earth bending - water bending - fire bending - wind bending

2.28.2009

Tokoh-Tokoh Filsafat Modern

. 2.28.2009
1 komentar


KATA PENGANTAR




الحمد الله رب العا لمين والصلاة ولسلام علي اشرف الانبياء والمرسلين وعلي ﺃله وﺃصحابه ﺃخمعين

Syukur Alhamdulillah Penyusun Panjatkan Kehadirat Allah SWT, karena dengan Rahmat dan Karunia-Nya Penyusun dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul “Tokoh-Tokoh Filsafat Modern”
Salawat beserta salam penyusun sampaikan kepada Reformator dunia yaitu Baginda Rasulullah SAW yang telah menghijrahkan umatnya minal kufri ilal iman, kecintaannya kepada umat melebihi cintanya pada dirinya sendiri.
Ucapan terimakasih yang tidak terhingga penyusun sampaikan kepada dosen pembimbing yang telah memberikan motivasi untuk menyelesaikan makalah ini moga beliau selalu dalam lindungan Allah SWT.
Akhirnya dengan segala kerendahan hati, penyusun mengakui masih banyak terdapat kejanggalan- kejanggalan dan kekurangan dalam makalah ini. Hal ini disebabkan kurangnya ilmu pengetahuan dan pengalaman yang penyusun miliki, oleh karena itu, kritik dan saran yang konsruktif sangat penyusun harapkan demi kesempurnaan makalah ini dimasa yang akan datang.
Penyusun juga berharap makalah ini mudah-mudahan berguna dan bermamfaat bagi kita semua. Amin Ya Rabbal ‘Alamin

Darussalam, 23 Mei 2007

Penyusun
FILSAFAT BARAT ZAMAN MODERN

Tokoh-Tokoh Filsafat Modern




Tokoh-Tokoh Penting:

a. Nicolaus Copernicus
b. Johannes Kepler
c. Galileo Galilei
d. Francis Bacon (1561-1626)

▓ Rasionalisme

Hampir semua ahli pikir yang muncul pada zaman ini merupakan ahli matematika seperti Descartes, Spinoza dan Leibniz Mereka mencoba menyusun suatu sistem filsafat dengan menggunakan matematika (logika kepastian)
Pelopor aliran ini adalah Rene Descartes yang dikenal sebagai bapak filsafat modern. Ia membangun filsafatnya diatas asas logis abstrak dan asas pertama suatu dalil yang eksistensial. Demikian juga dengan Spinoza dan leibniz yang memakai metode deduktif matematis ala Descartes, akan tetapi mereka lebih memusatkan perhatiannya pada persoalan metafisika.

Tokoh-Tokoh Penting:


a. Rene Descartes (1596-1650)
b. Baruch Spinoza (1632-1677)
c. G.W. Leibnitz (1646-1710)
d. Blaise Pascal
e. Christian Wolff


▓ Empirisme

Berasal dari kata empiria, empeiros (yunani), yang berati berpengalaman dalam, berkenalan dengan, terampil untuk. Dalam bahasa latin “experiential” (pengalaman).[ ] epistemologis-empiris hobbes mengajarkan bahwa pengenalan atau pengetahuan didapat karena pengalaman dan pengalaman merupakan awal segala pengetahuan. Segala jenis pengetahuan diturunkan dari pengalaman dan hanya pengalaman yang dapat memberi jaminan akan sebuah kepastian. Sementara itu menurut john locke semua jenis pengetahuan lahir dari pengalaman. Ia menerima keraguan sebagaimana diajarkan Descartes tetapi ia menolak metode intuisi dan metode deduktif ala Descartes. Hal ini menghapus kesan filsafat Plato tentang ide. Tokoh lain David hume seorang empiris yang konsisten. Sepertinya halnya Locke ia berpendapat
bahwa keseluruhan isi dari pikiran berasal dari pengalaman. Ia berbeda terminolog dengan pendahulunya, ia membedakan dalam dua persepsi. Yakni kesan dan ide


Tokoh-Tokoh Penting:

a. Thomas Hobbes (1588-1679)
b. John Locke (1632-1704)
c. David Hume (1711-1776)


▓ Kantianisme

Immanuel Kant dengan gigih berupaya mendamaikan pertentangan antara rasionalisme dan empirisme, ia berpendapat bahwa pengetahuan adalah hasil kerjasama dua unsur, yakni “pengalaman” dan “kearifan budi”. Pengalaman indrawi datang kemudian sedangkan akal budi merupakan unsur priori (yang datang terlebih dahulu)

Tokoh-Tokoh Penting:

a. Immanuel Kant (1724-1804)

▓ Idealisme

Filsafat Fichte adalah filsafat pengetahuan (wissenchaftslehre) yang sekarang dikenal dengan sebuatan epistemologi. Ia membedakan pengetahuan menjadi dua, yakni teoritis (metafisika) dan praktis (etika)

Tokoh-Tokoh Penting:

• George Berkeley (1684-1753)
• J.G. Fichte (1762 - 1814)
• F.W.J. Schelling (1775 - 1854)
• G.W.F. Hegel (1770 - 1831)
• Voltaire
• Jean Jacques Rousseau (1712-1788)

▓ Positivisme

Pelopor utama positivisme adalah Auguste Comte. Seorang filsuf prancis yang besar pengaruhnya terhadap teknologi modern dan perkembangan sains. Comte mengajukan tesis tentang manusia, yang mengatakan bahwa manusia berkembang dalam tiga tahap, yakni tahap teologi,tahap metafisika

Tokoh-Tokoh Penting:

a. Auguste Comte (1798 - 1857)
b. John Stuart Mill (1806 - 1873)
c. Herbert Spencer (1820 - 1903)



▓ Materialisme

Tokoh-Tokoh Penting:

a. Ludwig Feuerbach (1804 - 1872)
b. Karl Marx (1818 - 1883)
c. Friedrich Engels (1820 – 1895)

▓ Pragmatisme

Tokoh-Tokoh Penting:

a. William James (1842 -1910)
b. John Dewey (1859 - 1952)




▓ Vitalisme

Tokoh-Tokoh Penting:

a. Henri Bergson (1859 - 1941)


▓ Fenomenologi

Tokoh-Tokoh Penting:

a. Edmund Husserl (1859 - 1938)
b. Max Scheler (1874 - 1928)


▓ Eksistensialisme

Tokoh-Tokoh Penting:

a. Martin Heidegger (1883 - 1976)
b. Jean Paul Satre (19051980)
c. Karl Jaspers (1883 - 1969)
d. Gabriel Marcel (1889 - 1973)
e. Soren Kierkegaard (1813 - 1855)
f. Friedrich Nietzsche (1844 - 1900)
g. Nicolas Alexandrovitch Berdyaev (1874 - 1948)

▓ Analitis

Tokoh-Tokoh Penting:

a. Bertrand Russel
b. Ludwig Wittgenstein (1889 - 1951)
c. Gilbert Ryle
d. John Langshaw Austin

▓ Strukturalisme

Tokoh-Tokoh Penting:

a. Levi Strauss
b. Jacques Lacan
c. Michel Foucoult


▓ Postmodernisme


Tokoh-Tokoh Penting:

a. Francois Lyotard
b. Jacques Derrida
c. Richard Rorty
d. Michel Foucoult


1. Renaissance di Eropa dan Perkembangan Filsafat
Tahap awal munculnya renaissance tidaklah membuat filsafat lansung bangkit dan berkembang, sebab harus berkonfrontasi dengan pemikiran keagamaan. Setelah dua zaman baru terlihat benih-benih perkembangan dibidang filsafat yang dilandasi kesadaran kuat akan eksistensi kehidupan. Diantaranya muncul tokoh seperti R. Descartes, B. Spinoza dan Leibniz. Mereka mencoba menyusun suatu sistem filsafat dengan menggunakan matematika (logika kepastian), yang kemudian membentuk diri menjadi sebuah paradigma berpikir rasional.
Munculnya Galilieo memberi arah yang tepat bagi perkembangan ilmu alam. Leonardo Davincie memperkenalkan dasar pengalaman bagi dasar ilmu alam dan matematika, serta mencoba menghindari diri sedapat mungkin dari filsafat spekulatif. Demikian juga Copernicus yang dengan pendapatnya mengenai bumi mengelilingi matahari berhasil menggulingkan filsafat Aristoteles. Kemunculan para ilmuan inilah menjadikan zaman Renaissance melangkah pada masa pendewasaannya yang dikenal dengan Aufklarung (pencerahan atau zaman budi).
2. Aufklarung
Zaman ini dikenal dengan “zaman pencerahan” atau “zaman fajar budi”, Aufklarung merupakan lanjutan dari Renaissance, kalau Renaissance dipandang sebagai peremajaan pikiran maka Aufklarung menjadi masa pendewasaannya. Dalam masa ini juga banyak muncul tokoh-tokoh filsuf, seperti di Inggris: J. Locke, G. Berkeley dan D. Hume, Di Prancis: JJ. Russeau (1712-1788).
Utamanya tokoh-tokoh ini mendasarkan pengetahuannya pada pengalaman nyata, sehingga mengarah kepada realisme yang naif, yang mengakui kebenaran objektif atas dasar pengalaman yang tanpa penelitian lebih lanjut. Tetapi kenyataan ini berubah ketika filsuf jerman Immanuel kant muncul yang mencoba menciptakan suatu sintesis dari rasionalisme dan empirisme sehingga ia dianggap sebagai filsuf terpenting zaman modern.
Keberagaman pemikiran yang berkembang melahirkan berbagai pemahaman dan kepercayaan, masing-masing mulai membentuknya menjadi paradigma yang diakui dan diterima oleh sebuah kelompok. Paradigma yang diakui inilah kemudian muncul dan menjadi semacam sekte atau aliran-aliran dalam perkembangan filsafat. Dibawah ini akan disebutkan tokoh-tokohnya sesuai dengan tugas makalah penyusun.


▓ Renaissance

Munculnya Galilieo memberi arah yang tepat bagi perkembangan ilmu alam. Leonardo Davincie memperkenalkan dasar pengalaman bagi dasar ilmu alam dan matematika, serta mencoba menghindari diri sedapat mungkin dari filsafat spekulatif. Demikian juga Copernicus yang dengan pendapatnya mengenai bumi mengelilingi matahari berhasil menggulingkan filsafat Aristoteles.

Klik disini untuk melanjutkan »»

2.26.2009

sunnah dan pengingkarannya

. 2.26.2009
1 komentar


PENDAHULUAN

: Sesuatu yang didapatkan dari Nabi s.a.w., yang terdiri dari sabda, perbuatan, persetujuan, sifat fisik atau budi, atau biografi, baik dari masa sebelum kenabian dan sesudahnya. Sunnah dalam pengertian ini sinonim dengan hadits menurut sebagian dari mereka itu.

Menurut istilah para ahli pokok agama (al-ushuliyyun), sunnah ialah sesuatu yang diambil dari Nabi s.a.w., yang terdiri dari sabda, perbuatan, dan persetujuan saja.
Misal sabda Nabi ialah yang dibicarakan beliau dalam berbagai kesempatan, yang berkaitan dengan penetapan hukum-hukum, seperti sabda beliaul, “Sesungguhnya semua amal itu dengan niat”. Dan seperti sabda beliau, “Tidak boleh ada wasiat untuk pewaris”.

Contoh perbuatan Nabi ialah yang ditirukan para Sahabat dari berbagai tindakan Nabi s.a.w. mengenai berbagai perkara ibadat dan yang lainnya, seperti penunaian shalat, manasik haji, adab berpuasa, serta pembuatan keputusan berdasarkan adanya saksi dan sumpah.

Contoh persetujuan ialah yang dilakukan Rasulullah s.a.w terhadap berbagai perbuatan sebagian para Sahabat dengan mendiamkannya disertai indikasi kerelaan, atau dengan memperlihatkan pujian dan dukungan.
Dalam istilah para ahli fiqh, sunnah ialah suatu hukum yang jelas berasal dari Nabi s.a.w yang tidak termasuk fardlu atau pun wajib, dan sunnah itu ada bersama wajib dan lain-lain dalam hukum yang lima. Bagi sebagian lagi, sunnah digunakan sebagai lawan bid’ah, seperti jika mereka menyatakan, “Talak menurut sunnah adalah demikian, dan talak menurut bid’ah adalah demikian”.

B. Fungsi Sunnah

Para Sahabat di masa Rasulullah memahami hukum-hukum syara’ dari al-Qur’an al-Karim yang mereka terima langsung dari Rasulullah s.a.w. Kebanyakan ayat-ayat al-Qur’an itu turun dalam garis besar, tidak dirinci, atau umum, tidak diberi batasan. Seperti perintah shalat yang datang secara garis besar, tanpa ada keterangan dalam al-Qur’an jumlah rakaatnya, cara mengerjakannya, dan waktunya. Dan seperti perintah zakat, yang datang secara umum tanpa batasan jumlah minimal harta yang wajib dizakati, dan tidak pula dijelaskan ukuran dan syarat-syaratnya. Begitu juga banyak hukum-hukum yang tidak mungkin dilaksanakan tanpa diketahui kejelasan mengenainya yang terdiri dari syarat-syarat, rukun-rukun, serta hal-hal yang membatalkannya. Maka tidak ada jalan lain kecuali mesti kembali kepada Rasulullah s.a.w. untuk mengetahui hukum-hukum itu secara rinci dan jelas.

Seterusnya banyak kejadian yang mereka alami yang tidak ada nasnya dalam al-Qur’an. Maka tidak bisa lain daripada mendapatkan kejelasan hukumnya dengan perantaraan Nabi s.a.w., sebab beliau adalah pembawa berita dari Tuhan, dan adalah yang paling tahu dari seluruh makhluk tentang maksud syari’at Allah, begitu pula batasan, metode dan tujuannya.

Allah memberitakan dalam Kitab Suci tugas Rasul dalam hubungannya dengan al-Qur’an, bahwa beliau adalah penerang dan penjelas tentang tujuan-tujuan dan ayat-ayatnya, sebagaimana difirmankan, “Dan Kami (Tuhan) turunkan kepada engkau (Muhammad) peringatan (al-Qur’an), agar engkau menerangkan kepada umat manusia apa (maksud) yang diturunkan kepada mereka itu, dan agar supaya mereka itu berpikir. Allah juga menjelaskan bahwa tugas Rasul itu ialah menunjukkan mana yang benar ketika orang berselisih mengenai suatu hal. “Dan Kami tidaklah menurunkan kepada engkau Kitab kecuali agar engkau menjelaskan kepada mereka hal-hal yang mereka perselisihkan, serta sebagai petunjuk dan rahmat bagi mereka yang beriman.” Allah juga mewajibkan manusia harus menerima keputusan Nabi segala perselisihan: “Maka demi Tuhanmu, mereka tidaklah beriman sehingga mereka mengangkat engkau (Nabi) sebagai pemutus perkara berkenaan dengan hal-hal yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak mendapatkan dalam diri mereka keberatan terhadap apa yang telah kau putuskan itu”. Juga disebutkan bahwa Nabi itu menerima al-Qur’an dan hikmah agar beliau mengajar manusia hukum-hukum agama mereka: “Sungguh Allah telah memberi karunia kepada mereka yang beriman, ketika Dia mengutus untuk mereka seorang Rasul yang membacakan untuk mereka itu ayat-ayat-Nya dan membersihkan mereka serta mengajarkan kepada mereka Kitab dan hikmah, padahal sebelumnya mereka itu sungguh berada dalam kesesatan yang nyata”.

BAB II
PEMBAHASAN


A. Sunnah dan Pengingkaran Kehujjahannya sebagai Sumber Argumen di Masa Sekarang

Di zaman sekarang ada sementara orang yang tidak begitu mendalam pengetahuannya tentang cabang ilmu ini yang tampil dengan mengingkari kedudukan Sunnah sebagai sumber argumen. Majalah al-Manar pimpinan Sayyid Rasyid Ridla Shidqi yang menyatakan pendapatnya di bawah judul “Islam Hanyalah al-Qur’an Semata”. Keraguannya (terhadap Sunnah) ringkasnya adalah demikian:

Pertama, firman Allah s.w.t., “Kami tidak meninggalkan sesuatu apapun dalam Kitab Suci.” Dan Firman-Nya, “Dan telah Kami turunkan kepadamu (Muhammad) Kitab sebagai keterangan atas segala sesuatu”. Kedua firman itu menunjukkan bahwa Kitab Suci telah memuat segala sesuatu mengenai agama beserta hukum-hukumnya, dan bahwa ia telah menjelaskan dan merincinya sehingga tidak lagi ada keperluan kepada yang lain semisal Sunnah. Kalau tidak begitu, maka berarti Kitab Suci telah meninggalkan sesuatu, dan berarti pula tidak menjadi keterangan atas segala perkara, sehingga berlainan dari keterangan Allah s.w.t., dan ini tentunya adalah mustahil.

Kedua, firman Allah s.w.t., “Sesungguhnya Kami telah menurunkan peringatan, dan sesungguhnya Kamilah Penjaganya,” yang menunjukkan bahwa Allah telah menjamin untuk terpeliharanya al-Qur’an, bukan Sunnah. Kalau seandainya Sunnah itu merupakan sumber petunjuk al-Qur’an maka tentulah Tuhan akan menanggung pula untuk keterpeliharaannya.

Ketiga, kalau seandainya Sunnah itu sumber argumen maka tentu Nabi s.a.w. memerintahkan untuk mencatanya, dan tentulah para Sahabat dan Tabi’in sesudahnya berusaha untuk mengumpulkan dan membukukannya. Sebab dalam usaha serupa itu terdapat usaha memeliharanya dari kemusnahan, perubahan, kesalahan dan keterlupaan. Dan dalam keterpeliharaan Sunnah itu dari hal-hal yang tak diharapkan tersebut terdapat jaminan untuk sampainya kepada kaum Muslimin dengan kepastian keotentikannya, mengingat bahwa sesuatu yang diwujudkan hanya berdasarkan dugaan tidak sah sebagai sumber argumen (hujjah). Allah pun telah berfirman, “Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak ada padamu pengetahua mengenainya,” yang dikaitkan dengan firman-Nya, “Kamu ini hanyalah mengikuti dugaan semata.” Sedangkan kepastian adanya Sunnah itu tidak lain diperoleh dengan mencatatnya sebagaimana halnya al-Qur’an. Tetapi justru yang ada ialah bahwa Nabi s.a.w. melarang menuliskan Sunnah itu. Begitu pulalah yang dilakukan oleh para Sahabat dan Tabi’in.

Begitulah ringkasan apa yang dikemukakan Dr. Shidqi, berupa skeptisisme tentang kedudukan Sunnah sebagai sumber argumen. Seorang peneliti tentu tidak sulit memastikan keracunan dan kelemahan makalah itu. Tapi kami masih ingin mengemukakan sesuatu yang membuat masalah ini lebih jelas lagi, insya’ Allah.

 Jawaban Terhadap Keraguan Pertama

Sesungguhnya al-Qur’an telah memuat pokok-pokok agama (ushulal-din), disertai nas yang jelas untuk sebagiannya, namun menyerahkannya sebagian yang lain kepada Rasulullah s.a.w. untuk menerangkannya. Dan selama Allah mengutus Utusan-Nya untuk menjelaskan kepada ummat manusia apa yang diturunkan kepada mereka berkenaan dengan hukum-hukum agama dan mewajibkan mereka menaatinya, maka keterangan apa pun yang diberikan Utusan itu adalah keterangan atas al-Qur’an. Dari sini berarti bahwa hukum qiyas yang terkait padanya dan menjadi pencabangannya, adalah sebenarnya hukum-hukum yang langsung berasal dari Kitab Allah Ta’ala, baik melalui bukti tekstual (nas) maupun bukti penyimpulan. Jadi dengan kedudukan al-Qur’an yang turun sebagai keterangan atas segala perkara. Al-Syafi’I, rahimahu-‘llah berkata, :jafdi tidak ada sesuatu apaun yang terjadi pada seseorang berkenaan dengan agama Allah melainkan mesti terdapat petunjuk dalam Kitab Allah ke arah jalan kebenaran mengenainya. Allah Yang Maha Agung dan Maha Tinggi berfirman: “Sebuah Kitab telah Kami turunkan kepadamu (Muhammad) agar engkau dapat membimbing ummat manusia keluar dari kegelapan menuju cahaya benderang dengan perkenan Tuhan mereka, yaitu ke arah jalan Dia Yang Maha Mulia dan Maha Terpuji.” Dan firman-Nya pula, “Kami telah turunkan kepadamu (Muhammad) peringatan (al-dzikir) agar engkau dapat menerangkan kepada ummat manusia (makna) apa yang telah diturunkan kepada mereka, dan agar semua merenungkan.” Lalu firman-Nya lagi, “Dan telah Kami turunkan kepada Engkau (Muhammad) Kitab sebagai keterangan (Tibyan) untuk segala sesuatu.

Al-Syafi’i juga mengatakan, “Maka setiap orang yang bersedia menerima sesuatu dari Allah dalam Kitab-Nya, ia juga harus bersedia menerima dari Sunnah Rasulullah, disebabkan oleh adanya perintah Allah kepada ummat manusia untuk mentaati Rasul-Nya itu. Mereka juga wajib menurut segala hukum Rasul, sebab sesuatu yang diterima dari Rasulullah maka juga berarti diterima dari Allah, karena adanya perintah Allah untuk mentaatinya tadi. Jadi sikap menerima sesuatu yang ada dalam Kitab Allah dan Sunnah Rasulullah mencakup penerimaan masing-masing dari keduanya itu, sekalipun terdapat perbedaan berbagai sebab penerimaannya dari masing-masing Kitab dan Sunnah tersebut.

 Jawaban Terhadap Keraguan Kedua

Sesungguhnya jaminan Allah untuk memelihara “peringatan” (al-dzikir) tidak terbatas hanya berkenaan dengan al-Qur’an saja. Melainkan, yang dimaksudkan dengan “Peringatan” itu ialah hukum Allah dan agama-Nya yang dibawa oleh Rasul yang diutus oleh-Nya. Jadi pengertiannya lebih luas daripada hanya al-Qur’an dan Sunnah saja. Ini dibuktikan oleh firman Allah Ta’ala, “Bertanyalah kamu semua kepada yang ahli tentang peringatan itu (al-dzikir) jika kamu tidak mengetahui.” Yakni ahli ilmu tentang agama Allah dan Syari’ah-Nya. Tidak diragukan lagi bahwa Allah, sebagaimana Dia itu memelihara Kitab-Nya, juga memelihara Sunnah, yaitu dengan menampilkan para pelopor ilmu yang memelihara, mengkomunikasikan, mempelajari dan meneliti mana yang otentik dan mana yang palsu dari Sunnah itu.mereka ini telah menghabiskan umur mereka dalam usaha tersebut, dan telah bekerja keras sebagaimana telah kami kemukakan dalam fasal ketiga bab pertama di muka. Dengan demikian jadilah Sunnah Rasul itu terus dipelajari, dipelihara dan direkam dari sumber-sumbernya, tidak ada satu pun yang luput.

 Jawaban Terhadap Keraguan Ketiga

Tidak adanya perintah Nabi s.a.w. untuk menuliskan Sunnah, bahkan larangan beliau untuk melakukan hal itu, sebagaimana dikemukakan dalam beberapa hadits yang shahih, tidaklah menunjukkan bahwa Sunnah itu tidak dapat dijadikan sumber hujjah. Tetapi hal itu ialah, sebagaimana telah kami kemukakan ketika membahas sejarah pencatatan Sunnah, karena kepentingan umum (al-mashlahah) waktu itu mengharuskan pemusatan kemampuan para penulis dikalangan Sahabat – melihat jumlah mereka yang cukup sedikit – untuk hanya menuliskan al-Qur’an dan merekamny, serta pemusatan perhatian kaum Musilimin kepada usaha memelihara Kitab Allah, karena ditakutkan akan hilang atau tercampur dengan sesuatu yang lain. Telah kita buktikan bahwa larangan yang datang dari Nabi itu ialah berkenaan hanya dengan pembukuan hadits dan perekamannya secara resmi seperti al-Qur’an. Tetapi jika seseorang menulisnya untuk dirinya sendiri, maka hal itu telah terjadi pada masa hidup Rasulullah s.a.w.

Sumber hujjah tidaklah terbatas hanya kepada al-Qur’an sehingga dapat dikatakan: “Seandainya Sunnah sebagai sumber hujjah itu memang dimaksudkan oleh Nabi, tentulah beliau memerintahkan menulisnya.” Sebab kehujjahan dapat terjadi dapat beberapa hal, antara lain ialah tawatur (penuturan dan persaksian oleh orang banyak), atau penuturan oleh tokoh-tokoh yang jujur yang dapat dipercaya, atau tulisan. Al-Qur’an sendiri tidak dibukukan di zaman Abu Bakar itu hanya berdasarkan kepada lembaran-lembaran tertulis saja, bahkan catatan tertulis saja tidak dianggap cukup sampai terbukti adanya tawatur pada hafalan para Sahabat untuk setiap ayat daripadanya. Kemudian penuturan lewat catatan tertulis, lebih-lebih lagi bagi kalangan bangsa Arab yang terkenal kuat menghafal dan dalam hal itu tampil dengan berbagai hal menakjubkan.

Kalau hal tersebut ditambah lagi dengan unsur kehati-hatian sehingga jangan ada seseorang diantara mereka yang mencatat hadits yang mengadung keraguan, apalagi kekeliruan, kita dapat mengerti cerita tentang Abu Bakar, ia membakar lembara hadits-hadits. Ini pun kalau memang penuturan itu benar. Kalau tidak, maka yang benar ialah yang dikatakan oleh al-Dzahabi bahwa cerita itu tidak otentik, dan inilah yang lebih menentramkan hati

Adapun pendapat bahwa Sunnah itu terlambat untuk dicatat sehingga lenyaplah unsur-unsur kehandalan tentang keontentikannya dan menjadi bernilai dugaan semata, padahal hal yang bernilai dugaan tidak bisa dijadikan sumber pemahaman agama Allah, maka itu adalah pendapat orang yang tidak mengerti perjuangan para “ulama” melawan usaha penyelewengan dan pemalsuan hadits. Karena Sunnah telah dikomunikasikan melalui ingatan dan hafalan, kadang kala juga tulisan, sejak dari masa para Sahabat sampai penghujung abad pertama ketika al-Zuhri memulai usaha pencatatan Sunnah atas perintah “Umar Ibn ‘Abd al-Aziz”. Ini berarti bahwa mata rantai pemeliharaan dan pelestarian hadits itu berkesinambungan tanpa terputus-putus, sehingga tidak mengizinkan adanya keraguan lagi.

Adapun kebohongan yang sempat mencemarkan Sunnah, maka hal itu telah dialawan oleh para “ulama”. Dan telah pula mereka jelaskan duduk persoalannya, sehingga tidak ada lagi alasan untuk meraguka.

BAB III
KESIMPULAN

Ringkasnya, mengingkari kedudukan Sunnah sebagai sumber hujjah dan klaim bahwa Islam adalah al-Qur’an semata tidak pernah dianut oleh seorang muslim yang mengetahui benar-benar agama Allah dan hukum-hukum Syari’ah-Nya. Pendapat serupa itu bertentangan dengan kenyataan, sebab sebagian besar hukum syari’ah ditetapkan dengan Sunnah, sedangkan hukum-hukum yang ada dalam al-Qur’an biasanya berupa garis besar dan berupa kaidah-kaidah umum. Jika tidak demikian, lalu dimana al-Qur’an kita dapatkan bahwa shalat itu ada lima, dan dimana kita temukan jumlah rakaat shalat, takaran-takaran zakat, rincian ibadah haji, dan hukum-hukum mu’amalat dan ibadat yang lain? Ibn Hazm, rahimahu’llah, berkata, “Dibagian mana dalam al-Qur’an bisa diketemukan keterangan bahwa shalat zhuhur empat rakaat, shalat magrib tiga rakaat, ruku’ harus dilakukan dengan cara tertentu, sujud harus dilakukan dengan cara tertentu pula, sifat bacaan dan salam di dalamnya; juga keterangan tentang apa yang harus dijauhi pada waktu berpuasa, keterangan tentang cara zakat emas, perak, kambing, onta, sapi, serta seberapa ukuran harta yang bisa diambil zakatnya, dan berapa ukuran zakat yang diambil itu; begitu pula penjelasan tentang berbagai amalan haji diwaktu wukuf di Arafah serta cara shalat di sana dan di Muzdalifah, lalu pelemparan jumrah-jumrah, cara ihram dan yang harus dijauhi selama ihram itu. Begitu pula masalah bagaimana melaksanakan hukum potong tangan seorang pencuri, hukum saudara susu yang muhrim, makanan yang haram dan cara menyembelih hewan dan mengorbankannya, hukum-hukum hadd, masalah talak, hukum jual beli, kejelasan tentang riba, pembalasan dan tuduhan, sumpah, penimbunan harta, sedekah, dan berbagai hukum fiqh yang lain yang ada dalam al-Qur’an hanyalah garis-garis besar, yang jika biarkan seperti apa adanya maka kita tidak akan tahu bagaimanan melaksanakannya. Acuan untuk itu semua tidak lain ialah penuturan dari Nabi s.a.w bahkan ijma’ pun hanya berkenaan dengan masalah-masalah yang ringan. Maka tidak boleh tidak mesti mengacu kepada hadits. Seandainya ada yang berkata, “Kami tidak mengikuti kecuali yang ada dalam al-Qur’an” maka ia secara ijmak “Adalah kafir dan tentulah ia tidak berkewajiban selain dari shalat satu rakaat antara terbenamnya matahari dan gelapnya malam, dan satu rakaat lagi di waktu fajar. Karena, itulah pengertian minimal apa yang dinamakan shalat, dan tidak ada batas untuk pengertian maksimalnya. Orang yang berpendapat serupa itu adalah kafir dan musyrik, yang halal darah dan hartanya. Yang menganut pandangan seseorang tidak mau mengambil hukum kecuali yang disepakati oleh ummat saja, dan meninggalkan sesuatu yang mereka perselisihkan tentang nas-nas yang ada mengenai perkara itu, maka ia adalah fasik menurut kesepakatan ummat. Jadi dua pengantar ini secara pasti membawa kepada kesimpulan tentang wajibnya berpegang kepada naql (Kitab dan Sunnah).

A. Arti Sunnah dan Definisinya

Sunnah dalam pengertian kebahasaan; jalan, baik yang terpuji atau pun yang tercela. Dalam pengertian ini ialah sabda Nabi s.a.w. “Barang siapa membuat sunnah yang terpuji maka baginnya pahala sunnah itu dan pahala orang lain yang mengamalkannya, dan barang siapa menciptakan sunnah yang buruk maka padanya dosa sunnah buruk itu dan dosa orang yang mengamalkannya sampai hari kiamat”. Juga sebuah hadits, “Kamu semua pasti akan mengikuti sunnah-sunnah mereka sebelum kamu sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta.”

Dan sunnah itu dalam pengertian para ahli hadits ialah ...

Klik disini untuk melanjutkan »»

Filsafat Ilmu

.
0 komentar


Perubahan dari pola pikir mitosentris ke logosentris membawa implikasi yang tidak kecil. Alam dengan segala gejalanya, yang selama ini ditakuti kemudian didekati dan
bahkan dieksploitasi. Perubahan yang mendasar adalah ditemukannya hukum-hukum alam dan teori-teori ilmiah yang menjelaskan perubahan yang terjadi, baik di alam jagad raya (makrokosmos) maupun alam manusia (mikrokosmos). Dari penelitian alam jagad raya bermunculan ilmu astronomi, kosmologi, fisika, kimia, dan sebagainya, sedangkan dari manusia muncul ilmu biologi, psikologi, sosiologi, dan sebagainya. Ilmu-ilmu tersebut kemudian menjdi lebih terspesialisasi dalam bentuk yang lebih kecil dan sekaligus semakin aplikatif dan terasa manfaatnya.
Pada perkembangan selanjutnya, ilmu terbagi dalam beberapa disiplin, yang membutuhkan pendekatan, sifat, objek, tujuan, dan ukuran yang berbeda antara disiplin ilmu yang satu dengan yang lainnya. Pada gilirannya, cabang ilmu semakin subur dengan segala variasinya. Namun, tidak dapat juga dipungkiri bahwa ilmu yang terspesialisasi itu semakin menambah sekat-sekat antara satu disiplin ilmu dengan disiplin ilmu yang lain, sehingga muncul arogansi ilmu yang sate terhadap ilmu yang lain. Tidak hanya sekadar sekat-sekat antardisiplin ilmu dan arogansi ilmu, tetapi yang terjadi adalah terpisahnya ilmu itu dengan nilai luhur ilmu, yaitu untuk menyejahterakan umat manusia. Bahkan tidak mustahil terjadi, ilmu menjadi bencana bagi kehidupan umat manusia, seperti pemanasan global dan dehumanisasi.
Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa satu sisi ilmu berkembang dengan pesat, di sisi lain, timbul kekhawatiran yang sangat besar terhadap perkembangan ilmu itu karena tidak ada seorang pun atau lembaga yang memiliki otoritas untuk menghambat implikasi negatif dari ilmu. John Naisbitt mengatakan bahwa era informasi menimbulkan gejala mabuk
teknologi, yang ditandai dengan beberapa indikator, yaitu: (1) Masyarakat lebih menyukai penyelesaian masalah secara kilat, dari masalah agama sampai masalah gizi. (2) Masyarakat takut dan sekaligus memuja teknologi. (3) Masyarakat mengaburkan perbedaan antara yang nyata dan yang semu. (4) Masyarakat menerima kekerasan sebagai sesuatu yang wajar. (5) Masyarakat mencintai teknologi dalam bentuk mainan. (6) Masyarakat menjalani kehidupan yang berjarak dan terenggut.'
Ilmu dan teknologi dalam konteks itu kehilangan ruhnya yang fundamental karena ilmu kemudian mengeliminir peran manusia dan bahkan manusia tanpa sadar menjadi budak ilmu dan teknologi. Karma itu, filsafat ilmu berusaha mengembalikan ruh dan tujuan luhur ilmu agar ilmu tidak menjadi bumerang bagi kehidupan umat manusia. Di samping itu, salah satu tujuan filsafat ilmu „adalah untuk mempertegas bahwa ilmu dan teknologi adalah instrumen bukan tujuan.
Dalam konteks yang demikian diperlukan suatu pandangan yang komprehensif tentang ilmu dan nilai-nilai yang berkembang di tengah masyarakat. Dalam masyarakat beragama, ilmu adalah bagian yang tidak terpisahkan dari nilai-nilai ketuhanan karena sumber ilmu yang hakiki adalah dari Tuhan, manusia hanya menemukan sumber itu dan kemudian merekayasanya untuk dijadikan instrumen kehidupan. Manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling tinggi derajatnya dibandingkan dengan makhluk yang lain karena manusia diberikan daya berpikir. Daya pikir inilah yang menemukan teori-teori ilmiah dan teknologi.

'John Naisbitt et.all., High Tech High Touch. (terj.), (Jakarta: Pustaka Mizan), 2002. hlm. 23-24.
XIV Filsafat Ilmu
Pada waktu yang bersamaan, daya pikir tersebut menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan, sehingga dia tidak hanya bertanggung jawab kepada sesama manusia, tetapi juga kepada Penciptanya.
Namun, perlu juga diingat bahwa ikatan agama yang terlalu kaku dan terstruktur kadangkala dapat menghambat perkembangan ilmu. Karma itu, perlu kejelian dan kecerdasan memperhatikan sisi kebebasan dalam ilmu dan sistem nilai dalam agama agar keduanya tidak sating bertolak belakang. Di sinilah perlu rumusan yang jelas tentang ilmu secara filosofis dan akademik serta agama agar ilmu dan teknologi tidak menjadi bagian yang lepas dari nilai-nilai agama dan kemanusiaan serta lingkungan. Karma itu, penulisan buku filsafat ilmu di perguruan tinggi dirasakan sangat penting karma memiliki beragam manfaat, di antaranya, membantu mahasiswa dalam membedakan antara persoalan-p8rsoalan yang ilmiah dan nonilmiah; memberikan landasan historis-filosofis bagi setiap kajian disiplin ilmu yang ditekuni, dan memberikan nilai dan orientasi yang As bagi setiap disiplin ilmu.
Fariduddin Attar bangunlah pada malam hari T)an dia memikirkan tcntang dunia ini
Ternyata dunia tm Adalah sebuah peti
tiebuah peti yang besar dan tertutup di atasnya !)an kita manusia berputar-putar di dalamnya
Uunia sebuah peti yang besar Dan tertutup di atasnya
Uan kita tcrkurung di dalamnya Dan kita berjalan-jalan di dalamnya Dan kita bcrmcnwng di dalamnya Dan kita beranak di dalamnya Dan kita mcmbuat peti di dalamnya
Dan kita membuat peti Di dalam peti ini ....
1)rnrikianlah manusia, terutama para pemikirnya seperti Fariduddin AIlai dulam sajak Taufiq Ismail ini,l) tak henti-hentinya terpesona menalap dunia: nrcnjangkau jauh-jauh ke dalamnya: apakah hakikat ken ralurm irri •sebenar-benarnya? Bidang telaah filsafati yang disebut metal i.IL,x ini nrcrupakan tempat berpijak dari setiap pemikiran filsafati terui;i~,rlk pcmikiran ilrniah. Diibaratkan pikiran adalah roket yang melun
u/ Iint:urn,-bintang, menembus galaksi dan awan gemawan, maka
I l~ri•(ur Icrrroil Alrrrrburu Yuisi, Tanujn Is mail Manuki, 30-i1 Januari 1980, I1Im..'1
Metafisika adalah landasan peluncurannya. Dunia yang sepintas !=?~. kclihatan sangat nyata ini, ternyata menimbulkan berbagai sp • ?slasi filsafati tentang hakikatnya.
Tafsiran yang paling pertama yang diberikan oleh manusia terhadap alam ini adalah bahwa terdapat ujud-ujud yang bersifat gaib (supernatural) dan ujud-ujud ini bersifat lebih tinggi atau lebih kuasa dibandingkan dengan alam yang nyata. Animisme merupakan kepercayaan yang berdasarkan pemikiran supernaturalisrne ini; di mana manusia percaya bahwa terdapat roh-roh yang bersifat gaib yang terdapat dalarn bendabenda seperti batu, pohon dan air terjun. Animisme ini merupakan kcpercayaan yang paling tua umurnya dalam sejarah perkembangan kebudayaan manusia dan masih dipeluk oleh beberapa masyarakat di nnrka bumi.
Sebagai lawan dari supernaturalisme maka terdapat paham naturalisme yang menolak pendapat bahwa terdapat ujud-ujud yang bcr sifat supernatural ini. Materialisme, yang merupakan paham berdasarkan naturalisme ini, berpendapat bahwa gejala-gejala aiarn tidak discbabkan oleh pengaruh kekuatan yang bersifat gaib, nielainkan oleh kekuatan yang terdapat dalam alam itu sendiri, yang dapat dipela}ari dan dengan demikian dapat kita ketahui.
IU ~ l merupakan salah satu di antara lapangan penyelidikan kefilsafatan yang paling kuno. Awal mula alam pikiran Yunani -telah menunjukkan munculnya perenungan di bidang ontologi. Yang `tertua di antara segenap filsafat Yunani yang kita kenal adalah Thales. Atas perenungannya terhadap air merupakan substansi terdalam yang merupakan asal mula dari segala sesuatu.
Dalam persoalan ontologi orang menghadapi persoalan bagaimanakah kita menerangkan hakikat dari segala yang ada ini? Pertama kali orang dihadapkan pada adanya dua macam kenyataan. Yang pertama, kenyataan yang berupa materi (kebenaran) dan kedua, kenyataan yang berupa rohani (kejiwaan).
Pembicaraan tentang hakikat sangatlah luas sekali, yaitu segala yang ada dan yang rnungkin ada. Hakikat adalah realitas; realita adalah ke-real-an, Riil artinya kenyataan yang sebenarnya. Jadi hakikat adalah kenyataan sebenarnya sesuatu, bukan kenyataan sementara atau keadaan yang menipu, juga bukan kenyataan yang berubah.

Filsafat Ilmu
Dasar-dasar Ilmu
Tafsir mencontohkan tentang hakikat makna
olcrasi dan fatamorgana. Pada hakikatnya pemerintahan demokratis menghargai pendapat rakyat. Mungkin orang pernah menyaksikan pemerintahan itu melakukan tindakan sewenang-wenang, tidak menghargai pendapat rakyat. Itu hanyalah keadaan sementara, bukan hakiki, yang hakiki pemerintahan itu demokratis. Tentang hakikat fatamorgana dicontohkan, kita melihat suatu objek fatamorgana. Apakah real atau tidak? Tidak, fatamorgana itu bukan hakikat, hakikat fatamorgana itu ialah tidak ada.l
Pembahasan tentang ontologi sebagai dasar ilmu berusaha amok menjawab "apa" yang menurut Aristoteles merupakan Ac First Philosophy dan merupakan ilmu mengenai esensi benda. Untuk lebih jelasnya penulis mengemukakan pengertian dan aliran pemikiran dalam ontologi ini.
Kata ontologi berasal dari perkataan Yunani: On = being, dan Logos = logic. Jadi Ontologi adalah The theory of being qua being (teori tentang keberadaan sebagai keberadaan).3 Louis O.Kattsoff dalam Elements of Filosophy mengatakan, Ontologi itu mencari ultimate reality dan menceritakan bahwa di antara contoh pemikiran ontologi adalah pemikiran Thales, yang berpendapat bahwa airlah yang menjadi ultimate subtance yang mengeluarkan-semua benda. Jadi asal semua benda hanya
'Ahmad Tafsir, Filsafat Umum, (Bandung: Rosdakarya, 2002), him. 24. 2Romdon, Ajaran On(ologi Aliran Kebatinan, (Jakarta: Rajawali Press, ed. I, cet. 1, 1996), h1m.X.
3Lih. James K. Feibleman, Ontologi dalam Dagobert D. Runes (ed), Dictinary Philoshopy, (Totowa New Jersey: Little Adam & Co., 1976), him. 219.
satu saja yaitu air".4
Noeng Muhadjir dalam bukunya Filsafat Ilmu mengatakan, ontologi membahas tentang yang ada, yang tidak terikat oleh satu perwujudan tertentu. Ontologi membahas tentang yang ada yang universal, menampilkan pemikiran semesta universal. Ontologi berusaha mencari inti yang termuat dalam setiap kenyataan, atau dalam rumusan Lorens Bagus, menjelaskan yang ada yang meliputi semua realitas dalam semua bentuknya.5 Sedangkan menurut Jujun S. Suriasumantri dalam Pengantar Ilmu dalam Perspektif mengatakan, ontologi membahas apa yang ingin kita ketahui, seberapa jauh kita ingin tahu, atau dengan perkataan lain, suatu pengkajian mengenai teori tentang "ada".6
Sementara itu, A. Dardiri dalam bukunya Humaniora, Filsafat, dan Logika mengatakan, ontologi adalah menyelidiki sifat dasar dari apa yang nyata secara fundamental dan cara yang berbeda di mana entitas dari kategori-kategori yang logis yang berlainan (objek-objek fisis, hal universal, abstraksi) dapat dikatakan ada; dalam kerangka tradisional ontologi dianggap sebagai teori mengenai prinsip-prinsip umum dari hal ada, sedangkan dalam hal pemakaiannya akhir-akhir ini ontologi dipandang sebagai teori mengenai apa yang ada.'
4Louis 0 Katsoff, Element of Philosophy, (New York: The Roland Press
Company, 1953), him. 178.
SNoeng Muhadjir,Filsafat llmu, Positivisme, Post Positivisme, dan Post
Modernisme, (Yogyakarta: Rake sarin,ed.Il., cet.l, 2001), hlm. 57.
'Jujun S. Suriasumantri, Tentang Hakikat llmu, dalam Ilmu dalam
Perspektif, (Jakarta: Gramedia, cet. VI, 1985), him. 5.
'A. Dardiri, Humaniora, Filsafat, dan Logika, (Jakarta: Rajawali, ed. 1,
cet. 1, 1986), him. 17.


Filsafat Ilmu
Dasar-dasar Ilm
Sidi Gazalba dalam bukunya Sistematika Filsafat mengatakan, ontologi mempersoalkan sifat dan keadaan terakhir dari kenyataan. Karena itu is disebut ilmu hakikat, hakikat yang bergantung pada pengetahuan. Dalam agama ontologi memikirkan tentang Tuhan.s
Amsal Bakhtiar dalam bukunya Filsafat Agama I mengatakan, ontologi berasal dari kata ontos = sesuatu yang berwujud. Ontologi adalah teori/ilmu tentang wujud, tentang hakikat yang ada. Ontologi tidak banyak berdasar pada alam nyata, tetapi berdasar pada logika semata-mata.1
Dari beberapa pengetahuan di atas dapat disimpulkan
bahwa:
1. Menurut bahasa, ontologi ialah berasal dari bahasa Yunani yaitu, On/Ontos = ada, dan Logos = ilmu. Jadi, ontologi adalah ilmu tentang yang ada.
2. Menurut istilah, ontologi ialah ilmu yang membahas tentang hakikat yang ada, yang merupakan ultimate reality baik yang berbentuk jasmani/konkret maupun rohani/abstrak.

Term ontologi pertama kali diperkenalkan oleh Rudolf Goclenius pada tahun 1636 M. Untuk menamai teori tentang hakikat yang ada yang bersifat metafisis. `Dalam perkembangannya Christian Wolff (1679-1754 M) membagi metafisika menjadi dua, yaitu metafisika umum dan metafisika khusus. Metafisika umum dimalcsudkan sebagai istilah lain dari ontologi.
"Sidi Gazalba, Sistematika Filsafat, Pengantar kepada Teori Pengetahuan, l3uku ll, (Jakarta: Bulan Bintang, cet. 1, 1973), him. 106.
"Amsal Bakhtiar, Filsafat Agama 1, (Jakarta: Logos Wacana Ilmu, CO. I, 1997), him.
Dengan demikian, metafisika umum atau ontologi adalah cabang filsafat yang membicarakan prinsip yang paling dasar atau paling dalam dari segala sesuatu yang ada. Sedang metafisika khusus masih dibagi lagi menjadi kosmologi, psikologi, dan teologi.
Kosmologi adalah cabang filsafat yang secara khusus membicarakan tentang alam semesta. Psikologi adalah cabang filsafat yang secara khusus membicarakan tentang jiwa manusia. Teologi adalah cabang filsafat yang secara khusus membicarakan Tuhan.lo
Di dalam pemahaman ontologi dapat diketemukan pandangan-pandangan pokok pemikiran sebagai berikut:

1. Monoisme
Paham ini menganggap bahwa hakikat yang asal dari seluruh kenyataan itu hanyalah satu saja, tidak mungkin dua. Haruslah satu hakikat saja sebagai sumber yang asal, baik yang asal berupa materi ataupun berupa rohani. Tidak mungkin ada hakikat masing-masing bebas dan berdiri sendiri. Haruslah salah satunya merupakan sumber yang pokok dan dominan menentukan perkembangan yang lainnya. Istilah monisme oleh Thomas Davidson disebut dengan Block Universe." Paham ini kemudian terbagi ke dalam dua aliran:

a. Materialisme
Aliran ini menganggap bahwa sumber yang asal itu adalah

"Paul Edwards, (Ed), The Encyclopedia of Philosophy, (New York: Mac Millan Publishing Co., ed. II, 1972), him. 542. "Ibid, him. 363.
materi, bukan rohani. Aliran ini sering juga disebut dengan naturalisme. Menurutnya bahwa zat mati merupakan kenyataan dan satu-satunya fakta.12 Yang ada hanyalah materi, yang lainnya jiwa atau ruh tidaklah merupakan suatu kenyataan yang berdiri sendiri. Jiwa atau ruh itu hanyalah merupakan akibat saja dari proses gerakan kebenaran dengan salah satu cara tertentu.
Kalau dikatakarr bahwa materialisme sering disebut naturalisme, sebenarnya ada sedikit perbedaan di antara dua paham itu. Namun begitu, materialisme dapat dianggap suatu penampakan diri dari naturalisme.13 Naturalisme berpendapat bahwa alam saja yang ada, yang lainnya di luar alam tidak ada.'`' Yang dimaksud alam di sini ialah segala-galanya, meliputi benda dan ruh. Jadi benda dan ruh sama nilainya dianggap sebagai alam yang satu. Sebaliknya, materialisme menganggap ruh adalah kejadian dari benda. Jadi tidak sama nilai benda dan ruh seperti dalam naturalisme.
Dari segi dimensinya, paham ini sering dikaitkan dengan

teori Atomisme. Menurut teori ini semua materi tersusun dari sejumlah bahan yang disebut unsur. Unsur-unsur itu bersifat tetap, tak dapat dirusakkan. Bagian-bagian yang terkecil dari unsur itulah yang dinamakan atom-atom. Atom dari unsur sama rupanya sama pula, dan sebaliknya. Namun perbedaan hanya mengenai berat dan besarnya. Mereka bisa bersatu menjadi molekul yang terkecil dari atom-atom itu. Selanjutnya atom
12Sunarto, Pemikir,n Tentang Kefilsafatan Indonesia, (Yogyakarta: Andi Offset, 1983), him. 70.
laHasbullah Bakry, op.cit., him. 52.
14Louis 0. Kattsoff, Element of Philosophy, terj. Soejono Soemargono, Pengantar Filsafat, (Yogyakarta: Tiara Wacana, cet. VII, 1996), him. 216.
atom dengan kesatuannya molekul-molekul itu bergerak terus menuruti undang-undang tertentu.15 Jadi materialisme menganggap bahwa kenyataan ini merupakan suatu mekanis seperti suatu mesin yang besar.
Aliran pemikiran ini dipelopori oleh bapak filsafat yaitu Thales (624-546 SM). la berpendapat bahwa unsur asal adalah air karena pentingnya bagi kehidupan.16 Anaximander (585-528 SM) berpendapat bahwa unsur asal itu adalah udara dengan alasan bahwa udara adalah merupakan sumber dari segala kehidupan.i' Demokritos (460-370 SM) berpendapat bahwa hakikat alam ini merupakan atom-atom yang banyak jumlahnya, tak dapat dihitung dan amat halus. Atom-atom inilah yang merupakan asal kejadian alam.'$
Dalam perkembangannya, sebagai aliran yang paling tua, paham ini timbul dan tenggelam seiring roda kehidupan manusia yang selalu diwarnai dengan filsafat dan agama. Alasan mengapa aliran ini berkembang sehingga memperkuat dugaan bahwa yang merupakan hakikat adalah:19
a. Pada pikiran yang masih sederhana, apa yang kelihatan yang dapat diraba, biasanya dijadikan kebenaran terakhir. Pikiran sederhana tidak mampu memikirkan sesuatu di luar ruang yang abstrak.
'sHasbullah Bakry, op.cit., him. 53.
"Ahmad Tafsir, op.cit., him. 29. "Ibid.
'aJujun S. Suriasumantri, Filsafat Ilmu, Sebuah Pengantar Populer,
(Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 1996), h1m.64. 19Ahmad Tafsir, op.cit., him. 29.
b. Penemuan-penemuan menunjukkan betapa bergantungnya jiwa pada badan. Oleh sebab itu, peristiwa jiwa selalu dilihat sebagai peristiwa jasmani. Jasmani lebih menonjol dalam peristiwa ini.
c. Dalam sejarahnya manusia memang bergantung pada benda seperti pada padi. Dewi Sri dan Tuhan muncul dari situ. Kesemuanya ini memperkuat dugaan bahwa yang merupakan hakikat adalah benda.
b. Idealisme
Sebagai lawan materialisme adalah aliran idealisme yang dinamakan juga dengan spiritualisme. Idealisme berarti serba cita, sedang spiritualisme berarti serba ruh.
Idealisme diambil dari kata "Idea", yaitu sesuatu yang Nadir dalam jiwa. Aliran ini beranggapan bahwa hakikat kenyataan yang beraneka ragam itu semua berasal dari ruh (sukma) atau sejenis dengannya, yaitu sesuatu yang tidak berbentuk dan menempati ruang. Materi atau zat itu hanyalah suatu jenis dari pada penjelmaan ruhani.20
Alasan aliran ini yang menyatakan bahwa hakikat benda adalah ruhani, spirit atau sebangsanya adalah:
a. Nilai ruh lebih tinggi daripada badan, 4ebih tinggi nilainya dari materi bagi kehidupan manusia. Ruh itu dianggap sebagai hakikat yang sebenarnya. Sehingga materi hanyalah badannya, bayangan atau penjelmaan saja.
20Hasbullah Bakry, op.cit., him. 56. Lih. juga Sunoto, op.cit., him. 70.
b. Manusia lebih dapat memahami dirinya daripada dunia luar dirinya.
c. Materi ialah kumpulan energi yang menempati ruang. Benda tidak ada, yang ada energi itu saja.21
Materi bagi penganut idealisme sebenarnya tidak ada. Segala kenyataan ini termasuk kenyataan manusia adalah sebagai ruh. Ruh itu tidak hanya menguasai manusia perorangan, tetapi juga kebudayaan. Jadi kebudayaan adalah perwujudan dari alam cita-cita dan cita-cita itu adalah ruhani. Karenanya aliran ini dapat disebut idealisme dan dapat disebut spiritualisme.
Dalam perkembangannya, aliran ini ditemui pada ajaran Plato (428-348 SM) dengan teori idenya. Menurutnya, tiaptiap yang ada di alam mesti ada Idenya, yaitu kcnsep universal dari tiap sesttatulz Alam nyata yang menempati ruangan ini hanyalah berupa bayangan saja dari alam ide itu. Jadi idelah yang menjadi hakikat sesuatu, menjadi dasar wujud sesuatu.2s Dalam menjelaskan hakikat ide tersebut Plato mengarang mitos penunggu gua yang dimuatnya di dalam dialog politea yang dikutipkan sebagai berikut ini: ,
Manusia dapat dibandingkan dengan orang-orang tahanan yang sejak lahirnya terkurung dan terbelenggu di dalam gua. Di belakang mereka ada api menyala sementara mereka hanya dapat menghadap ke Binding gua. Beberapa orang budak belian berjalan-jalan di
21Ahmad Tafsir, op.cit., him. 30.
zzAmsal Bakhtiar, op.cit., him. 169.
zsHarun Nasution, FalsafatAgama, (Jakarta: Bulan Bintang, 1982), him.
53
depan api itu sambil memikul bermacam-macam benda. Hal itu mengakibatkan bermacam-macam bayangan yang jatuh pada dinding gua. Karena orang-orang tahanan itu tidak dapat melihat ke belakang, mereka hanya menyaksikan bayangan, dan bayangan itu disangka mereka sebagai realitas yang sebenarnya dan tidak ada lagi realitas. Namun, setelah beberapa waktu seorang tahanan dilepaskan. la melihat di belakang mereka, yaitu di mulct gua, ada api yang menyala. la mulai memperkirakan, bahwa bayangan-bayangan yang disaksikan mereka tadi bukanlah realitas yang sebenarnya. Lalu is diantar keluar gua, dan is melihat matahari yang menyilaukan matanya. Mula-mula is berpikir, bahwa is sudah meninggalkan realitas. Namun berangsur-angsur is pun menginsafi bahwa justru itulah realitas yang sebenarnya, dan is menyadari bahwa dulu is belum pernah menyalcsikannya. Lalu is kembali ke dalam gua, ya, ke tempat kawan-kawannya yang masih diikat di situ. la bercerita kepada teman-temannya bahwa yang dilihat mereka pada dinding gua itu bukanlah realitas yang sebenarnya, melainkan hanyalah bayangan. Namun, kawan-kawannya tidak mempercayai perkataannya, dan seandainya mereka tidak terbelenggu, pasti is akan membunuh siapa saja yang mencoba melepaskan mereka dari belenggunya. Kalimat terakhir ini mengiyaskan kematian Socrates."
24Ahmad Tafsir, op.cit., hlm. 56-57.
Penjelasan mitos ini adalah bahwa gua adalah dunia yang dapat ditangkap oleh indera. Kebanyakan orang dapat diumpamakan orang tahanan yang terbelenggu, mereka menerima pengalaman spontan begitu saja. Namun ada beberapa orang yang mulai memperkirakan bahwa realitas inderawi adalah bayangan, mereka adalah filosof. Mula-mula mereka merasa heran sekali, tetapi berangsur-angsur mereka menemukan ide "yang baik" (matahari) sebagai realitas tertinggi. Untuk mencapai kebenaran yang sebenarnya itu manusia harus mampu melepaskan diri dari pengaruh indera yang menyesatkan itu.
Aristoteles (384-322 SM) memberikan sifat keruhanian dengan ajarannya yang menggambarkan alam ide itu sebagai sesuatu tenaga yang berada dalam benda-benda itu sendiri dan menjalankan pengaruhnya dari dalam benda itu.2S
Pada filsafat modern, pandangan ini mula-mula kelihatan pada George Barkeley (1685-1753 M) yang menyatakan objekobjek fisis adalah ide-ide. Kemudian Immanuel Kant (17241804 M), Fichte (1762-1814 M), Hegel (1770-1831 M), dan Schelling (1775-1854 M).zb
2. Dualisme
Setelah kita memahami bahwa hakikat itu satu (monisme) baik materi ataupun ruhani, ada juga pandangan yang mengatakan bahwa hakikat itu ada dua. Aliran ini disebut dualisme.
zsHasbullah Bakry, hlm. 57.
26Keterangan lebih lengkap tentang pandangan idealisme mereka dapat dilihat pada A. Tafsir, hlm. 144-172.
nliran ini berpendapat bahwa benda terdiri dari dua macam f iakikat sebagai asal sumbernya, yaitu hakikat materi dan hakikat ruhani, benda dan ruh, jasad dan spirit. Materi bukan muncul dari ruh, dan ruh bukan muncul dari benda. Sama-sama hakikat. Kedua macam hakikat itu masing-masing bebas dan berdiri sendiri, sama-sama azali dan abadi. Hubungan keduanya menciptakan kehidupan dalam clam ini. Contoh yang paling jelas tentang adanya kerja sama kedua hakikat ini ialah dalam
diri manusia.27
Tokoh paham ini adalah Descartes (1596-1650 M) yang dianggap sebagai bapak filsafat modern. la menamakan kedua hakikat itu dengan istilah dunia kesadaran (ruhani) dan dunia ruang (kebendaan). Ini tercantum dalam bukunya Discours de la methode (1637) dan Meditations de Prima Philosophic (1641). Dalam bukunya ini pula is menuangkan metodenya yang terkenal dengan Cogito Descartes (metode keraguan Descartes/ Cartesian Doubt). Di samping Descartes, ada juga Benedictus De Spinoza (1632-1677 M), dan Gitifried Wilhelm Von Leibniz
(1646-1716 M).28
Descartes meragukan segala sesuatu yang dapat diragukan. Mula-mula is mencoba meragukan semua yang dapat diindera, objek yang sebenarnya tidak mungkin diragukan. Dia meragukan badannya sendiri. Keraguan itu menjadi mungkin karena pada pengalaman n-limpi, halusinasi, ilusi, dan juga pada pengalaman dengan ruh halus ada yang sebenarnya itu tidak jelas. Pada
Z7Ibid, him. 51, lih juga A. Tafsir, op.cit., him. 30.
LBPenjelasan lebih mendetail lihat Harun Hadiwijono, Sari Sejarah Filsafat Karat 2, (Yogyakarta: Kanisius, cet. 18, 2002), him. 18.
empat keadaan seseorang dapat mengalami sesuatu seolaholah dalam keadaan yang sesungguhnya. Di dalam mimpi seolaholah seseorang mengalami sesuatu yang sungguh-sungguh terjadi persis seperti tidak mimpi (jaga), begitu pula pada pengalaman halusinasi, ilusi, dan kenyataan gaib. Tidak ada batas yang tegas antara mimpi dan jaga. Akibatnya is menyatakan bahwa ada satu yang tidak dapat diragukan, yaitu saya sedang ragu. Boleh saja badan saya ini saya ragukan adanya, hanya bayangan, misalnya atau hanya seperti dalam mimpi, tetapi mengenai saya sedang ragu benar-benar tidak dapat diragukan adanya.
Aku yang sedang ragu ini disebabkan oleh aku berpikir. Kalau begitu aku berpikir pasti ada dan benar. Jika berpikir ada, berarti aku ada sebab yang berpikir itu aku. Cogito ergo sum, aku berpikir jadi aku ada. Paham ini kemudian terkenal dengan rasionalisme, yaitu paham filsafat yang mengatakan bahwa akal (reason) adalah alat terpenting dalam memperoleh pengetahuan dan mengetes pengetahuan.29
Umumnya manusia tidak akan mengalami kesulitan untuk menerima prinsip dualisme ini, karena setiap kenyataan lahir dapat segera ditangkap oleh pancaindera kita, sedang kenyataan batin dapat segera diakui adanya oleh akal dan perasaan hidup.

Pluralisme
Paham ini berpandangan bahwa segenap macam bentuk merupakan kenyataan. Pluralisme bertolak dari keseluruhan dan
zylbid, lih. juga K. Bertens, Ringkasan Sejarah Filsafat, (Yogyakarta: Kanisius, cet. 18, 2001), him. 45.
rnengakui bahwa segenap macam bentuk itu semuanya
nyata.30 Pluralisme dalam Dictionary of Philosophy and Religion
dikatakan sebagai paham yang menyatakan bahwa kenyataan clam ini tersusun dari banyak unsur, lebih dari satu atau dua entitas. Tokoh aliran ini pada masa Yunani Kuno adalah Anaxagoras dan Empedocles yang menyatakan bahwa substansi yang ada itu terbentuk dan terdiri dari 4 unsur, yaitu tanah, air,
api, dan udara.31
Tokoh modern aliran ini adalah William James (1842-1910 M). kelahiran New York dan terkenal sebagai seorang psikolog dan filosof Amerika. Dalam bukunya The Meaning of Truth James mengemukakan, tiada kebenaran yang mutlak, yang berlaku umum, yang bersifat tetap, yang berdiri sendiri, lepas dari akal yang mengenal. Sebab pengalaman kita berjalan terns, dan segala yang kita anggap benar dalam perkembangan pengalaman itu senantiasa berubah, karma dalam praktiknya apa yang kita anggap benar dapat dikoreksi oleh pengalaman berikutnya. Oleh karma itu, tiada kebenaran yang mutlak, yang ada adalah kebenaran-kebenaran, yaitu apa yang benar dalam pengalaman-pengalaman yang khusus, yang setiap kali dapat diubah oleh pengalaman berikutnya.32 Kenyataan terdiri dari banyak kawasan yang berdiri sendiri. Dunia bukanlah suatu universum, melainkan suatu mu]ti-versum.33 Dunia adalah suatu
soSunarto, op.cit., hlm. 71.
31William L. Reese, Dictionary of Philosophy and Religion, Eastern and Western Thought, (New York: Humanity Books, 1996), hlm. 591. szHarun Hadiwijono, op.cit., hlm. 132.
3316id, h1m. 133.
dunia yang terdiri dari banyak hal yang beraneka ragam atau pluralis.
4. Nihilisme
Nihilisme berasal dari Bahasa Latin yang berarti nothing atau tidak ada. Sebuah doktrin yang tidak mengakui validitas alternatif yang positif. Istilah nihilisme diperkenalkan oleh Ivan Turgeniev dalam novelnya Fathers and Childern yang ditulisnya pada tahun 1862 di Rusia. Dalam novel itu Bazarov sebagai tokoh sentral mengatakan lemahnya kutukan ketika is menerima ide nihilisme.34
Doktrin tentang nihilisme sebenarnya sudah ada semenjak zaman Yunani Kuno, yaitu pada pandangan Gorgias (483-360 SM) yang mei tberikan tiga proposisi tentang realitas. Pertama, tidak ada sesuatu pun yang eksis. Realitas itu sebenarnya tidak ada. Bukankah Zeno juga pernah sampai pada kesimpulan bahwa hasil pemikiran itu selalu tiba pada paradoks. Kita harus menyatakan bahwa realitas itu tunggal dan banyak, terbatas dan tak terbatas, dicipta dan tak dicipta. Karma kontradiksi tidak dapat diterima, maka pemikiran lebih baik tidak menyatakan apa-apa tentang realitas. Kedua, bila sesuatu itu ada, is tidak dapat diketahui. Ini disebabkan oleh penginderaan itu tidak dapat dipercaya, penginderaan itu sumber ilusi. Akal juga tidak mampu meyakinkan kita tentang bahan alam semesta ini karma kita telah dikungkung oleh dilema subjektif. Kita berpikir sesuai dengan kemauan, ide kita, yang kita terapkan pada fenomena.
31 Paul EduTards (ed.), op.cit., hlm. 515.
Ketiga, sekalipun realitas itu dapat kita ketahui, is tidak akan dapat kita beritahukan kepada orang lain."
Tokoh lain aliran ini adalah Friedrich Nietzsche (18441900 M). Dilahirkan di Rocken di Prusia, dari keluarga pendeta. Dalam pandangannya bahwa "Allah sudah mati", Allah Kristiani dengan segala perintah dan larangannya sudah tidak merupakan rintangan lagi. Dunia terbuka untuk kebebasan dan kreativitas manusia. Mata manusia tidak lagi diarahkan pada suatu dunia di belakang atau di atas dunia di mana is hidup. Nietsche mengakui bahwa pada kenyataannya moral di Eropa sebagian besar masih bersandar pada nilai-nilai kristiani. Tetapi tidak dapat dihindarkan bahwa nilai-nilai itu akan lenyap. Dengan sendirinya itu manusia modern terancam nihilisme. Dengan demikian is sendiri hares mengatasi bahaya itu dengan menciptakan nilai-nilai barn, dengan transvaluasi semua nilai.s6
5. Agnostisisme
Paham ini mengingkari kesanggupan manusia untuk mengetahui hakikat benda. Baik hakikat materi maupun hakikat ruhani. Kata Agnosticisme berasal dari bahasa Grik Agnostos yang berarti unknown. A artinya not, Gno artinya know.37
Timbulnya aliran ini dikarenakan belum dapatnya orang mengenal dan mampu menerangkan secara kbnkret akan adanya kenyataan yang berdiri sendiri dan dapat kita kenal. Aliran ini dengan tegas selalu menyangkal adanya suatu kenyataan
35A. Tafsir, oi-).cit. him. 515. 36K. Bertens, op.cit. him. 89. 37A. Tafsir,'op.cit. him. 30.
mutlak yang bersifat trancendent.38
Aliran ini dapat kita temui dalam filsafat eksistensi dengan tokoh-tokohnya seperti, Soren Kierkegaar, Heidegger, Sartre, dan Jaspers.Soren Kierkegaard (1813-1855 M) yang terkenal dengan julukan sebagai Bapak Filsafat Eksistensialisme menyatakan, manusia tidak pernah hidup sebagai suatu aku umum, tetapi sebagai aku individual yang sama sekali unik dan tidak dapat dijabarkan ke dalam sesuatu yang lain .39
Sementara itu, Martin Heidegger (1889-1976 M), seorang filosof Jerman mengatakan, satu-satunya yang ada itu ialah manusia, karena hanya manusialah yang dapat memahami dirinya sendiri. Jadi dunia ini adalah bagi manusia, tidak ada persoalan bagi alam metafisika.ao
Pada pemahaman lainnya, Jean Paul Sartre (19051980 M), seorang filosof dan sastrawan Perancis yang ateis sangat terpengaruh dengan pikiran ateisnya mengatakan bahwa manusia selalu menyangkal. Hakikat beradanya manusia bukan etre (ada) melainkan a etre (akan atau sedang). Segala perbuatan manusia tanpa tujuan karena tidak ada yang tetap (selalu disangkal).4' Segala sesuatu mengalami kegagalan. Das sein (ada/berada) dalam cakrawala gagal. Ternyata segala macam nilai hanya terbatas saja. Manusia tidak boleh mencari dan mengusahakan kegagalan dan keruntuhan. Sebab hal itu bukanlah hal yang asli. Kegagalan dan keruntuhan itu mewujudkan tulisan sandi (chiffre) sempurna dari "ada". Di dalam kegagalan dan
38Hasbullah Bakry, op.cit., him. 60. s9A. Tafsir, op.cit., him. 222. 40Hasbullah Bakry, op.cit., him. 60~*i 41A. Tafsir, op.cit., him. 229.

keruntuhan itu prang mengalami "ada", mengalami yang
transenden.42
Karl Jaspers (1883-1969 M) menyangkal adanya suatu kenyataan yang transenden. Yang mungkin itu hanyalah manusia berusaha mengatasi dirinya sendiri dengan membawakan dirinya yang belum sadar kepada kesadaran yang sejati, namun suatu yang mutlak (trancendent) itu tidak ada sama sekali.43
Jadi agnostisisme adalah paham pengingkaran atau penyangkalan terhadap kemampuan manusia mengetahui hakikat benda baik materi maupun ruhani. Aliran ini mirip dengan skeptisisme yang berpendapat bahwa manusia diragukan kemampuannya mengetahui hakikat.a4 Namun tampaknya agnostisisme lebih dari itu karma menyerah sama colrali.

Filsafat dan ilmu adalah dua kata yang Baling terkait, baik secara substansial maupun historis karma kelahiran ilmu tidak lepas dari peranan filsafat, sebaliknya perkembangan ilmu memperkuat keberadaan filsafat. Filsafat telah berhasil mengubah pola pemikiran;bangsa Yunani dan umat manusia dari pandangan mitosentris menjadi logosentris. Awalnya bangsa Yunani dan bangsa lain di dunia beranggapan bahwa semua kejadian di alam ini dipengaruhi oleh para dewa. Karenanya para dewa harus dihormati dan sekaligus ditakuti kemudian disembah. Dengan filsafat, pola pikir yang selalu tergantung pada dewa diubah menjadi pola pikir yang tergantung pada rasio. Kejadian alam, seperti gerhana tidak lagi dianggap sebagai kegiatan dewa yang tertidur, tetapi merupakan kejadian alam yang disebabkan oleh matahari, bulan, dan bumf berada pada garis yang sejajar, sehingga bayang-bayang bulan menimpa sebagian permukaan bumi....

Klik disini untuk melanjutkan »»

RENUNGAN ARUL

.
0 komentar


Ketika aku membaca tulisan temanku ini aku tertarik untuk menjadikan postingan buat memberikan pencerahan bagiku sendiri selalu berkarya arul IPAU semoga artikel ini menjadi sahabat sejati kita dan salam bahagia buat abang kamu Fadlullah Ali…selamat membaca
Ketika aku baru masuk ke kampus (kuliah) di TP tercinta serta bebas berpikir dengan khayalan paling tinggi, aku bermimpi untuk mengubah dunia dan kampus UNSYIAH tercinta.
Seiring dengan bertambah usia dan semesterku, kudapati bahwa aku tidak sanggup merubah kampus dan dunia ini.
Oleh karena itu kupersempit khalayan ku, dan kuputuskan untuk hanya mengubah fakultas ku. Namun aku pun tidak sanggup merubah Fakultas ku karena keterbatasan ku sebagai individual.
Ketika usiaku bertambah sehingga menambah kearifanku dan diperhujung kuliahku aku coba realistis. Aku berencana mengabdi di rumahku sendiri (himpunan tercinta) karena ku yakin inilah peluang terakhir ku untuk berterimakasih kepada kampus, dosen, alumni dan abang, kakak letting, kawan-kawan yang telah banyak membantu, memberikan ilmu dan wawasan kepada ku…namun alangkah terkejutnya aku bahwa aku lagi-lagi lalai dan kesibukan akademik sekarang tidak memungkinkan untuk membangun himpunan ku lagi…
baru kusadari: “Seandainya yang pertama kuubah ketika masuk kuliah adalah diriku, maka lewat memberi contoh yang baik sebagai orang yang bermanfaat bagi orang lain…selanjutnya aku ikut membangun rumahku sendiri (himpunan tercinta) di saat aku belum banyak kesibukan akademik di kampus. Dan dengan pengurus himpunan bersama-sama mencari inspirasi dan dorongan untuk kepentingan mahasiswa/I di jurusan TP. Secara tidak langsung telah mengubah pemikiran dan memperbaiki fakultas ku dan kampus ku. Dan siapa tahu mungkin saja dengan hal tersebut saya termasuk orang-orang yang mengubah dunia ke depannya,,,Amiiiiin”.
Dan sekarang aku teringat akan kebaikan alumni, dosen, abang letting, kawan-kawan, adek letting yang telah membantu menyukseskan aku….Tapi satu hal yang dapat kulakukan untuk mengurangi rasa penyesalan ku sekarang yaitu dengan ikut menyukseskan kegiatan rumah ku sendiri yaitu himpunan tercinta….

Ketika aku membaca tulisan temanku ini aku tertarik untuk menjadikan postingan buat memberikan pencerahan bagiku sendiri selalu berkarya arul IPAU semoga artikel ini menjadi sahabat sejati kita dan salam bahagia buat abang kamu Fadlullah Ali…selamat membaca ya....next

Klik disini untuk melanjutkan »»

2.25.2009

mencari

. 2.25.2009
1 komentar


windowslive
ask
exalead
hotbot
lycos
encyclopedia
wikipedia
howstuffworks
answers
A9
umum

cobalah mencari apa yang anda inginkan dengan memanfaatkan beberapa fasilitas yang ada di dunia maya melalui situs pencari dibawah ini

Klik disini untuk melanjutkan »»

2.10.2009

The eBook Directory

. 2.10.2009
1 komentar

f you are looking for top quality free ebooks, you have come to the right place because The eBook Directory is the biggest directory of free downloadable ebooks online. To access thousands of ebooks simply browse the various categories on the left or simply use the search box above.

If you are an ebook author and wish to submit a free ebook, simply select the category and use the "Submit eBook" link.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Duniadownload

.
0 komentar

Merupakan sebuah website sederhana tempat dimana anda dapat men-download ebook ebook gratis sepuasnya tanpa perlu mendaftar dan tanpa dipungut biaya sepeserpun.

Setiap ebook yang dapat anda download gratis di sini merupakan kumpulan free ebook yang murni dapat anda temukan secara bebas & gratis di internet, kami hanya sekedar mengumpulkannya di website ini untuk mempermudah pencarian ebook gratis anda. Fasilitas link download ebook alternatif masih tetap kami pertahankan hingga duniadownload V.2 ini sebagai pilihan di saat link download ebook utama sedang bermasalah.

Besar harapan kami agar website tempat sharing & download ebook gratis ini dapat bermanfaat bagi anda.

Salam hangat pengelola

tanda tangan
Karnanda & Tim

Sayembara Buku Gratis Breaking Dawn ("Hot!")





klik GO TO LINK
Our Comprehensive Free Ebook Library is the premier online source for a wide range of useful e-books that are completely free with no need to sign-up or buy anything.
All our ebooks available to download from our library are reviewed and tested for content,spam and virusis.
Please browse through our extensive range of titles on Computers, Health, Business,Self Improvement, Cooking and lots more...
Download Free Ebooks 24/7

Witguides.com stores most of there ebooks directly onto there servers offering
our visitors safe virus-free books, no fuss direct downloads and faster loading speeds.

Our e-books are either readily readable in PDF format or zipped so you can store them
onto your computer and read them over and over at your own conveinence.

Submit your own titles or if you have seen an ebook that is not in our library then
then go ahead and get it added today.
You can browse our titles by either search, newest, popular or by catagory.

Klik disini untuk melanjutkan »»

2.07.2009

science (next upload)

. 2.07.2009
1 komentar


Ilmu (science) memiliki pengertian yang menunjuk pada tiga hal yakni pengetahuan, aktivitas, dan metode. Ilmu (pengetahuan ilmu) adalah aktivitas manusia yang rasional, kognitif dan bertujuan dengan berbagai metode berupa aneka prosedur dan tata langkah sehingga menghasilkan kumpulan pengetahuan yang sistematis mengenai gejala-gejala kealaman, kemasyarakatan, atau keorangan untuk tujuan mencapai kebenaran, memperoleh pemahaman, memberikan penjelasan, ataupun melakukan penerapan. Aktivitas rasional berarti kegiatan mempergunakan kemampuan pemikiran untuk menalar dalam menarik kesimpulan berupa pengetahuan (jadi tidak menggunakan perasaan atau naluri). Aktivitas kognitif bertalian dengan hal mengetahui dan memperoleh pengetahuan tentang sesuatu hal. Aktivitas teleologis yakni mengarah pada tujuan tertentu. Pengetahuan yg sistematis merupakan sekumpulan pengetahuan yang dapat kita baca dalam jurnal-jurnal ilmiah (dibagian hasil dan pembahasan). Ciri Sistematis berarti bahwa berbagai keterangan dan data yang tersusun sebagai kumpulan pengetahuan itu mempunyai hubungan-hubungan ketergantungan dan teratur.

Klik disini untuk melanjutkan »»

DARIPADA PUTUS ASA LEBIH BAIK PUTUS CINTA

.
2 komentar

By : corat-coret

No : 02/corat-coret/I/2009

Gagal maning, gagal maning deh…(makajih ééh malam)..mungkin kata itu yang sering kita dengar kita ucapkan ketika melihat hasil final dan masalah yang kita alami di benak pikiran kita…. Kita padahal udah belajar, ditambah buat contekan/ konsep, dll, usaha hidup2an , gagal meraih juara dalam kompetisi atau mengupayakan tujuan apapun yang menjadi impian mu. Namun, hanya kegagalan yang sering kita alami dan temui… akhirnya, kamu menyerah dan putus asa… (pasti karena ini, karena itu,, stop cari kambing coklat) …

Keadaan itulah Menyebab kan kita ‘’menyerah dan putus asa” yang justru kerap mematikan potensi luar biasa yang kamu miliki. Oleh karena itu, ketika memperoleh kegagalan ada beberapa hal yang harus direnungkan sehingga kamu jauh dari sifat putus asa, di antaranya adalah:

1. Yakin ALLAH tidak akan membebani seseorang melebihi kemampuannya. ALLAH menguji setiap manusia dengan ujian beragam jenis. Akan tetapi, dia tidak pernah membebani seseorang melebihi apa yang ia mampu. Ini adalah janji ALLAH. Sebagaimana firman-Nya dalam surat Al-A’raf ayat 42, “Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh, kami tidak memikulkan kewajiban kepada diri seseorang melainkan sekadar kesanggupannya, mereka itulah penghuni-penghuni surga; mereka kekal di dalamnya.”

2. Yakin bahwa setelah kesulitan itu ada kemudahan. Dalam Al-quran surat Al-Insyriah ayat 5-6 disebutkan: ‘’ karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” Kalimat tersebut sampai disebutkan dua kali. Hal tersebut kembali mengingatkan pada manusia, janganlah mudah berputus asa ketika kesulitan, kegagalan, atau musibah menimpa kita,. ALLAH SWT sudah berjanji bahwa akan adanya kemudahan setelah kesulitan. Kamu harus percaya janji ALLAH.

3. Yakin bahwa ALLAH Maha penyanyang dan Maha pengasih. Ayat pertama dalam surat Al-Fatihah yang berbunyai “dengan menyebut nama ALLAH yang maha pemurah lagi maha penyanyang”. Memberikan suatu kekuatan pada kita untuk tidak berputus asa ketika ujian dan cobaan datang. Ayat tersebut memotivasi kita untuk tidak lelah berjuang dalam menjalani hidup ini. Kita harus yakin bahwa ALLAH yang maha pengasih dan maha penyanyang akan membalas segala jerih payah dan kesabaran dalam menjalani semua ujian dan cobaan. Dengan bimbingan ALLAH masalah apa pun bisa dihadapi, akan dapat dilalui tanpa putus asa. Ingatkah kamu bahwa Sang Pencipta adalah Yang Maha Kuasa, Maha berkehendak, Maha tahu, MAHA adil, dan Maha bijaksana. Jadi, sudah sepatutnya apabila ada ujian yang datang melanda, bergantunglah hanya kepada ALLAH, berdoa, dan memohonlah kepada NYA, seperti yang ditegaskan dalam surat Al-Ikhlas ayat 2, ‘’ ALLAH tempat meminta segala sesuatu

4. Banyak nikmat yang kita terima. Pernahkah kita merenungkan berapa banyak nikmat ALLAH karuniakan kepadamu selama di dunia ini? Ketika ujian, cobaan, dan musibah yang menerpa, ingatlah, masih banyak nikmat lain yang patut kita syukuri. Cobalah untuk menjauh dari sikap putus asa. Syukurilah apa pun yang ALLAH berikan kepada mu.

Terkadang apa yang kamu impikan memang belum tentu baik untuk mu. Selalu ada jalan lain untuk meraih apa yang diharapkan. Jika belum berhasil, boleh jadi kamu belum menemukan jalan tersebut. Kewajibanmu adalah beriktiar mencari jalan sesuatu . dalam ikhtiar yang dilakukan memang tak selamanya berhasil, tetapi ALLAH swt tidak melihat hasil akhir dari iktiar kita dan cara menyikapi apa pun hasil dari ikhtiar tersebut.

Dari pada putus asa lebih baik putus cinta…..percaya gakk???? Kalau gak percaya tanyakan lah ma rumput yang bergoyang …… (seandainya rumput dapat berbicara jawaban mungkin seperti ini : aku (rumput) memang kecil, lemah, loyo, tidak kuat ,selalu objek penyiksaan/di injak/ dibunuh/ kebutuhan ternak, dll. tapi aqu ( rumput) tidak akan menyerah/putus asa dengan semua tekanan yang ku alami dalam hidup ini aku akan tetap bangkit/hidup meskipun kalian basmi, dimakan kambing, kucing, lembu….aku tetap bangkit dan hidup bahkan di seluruh permukaan bumi, daratan ,gunung, lautan, kutub,,,aqu syukur kepada ALLAH karena kelebihan ku yang Allah berikan daripada kekurangan yang kumiliki dan aqu syukur meskipun aku mati tetapi berguna bagi makluk yang lain….dan tidak ada kata putus asa dalam kamus rumput ku makanya apalagi putus cinta itu sih perkara Taik Ayam, jangan putus asa jadi manusia… ya…ya...) rumput aja gak pernah putus asa meskipun dia hidup untuk dimakan kenapa kita harus berputus asa karena gagal….??? (Thank you atas jawaban mu rumput)

Udahlah, dah capek ngetik ne,, (ne tanda2 orang putus asa ; kata rumput)..(maaf rumput ya, aduh dah capek kali ne)…oke, maju terus kawan….tidak ada kata gagal yang ada Cuma kesuksesan tertunda….tidak ada orang pinter di dunia ini ( orang pinter bukan paranormal & bukan orang sakti mandra guna ) dan orang bodoh…. kita semua sama (punya kepala, sama2 makan beras, sama2 punya kelebihan dan kekurangan, sama2 manusia) yang ada Cuma orang TERLATIH DAN RAJIN dengan ORANG MALAS

Orang rajin & terlatih yang dikenal dengan sebutan orang pintar/sukses/ilmuwan, dan propesor…orang2 tersebut sudah banyak makan asam , belacan, garam, cabe, jengkol dari proses kegagalan”….karena ingat kata orang latah KEGAGALAN ADALAH GURU YANG PALING BERHARGA”……sedangkan orang MALAS itu penyakit kita orang ACEH karena kita merasa punya harkat dan martabat tinggi di masa lampau….kita terlena dengan kesuksesan sultan dan raja di masa kerajaan ACEH… Kita juga terlena dengan kekayaan alam yang kita miliki sehingga SDM kita banyak tidak berkualitas & kalah bersaing hampir di segala aspek kehidupan…makanya buanglah semua penyakit malas kita baru kita akan melihat perubahan di segala aspek kehidupan kita. Kadang-kadang keberhasilan/kenikmatan/kekuatan/jabatan/juara/rupawan tidak selamanya baik bagi kita karena kita gak tau apa yang terjadi seandainya kesuksesan sekarang akan berefek kehancuran yang lebih hancur di masa akan datang atau di Akhirat nanti. Lebih baik kita sabar dan mensyukuri semua pemberian baik rahmat, nikmat, susah, sedih, senang, duka karena semua hal itu adalah yang terbaik yang ALLAH anugerahkan kepada kita…..yang penting yang wajib bagi kita adalah ikhtiar (usaha) dan do’a….selebihnya serahkanlah kepada ALLAH YANG MAHA KUASA…. Saran dan kritik diterima (maaf kalo da kata2 kasar)….



Klik disini untuk melanjutkan »»

2.05.2009

SEMAKIN MEMBACA AKU TAMBAH BODOH

. 2.05.2009
4 komentar


By : corat-coret

No : 01/corat-coret/I/20009

Hai kawan-kawan&abang2 mungkin aktivitas membaca&menulis adalah aktivitas yang sangat membosankan ya?…setuju…setuju…setuju…

Sudah berapa tahun kita sekolah (+-12 tahun), pesantren abistu kuliah????kayaknya sudah lama banget ya……untuk apa sih ???? tentunya untuk mencari ilmu, kawan ato gelar??? Ya tu sih terserah ma lo yang mana kamu pilih…..tapi saya mohon maaf kalo da pemahaman berbeda tentang membaca dan menulis karena semakin banyak membaca dan menulis aku pikir tambah bodoh diriku…..(semoga kalian nggak ya…)

kebanyakan kita membaca&menulis ketika diberikan sebuah beban atau dengan kata lain terpaksa. percaya atau tidak amatilah kapan kita ke pustaka untuk membaca buku perkuliahan,dll? (Pasti ketika dosen memberikan Tugas, PR, Menjelang midterm, menjelang final). Kapan kita membutuhkan tulisan? (pasti ketika mengikuti proses perkuliahan baik ketika proses belajar dan mengajar atau untuk menyelesaikan proses tugas dari dosen, dll).

Tau gak aku dah lama mau menuruti belajar dengan baik, membaca dengan baik, menulis dengan baik, rupanya membaca tu membuat aku nampak bodoh di depan diri ku sendiri, apalagi di depan orang lain percaya ato gak ni hasil riset gila ku…BANYAK BACA BANYAK BODOHKU, SEDIKIT BACA SEDIKIT BODOH KU, TIDAK PERNAH MEMBACA TIDAK PERNAH BODOHKU…..artinya bahwa kalo kita banyak baca akan tampak bahwa ilmu kita sangat sedikit. Makin kita baca makin banyak ilmu baru yang lebih membingungkan dan menakjubkan…

Padahal otak kita juga membutuhkan gizi seperti otot dan badan kita yang perlu disuplai makanan dan minuman serta olahraga untuk melaksanakan bermacam-macam aktivitas fisik untuk sehat. Selain protein otak juga membutuhkan jenis gizi yang lain, yaitu: informasi dengan cara membaca dan menulis …HATI-HATI! KEKURANGAN GIZI UNTUK OTAK MEMBUAT KITA RAWAN TERSERANG “OTAK TUMPUL” ATAU “OTAK BAKWAN”

Ada beberapa alasan yang dapat membuat kita mau rajin membaca dan menulis, yaitu:

1.membaca dan menulis itu menyehatkan diri

Pikun, inilah momok semua orang, karena ia pasti datang. Tapi tenang aja kawan, ada cara mudah supaya pikun dapat ditolak, paling tidak dimundurkan jadwalnya. Yaitu dengan membaca. Ne, bukan omong kosong, sebab ini hasil penelitian ilmiah. Membaca juga bisa menyembuhkan penyakit lupa yang disebut alzeimer.

Membaca dan menulis juga salah satu cara menghadapi situasi berat. Lihat aja anne frank-gadis kecil yang disekap di kamp NAZI. Bung hatta, dan moctar lubis. Mereka berhasil mengatasi tekanan berat kamar-kamar sempit penjara dengan menuliskan apa yang mereka alami. Hal tersebut juga diterapkan kawan2 NGO/LSM untuk mengatasi trauma pada korban konflik, tsunami dan kekerasan,dll.

2. membaca cara mudah&murah menjelajahi dunia

Buku winnetou yang ditulis karl may, penulis jerman yang hidup pada 1842-1912, konon ditulis berdasarkan buku-buku yang dibacakannya. Membacanya, kita serasa bertemu langsung dengan winnetou, sang pahlawan suku indian di amerika. Membaca menjadi cara termudah dan termurah menjelajahi dunia untuk menjumpai hal-hal baru yang mencengangkan dan mengetarkan di belahan dunia lain. Modal utamanya untuk menjelahi dunia Cuma niat dan waktu (itukan gratis). Soal buku? Ah, gampang pustaka kan banyak, kalo gak pinjam dulu ma kawan.

3. membaca menguatkan imajinasi

Jangan kita pikir einstein sedang mengigau waktu ngomong, “imajinasi lebih penting dari pengetahuan”. Sama sekali nggak. ilmuwan fisika itu sadar dan serius seratus persen. Tanpa imajinasi, pengetahuan tak berkembang, kebudayaan menjadi kering. Imajinasilah yang mendorong kita untuk berfikir. Imajinasi juga memperjelas apa yang menjadi visi.membaca akan memperkaya lorong-lorong imajinasi kita.

4. membaca dan menulis mampu menenangkan diri

Kesal, memang. Kita tak bisa memilih dan tak kuasa menolak persoalan. Lagak si persoalan pun mengesalkan, seperti tamu agung aja, meski sebenarnya kita tak sudi menerimanya. Sialnya, setiap hari, bahkan setiap detik, ada saja persoalan datang. Jadi, tak ada lain memang, selain menerima dan menyelesaikannya.

Nah dengan membaca-menulis kita bisa menumpahkan perasaan yang terjadi pada kita, melihat perkara sebenarnya. Malahan tak jarang akhirnya menemukan penyelesaian yang ternyata tidak rumit-rumit amat, sederhana aja. Sehingga kita menjadi tenang kan.

5. membaca dan menulis membuat kantong tebal

JK Rowling, penulis novel serial harry potter, mendadak kaya raya sampai 35 triliun rupiah sejak novel tersebut terbit pertama kali tahun 1997. Selain dia banyak pula penulis indonesia yang jadi kaya raya karena menulis antara lain Ayu Utami, Dewi Lestari, Seno Gumira, Andrea Hirata, dll.

Di Yogya, seorang siswa SMP bernama Attaka, sudah punya penghasilan sendiri setelah berhasil menulis dua novel yaitu misteri terbunuhnya penggemar harry porter dan misteri pedang skin head.

Bukan Cuma menulis yang bisa mengundang harta. Membaca juga. Orang-orang sukses, entah sutradara, wartawan, dokter, ilmuwan, teknisi, dll. Jauh sebelumnya pasti sudah rakus membaca. Anak SMP aja bisa ! kenapa kita mahasiswa nggak bisa menulis?

Oke, kita sepakat gak mulai menulis dari sekarang?

Hai kawan mahasiswa/I, sekali lagi menulislah,,,Dalam kepala kita, gagasan ibarat lalu lintas yang sembraut. Nah, susunlah dengan tulisan. Tidak usah pakek kata-kata yang indah, atau puitis dan menarik. Yang penting tulis saja gagasan yang muncul di kepala mu. Yang penting kamu bisa mengerti sewaktu membacanya. Menulis juga menjaga wawasan di kepala tidak menguap begitu saja. Kita bisa membacanya lagi dan menambahkan dengan hal-hal baru. Iseng-iseng, pamerkan tulisan kepada orang lain lewat publikasi keteman terdekat anda atau publikasi di mading. Tidak perlu berkecil hati kalau ada kritikan ….telan aja semua kritikan biar kamu tambah banyak wawasan. Siapa tau gara-gara mencoba menulis dapat menambah uang jajan suatu hari nanti.

Pokoknya semua kita bisa jadi penulis (belive 4 you)…. senang, sedih, bad mood, sial, beruntung (tulislah) ada daun jatuh (tulislah), ada panen di sawah (tulislah), anda kuliah di Unsyiah (tulislah), ada anak nangis (tulislah). ada ada saja (tulislah), isu terhangat badan hukum pendidikan “BHP”, Boikot Produk yahudi (tulislah), kalau nggak ada mana ada (tulislah), Pokoknya tulislah apa yang ada lihat, anda dengar, anda rasa….good luck.

Klik disini untuk melanjutkan »»
 
Namablogkamu is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com | Distributed by Blogger Templates