa diubahkan) kebenaran informasi tersebut. Sampai disini, keyakinan Ahmad dan Salman tidak akan mampu lagi orang lain mengubahnya walaupun dipenggal leher sekalipun. …inilah keyakinan yang dirasakan secara imanent transcendental …..

Demikian uraian dari saya mudah-mudahan anda bisa merasakan seperti teman-teman yang telah merasakan sebelumnya ….

Salam

Abu Sangkan

ENSIKLOPEDI ISLAM
Metro TV : 19 Sept 08 Jam 17.05-18.00





Sujud


Ketika seseorang sedang melaksanakan sholat baik itu sunat maupun wajib, ada gerakan dimana mengisyaratkan penghambaan diri kepada Pencipta Alam Semesta, Alloh SWT yaitu melakukan sujud. Sujud dilakukan selain sebagai tanda penghambaan juga biasanya dilakukan ketika mendapatkan nikmat, ini yang dinamakan sujud syukur, dan ini dilakukan diluar sholat namun jika dilakukan ketika sholat, maka di sujud di rakaat terakhir karena di saat inilah permohonan ampunan dan doa , insya Alloh terkabul. Anggota badan yang termasuk dalam melakukan sujud ada tujuh yaitu dua telapak tangan, dua telapak kaki, dua lutut ( kanan dan kiri) dan wajah ( kening dan hidung)

Ketika melakukan sujud, kening tidak boleh terhalang oleh apapun baik itu rambut maupun kopiah yang dipergunakan. Oleh karena inilah di Asia Selatan ada kopiah yang digunting bagian keningnya sehingga keningnya tidak terhalang kopiah dan posisi kopiah tetap tegak tidak dimiringkan. Mengapa begitu pentingnya kening ? Karena kening adalah bagian dari kepala dan didalam kepala ada akal, pikiran, otak dan anggota lainnya.

Takbiratul Ihram
Postur: berdiri tegak, mengangkat kedua tangan sejajar telinga, lalu melipatnya di depan perut atau dada bagian bawah. Manfaat: Gerakan ini melancarkan aliran darah, getah bening (limfe) dan kekuatan otot lengan. Posisi jantung di bawah otak memungkinkan darah mengalir lancar ke seluruh tubuh. Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu meregang sehingga aliran darah kaya oksigen menjadi lancar. Kemudian kedua tangan didekapkan di depan perut atau dada bagian bawah. Sikap ini menghindarkan dari berbagai gangguan persendian, khususnya pada tubuh bagian atas.

Rukuk
Postur: Rukuk yang sempurna ditandai tulang belakang yang lurus sehingga bila diletakkan segelas air di atas punggung tersebut tak akan tumpah. Posisi kepala lurus dengan tulang belakang. Manfaat: Postur ini menjaga kesempurnaan posisi dan fungsi tulang belakang (corpus vertebrae) sebagai penyangga tubuh dan pusat syaraf. Posisi jantung sejajar dengan otak, maka aliran darah maksimal pada tubuh bagian tengah. Tangan yang bertumpu di lutut berfungsi relaksasi bagi otot-otot bahu hingga ke bawah. Selain itu, rukuk adalah latihan kemih untuk mencegah gangguan prostat.

I’tidal
Postur: Bangun dari rukuk, tubuh kembali tegak setelah, mengangkat kedua tangan setinggi telinga. Manfaat: I’tidal adalah variasi postur setelah rukuk dan sebelum sujud. Gerak berdiri bungkuk berdiri sujud merupakan latihan pencernaan yang baik. Organ organ pencernaan di dalam perut mengalami pemijatan dan pelonggaran secara bergantian. Efeknya, pencernaan menjadi lebih lancar.

Sujud
Postur: Menungging dengan meletakkan kedua tangan, lutut, ujung kaki, dan dahi pada lantai. Manfaat: Aliran getah bening dipompa ke bagian leher dan ketiak. Posisi jantung di atas otak menyebabkan darah kaya oksigen bisa mengalir maksimal ke otak. Aliran ini berpengaruh pada daya pikir seseorang. Karena itu, lakukan sujud dengan tuma’ninah, jangan tergesa gesa agar darah mencukupi kapasitasnya di otak. Postur ini juga menghindarkan gangguan wasir. Khusus bagi wanita, baik rukuk maupun sujud memiliki manfaat luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan.

Duduk
Postur: Duduk ada dua macam, yaitu iftirosy (tahiyyat awal) dan tawarruk (tahiyyat akhir). Perbedaan terletak pada posisi telapak kaki. Manfaat: Saat iftirosy, kita bertumpu pada pangkal paha yang terhubung dengan syaraf nervus Ischiadius. Posisi ini menghindarkan nyeri pada pangkal paha yang sering menyebabkan penderitanya tak mampu berjalan. Duduk tawarruk sangat baik bagi pria sebab tumit menekan aliran kandung kemih (urethra), kelenjar kelamin pria (prostata) dan saluran vas deferens. Jika dilakukan. dengan benar, postur irfi mencegah impotensi. Variasi posisi telapak kaki pada iffirosy dan tawarruk menyebabkan seluruh otot tungkai turut meregang dan kemudian relaks kembali. Gerak dan tekanan harmonis inilah yang menjaga. kelenturan dan kekuatan organ-organ gerak kita.

Salam
Gerakan: Memutar kepala ke kanan dan ke kiri secara maksimal. Manfaat: Relaksasi otot sekitar leher dan kepala menyempurnakan aliran darah di kepala. Gerakan ini mencegah sakit kepala dan menjaga kekencangan kulit wajah. BERIBADAH secara, kontinyu bukan saja menyuburkan iman, tetapi mempercantik diri wanita luar dalam.

Pacu Kecerdasan
Gerakan sujud dalam salat tergolong unik. Falsafahnya adalah manusia menundukkan diri serendah rendahnya, bahkan lebih rendah dari pantatnya sendiri. Dari sudut pandang ilmu psikoneuroimunologi (ilmu mengenai kekebalan tubuh dari sudut pandang psikologis) yang didalami Prof Sholeh, gerakan ini mengantar manusia pada derajat setinggi tingginya. Mengapa? Dengan melakukan gerakan sujud secara rutin, pembuluh darah di otak terlatih untuk menerima banyak pasokan darah. Pada saat sujud, posisi jantung berada di atas kepala yamg memungkinkan darah mengalir maksimal ke otak. Itu artinya, otak mendapatkan pasokan darah kaya oksigen yang memacu kerja sel-selnya. Dengan kata lain, sujud yang tumakninah dan kontinyu dapat memacu kecerdasan. Risetnya telah mendapat pengakuan dari Harvard Universitry, AS. Bahkan seorang dokter berkebangsaan Amerika yang tak dikenalnya menyatakan masuk Islam setelah diam diam melakukan riset pengembangan khusus mengenai gerakan sujud.

Perindah Postur
Gerakan gerakan dalam salat mirip yoga atau peregangan (stretching). Intinya untuk melenturkan tubuh dan melancarkan peredaran darah. Keunggulan salat dibandingkan gerakan lainnya adalah salat menggerakan anggota tubuh lebih banyak, termasuk jari kaki dan tangan. Sujud adalah latihan kekuatan untuk otot tertentu, termasuk otot dada. Saat sujud, beban tubuh bagian atas ditumpukan pada lengan hingga telapak tangan. Saat inilah kontraksi terjadi pada otot dada, bagian tubuh yang menjadi kebanggaan wanita. Payudara tak hanya menjadi lebih indah bentuknya tetapi juga memperbaiki fungsi kelenjar air susu di dalamnya.

Mudahkan Persalinan
Masih dalam pose sujud, manfaat lain bisa dinikmati kaum hawa. Saat pinggul dan pinggang terangkat melampaui kepala dan dada, otot otot perut (rectus abdominis dan obliquus abdominis externuus) berkontraksi penuh. Kondisi ini melatih organ di sekitar perut untuk mengejan lebih dalam dan lama. Ini menguntungkan wanita karena dalam persalinan dibutuhkan pernapasan yang baik dan kemampuan mengejan yang mencukupi. Bila, otot perut telah berkembang menjadi lebih besar dan kuat, maka secara alami ia justru lebih elastis. Kebiasaan sujud menyebabkan tubuh dapat mengembalikan serta mempertahankan organ organ perut pada tempatnya kembali (fiksasi).

Perbaiki Kesuburan
Setelah sujud adalah gerakan duduk. Dalam salat ada dua macam sikap duduk, yaitu duduk iftirosy (tahiyyat awal) dan duduk tawarruk (tahiyyat akhir). Yang terpenting adalah turut berkontraksinya otot otot daerah perineum. Bagi wanita, inilah daerah paling terlindung karena terdapat tiga lubang, yaitu liang persenggamaan, dubur untuk melepas kotoran, dan saluran kemih. Saat duduk tawarruk, tumit kaki kiri harus menekan daerah perineum. Punggung kaki harus diletakkan di atas telapak kaki kiri dan tumit kaki kanan harus menekan pangkal paha kanan. Pada posisi ini tumit kaki kiri akan memijit dan menekan daerah perineum. Tekanan lembut inilah yang memperbaiki organ reproduksi di daerah perineum.

Awet Muda
Pada dasarnya, seluruh gerakan salat bertujuan meremajakan tubuh. Jika tubuh lentur, kerusakan sel dan kulit sedikit terjadi. Apalagi jika dilakukan secara rutin, maka sel sel yang rusak dapat segera tergantikan. Regenerasi pun berlangsung lancar. Alhasil, tubuh senantiasa bugar. Gerakan terakhir, yaitu salam dan menengok ke kiri dan kanan punya pengaruh besar pada ke¬kencangan. kulit wajah. Gerakan ini tak ubahnya relaksasi wajah dan leher. Yang tak kalah pen¬tingnya, gerakan ini menghin¬darkan wanita dari serangan migrain dan sakit kepala lainnya

Kalimat sujud di dalam al-Qur'an
Ayat-ayat al-Qur'an yang mengandungi perkataan "sujud" adalah:

2:34. Dan apabila Kami berkata kepada para malaikat, "Sujudlah kamu kepada Adam", lalu mereka sujud kecuali Iblis. Ia enggan, dan ia sombong, dan ia menjadi antara orang-orang yang tidak percaya (kafir).

2:58. Dan apabila Kami berkata, "Masuklah bandar raya ini, dan makanlah dengan senang daripadanya di mana sahaja kamu mengkehendaki, dan masuklah pada pintu gerbang dengan bersujud, dan katakanlah, 'Tidak membebankan'; Kami akan mengampuni kamu atas pelanggaran-pelanggaran kamu, dan menambahkan kepada orang-orang yang berbuat baik ".

2:125. Dan apabila Kami membuatkan Rumah untuk menjadi tempat berkunjung bagi manusia, dan tempat aman, dan, "Ambillah bagi kamu medan Ibrahim untuk tempat solat ". Dan Kami membuat perjanjian dengan Ibrahim dan Ismail, "Bersihkanlah Rumah-Ku untuk orang-orang yang mengelilinginya, dan orang-orang yang bertekun (iktikaf), dan orang-orang yang tunduk, orang-orang yang sujud ".

3:43. Wahai Mariam, patuhlah kepada Pemelihara kamu, sujudlah, dan tunduklah, bersama orang-orang yang tunduk ".

3:113. Tidaklah mereka semua sama; sebahagian daripada ahli Kitab adalah satu umat yang tegak, yang membaca ayat-ayat Allah pada tengah malam, dan bersujud.

4:102. Apabila kamu di kalangan mereka, dan melakukan solat bagi mereka, maka hendaklah segolongan daripada mereka berdiri bersama kamu, dan hendaklah mereka mengambil senjata-senjata mereka. Apabila mereka sujud, hendaklah mereka berada di belakang kamu, dan hendaklah segolongan lain yang belum menyembah datang, dan menyembah bersama kamu, dengan mengambil kewaspadaan mereka dan senjata-senjata mereka. Orang-orang yang tidak percaya beringinkan kamu lengah daripada senjata-senjata kamu, dan barang-barang kamu, lalu mereka akan menyerbu kamu dengan serbuan sekali gus. Dan tidaklah bersalah ke atas kamu jika kamu dalam gangguan daripada hujan, atau kamu sakit, untuk meletakkan senjata-senjata kamu, tetapi ambillah kewaspadaan kamu. Allah menyediakan bagi orang-orang yang tidak percaya, azab yang hina.

4:154. Dan Kami menaikkan di atas mereka Gunung, dengan mengambil perjanjian mereka dan Kami mengatakan kepada mereka, "Masuklah pintu gerbang dengan bersujud", dan Kami mengatakan kepada mereka, "Janganlah mencabuli Sabat"; dan Kami mengambil daripada mereka satu perjanjian yang kukuh.

7:11. Kami mencipta kamu, kemudian Kami membentuk kamu, kemudian Kami berkata kepada para malaikat, "Sujudlah kamu kepada Adam"; maka mereka sujud, kecuali Iblis; ia bukanlah daripada orang-orang yang sujud.

7:12. Berkatalah Dia, "Apakah yang menghalangi kamu daripada bersujud ketika Aku memerintahkan kamu?" Berkata, "Aku lebih baik daripada dia. Engkau cipta aku daripada api, dan dia Engkau cipta daripada tanah liat ".

7:120. Dan ahli-ahli sihir melemparkan diri, bersujud.

7:161. Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Tinggallah di bandar raya ini, dan makanlah daripadanya di mana sahaja kamu mengkehendaki; dan katakanlah, 'Tidak membebankan'; dan masuklah pada pintu gerbang, dengan bersujud. Kami akan mengampuni kamu atas pelanggaran-pelanggaran kamu, dan menambahkan kepada orang-orang yang berbuat baik ".

7:206. Sesungguhnya orang-orang yang di sisi Pemelihara kamu tidak menyombongkan diri untuk menyembah-Nya; mereka melafazkan sanjungan-Nya, dan kepada-Nya mereka sujud.

9:112. Orang-orang yang bertaubat, orang-orang yang menyembah, orang-orang yang memuji, orang-orang yang berpergian, orang-orang yang tunduk, orang-orang yang sujud, orang-orang yang menyuruh pada yang baik dan melarang daripada kemungkaran, dan orang-orang yang menjaga had-had Allah - dan berilah kamu berita gembira kepada orang-orang mukmin.

12:4. Apabila Yusuf berkata kepada bapanya, "Ayah, saya melihat sebelas bintang, dan matahari, dan bulan; saya melihat mereka sujud kepada saya ".

12:100. Dan dia menaikkan ibu dan bapanya ke atas arasy (singgahsana); dan yang lain, jatuh bersujud kepadanya. Berkata, "Ayah, inilah interpretasi mimpi saya yang dahulu; Pemelihara saya telah membuatnya benar. Dia telah berbudi baik kepada saya apabila Dia mengeluarkan saya dari penjara, dan Dia mendatangkan kamu dari gurun setelah syaitan menyelisihkan antara saya dan saudara saya. Pemelihara saya halus terhadap apa yang Dia mengkehendaki; sesungguhnya Dialah Yang Mengetahui, Yang Bijaksana.

13:15. Kepada Allah sujud segala yang di langit dan bumi, dengan rela atau membenci, seperti juga bayang-bayang mereka pada waktu pagi dan petang.

15:29. Apabila Aku telah membentukkannya, dan menghembuskan Roh-Ku ke dalamnya, jatuhlah kamu dengan bersujud kepadanya.

15:30. Kemudian para malaikat sujud, kesemuanya.

15:31. Kecuali Iblis; ia enggan untuk menjadi antara orang-orang yang sujud.

15:32. Berkatalah Dia, "Wahai Iblis, apakah sebabnya kamu tidak bersama orang-orang yang sujud?"

15:33. Berkata, "Aku tidak akan sujud kepada makhluk yang Engkau cipta daripada tanah liat yang kering, daripada lumpur yang dibentuk ".

15:98. Dan menyanjunglah kamu dengan memuji Pemelihara kamu, dan jadilah antara orang-orang yang sujud,

16:48. Tidakkah mereka merenungkan segala sesuatu yang Allah menciptakan yang menebarkan bayangnya ke kanan dan ke kiri, bersujud kepada Allah dengan merendah diri?

16:49. Kepada Allah sujud segala yang di langit, dan tiap-tiap makhluk yang merayap di bumi, dan para malaikat. Mereka tidak menyombongkan diri.

17:61. Dan apabila Kami berkata kepada para malaikat, "Sujudlah kamu kepada Adam"; maka mereka sujud, kecuali Iblis. Ia berkata, "Adakah aku akan sujud kepada apa yang Engkau cipta daripada tanah liat?"

17:107. Katakanlah, "Percayalah kepadanya, atau tidak mempercayai; orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya, apabila dibacakan kepada mereka, jatuh di atas dagu-dagu mereka dengan bersujud,

18:50. Dan apabila Kami berkata kepada para malaikat, "Sujudlah kamu kepada Adam"; maka mereka sujud, kecuali Iblis; ia adalah daripada jin, dan ia melakukan kefasiqan terhadap perintah Pemeliharanya. Apa, adakah kamu mengambil ia dan keturunannya untuk menjadi wali-wali (sahabat-sahabat) kamu, selain daripada Aku, sedang mereka adalah musuh bagi kamu? Betapa buruknya pengganti bagi orang-orang yang zalim!

19:58. Mereka itulah orang-orang yang Allah telah merahmati ke atas mereka - para Nabi daripada keturunan Adam, dan daripada orang-orang yang Kami bawa bersama Nuh, dan daripada keturunan Ibrahim dan Israil, dan daripada orang-orang yang Kami telah memberi petunjuk dan Kami pilih. Apabila ayat-ayat Yang Pemurah dibacakan kepada mereka, mereka jatuh bersujud, dan menangis.

20:70. Dan ahli-ahli sihir melemparkan diri-diri mereka, bersujud. Mereka berkata, "Kami percaya kepada Pemelihara Harun dan Musa ".

20:116. Dan apabila Kami berkata kepada para malaikat, "Sujudlah kamu kepada Adam"; maka mereka sujud, kecuali Iblis; ia enggan.

22:18. Tidakkah kamu melihat bagaimana kepada Allah sujud segala yang di langit, dan segala yang di bumi, dan matahari, dan bulan, dan bintang-bintang, dan gunung-gunung, dan pokok-pokok, dan haiwan-haiwan, dan ramai daripada manusia? Dan ramai, wajarlah azab ke atas mereka; dan sesiapa yang Allah menghinakan, maka tiadalah yang memuliakannya. Sesungguhnya Allah buat apa sahaja yang Dia mengkehendaki.

22:26. Dan apabila Kami menempatkan untuk Ibrahim tempat Rumah, "Janganlah kamu menyekutukan Aku dengan sesuatu. Dan kamu bersihkanlah Rumah-Ku untuk orang-orang yang mengelilinginya, dan orang-orang yang berdiri, dan orang-orang yang tunduk, orang-orang yang sujud.

22:77. Wahai orang-orang yang percaya, tunduklah kamu dan sujudlah kamu, dan sembahlah Pemelihara kamu, dan buatlah kebaikan, agar kamu beruntung.

25:60. Tetapi apabila dikatakan kepada mereka, "Sujudlah kamu kepada Yang Pemurah", mereka berkata, "Dan apakah ia Yang Pemurah? Adakah kami akan sujud kepada apa yang kamu memerintahkan kami?" Dan ia menambahkan mereka dalam pelarian.

25:64. Yang melalui malam dengan bersujud kepada Pemelihara mereka, dan berdiri.

26:46. Maka ahli-ahli sihir melemparkan diri, bersujud.

26:219. Dan apabila kamu berbalik-balik antara orang-orang yang sujud.

27:24. Aku mendapati dia dan kaumnya sujud kepada matahari, selain daripada Allah; syaitan menampakkan indah amalan-amalan mereka bagi mereka, dan ia menghalangi mereka daripada jalan, maka mereka tidak mendapat petunjuk.

27:25. Supaya mereka tidak sujud kepada Allah, yang mengeluarkan yang tersembunyi di langit dan di bumi, dan mengetahui apa yang kamu menyembunyikan dan apa yang kamu menyiarkan. Orang-orang yang mempercayai ayat-ayat Kami hanyalah yang apabila mereka diperingatkan dengannya jatuh bersujud, dan mereka menyanjung dengan memuji Pemelihara mereka, dan tidak menyombongkan diri. Apabila Aku telah membentuknya, dan menghembuskan Roh-Ku ke dalamnya, jatuhlah kamu sujud kepadanya!" Kemudian para malaikat sujud, kesemuanya, Berkata, "Wahai Iblis, apakah yang menghalangi kamu daripada bersujud kepada apa yang Aku telah cipta dengan tangan-Ku Sendiri? Adakah kamu menyombongkan diri, atau kamu termasuk orang-orang yang tinggi?" Atau, adakah orang yang patuh pada waktu malam, sujud dan berdiri, sedang dia takut pada akhirat, dan mengharapkan pengasihan Pemeliharanya? Katakanlah, "Adakah mereka sama - orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Hanya orang-orang yang mempunyai minda mengingati.

41:37. Dan daripada ayat-ayat-Nya adalah malam dan siang, dan matahari dan bulan. Janganlah kamu sujud kepada matahari dan bulan, tetapi sujudlah kepada Allah yang mencipta mereka, jika Dia kamu sembah.

48:29. Muhammad adalah rasul Allah, dan orang-orang yang bersama dia, keras terhadap orang-orang yang tidak percaya, pengasih sesama mereka. Kamu melihat mereka tunduk, sujud, mencari pemberian daripada Allah, dan kepuasan hati. Tanda mereka adalah pada muka-muka (wajah) mereka, bekas sujud. Itulah persamaan mereka di dalam Taurat, dan persamaan mereka di dalam Injil - seperti sebiji benih yang mengeluarkan tunasnya, dan menguatkannya, dan ia membesar dengan tegap, dan tegak di atas ganggangnya, menakjubkan penyemai-penyemai, supaya melaluinya Dia menimbulkan marah orang-orang yang tidak percaya. Allah menjanjikan orang-orang antara mereka, yang percaya dan membuat kerja-kerja kebaikan, dengan keampunan dan upah yang besar.

50:40. Lafazlah sanjungan-Nya pada malam hari, dan pada hujung-hujung sujud.

53:62. Maka kamu sujudlah kepada Allah, dan sembahlah!

55:6. Dan bintang-bintang dan pokok-pokok bersujud,

68:42. Pada hari apabila betis disingkap, dan mereka diseru untuk bersujud, tetapi mereka tidak boleh.

68:43. Pandangan mereka merendah, kehinaan menutupi mereka, kerana mereka telah diseru untuk bersujud sedang mereka sejahtera.

76:26. Dan sebahagian daripada malam; sujudlah kepada-Nya, dan sanjunglah Dia melintasi malam yang panjang.

84:21. Dan apabila al-Qur'an dibacakan kepada mereka, mereka tidak sujud?

96:19. Tidak sekali-kali! Janganlah kamu mentaatinya, dan sujudlah, dan dekatkanlah

Abu Sangkan


_____________________________________________________________

Shalat Khusyu' Itu Mudah dapat didownload di www.shalatcenter.com


--------------------------------------------------------------------------------
Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. br> Cepat sebelum diambil orang lain!



Klik disini untuk melanjutkan »»

Sekapur Sirih Serba - serbi

.
0 komentar

Dzikrullah, adalah tuntunan masalah ruhiyah atau yang berhubungan dengan masalah pengalaman ruhiyah (batin). Melalui tuntunan ini, anda akan diajak meruntun jejak Al Qur'an secara kauniyah. Ada banyak sekali pertanyaan pada kita. Sebagian dari pertanyaan ini mungkin kelihatan mudah dan jelas sekali bagi sekelompok orang, dan dapat dijawab dengan mudah . Untuk pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan hukum (fiqih) serta ilmu pengetahuan, jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat dijawab dengan bukti-bukti yang kuat yang membuat kita menjadi jelas dan tidak ragu-ragu lagi atas kebenaran jawaban yang diberikan. Ada banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang belum pernah terjawab dengan baik.



Sekapur Sirih Serba - serbi

Pertanyaan-pertanyaan tersebut sebenarnya amat mendasar, tetapi tidak pernah mendapat jawaban yang konkret dengan bukti, karena selama ini dianggap tidak mungkin, antara lain adalah:

Apakah ada shalat khusyu' itu ? Mungkinkah orang awam seperti kita bisa melakukannya ?
Benarkah ibadah itu nikmat dan dapat menenangkan jiwa ?
Bagaimana Allah menjawab setiap doa ?
Bagaimana cara membedakan ilham dari Allah dan ilham dari syetan ?
Mengapa berbuat jahat lebih mudah, sedangkan berbuat baik memerlukan upaya yang luar biasa beratnya? Mungkinkah berbuat baik akan sangat mudah, sebagaimana mengalirnya rasa jahat pada jiwa kita?
Adakah cara mudah untuk mencapai ma'rifat kepada Allah ?
Apakah hakikat diri, dan mengapa harus kembali kepada Allah ? Dll ....
Kita semua sudah mendengar dan memperoleh jawaban untuk hal-hal tersebut. Tetapi karena jawaban tersebut tidak diberikan dengan bukti dan hanya disampaikan dengan istilah katanya dan katanya ..... maka sampai detik ini semua pertanyaan tersebut terabaikan dan akibatnya kita memaklumkan ketidak-khusyuan, dan tidak dikabulkannya doa merupakan hal yang tidak penting. Pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas mungkin sebagian dari kita sulit untuk mempercayai kalau hal itu bisa terjadi dan dirasakan oleh kita secara langsung!!!

Mudah-mudahan melalui tuntunan ini kita sampai kepada jawaban dan keadaan iman yang sebenarnya berlandaskan Al Qur'an dan As sunnah. Metode yang disajikan sangat sederhana dan mudah difahami serta bisa dipraktekkan di rumah masing-masing, secara langsung dan tanpa perantara.

Klik disini untuk melanjutkan »»

peluang

.
0 komentar

Peluang
Reaksi cepat seorang pemimpin yang bertindak saat sebuah peluang hadir, bisa saja datang dari penantian yang cukup melelahkan, atau dari kekhawatiran bahwa kesempatan yang sama mungkin tidak akan tersedia lagi, atau bila peluang ini tidak diambilnya, orang lain akan memanfaatkannya.
Bila kita tidak terlatih untuk berpikir cepat dalam menimbang resiko dan nilai dari keuntungan dalam bertindak cepat - pada awal terbukanya sebuah peluang; kita akan sering terperangkap dalam keharusan untuk segera meninggalkan sebuah pekerjaan, membayar biaya dari ketergesaan itu, sambil memusatkan perhatian kepada kemungkinan peluang berikutnya.


Go to main | Go to sidebar Mario Teguh Super Talk Kumpulan Pemikiran Pak Mario Teguh

Home Entries (RSS) Comments (RSS)

Gagal Melakukan Hal-hal Besar Itu Tetap Lebih Terhormat Posted by .:: TAM ::. at 10:42 AM . Sep 12, 2008 0 comments Labels: Star Point Gagal melakukan hal-hal besar itu tetap lebih terhormat
dari pada berhasil melakukan hal-hal kecil

Orang-orang yang gagal melakukan hal-hal yang besar
sudah pasti berhasil melakukan hal-hal kecil

Orang-orang yang mengambil tantangan-tantangan besar dalam hidupnya
Selalu mempunyai kesempatan dua yang baik sekali
satu untuk betul-betul berhasil
atau kedua gagal dengan sangat terhormat

Janganlah kita menjadi pribadi yang gagal pada urusan-urusan yang kecil
lalu mengeluh bahwa hidup ini tidak fair.

Ambillah tantangan yang lebih besar
gigitlah lebih besar dari kemampuan mengunyah

Sehingga gagalpun kita tetap dihormati
Links to this post Leadership Action Triggers Posted by .:: TAM ::. at 10:02 AM . 0 comments Labels: Becoming A Star Kualitas pertama dan yang paling penting dari sebuah tindakan adalah pelaksanaannya, baru kemudian ketepatan tindakannya, kemudian kemudahan melakukannya, kemudian ketepatan biayanya, dan kemudian yang terakhir adalah keindahan dari pelaksanaan dari tindakan itu.
Tetapi para ahli menunda tindakan itu ada di mana-mana.
Dan karena tidak melakukan yang seharusnya mereka lakukan, mereka jadinya -harus melakukan yang seharusnya tidak mereka lakukan.
Itu sebabnya banyak orang yang terlambat mencapai yang telah lama dicapai oleh orang lain.
Sebetulnya, setiap orang di antara kita adalah pribadi yang super cepat bertindak-bila dia bertemu dengan sesuatu atau keadaan yang mewajibkannya untuk bertindak tanpa sempat memikirkan penundaan.

Peluang
Reaksi cepat seorang pemimpin yang bertindak saat sebuah peluang hadir, bisa saja datang dari penantian yang cukup melelahkan, atau dari kekhawatiran bahwa kesempatan yang sama mungkin tidak akan tersedia lagi, atau bila peluang ini tidak diambilnya, orang lain akan memanfaatkannya.
Bila kita tidak terlatih untuk berpikir cepat dalam menimbang resiko dan nilai dari keuntungan dalam bertindak cepat - pada awal terbukanya sebuah peluang; kita akan sering terperangkap dalam keharusan untuk segera meninggalkan sebuah pekerjaan, membayar biaya dari ketergesaan itu, sambil memusatkan perhatian kepada kemungkinan peluang berikutnya.

Masalah
Ada pemimpin usaha yang hanya akan bertindak - bila dia sudah mengetahui adanya sebuah masalah.
Pada detik dia mengetahui masalah itu - karena tidak sengaja, atau karena sebuah proses formal; dia segera meledak dengan tindakan-tindakan drastis yang sering juga sangat emosional.
Segala sesuatu ingin dilakukannya, semua harus selesai kemarin, dan dia menyalahkan semua orang - kecuali dirinya.
Namun, semua orang yang mengenalnya, juga mengenali bahwa semua kegentingan itu akan segera berlalu, karena sang pemimpin akan segera santai kembali - karena sudah membiasa dan mulai lupa dengan pengetahuannya mengenai masalah-masalah bisnisnya.
Bila dia ingat - dia panik. Bila dia lupa - dia santai.
Sampai suatu saat dia akan sangat ingat - yaitu saat pemilik perusahaan menggantikannya dengan seseorang yang memiliki peledak tindakan yang lebih sensitif.

Ancaman
Peledak yang satu ini adalah peningkatan kelas dari masalah.
Masalah-masalah kecil yang tidak terselesaikan, akan tumbuh menjadi kenyataan yang membahayakan dan itu lah yang kita sebut sebagai ancaman.
Sehingga, bila kita semua lebih berbakat untuk menunda penyelesaian masalah, sebetulnya kita semua ini sedang membesarkan ancaman-ancaman bagi diri kita dan tugas-tugas kepemimpinan kita.
Seorang pemimpin yang berkelas tidak membiarkan dirinya diancam oleh apa pun untuk memutuskan dan melakukan yang benar, apa lagi oleh ancaman yang datang dari kelemahannya dalam bertindak.

Rencana
Anda yang berencana baik dan besar - seharusnya mudah untuk membuat diri Anda mendahulukan yang harus didahulukan, melakukan dengan cara yang seharusnya, dan pada saat Anda harus melakukannya.
Bila Anda telah memiliki rencana, tetapi rencana itu tidak membuat Anda
terbebaskan dari kecenderungan untuk menunda dan mendahulukan yang menyenangkan saja - itu berarti bahwa Anda harus mengganti rencana Anda, atau mengganti sikap Anda.
Bila Anda tidak dapat menggantikan kedua hal itu, akan datang suatu saat di mana Anda lah yang akan digantikan - dengan pribadi yang mudah meledak karena rencana-rencananya. Ingat lah, walau pun organisasi yang Anda pimpin itu berukuran besar dan berjangkauan luas - sifat dari kepemimpinan Anda adalah tetap kepemimpinan pribadi.

Impian
Sebetulnya impian adalah juga sebuah rencana - hanya saja kita tidak mampu menjelaskan mengapa hati ini demikian terpukau-pikat kepada keindahan dari pembayangan keadaan di masa depan itu.
Bila impian Anda tidak menggerakkan Anda untuk melakukan pekerjaan Anda dengan sungguh-sungguh - walau pun Anda tidak yakin pasti bahwa yang Anda lakukan akan menuntun Anda kepada impian Anda; makaAnda tidak sedang bermimpi.
Ingat lah, bahwa hanya dia yang kesibukannya disemangati oleh impiannya
yang bisa hidup dalam kesadaran kehidupan impian.

Tugas
Peledak tindakan kepemimpinan yang tertinggi adalah keikhlasan menerima tugas sebagai pemimpin untuk mendatangkan perbedaan yang berarti bagi organisasi yang kita pimpin, bagi pelanggan yang kita layani, dan bagi semua yang berkepentingan atas kebaikan yang kita hasilkan.
Bila Anda melihat ada sesuatu yang seharusnya dilakukan untuk kebaikan organisasi dan bisnis Anda -jangan lah Anda menunggu sampai Anda menjadi pejabat; segera lakukanlah yang harus Anda lakukan.
Melakukan yang baik tanpa harus diperintahkan adalah tanda kualitas
kepemimpinan yang sebenarnya.
Links to this post NOTORIOUS: Known For Something Bad Posted by .:: TAM ::. at 9:59 AM . 0 comments Labels: Becoming A Star Bila karakter pribadi kita adalah sebuah gunung, reputasi adalah bayangan dari gunung itu.

Sebuah kerikil, hanya akan membuat sebuah bayangan kerikil.
Anda tidak akan bisa membangun sebuah bayangan se-ukuran gunung, bila Anda tidak membangun sebuah gunung.
Kita, Anda dan saya tidak akan mampu membangun reputasi yang baik, tanpa lebih dahulu membangun sebuah pribadi yang berkualitas.

Bangunlah reputasi sebagai bagian dari keuntungan orang lain, bukan bagian dari biaya mereka.

Kita semua memiliki masalah-masalah kita dalam karir dan kehidupan pribadi kita, dan akan sangat berterima kasih kepada siapa pun yang bisa membantu kita menyelesaikan masalah-masalah itu.
Maka kita akan sangat diuntungkan bila kita memastikan kehadiran kita - menjadi sebuah kehadiran yang menyelesaikan masalah orang banyak.
Anda disebut , bila Anda famous menjadikan diri Anda bagian dari penyelesaian.
Dan dia, akan menjadi notorious, bila dia menjadikan dirinya bagian, atau bahkan sumber dari masalah.

Mempertahankan kebiasaan buruk adalah seperti berdiri dalam semen basah.

Semakin lama Anda berdiri dalam semen basah, akan semakin sulit Anda membebaskan diri.
Dan mempertahankan kebiasaan buruk, adalah persis seperti berdiri dalam semen basah.
Walau pun Anda sudah berubah bentuk, cetakan semen itu mengumumkan bentuk Anda sebelumnya - sebagai bentuk asli Anda.
Itu sebabnya, dibutuhkan waktu yang cukup panjang untuk memperbaiki nama yang sempat rusak, karena cetakan reputasi buruk bias mengekang lebih kuat daripada semen yang telah mengeras.

Cari lah yang bukan gajah.

Bila Anda kesulitan menemukan bentuk gajah dalam sebuah bongkah besar marmer, temukan lah bentuk-bentuk yang bukan gajah dan kemudian sebuah bentuk gajah akan mulai terlihat dengan lebih jelas.
Dan anjurannya adalah; bila kita menemukan banyak kesulitan dalam mebangun kualitas-kualitas bintang pada diri kita, tunda lah sebentar upaya itu.
Sebagai gantinya, temukan lah keburukan-keburukan yang telah menjadi tuan rumah dalam perilaku kita, dan segera hilangkanlah.
Bila kita berhasil meminimalkan kekurangan-kekurangan, sebetulnya kita telah berhasil memaksimalkan kebaikan-kebaikan kita.

Anda bisa mencapai keberhasilan tanpa mengupayakan keberhasilan.

Banyak orang menjadi gagal dalam upaya mencapai keberhasilan, dan menjadikan diri mereka dikenal buruk; tanpa menyadari bahwa lebih banyak orang yang berhasil dalam upaya menjadikan diri mereka bernilai bagi orang lain.
Mereka mencapai keberhasilan, bukan karena mereka mengupayakan keberhasilan bagi diri mereka sendiri; tetapi karena mengupayakan keberhasilan bagi orang lain.

Jangan lah hanya menjadi terkenal, tetapi pastikanlah Anda dikenal baik dalam suatu hal.

Dan kita akan mudah mengenali kualitas-kualitas yang akan menjadikan kita dikenal baik, dengan memperhatikan apa yang kita utamakan dalam kesendirian kita saat tidak ada orang yang melihat kita.
Karena, karakter pribadi yang sesungguhnya, adalah yang tampil saat kita sendiri - saat kita merasa se-bebas-bebas-nya untuk menjadi apa pun yang kita sukai.
Maka berhati-hati lah dalam kesendirianAnda.
Bukankah sering terjadi, bahwa saat kita bekerja keras- tidak ada yang melihat; tetapi saat kita menguap - ada yang melihat.

Beranikan lah diri Anda.
Anda tidak akan mungkin mendekati keberhasilan, bila Anda tidak juga ramah kepada kegagalan.

Jangan lah menjadikan kemungkinan adanya kegagalan sebagai pembatal keinginan kita untuk mencapai kebesaran yang telah menjadi hak kita - yaitu untuk menjadi pemimpin di muka bumi ini.
Kesalahan adalah tanda-tanda untuk naik yang akan Anda temui dalam upaya mewujudkan kelas kelas kepemimpinan yang lebih tinggi pada diri Anda, dan sama sekali bukan tanda untuk berhenti.
Bila Anda tidak membuat kesalahan, itu berarti bahwa Anda tidak berupaya cukup keras.
Dan bahkan bila Anda harus dikenal karena kesalahan Anda, maka biar lah - asal mereka tahu bahwa itu adalah kesalahan, dan mereka juga tahu bahwa Anda masih dalam perjalanan untuk menjadi seorang bintang.

Pastikanlah bahwa kebaikan adalah yang menjadi dasar reputasi Anda.

Coba lah mulai hari ini untuk menyenangkan setidaknya satu orang setiap hari.
Reputasi pribadi yang paling manis adalah reputasi yang dibangun karena suka-cita orang lain dalam pertemuan dengannya.
Dan dengan mencoba menyenangkan setidaknya satu orang setiap hari, sebetulnya proses membangun sebuah nama baik, adalah sebuah proses yang penuh suka cita.

Berapa orang kah yang bisa Anda gembirakan hari ini?

(Sumber: Becoming A Star, Mario Teguh)
Links to this post SuperWords (Part VI) Posted by .:: TAM ::. at 9:48 AM . 0 comments Labels: Star Point Bila aku harus mengulangi hidup ini, aku akan membuat kesalahan-kesalahan
yang sama, tetapi akan aku pastikan bahwa aku menemukan
kesalahan-kesalahan itu jauh lebih awal.
Sehingga, keberhasilan akan datang lebih awal menjemput dan meng-elukan-ku. Aku tidak tahu takdir-ku, tetapi aku tahu hak-ku untuk berhasil.

(Crouching Neglects, Hidden Mistakes )

Keberhasilan kita tidak hanya diukur dari seberapa besar dan tinggi daratan impian yang bisa kita capai di akhir perjalanan;
tetapi keberhasilan kita - terutama dinilai dari kualitas dari perjalanan kita.
Maka,
Bila kita menjaga kualitas perjalanan harian kita, maka kapan pun perjalanan itu berakhir - perjalanan kita akan berakhir dengan baik.

(Hero-The Adorable Qualities in You)

Bila Anda tidak membebaskan pikiran Anda, Anda tidak mungkin mencapai pengertian yang sebenarnya.
Maka pantaslah bila kita menemukan lebih banyak orang yang tidak mengerti -
bahkan mengenai hal-hal yang paling sederhana yang bisa memperbaiki kualitas hidup mereka.

Mungkin, mereka memperburuk suasana di gua pikiran mereka - dengan membiarkan kekhawatiran, kedengkian, dan nafsu - berkembang besar dan kuat dan menentukan bentuk dan warna dari kata-kata yang boleh mereka dengar.
Itu sebabnya,

Kita harus membebaskan pikiran kita dari hal-hal yang tidak baik - agar hanya kebaikan-lah yang tersisa dalam pikiran kita.
Dan bila hanya kebaikan yang mengisi pikiran kita - maka baik-lah pengertian kita.

(Clarity of Understanding)

Tidak mungkin tercapai sebuah keberhasilan usaha tanpa sebuah perbedaan yang signifikan.
Itu sebabnya,
Perbedaan hanya mungkin dihasilkan oleh pikiran dan sikap yang berbeda.
Karena,
Pikiran dan sikap yang berbeda akan menghasilkan keterampilan dan kesungguhan untuk menyelesaikan yang berbeda pula.
Keterampilan yang prima tetapi tidak dituntut oleh kesungguhan untuk menyelesaikan - hanya akan menghasilkan potensi-potensi yang masih harus kita sebut sebagai 'rencana'.
Ingatlah, bahwa sebuah rencana tidak akan meninggalkan sifatnya sebagai potensi, bila kita tidak menyelesaikannya.

Maka, mulai hari ini bedakanlah pikiran Anda melalui penajaman reaksi logis Anda terhadap masalah dan kesulitan.
Lalu, bedakanlah sikap Anda melalui peningkatan kualitas dari reaksi emosional Anda terhadap semua kejadian di sekeliling Anda.
Dengannya, mudah-mudahan Anda dan organisasi Anda mencapai perbedaan yang signifikan itu.

(Significant Difference)

Dia yang tidak menunda yang tidak penting,
akan menjadi pribadi yang tidak penting,
yang perasaannya terseret-seret
saat melihat orang yang tidak sehebat dirinya
tampil cemerlang di tempat yang lebih tinggi.

Perhatikanlah, bahwa bila kita tidak memperhatikan yang penting-penting,
hidup kita akan dipenuhi yang genting-genting

(Take A Bow)

Sebetulnya, setiap orang dibatasi oleh sesuatu.
Batasan itulah yang menjadikan seseorang sebagai pribadi yang bebas, atau yang terpenjara.

Tidak ada pribadi yang terbebas dari batasan.
Setiap orang dibatasi oleh sesuatu, sehingga yang kita sebut sebagai kebebasan adalah sebetulnya kualitas hidup yang baik - yang berada dalam batasan-batasan yang membuatnya masih disebut sebagai pribadi yang baik.

Kebebasan sebetulnya - berada dalam kebaikan.
Hanya orang-orang yang hidup dalam kebaikan yang bisa disebut bebas; sedang mereka yang melampaui batas kebaikan - akan masuk ke wilayah yang mengharuskannya berjaga-jaga bahkan terhadap orang yang paling dipercayainya.
Bukankah sering terjadi - seorang penjahat meminta bantuan seorang yang luhur untuk menjadi penengah dalam perselisihan antara sesama orang jahat?

(I Want to Break Free)

Ukuran keberanian yang sesungguhnya, bukan berada pada keberanian kita untuk mati, tetapi pada keberanian kita untuk hidup dengan penuh - menyambut apa pun yang datang menghampiri kita, dan menjadikan itu semua kebaikan bagi kita dan orang lain.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Sebuah Perjalanan Spiritual : Tuhan Yang Tidak Saya Ketahui

.
0 komentar

Sebuah Perjalanan Spiritual : Tuhan Yang Tidak Saya Ketahui by ishwar house Jun 13, 2008; 03:04pm :: Rate this Message: - Use ratings to moderate (?)

Reply Reply to Author Print View Threaded Show Only this Message
Subject: Tuhan Yang Tak Ku Ketahui

TUHAN YANG TIDAK SAYA KETAHUI



Assalaamu Alaikum Wr. Wb.

Mohon maaf sebelumnya jika saya mau membagi sedikit pengalaman saya,
semoga ada manfaatnya.
Jika ada kesalahan dalam tulisan ini mohon dimaafkan, itu hanyalah
kerena kebodohan saya semata.

Semuanya bermula di sekitar tahun 2001, ketika itu saya masih merantau
seorang diri dan berdomisili di kota Batam.
Waktu itu saya sedang ditimpa musibah yang sangat mengguncang batin
saya, yaitu saya kehilangan orang yang sangat saya cintai.

Saya akhirnya tersadar bahwa selama ini saya telah terikat oleh
kecintaan saya terhadap seseorang sehingga membuat saya lupa akan
Tuhan.

Rupanya Allah cemburu sehingga saya dipisahkannya dengan orang yang
saya
cintai tersebut.

Di tengah keguncangan tersebut saya dipertemukan oleh Tuhan kepada
sebuah Milis melalui Internet.
Dari membaca artikel-artikel yang dibuat oleh Ustaz dalam milis ini,
keguncangan batin saya manjadi agak terobati,

Akhirnya saya pun menjadi tertarik untuk lebih mendalami artikel-
artikel
tersebut.
Dari situlah saya mulai mengenal istilah -istilah seperti Shalat yang
nyambung, ...dan lain-lainya yang semuanya dilakukan untuk memperoleh
shalat yang khusuk

Ketika itu saya telah berusaha mempraktekkan hal-hal tersebut untuk
mencapai kekhusu'an dalam shalat.
Tapi karena kebodohan dan ketidaksungguhan saya maka saya tetap tidak
bisa untuk melakukan shalat yang khusuk.

Bahkan sayapun sempat ikut langsung berlatih bersama Uztaz ketika
beliau
bertandang pertama dan kedua kalinya di Batam, tapi saya tetap tidak
tahu dan mengerti apa itu shalat yang khusuk.

Akhirnya sayapun mengambil kesimpulan bahwa jalan yang disampaikan
oleh
Ustaz adalah bukan jalan yang cocok buat saya dalam memperoleh shalat
yang khusuk.

Saya berpaling dan sudah tidak ada lagi keinginan untuk membaca
artikel-artikel dari milis , semua artikel-artikel itupun saya
simpan...
entahlah dimana sekarang artikel-artikel tsb.

Sayapun hanya bisa melaksanakan shalat seperti yang biasa saya lakukan
yaitu shalat yang saya yakini jauh dari kekhusukan.

Singkat cerita, bulan dan tahun pun berlalu, saya tidak lagi
berdomisili
di Batam, saya telah kembali pulang ke kampung halaman berkumpul
bersama
keluarga dan orang-orang yang saya cintai. Tuhan pun telah
menganugrahkan kepada saya Istri dan anak-anak yang sangat saya
cintai.

Rupanya kecintaan saya terhadap anak-anak, istri dan keluarga membuat
saya terlena lagi, saya melupakan-Nya, ...
saya jadi lebih mencintai mereka daripada Tuhan. ...........DIA.
menjadi
cemburu lagi.

Kali ini Tuhan-pun kembali memisahkan saya dengan apa yang saya
cintai.
Kali ini Tuhan memisahkan kami melalui jarak.

Saya saat ini bekerja disebuah perusahaan yang mengharuskan saya
bekerja
dalam waktu yang lama berada di daerah terpencil, di tengah hutan atau
laut, jauh dari keluarga, jauh dari orang-orang yang saya cintai.

Walaupun saya tetap selalu bertemu dengan mereka jika kembali pulang
dari tugas.
Akan tetapi batin saya kembali tersiksa dan gelisah jika kembali
berangkat tugas dalam waktu yang lama di daerah terpencil.

Akhirnya saya tersadar bahwa kegelisahan ini adalah teguran dari
Tuhan,
saya harus kembali kepada-Nya..
Lalu saya berusaha membuka-buka lagi buku-buku agama, berusaha lagi
untuk mencari kekhusukan dalam setiap shalat.

Di tengah kegelisahana batin itu, empat bulan yang lalu entah mengapa
saya kembali secara tidak sengaja membuka milis ini melalui internet.

Waktu itu saya menjadi tertarik membaca tulisan-tulisan Ustaz lain,
yang
dahulu di tahun 2001, sekitar tujuh tahun yang lalu, ketika saya masih
berdomisili di Batam, artikel-artikel tersebut belum ada di milis ini.

Oleh karena itu semua artikel-artikel beliau saya lalap habis...
dan tulisan-tulisan lama dari Ustaz lama tidak saya lirik sedikit-pun
karena saya sudah pernah membacanya dan malah memprektekkan isinya
tapi
saya belum juga bisa diberi kepahaman tentang shalat yang khusuk.

Dalam membaca tulisan-tulisan beliau tersebut saya banyak mengalami
kebuntuan terutama jika Ustaz lain ini sudah mulai menuliskan
masalah-masalah ma'rifat...
terlalu tinggi buat saya yang hanya mendapatkan pelajaran agama ketika
di bangku sekolah saja dan melalui bacaan buku-buku yang biasa dijual
toko-toko umum.

Saya bingung ...

Yang mana itu "Wajah Allah"....?

Yang mana itu suasana yang "Tidak ada kecemasan dan kekhawatiran
itu" ?

Apa sih suasana " Deeeeerrr " yang sering ditulis dalam setiap tulisan
beliau.itu !?

Dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan lain muncul di benak saya.
...?!

Dari sekian banyak artikel tersebut hanya sedikit yang bisa saya
pahami.

Berbekal pemahaman yang sedikit itulah saya mulai mencoba untuk
mencari
kekhusukan dalam shalat.

Dengan keyakinan dan doa kepada Tuhan agar ia membimbing saya dalam
pencarian ini.
Maka mulailah saya bersungguh-sungguh dalam melaksanakan shalat.

Jika sebelumnya saya tidak pernah berkonsentrasi penuh dalam shalat
maka
sejak saat itu saya selalu berupaya untuk berkonsentrasi penuh dari
sejak awal hingga akhir shalat.

Untuk pertama kali saya mencoba untuk shalat dengan penuh konsentrasi
dari sejak awal hingga akhir shalat yaitu mencoba menyembah kepada
Tuhan
yang selama hampir 35 tahun ini saya sembah, yaitu "Tuhan yang tiada
satupun serupa dengan-Nya".

Awalnya sih memang berat berkonsentrasi penuh dalam shalat dari sejak
awal hingga akhir.
Tapi lama kelamaan saya berhasil berkonsentrasi penuh kepada Tuhan
saya
ini.
Dan hebatnya dalam shalat itu saya menjadi terharu,
terisak-isak..menangis tersedu-sedu dalam shalat.

Saya pikir inilah kekhusukan dalam shalat.
Saya pun berkesimpulan bahwa selama ini saya rupanya tidak bisa khusuk
karena memang tidak pernah dalam keadaan full konsentrasi dalam shalat
saya.

Untuk selanjutnya saya mencoba kembali kepada suasana ini di setiap
shalat berikutnya.

Untuk shalat kali kedua & ketiga...saya masih bisa menangis
sedikit,...
kali keempat dan seterusnya sudah tidak bisa lagi menangis malah
pikiran
yang menjadi keruh, melayang kemana-mana, padahal saya sudah berusaha
untuk konsentrasi penuh

Akhirnya saya putuskan ini bukan shalat yang khusuk, karena shalat
yang
khusuk seharusnya membawa ketenangan pikiran dan bukannya menghasilkan
keletihan fisik dan batin.

Sayapun teringat pada artikel yang ditulis oleh ustaz lain, bahwa
dalam
mendapatkan shalat yang khusuk, kita harus menghadap tepat ke WAJAH-
NYA,
lurus dan tepat sasaran.

Sayapun diberi kepahaman ternyata shalat saya. tidak khusuk karena
saya
menyembah ke Alamat yang salah, ke Tuhan yang salah, maka saya
tinggalkanlah Tuhan yang selama hampir 35 tahun ini saya sembah.

Saya kembali mencari Tuhan yang lain dan menyembah kepadanya, yaitu
menyembah tuhan yang menurut saya :
" Wajahnya ada dimana-mana, meliputi segala sesuatu "

Dalam shalat saya kali ini, saya kembali berkonsentrasi penuh dari
awal
hingga akhir shalat dalam menyembah Tuhan saya yang baru ini.
Hasilnya saya menjadi terharu dan kembali menangis tersedu-sedu dalam
shalat saya.
Tangisan yang lebih Dahysat ketimbang dari pada ketika saya menyembah
Tuhan yang sebelumnya.

Sayapun sangat berbahagia karena ternyata saya berhasil mendapatkan
alamat yang benar dalam menyembah kepada Tuhan.
Saya yakin telah mendapatkan kekhusukan, saya yakin telah mendapatkan
Tuhan yang hakiki.

Sayapun mengulangi 2 kalimat syahadat saya, bersyahadat kepada Tuhan
yang satu ini. seperti halnya orang yang baru memeluk agama islam.

Akan tetapi hal yang sama berulang lagi, ketika saya mau kembali
kembali
ke suasana tersebut pada shalat-shalat berikutnya maka tangisan dan
haru
itu pun lama-kelamaan memudar dan hilang tak berbekas..malahan badan
capek dan letih, kepala pusing.

Saya putuskan lagi..ini bukan shalat yang khusuk dan Tuhan yang saya
sembah itu bukan Tuhan saya, .

Sayapun kembali mencari Tuhan yang lain yaitu tuhan yang menurut saya
"Tuhan yang meliputi segala sesuatu dan juga sekaligus tiada satupun
serupa dengan-Nya"

Wah Tuhan yang satu ini betul-betul Tuhan yang paling susah di
fikirkan
dan di persepsikan menurut saya....
saya yakin 100 % inilah Tuhan saya....Tuhan pamungkas....bukan Tuhan
persepsi.

Sayapun kembali berkonsentrasi penuh dalam shalat, menyembah Tuhan
yang
satu ini...................
dan akhirnya ................................. sayapun kembali
mengalami
kejadian seperti yang lalu-lalu....

Tangis syahdu, dan derai airmata dalam shalat itu akhirnya pudar dan
hilang ...
berubah mejadi ketidak khusukan yang semakin menjadi-jadi di
shalat-shalat yang berikutnya....pikiran menjadi keruh...badan menjadi
letih.....
saya betul-betul jenuh...capek lahir dan batin....ini lagi-lagi bukan
shalat yang khusuk...ini lagi-lagi bukan tuhan saya.

Lantas TUHAN saya siapa ?
yang mana ?
saya tidak tahu ?.......

Saya menjadi sadar bahwa selama hidup ini saya sebenarnya
KAFIR....saya
tidak tahu siapa sebenarnya Tuhan saya.

Saya menjadi sadar bahwa semua yang saya sembah dalam shalat saya
selama
hampir 35 tahun ini adalah Tuhan - Tuhan menurut PERSEPSI saya.....
Tuhan-Tuhan menurut FIKIRAN saya.....bukan TUHAN yang sebenarnya.

Ya. Allah... saya jatuh.....jatuh......jatuh ke jurang yang paling
dalam.... ...saya selama ini ternyata hidup dalam keadaan KAFIR.
Tak ada bedanya dengan umat-umat agama lainnya yang tidak mengenal
siapa
sesungguhnya Tuhannya.

Saya tak bisa lagi menggambarkan bagaimana suasana batin saya saat
itu.
Saya shock...putus asa...saya jadi takut tidur...bagaimana seandainya
saat tidur itu saya mati... sedangkan saya sebenarnya dalam keadaan
kafir.

Hidup pun rasanya sudah tak ada gunanya lagi.

Mau mengharapkan mati dan berputus asa terhadap Rahmat-Nya, juga saya
yakini akan menjadikan saya sebagai seorang yang kafir.....ya serba
salah, .....maju kena, mundur kena .......seperti Judul Film mendiang
almarhum Dono Warkop.

Oh Tuhan ...sebegitu sulitnya kah kami untuk mengenal-MU dan
menyembah-MU.

Ditengah kegalauan dan keputus-asan itu saya akhirnya
pasrah ..kalaupun
saat ini saya hidup dalam keadaan kafir apa boleh buat...sebab itulah
kenyataannya

Tapi saya memutuskan untuk tetap melaksanakan shalat karena itulah
yang
saya yakini selama ini sebagai kewajiban seorang muslim.

Tapi menyembah kepada siapa lagi kali ini ?
Saya Tidak Tahu ?
sebuah tanda tanya besar buat saya !

Akhirnya saya berjudi saja, benar atau salah pokoknya saya nggak
peduli....saya sembah saja TUHAN YG TIDAK SAYA KETAHUI ITU ...
kalaupun salah alamat lagi, nggak ada bedanya, toh selama 35 tahun ini
saya sudah salah alamat.

Dalam shalat saya selanjutnya DIA lah yang saya sembah..TUHAN YG TIDAK
SAYA KETAHUI.

Karena tidak saya ketahui, maka di dalam shalat, saya tidak mau
menggunakan pikiran lagi....tidak mau lagi konsentrasi... setiap kali
ingatan dan pikiranku mau melayang ke TUHAN ....langsung saya
hentikan,..apanya yang mau dipikirkan...Lha wong ..yang saya sembah
adalah TUHAN YG TIDAK SAYA KETAHUI.

Susah memang pada awalnya shalatku ini, karena nakalnya pikiran yang
selalu mencoba menangkap eksistensi TUHAN YG TIDAK SAYA KETAHUI ini.
Pikiran yang selalu nakal untuk berusaha memikirkan-NYA, pikiran yang
selalu mau mencoba berjalan.

Susah betul.. karena dalam kehidupan saya selama ini, pikiran ini tak
pernah saya hentikan.. tapi bukannya tidak bisa karena sedikit-demi
sedikit saya bisa menghentikan pikiranku.

Alhamdulillah, setelah mencoba shalat dengan cara seperti ini pikiran
jadi agak tenang dalam shalat karena saya nggak mau mikirin TUHAN sama
sekali, Setiap kali kusebut dan kuingat nama ALLAH dalam shalat,
fikiran
selalu kuhentikan...kukosongkan, akhirnya shalat dalam keadaan fikiran
hampir kosong.

Tapi saya masih tetap dalam keraguan dan was-was karena shalat dengan
cara seperti ini tidak pernah terlintas dalam pikiran saya....
yaitu shalat tanpa menggunakan pikiran....shalat dalam keadaan
kosong....jangan-jangan inilah Bid'ah karena tidak ada dalam
pengetahuan
ke-Islaman saya.

Apalagi setelah melaksanakan shalat dengan cara ini, tidak ada lagi
rasa
haru yang syahdu dan tidak ada lagi tangisan di dalam shalat yang
menjadi ukuran kekhusukan shalat menurut saya ketika itu.

Pokoknya khawatir dan was-was selalu muncul menggoda......jangan-
jangan
ini Bid'ah....
( dikemudian hari baru saya sadari bahwa inilah sebetulnya bisikan
Iblis
yang selalu membisikkan was-was ke dalam jiwa manusia )

Sayapun kembali membuka-buka Artikel-artikel yang di tulis oleh Ustadz
Yusdeka di milis Dzikrullah.

Di dalam suatu artikel saya membaca sebuah kalimat beliau yang
menyatakan kurang lebih sebagai berikut bahwa :

"Sayapun seperti halnya Ustaz memulai segalanya berawal dari
KETIDAKTAHUAN"

Plong...!

Tiba-tiba ada secercah keyakinan bahwa cara shalat yang saya lakukan
saat ini adalah jalan menuju kekhusukan.
Entah kenapa baru kali itu saya bisa memahami arti kalimat tersebut.
Saya yakin inilah petunjuk dari Tuhan.

Akhirnya dengan awalnya "merangkak-rangkak" saya semakin lama- semakin
yakin dan mantap melakukan shalat yang menurut saya caranya
sangat-sangat revolusioner, shalat yang tidak pake' pikiran...tidak
pake
konsentrasi......ya...shalat yang menyembah kepada TUHAN YG TIDAK SAYA
KETAHUI ini.

Dan setiap selesai melaksanakan shalat, keyakinan itu semakin
bertambah... inilah jalan menggapai kekhusukan yang saya cari-cari itu

Dalam setiap berdzikir pun saya berusaha menggunakan metode ini.
( yang dibelakangan hari baru saya sadari bahwa cara ini sebenarnya
identik dengan Patrap yang dimaksudkan oleh ustaz Abu Sangkan ).

Suatu ketika dalam berdzikir itu ku ucapkan Nama-NYA dengan tanpa
suara
,....Nama TUHAN YANG TIDAK KUKETAHUI itu........ tanpa suara _ _ _ _
ALLAH _ _ _ _ALLAH _ _ _ ALLAH_ _ _ _tanpa pikiran ..........
kosong..... ..ALLAH.... ALLAH ........ kosong ............... setiap
pikiran yg terlintas dibenak ini kuhentikan ....... Kosong .......
Kosong.... kosong.......... . . . . . . . . . . . .

Lalu tiba-tiba " Deeerrrrrr"

Saya kaget,... apa itu tadi..?
nggak ngerti...saya diam saja..

Tiba-tiba muncul pemahaman dalam pikiran saya....Oooh......itu toh
yang
dimaksud dengan suasana "Deeerrrr" yang biasa dimaksudkan oleh Ustaz
lain itu dalam artikelnya.

Saya berusaha lagi untuk mencoba masuk kedalam suasana "Deeeerrr" itu
kembali.....tapi kok nggak bisa ya ?

Di belakang hari kemudian saya mendapatkan pemahaman bahwa suasana "
Deerrr " yang dimaksud oleh Ustaz lain itu adalah ( Mudah-mudahan saya
dapat membahasakannya secara benar ) sebagai berikut :

Di saat saya bisa betul-betul MENGOSONGKAN segala sesuatu yang
melintas
di pikiran saya maka yang ada hanyalah Kesadaran Diri / RUH saya.
RUH saya inilah yang tahu bahwa segala sesuatunya adalah KOSONG, tapi
dibalik kekosongan itu ada TUHAN YANG TIDAK SAYA KETAHUI.

Jika kemudian saya DISADARKAN bahwa RUH / Kesadaran Diri saya ini
sebenarnya milik TUHAN YANG TIDAK DIKETAHUI......ya....
Kesadaran Diri saya juga tiba-tiba menjadi TIADA, Maka yang tinggal
adalah KEKOSONGAN yang sangat PEKAT...tidak ada apa-apa lagi selain
.......
TUHAN YANG TIDAK DIKETAHUI.......

Inilah LA ILAHA ILLALLAH ......semuanya tiada kecuali DIA.....hanya
ALLAH yang ada............yang ada hanya.......TUHAN YANG TIDAK
DIKETAHUI.

Setelah kejadian tersebut keyakinan saya semakin kuat bahwa saya sudah
menemukan arah yang tepat dalam berdzikir, saya semakin yakin telah
menemukan alamat yang tepat dalam menyandarkan kesadaran saya kepada
Tuhan dalam shalat.

Saya pun selalu berusaha menyembah ke alamat tersebut dalam setiap
shalat, yaitu menyembah TUHAN YANG TIDAK SAYA KETAHUI.

Selepas dari shalatpun fikiran jadi tenang, dalam shalat pun fikiran
sudah tidak melayang-layang lagi jauh berbeda dari shalat-shalat saya
sebelumnya.

Tapi apakah ini kekhusukan yang sebenarnya....hanya TUHAN yang tahu
karena dialah yang MAHA TAHU dan hanya DIA juga yang bisa
mengkhusukkan
saya di dalam shalat.

Akhirnya berangkat dari pengalaman tersebut diatas, saya mulai diberi
pemahaman-pemahaman baru dari waktu ke waktu secara bertahap yang saya
yakini bahwa semua itu adalah pengajaran dari Tuhan melalui bahasa
Qalam-NYA

Dan ternyata hanya karena RAHMATNYA saja lah kita bisa mengenal
DIRINYA.


Dan kita sebagai manusia diberi kebebasan untuk mengabaikan ataupun
mencari RAHMATNYA itu melalui berbagai jalan yang telah disediakan-
NYA.

Apakah melalui jalan, Patrap, Musibah, Cobaan, Dzikir, Shalat, Zakat,
Sedekah, Haji, Puasa, Jihad, Menolong Sesama, Berbakti kepada Orang
tua,
Mencari Ilmu Pengetahuan,.......dan lain-lain. Semua jalan dibukakan
kepada manusia, tinggal manusianya sendiri yang memilih.

Dan bagi mereka yang mau mencari RAHMATNYA melalui shalat, maka
carilah
kekhusukan didalam shalat.

Dan ternyata kekhusukan dalam shalat itu akan diperoleh jika kita mau
"Bersungguh-Sungguh" untuk mendapatkannya.
Dan hasil yang kita peroleh akan sesuai dengan seberapa besar
"Kesungguhan" kita dalam mencarinya.

Wujud dari Kesungguhan itu bagi kita yang hanya manusia biasa adalah
melalui DOA dan USAHA.
Kedua hal ini tidak bisa dipisahkan satu sama lainnya harus selalu
sejalan.

Jika dengan kesungguhan kita itu ternyata Tuhan belum juga mendudukkan
kita di Kekhusukan di dalam shalat, maka kita harus mempertanyakan
kesungguhan kita itu ?

Kita sebenarnya belum benar-benar bersungguh-sungguh. Hanya
mengaku-ngaku saja bersungguh-sungguh.
Kita tingkatkan lagi Kualitas Kesungguhan kita dengan Doa dan Usaha
yang
lebih bagus lagi kualitasnya.

Jika masih belum juga didudukkan oleh-NYA dalam kekhusukan,... kita
tingkatkan kembali kualitas kesungguhan kita..demikian seterusnya
sampai
kita berada dalam "Kesungguhan yang sebenar-benarnya"

Jika kita sudah berada dalam "Kesungguhan yang sebenar-benarnya" dan
tidak bisa lagi meningkatkan kualitas kesungguhan kita, karena sudah
diluar kemampuan kita dalam mencari shalat yang khusuk, dan ternyata
masih belum juga dikhusukkan oleh-NYA,

Maka kita serahkan dan kembalikan kepada TUHAN, segala daya dan upaya
hanya Milik-NYA ......... PASRAH .....
keluhkan segala kelemahan kita, akui segala kebodohan kita kepada
TUHAN
karena DIA tidak akan membebani hambanya diluar kemampuannya.

Maka nantinya TUHAN sendiri yang akan mendudukan kita di dalam
kekhusukan.

Bukan lagi atas daya dan usaha kita, tapi DIA sendiri yang akan
membimbing kita untuk melaksanakan shalat yang khusuk, Dia sendiri
yang
akan meggurui kita untuk mengenal DIRINYA..

Ya...DIA-lah MAHA GURU

Tapi kita sebagai manusia jangan juga pasrah bohong-bohongan...belum
bersungguh-sungguh dengan sebenar-benarnya sudah langsung pasrah.
Maka DIA tidak akan mendudukkan kita di kekhusukan, Karena DIA yang
MAHA
MENGETAHUI.

DIA tahu siapa sebenarnya yang betul-betul bersungguh-sungguh dalam
mencari RAHMATNYA

-------------------------------------------------------

melalui editing tanpa mengurangi kandungan makna.




Sebuah Perjalanan Spiritual>>>Mbak Hanie... by semar samiaji Jun 13, 2008; 03:19pm :: Rate this Message: - Use ratings to moderate (?)

Reply Reply to Author Print View Threaded Show Only this Message
nice Dik Hanie atas apa yang tersampaikan....

"kosong saatnya kosong...isi saatnya isi....."
tanpa tuntutan diri, hanya usaha dan harap (doa)
YMK sebagai pemasti di atas kepasrahan diri
saat itu, maka iman akan menggulung diri....

Duh Gusti Pangeran...indah...indah.....

so, "seyogyanya" dari ini, maka Dik Hanie udah bisa memaknai sesuai warna yang ada di dalam diri sendiri.....

salam,
ss


"ishwar.house" wrote:
Subject: Tuhan Yang Tak Ku Ketahui

TUHAN YANG TIDAK SAYA KETAHUI

Assalaamu Alaikum Wr. Wb.


DIA tahu siapa sebenarnya yang betul-betul bersungguh-sungguh dalam
mencari RAHMATNYA

-------------------------------------------------------

melalui editing tanpa mengurangi kandungan makna.







Re: Sebuah Perjalanan Spiritual>>>Mbak Hanie... by ishwar house Jun 14, 2008; 09:59am :: Rate this Message: - Use ratings to moderate (?)

Reply Reply to Author Print View Threaded Show Only this Message

iya Bapak...

Suatu perjalanan hati itu selalu indah...
Ups and Down...tak terperi...
Menapaki gunung pasir...yang rapuh dan gampang runtuh...
Saat diri dibawah langit biru...
Ada rindu yang satu...
Tapi serasa tak pernah jua menyatu..

Lalu saat mundur...
counting down....
7...5....3....2....1...
Ah, Kemana semua hari - hari itu berlalu..

Saat menghitung maju...
1..3...5....7....9
Ah, Apakah aku akan masih ingat Kamu...

Aku masih tetap disini...
Dibawah kaki langit..
Menyadari yang datang dan pergi..
Yang pergi dan datang lagi..
lalu , apakah gunung itu masih tetap berdiri....
Aku tidak akan pernah tahu itu...

Bersyukur ..hanya bisa bersyukur...
Kamu dan kamu kamu yang telah ada dihadapanku saat ini..
Adalah karunia yang semestinya aku miliki...
Sebuah rangkaian aksesori...

O Diriku yang selalu sendiri...
What can I say....cause There is nothing to say....

( Aku berada di atas tanah di bawah langit..tepat ditengah ...pusat...the world is empty..hanya ada aku...hanya ada aku....tanganku menengadah ke atas....melihat langit biru...terbang..terbanglah udaraku...terbanglah bersamaku... )

--- On Fri, 6/13/08, semar samiaji wrote:

From: semar samiaji
Subject: [Spiritual-Indonesia] Sebuah Perjalanan Spiritual>>>Mbak Hanie...
To: Spiritual-Indonesia@...
Date: Friday, June 13, 2008, 3:19 AM







nice Dik Hanie atas apa yang tersampaikan. ...

"kosong saatnya kosong...isi saatnya isi....."
tanpa tuntutan diri, hanya usaha dan harap (doa)
YMK sebagai pemasti di atas kepasrahan diri
saat itu, maka iman akan menggulung diri....

Duh Gusti Pangeran...indah. ..indah.. ...

so, "seyogyanya" dari ini, maka Dik Hanie udah bisa memaknai sesuai warna yang ada di dalam diri sendiri.....

salam,
ss


"ishwar.house" wrote:


Subject: Tuhan Yang Tak Ku Ketahui

TUHAN YANG TIDAK SAYA KETAHUI

Klik disini untuk melanjutkan »»
 
Namablogkamu is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com | Distributed by Blogger Templates