earth bending - water bending - fire bending - wind bending

9.20.2008

Sebuah Perjalanan Spiritual : Tuhan Yang Tidak Saya Ketahui

. 9.20.2008

Sebuah Perjalanan Spiritual : Tuhan Yang Tidak Saya Ketahui by ishwar house Jun 13, 2008; 03:04pm :: Rate this Message: - Use ratings to moderate (?)

Reply Reply to Author Print View Threaded Show Only this Message
Subject: Tuhan Yang Tak Ku Ketahui

TUHAN YANG TIDAK SAYA KETAHUI



Assalaamu Alaikum Wr. Wb.

Mohon maaf sebelumnya jika saya mau membagi sedikit pengalaman saya,
semoga ada manfaatnya.
Jika ada kesalahan dalam tulisan ini mohon dimaafkan, itu hanyalah
kerena kebodohan saya semata.

Semuanya bermula di sekitar tahun 2001, ketika itu saya masih merantau
seorang diri dan berdomisili di kota Batam.
Waktu itu saya sedang ditimpa musibah yang sangat mengguncang batin
saya, yaitu saya kehilangan orang yang sangat saya cintai.

Saya akhirnya tersadar bahwa selama ini saya telah terikat oleh
kecintaan saya terhadap seseorang sehingga membuat saya lupa akan
Tuhan.

Rupanya Allah cemburu sehingga saya dipisahkannya dengan orang yang
saya
cintai tersebut.

Di tengah keguncangan tersebut saya dipertemukan oleh Tuhan kepada
sebuah Milis melalui Internet.
Dari membaca artikel-artikel yang dibuat oleh Ustaz dalam milis ini,
keguncangan batin saya manjadi agak terobati,

Akhirnya saya pun menjadi tertarik untuk lebih mendalami artikel-
artikel
tersebut.
Dari situlah saya mulai mengenal istilah -istilah seperti Shalat yang
nyambung, ...dan lain-lainya yang semuanya dilakukan untuk memperoleh
shalat yang khusuk

Ketika itu saya telah berusaha mempraktekkan hal-hal tersebut untuk
mencapai kekhusu'an dalam shalat.
Tapi karena kebodohan dan ketidaksungguhan saya maka saya tetap tidak
bisa untuk melakukan shalat yang khusuk.

Bahkan sayapun sempat ikut langsung berlatih bersama Uztaz ketika
beliau
bertandang pertama dan kedua kalinya di Batam, tapi saya tetap tidak
tahu dan mengerti apa itu shalat yang khusuk.

Akhirnya sayapun mengambil kesimpulan bahwa jalan yang disampaikan
oleh
Ustaz adalah bukan jalan yang cocok buat saya dalam memperoleh shalat
yang khusuk.

Saya berpaling dan sudah tidak ada lagi keinginan untuk membaca
artikel-artikel dari milis , semua artikel-artikel itupun saya
simpan...
entahlah dimana sekarang artikel-artikel tsb.

Sayapun hanya bisa melaksanakan shalat seperti yang biasa saya lakukan
yaitu shalat yang saya yakini jauh dari kekhusukan.

Singkat cerita, bulan dan tahun pun berlalu, saya tidak lagi
berdomisili
di Batam, saya telah kembali pulang ke kampung halaman berkumpul
bersama
keluarga dan orang-orang yang saya cintai. Tuhan pun telah
menganugrahkan kepada saya Istri dan anak-anak yang sangat saya
cintai.

Rupanya kecintaan saya terhadap anak-anak, istri dan keluarga membuat
saya terlena lagi, saya melupakan-Nya, ...
saya jadi lebih mencintai mereka daripada Tuhan. ...........DIA.
menjadi
cemburu lagi.

Kali ini Tuhan-pun kembali memisahkan saya dengan apa yang saya
cintai.
Kali ini Tuhan memisahkan kami melalui jarak.

Saya saat ini bekerja disebuah perusahaan yang mengharuskan saya
bekerja
dalam waktu yang lama berada di daerah terpencil, di tengah hutan atau
laut, jauh dari keluarga, jauh dari orang-orang yang saya cintai.

Walaupun saya tetap selalu bertemu dengan mereka jika kembali pulang
dari tugas.
Akan tetapi batin saya kembali tersiksa dan gelisah jika kembali
berangkat tugas dalam waktu yang lama di daerah terpencil.

Akhirnya saya tersadar bahwa kegelisahan ini adalah teguran dari
Tuhan,
saya harus kembali kepada-Nya..
Lalu saya berusaha membuka-buka lagi buku-buku agama, berusaha lagi
untuk mencari kekhusukan dalam setiap shalat.

Di tengah kegelisahana batin itu, empat bulan yang lalu entah mengapa
saya kembali secara tidak sengaja membuka milis ini melalui internet.

Waktu itu saya menjadi tertarik membaca tulisan-tulisan Ustaz lain,
yang
dahulu di tahun 2001, sekitar tujuh tahun yang lalu, ketika saya masih
berdomisili di Batam, artikel-artikel tersebut belum ada di milis ini.

Oleh karena itu semua artikel-artikel beliau saya lalap habis...
dan tulisan-tulisan lama dari Ustaz lama tidak saya lirik sedikit-pun
karena saya sudah pernah membacanya dan malah memprektekkan isinya
tapi
saya belum juga bisa diberi kepahaman tentang shalat yang khusuk.

Dalam membaca tulisan-tulisan beliau tersebut saya banyak mengalami
kebuntuan terutama jika Ustaz lain ini sudah mulai menuliskan
masalah-masalah ma'rifat...
terlalu tinggi buat saya yang hanya mendapatkan pelajaran agama ketika
di bangku sekolah saja dan melalui bacaan buku-buku yang biasa dijual
toko-toko umum.

Saya bingung ...

Yang mana itu "Wajah Allah"....?

Yang mana itu suasana yang "Tidak ada kecemasan dan kekhawatiran
itu" ?

Apa sih suasana " Deeeeerrr " yang sering ditulis dalam setiap tulisan
beliau.itu !?

Dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan lain muncul di benak saya.
...?!

Dari sekian banyak artikel tersebut hanya sedikit yang bisa saya
pahami.

Berbekal pemahaman yang sedikit itulah saya mulai mencoba untuk
mencari
kekhusukan dalam shalat.

Dengan keyakinan dan doa kepada Tuhan agar ia membimbing saya dalam
pencarian ini.
Maka mulailah saya bersungguh-sungguh dalam melaksanakan shalat.

Jika sebelumnya saya tidak pernah berkonsentrasi penuh dalam shalat
maka
sejak saat itu saya selalu berupaya untuk berkonsentrasi penuh dari
sejak awal hingga akhir shalat.

Untuk pertama kali saya mencoba untuk shalat dengan penuh konsentrasi
dari sejak awal hingga akhir shalat yaitu mencoba menyembah kepada
Tuhan
yang selama hampir 35 tahun ini saya sembah, yaitu "Tuhan yang tiada
satupun serupa dengan-Nya".

Awalnya sih memang berat berkonsentrasi penuh dalam shalat dari sejak
awal hingga akhir.
Tapi lama kelamaan saya berhasil berkonsentrasi penuh kepada Tuhan
saya
ini.
Dan hebatnya dalam shalat itu saya menjadi terharu,
terisak-isak..menangis tersedu-sedu dalam shalat.

Saya pikir inilah kekhusukan dalam shalat.
Saya pun berkesimpulan bahwa selama ini saya rupanya tidak bisa khusuk
karena memang tidak pernah dalam keadaan full konsentrasi dalam shalat
saya.

Untuk selanjutnya saya mencoba kembali kepada suasana ini di setiap
shalat berikutnya.

Untuk shalat kali kedua & ketiga...saya masih bisa menangis
sedikit,...
kali keempat dan seterusnya sudah tidak bisa lagi menangis malah
pikiran
yang menjadi keruh, melayang kemana-mana, padahal saya sudah berusaha
untuk konsentrasi penuh

Akhirnya saya putuskan ini bukan shalat yang khusuk, karena shalat
yang
khusuk seharusnya membawa ketenangan pikiran dan bukannya menghasilkan
keletihan fisik dan batin.

Sayapun teringat pada artikel yang ditulis oleh ustaz lain, bahwa
dalam
mendapatkan shalat yang khusuk, kita harus menghadap tepat ke WAJAH-
NYA,
lurus dan tepat sasaran.

Sayapun diberi kepahaman ternyata shalat saya. tidak khusuk karena
saya
menyembah ke Alamat yang salah, ke Tuhan yang salah, maka saya
tinggalkanlah Tuhan yang selama hampir 35 tahun ini saya sembah.

Saya kembali mencari Tuhan yang lain dan menyembah kepadanya, yaitu
menyembah tuhan yang menurut saya :
" Wajahnya ada dimana-mana, meliputi segala sesuatu "

Dalam shalat saya kali ini, saya kembali berkonsentrasi penuh dari
awal
hingga akhir shalat dalam menyembah Tuhan saya yang baru ini.
Hasilnya saya menjadi terharu dan kembali menangis tersedu-sedu dalam
shalat saya.
Tangisan yang lebih Dahysat ketimbang dari pada ketika saya menyembah
Tuhan yang sebelumnya.

Sayapun sangat berbahagia karena ternyata saya berhasil mendapatkan
alamat yang benar dalam menyembah kepada Tuhan.
Saya yakin telah mendapatkan kekhusukan, saya yakin telah mendapatkan
Tuhan yang hakiki.

Sayapun mengulangi 2 kalimat syahadat saya, bersyahadat kepada Tuhan
yang satu ini. seperti halnya orang yang baru memeluk agama islam.

Akan tetapi hal yang sama berulang lagi, ketika saya mau kembali
kembali
ke suasana tersebut pada shalat-shalat berikutnya maka tangisan dan
haru
itu pun lama-kelamaan memudar dan hilang tak berbekas..malahan badan
capek dan letih, kepala pusing.

Saya putuskan lagi..ini bukan shalat yang khusuk dan Tuhan yang saya
sembah itu bukan Tuhan saya, .

Sayapun kembali mencari Tuhan yang lain yaitu tuhan yang menurut saya
"Tuhan yang meliputi segala sesuatu dan juga sekaligus tiada satupun
serupa dengan-Nya"

Wah Tuhan yang satu ini betul-betul Tuhan yang paling susah di
fikirkan
dan di persepsikan menurut saya....
saya yakin 100 % inilah Tuhan saya....Tuhan pamungkas....bukan Tuhan
persepsi.

Sayapun kembali berkonsentrasi penuh dalam shalat, menyembah Tuhan
yang
satu ini...................
dan akhirnya ................................. sayapun kembali
mengalami
kejadian seperti yang lalu-lalu....

Tangis syahdu, dan derai airmata dalam shalat itu akhirnya pudar dan
hilang ...
berubah mejadi ketidak khusukan yang semakin menjadi-jadi di
shalat-shalat yang berikutnya....pikiran menjadi keruh...badan menjadi
letih.....
saya betul-betul jenuh...capek lahir dan batin....ini lagi-lagi bukan
shalat yang khusuk...ini lagi-lagi bukan tuhan saya.

Lantas TUHAN saya siapa ?
yang mana ?
saya tidak tahu ?.......

Saya menjadi sadar bahwa selama hidup ini saya sebenarnya
KAFIR....saya
tidak tahu siapa sebenarnya Tuhan saya.

Saya menjadi sadar bahwa semua yang saya sembah dalam shalat saya
selama
hampir 35 tahun ini adalah Tuhan - Tuhan menurut PERSEPSI saya.....
Tuhan-Tuhan menurut FIKIRAN saya.....bukan TUHAN yang sebenarnya.

Ya. Allah... saya jatuh.....jatuh......jatuh ke jurang yang paling
dalam.... ...saya selama ini ternyata hidup dalam keadaan KAFIR.
Tak ada bedanya dengan umat-umat agama lainnya yang tidak mengenal
siapa
sesungguhnya Tuhannya.

Saya tak bisa lagi menggambarkan bagaimana suasana batin saya saat
itu.
Saya shock...putus asa...saya jadi takut tidur...bagaimana seandainya
saat tidur itu saya mati... sedangkan saya sebenarnya dalam keadaan
kafir.

Hidup pun rasanya sudah tak ada gunanya lagi.

Mau mengharapkan mati dan berputus asa terhadap Rahmat-Nya, juga saya
yakini akan menjadikan saya sebagai seorang yang kafir.....ya serba
salah, .....maju kena, mundur kena .......seperti Judul Film mendiang
almarhum Dono Warkop.

Oh Tuhan ...sebegitu sulitnya kah kami untuk mengenal-MU dan
menyembah-MU.

Ditengah kegalauan dan keputus-asan itu saya akhirnya
pasrah ..kalaupun
saat ini saya hidup dalam keadaan kafir apa boleh buat...sebab itulah
kenyataannya

Tapi saya memutuskan untuk tetap melaksanakan shalat karena itulah
yang
saya yakini selama ini sebagai kewajiban seorang muslim.

Tapi menyembah kepada siapa lagi kali ini ?
Saya Tidak Tahu ?
sebuah tanda tanya besar buat saya !

Akhirnya saya berjudi saja, benar atau salah pokoknya saya nggak
peduli....saya sembah saja TUHAN YG TIDAK SAYA KETAHUI ITU ...
kalaupun salah alamat lagi, nggak ada bedanya, toh selama 35 tahun ini
saya sudah salah alamat.

Dalam shalat saya selanjutnya DIA lah yang saya sembah..TUHAN YG TIDAK
SAYA KETAHUI.

Karena tidak saya ketahui, maka di dalam shalat, saya tidak mau
menggunakan pikiran lagi....tidak mau lagi konsentrasi... setiap kali
ingatan dan pikiranku mau melayang ke TUHAN ....langsung saya
hentikan,..apanya yang mau dipikirkan...Lha wong ..yang saya sembah
adalah TUHAN YG TIDAK SAYA KETAHUI.

Susah memang pada awalnya shalatku ini, karena nakalnya pikiran yang
selalu mencoba menangkap eksistensi TUHAN YG TIDAK SAYA KETAHUI ini.
Pikiran yang selalu nakal untuk berusaha memikirkan-NYA, pikiran yang
selalu mau mencoba berjalan.

Susah betul.. karena dalam kehidupan saya selama ini, pikiran ini tak
pernah saya hentikan.. tapi bukannya tidak bisa karena sedikit-demi
sedikit saya bisa menghentikan pikiranku.

Alhamdulillah, setelah mencoba shalat dengan cara seperti ini pikiran
jadi agak tenang dalam shalat karena saya nggak mau mikirin TUHAN sama
sekali, Setiap kali kusebut dan kuingat nama ALLAH dalam shalat,
fikiran
selalu kuhentikan...kukosongkan, akhirnya shalat dalam keadaan fikiran
hampir kosong.

Tapi saya masih tetap dalam keraguan dan was-was karena shalat dengan
cara seperti ini tidak pernah terlintas dalam pikiran saya....
yaitu shalat tanpa menggunakan pikiran....shalat dalam keadaan
kosong....jangan-jangan inilah Bid'ah karena tidak ada dalam
pengetahuan
ke-Islaman saya.

Apalagi setelah melaksanakan shalat dengan cara ini, tidak ada lagi
rasa
haru yang syahdu dan tidak ada lagi tangisan di dalam shalat yang
menjadi ukuran kekhusukan shalat menurut saya ketika itu.

Pokoknya khawatir dan was-was selalu muncul menggoda......jangan-
jangan
ini Bid'ah....
( dikemudian hari baru saya sadari bahwa inilah sebetulnya bisikan
Iblis
yang selalu membisikkan was-was ke dalam jiwa manusia )

Sayapun kembali membuka-buka Artikel-artikel yang di tulis oleh Ustadz
Yusdeka di milis Dzikrullah.

Di dalam suatu artikel saya membaca sebuah kalimat beliau yang
menyatakan kurang lebih sebagai berikut bahwa :

"Sayapun seperti halnya Ustaz memulai segalanya berawal dari
KETIDAKTAHUAN"

Plong...!

Tiba-tiba ada secercah keyakinan bahwa cara shalat yang saya lakukan
saat ini adalah jalan menuju kekhusukan.
Entah kenapa baru kali itu saya bisa memahami arti kalimat tersebut.
Saya yakin inilah petunjuk dari Tuhan.

Akhirnya dengan awalnya "merangkak-rangkak" saya semakin lama- semakin
yakin dan mantap melakukan shalat yang menurut saya caranya
sangat-sangat revolusioner, shalat yang tidak pake' pikiran...tidak
pake
konsentrasi......ya...shalat yang menyembah kepada TUHAN YG TIDAK SAYA
KETAHUI ini.

Dan setiap selesai melaksanakan shalat, keyakinan itu semakin
bertambah... inilah jalan menggapai kekhusukan yang saya cari-cari itu

Dalam setiap berdzikir pun saya berusaha menggunakan metode ini.
( yang dibelakangan hari baru saya sadari bahwa cara ini sebenarnya
identik dengan Patrap yang dimaksudkan oleh ustaz Abu Sangkan ).

Suatu ketika dalam berdzikir itu ku ucapkan Nama-NYA dengan tanpa
suara
,....Nama TUHAN YANG TIDAK KUKETAHUI itu........ tanpa suara _ _ _ _
ALLAH _ _ _ _ALLAH _ _ _ ALLAH_ _ _ _tanpa pikiran ..........
kosong..... ..ALLAH.... ALLAH ........ kosong ............... setiap
pikiran yg terlintas dibenak ini kuhentikan ....... Kosong .......
Kosong.... kosong.......... . . . . . . . . . . . .

Lalu tiba-tiba " Deeerrrrrr"

Saya kaget,... apa itu tadi..?
nggak ngerti...saya diam saja..

Tiba-tiba muncul pemahaman dalam pikiran saya....Oooh......itu toh
yang
dimaksud dengan suasana "Deeerrrr" yang biasa dimaksudkan oleh Ustaz
lain itu dalam artikelnya.

Saya berusaha lagi untuk mencoba masuk kedalam suasana "Deeeerrr" itu
kembali.....tapi kok nggak bisa ya ?

Di belakang hari kemudian saya mendapatkan pemahaman bahwa suasana "
Deerrr " yang dimaksud oleh Ustaz lain itu adalah ( Mudah-mudahan saya
dapat membahasakannya secara benar ) sebagai berikut :

Di saat saya bisa betul-betul MENGOSONGKAN segala sesuatu yang
melintas
di pikiran saya maka yang ada hanyalah Kesadaran Diri / RUH saya.
RUH saya inilah yang tahu bahwa segala sesuatunya adalah KOSONG, tapi
dibalik kekosongan itu ada TUHAN YANG TIDAK SAYA KETAHUI.

Jika kemudian saya DISADARKAN bahwa RUH / Kesadaran Diri saya ini
sebenarnya milik TUHAN YANG TIDAK DIKETAHUI......ya....
Kesadaran Diri saya juga tiba-tiba menjadi TIADA, Maka yang tinggal
adalah KEKOSONGAN yang sangat PEKAT...tidak ada apa-apa lagi selain
.......
TUHAN YANG TIDAK DIKETAHUI.......

Inilah LA ILAHA ILLALLAH ......semuanya tiada kecuali DIA.....hanya
ALLAH yang ada............yang ada hanya.......TUHAN YANG TIDAK
DIKETAHUI.

Setelah kejadian tersebut keyakinan saya semakin kuat bahwa saya sudah
menemukan arah yang tepat dalam berdzikir, saya semakin yakin telah
menemukan alamat yang tepat dalam menyandarkan kesadaran saya kepada
Tuhan dalam shalat.

Saya pun selalu berusaha menyembah ke alamat tersebut dalam setiap
shalat, yaitu menyembah TUHAN YANG TIDAK SAYA KETAHUI.

Selepas dari shalatpun fikiran jadi tenang, dalam shalat pun fikiran
sudah tidak melayang-layang lagi jauh berbeda dari shalat-shalat saya
sebelumnya.

Tapi apakah ini kekhusukan yang sebenarnya....hanya TUHAN yang tahu
karena dialah yang MAHA TAHU dan hanya DIA juga yang bisa
mengkhusukkan
saya di dalam shalat.

Akhirnya berangkat dari pengalaman tersebut diatas, saya mulai diberi
pemahaman-pemahaman baru dari waktu ke waktu secara bertahap yang saya
yakini bahwa semua itu adalah pengajaran dari Tuhan melalui bahasa
Qalam-NYA

Dan ternyata hanya karena RAHMATNYA saja lah kita bisa mengenal
DIRINYA.


Dan kita sebagai manusia diberi kebebasan untuk mengabaikan ataupun
mencari RAHMATNYA itu melalui berbagai jalan yang telah disediakan-
NYA.

Apakah melalui jalan, Patrap, Musibah, Cobaan, Dzikir, Shalat, Zakat,
Sedekah, Haji, Puasa, Jihad, Menolong Sesama, Berbakti kepada Orang
tua,
Mencari Ilmu Pengetahuan,.......dan lain-lain. Semua jalan dibukakan
kepada manusia, tinggal manusianya sendiri yang memilih.

Dan bagi mereka yang mau mencari RAHMATNYA melalui shalat, maka
carilah
kekhusukan didalam shalat.

Dan ternyata kekhusukan dalam shalat itu akan diperoleh jika kita mau
"Bersungguh-Sungguh" untuk mendapatkannya.
Dan hasil yang kita peroleh akan sesuai dengan seberapa besar
"Kesungguhan" kita dalam mencarinya.

Wujud dari Kesungguhan itu bagi kita yang hanya manusia biasa adalah
melalui DOA dan USAHA.
Kedua hal ini tidak bisa dipisahkan satu sama lainnya harus selalu
sejalan.

Jika dengan kesungguhan kita itu ternyata Tuhan belum juga mendudukkan
kita di Kekhusukan di dalam shalat, maka kita harus mempertanyakan
kesungguhan kita itu ?

Kita sebenarnya belum benar-benar bersungguh-sungguh. Hanya
mengaku-ngaku saja bersungguh-sungguh.
Kita tingkatkan lagi Kualitas Kesungguhan kita dengan Doa dan Usaha
yang
lebih bagus lagi kualitasnya.

Jika masih belum juga didudukkan oleh-NYA dalam kekhusukan,... kita
tingkatkan kembali kualitas kesungguhan kita..demikian seterusnya
sampai
kita berada dalam "Kesungguhan yang sebenar-benarnya"

Jika kita sudah berada dalam "Kesungguhan yang sebenar-benarnya" dan
tidak bisa lagi meningkatkan kualitas kesungguhan kita, karena sudah
diluar kemampuan kita dalam mencari shalat yang khusuk, dan ternyata
masih belum juga dikhusukkan oleh-NYA,

Maka kita serahkan dan kembalikan kepada TUHAN, segala daya dan upaya
hanya Milik-NYA ......... PASRAH .....
keluhkan segala kelemahan kita, akui segala kebodohan kita kepada
TUHAN
karena DIA tidak akan membebani hambanya diluar kemampuannya.

Maka nantinya TUHAN sendiri yang akan mendudukan kita di dalam
kekhusukan.

Bukan lagi atas daya dan usaha kita, tapi DIA sendiri yang akan
membimbing kita untuk melaksanakan shalat yang khusuk, Dia sendiri
yang
akan meggurui kita untuk mengenal DIRINYA..

Ya...DIA-lah MAHA GURU

Tapi kita sebagai manusia jangan juga pasrah bohong-bohongan...belum
bersungguh-sungguh dengan sebenar-benarnya sudah langsung pasrah.
Maka DIA tidak akan mendudukkan kita di kekhusukan, Karena DIA yang
MAHA
MENGETAHUI.

DIA tahu siapa sebenarnya yang betul-betul bersungguh-sungguh dalam
mencari RAHMATNYA

-------------------------------------------------------

melalui editing tanpa mengurangi kandungan makna.




Sebuah Perjalanan Spiritual>>>Mbak Hanie... by semar samiaji Jun 13, 2008; 03:19pm :: Rate this Message: - Use ratings to moderate (?)

Reply Reply to Author Print View Threaded Show Only this Message
nice Dik Hanie atas apa yang tersampaikan....

"kosong saatnya kosong...isi saatnya isi....."
tanpa tuntutan diri, hanya usaha dan harap (doa)
YMK sebagai pemasti di atas kepasrahan diri
saat itu, maka iman akan menggulung diri....

Duh Gusti Pangeran...indah...indah.....

so, "seyogyanya" dari ini, maka Dik Hanie udah bisa memaknai sesuai warna yang ada di dalam diri sendiri.....

salam,
ss


"ishwar.house" wrote:
Subject: Tuhan Yang Tak Ku Ketahui

TUHAN YANG TIDAK SAYA KETAHUI

Assalaamu Alaikum Wr. Wb.


DIA tahu siapa sebenarnya yang betul-betul bersungguh-sungguh dalam
mencari RAHMATNYA

-------------------------------------------------------

melalui editing tanpa mengurangi kandungan makna.







Re: Sebuah Perjalanan Spiritual>>>Mbak Hanie... by ishwar house Jun 14, 2008; 09:59am :: Rate this Message: - Use ratings to moderate (?)

Reply Reply to Author Print View Threaded Show Only this Message

iya Bapak...

Suatu perjalanan hati itu selalu indah...
Ups and Down...tak terperi...
Menapaki gunung pasir...yang rapuh dan gampang runtuh...
Saat diri dibawah langit biru...
Ada rindu yang satu...
Tapi serasa tak pernah jua menyatu..

Lalu saat mundur...
counting down....
7...5....3....2....1...
Ah, Kemana semua hari - hari itu berlalu..

Saat menghitung maju...
1..3...5....7....9
Ah, Apakah aku akan masih ingat Kamu...

Aku masih tetap disini...
Dibawah kaki langit..
Menyadari yang datang dan pergi..
Yang pergi dan datang lagi..
lalu , apakah gunung itu masih tetap berdiri....
Aku tidak akan pernah tahu itu...

Bersyukur ..hanya bisa bersyukur...
Kamu dan kamu kamu yang telah ada dihadapanku saat ini..
Adalah karunia yang semestinya aku miliki...
Sebuah rangkaian aksesori...

O Diriku yang selalu sendiri...
What can I say....cause There is nothing to say....

( Aku berada di atas tanah di bawah langit..tepat ditengah ...pusat...the world is empty..hanya ada aku...hanya ada aku....tanganku menengadah ke atas....melihat langit biru...terbang..terbanglah udaraku...terbanglah bersamaku... )

--- On Fri, 6/13/08, semar samiaji wrote:

From: semar samiaji
Subject: [Spiritual-Indonesia] Sebuah Perjalanan Spiritual>>>Mbak Hanie...
To: Spiritual-Indonesia@...
Date: Friday, June 13, 2008, 3:19 AM







nice Dik Hanie atas apa yang tersampaikan. ...

"kosong saatnya kosong...isi saatnya isi....."
tanpa tuntutan diri, hanya usaha dan harap (doa)
YMK sebagai pemasti di atas kepasrahan diri
saat itu, maka iman akan menggulung diri....

Duh Gusti Pangeran...indah. ..indah.. ...

so, "seyogyanya" dari ini, maka Dik Hanie udah bisa memaknai sesuai warna yang ada di dalam diri sendiri.....

salam,
ss


"ishwar.house" wrote:


Subject: Tuhan Yang Tak Ku Ketahui

TUHAN YANG TIDAK SAYA KETAHUI

0 komentar:

 
Namablogkamu is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com | Distributed by Blogger Templates