earth bending - water bending - fire bending - wind bending

2.05.2009

SEMAKIN MEMBACA AKU TAMBAH BODOH

. 2.05.2009


By : corat-coret

No : 01/corat-coret/I/20009

Hai kawan-kawan&abang2 mungkin aktivitas membaca&menulis adalah aktivitas yang sangat membosankan ya?…setuju…setuju…setuju…

Sudah berapa tahun kita sekolah (+-12 tahun), pesantren abistu kuliah????kayaknya sudah lama banget ya……untuk apa sih ???? tentunya untuk mencari ilmu, kawan ato gelar??? Ya tu sih terserah ma lo yang mana kamu pilih…..tapi saya mohon maaf kalo da pemahaman berbeda tentang membaca dan menulis karena semakin banyak membaca dan menulis aku pikir tambah bodoh diriku…..(semoga kalian nggak ya…)

kebanyakan kita membaca&menulis ketika diberikan sebuah beban atau dengan kata lain terpaksa. percaya atau tidak amatilah kapan kita ke pustaka untuk membaca buku perkuliahan,dll? (Pasti ketika dosen memberikan Tugas, PR, Menjelang midterm, menjelang final). Kapan kita membutuhkan tulisan? (pasti ketika mengikuti proses perkuliahan baik ketika proses belajar dan mengajar atau untuk menyelesaikan proses tugas dari dosen, dll).

Tau gak aku dah lama mau menuruti belajar dengan baik, membaca dengan baik, menulis dengan baik, rupanya membaca tu membuat aku nampak bodoh di depan diri ku sendiri, apalagi di depan orang lain percaya ato gak ni hasil riset gila ku…BANYAK BACA BANYAK BODOHKU, SEDIKIT BACA SEDIKIT BODOH KU, TIDAK PERNAH MEMBACA TIDAK PERNAH BODOHKU…..artinya bahwa kalo kita banyak baca akan tampak bahwa ilmu kita sangat sedikit. Makin kita baca makin banyak ilmu baru yang lebih membingungkan dan menakjubkan…

Padahal otak kita juga membutuhkan gizi seperti otot dan badan kita yang perlu disuplai makanan dan minuman serta olahraga untuk melaksanakan bermacam-macam aktivitas fisik untuk sehat. Selain protein otak juga membutuhkan jenis gizi yang lain, yaitu: informasi dengan cara membaca dan menulis …HATI-HATI! KEKURANGAN GIZI UNTUK OTAK MEMBUAT KITA RAWAN TERSERANG “OTAK TUMPUL” ATAU “OTAK BAKWAN”

Ada beberapa alasan yang dapat membuat kita mau rajin membaca dan menulis, yaitu:

1.membaca dan menulis itu menyehatkan diri

Pikun, inilah momok semua orang, karena ia pasti datang. Tapi tenang aja kawan, ada cara mudah supaya pikun dapat ditolak, paling tidak dimundurkan jadwalnya. Yaitu dengan membaca. Ne, bukan omong kosong, sebab ini hasil penelitian ilmiah. Membaca juga bisa menyembuhkan penyakit lupa yang disebut alzeimer.

Membaca dan menulis juga salah satu cara menghadapi situasi berat. Lihat aja anne frank-gadis kecil yang disekap di kamp NAZI. Bung hatta, dan moctar lubis. Mereka berhasil mengatasi tekanan berat kamar-kamar sempit penjara dengan menuliskan apa yang mereka alami. Hal tersebut juga diterapkan kawan2 NGO/LSM untuk mengatasi trauma pada korban konflik, tsunami dan kekerasan,dll.

2. membaca cara mudah&murah menjelajahi dunia

Buku winnetou yang ditulis karl may, penulis jerman yang hidup pada 1842-1912, konon ditulis berdasarkan buku-buku yang dibacakannya. Membacanya, kita serasa bertemu langsung dengan winnetou, sang pahlawan suku indian di amerika. Membaca menjadi cara termudah dan termurah menjelajahi dunia untuk menjumpai hal-hal baru yang mencengangkan dan mengetarkan di belahan dunia lain. Modal utamanya untuk menjelahi dunia Cuma niat dan waktu (itukan gratis). Soal buku? Ah, gampang pustaka kan banyak, kalo gak pinjam dulu ma kawan.

3. membaca menguatkan imajinasi

Jangan kita pikir einstein sedang mengigau waktu ngomong, “imajinasi lebih penting dari pengetahuan”. Sama sekali nggak. ilmuwan fisika itu sadar dan serius seratus persen. Tanpa imajinasi, pengetahuan tak berkembang, kebudayaan menjadi kering. Imajinasilah yang mendorong kita untuk berfikir. Imajinasi juga memperjelas apa yang menjadi visi.membaca akan memperkaya lorong-lorong imajinasi kita.

4. membaca dan menulis mampu menenangkan diri

Kesal, memang. Kita tak bisa memilih dan tak kuasa menolak persoalan. Lagak si persoalan pun mengesalkan, seperti tamu agung aja, meski sebenarnya kita tak sudi menerimanya. Sialnya, setiap hari, bahkan setiap detik, ada saja persoalan datang. Jadi, tak ada lain memang, selain menerima dan menyelesaikannya.

Nah dengan membaca-menulis kita bisa menumpahkan perasaan yang terjadi pada kita, melihat perkara sebenarnya. Malahan tak jarang akhirnya menemukan penyelesaian yang ternyata tidak rumit-rumit amat, sederhana aja. Sehingga kita menjadi tenang kan.

5. membaca dan menulis membuat kantong tebal

JK Rowling, penulis novel serial harry potter, mendadak kaya raya sampai 35 triliun rupiah sejak novel tersebut terbit pertama kali tahun 1997. Selain dia banyak pula penulis indonesia yang jadi kaya raya karena menulis antara lain Ayu Utami, Dewi Lestari, Seno Gumira, Andrea Hirata, dll.

Di Yogya, seorang siswa SMP bernama Attaka, sudah punya penghasilan sendiri setelah berhasil menulis dua novel yaitu misteri terbunuhnya penggemar harry porter dan misteri pedang skin head.

Bukan Cuma menulis yang bisa mengundang harta. Membaca juga. Orang-orang sukses, entah sutradara, wartawan, dokter, ilmuwan, teknisi, dll. Jauh sebelumnya pasti sudah rakus membaca. Anak SMP aja bisa ! kenapa kita mahasiswa nggak bisa menulis?

Oke, kita sepakat gak mulai menulis dari sekarang?

Hai kawan mahasiswa/I, sekali lagi menulislah,,,Dalam kepala kita, gagasan ibarat lalu lintas yang sembraut. Nah, susunlah dengan tulisan. Tidak usah pakek kata-kata yang indah, atau puitis dan menarik. Yang penting tulis saja gagasan yang muncul di kepala mu. Yang penting kamu bisa mengerti sewaktu membacanya. Menulis juga menjaga wawasan di kepala tidak menguap begitu saja. Kita bisa membacanya lagi dan menambahkan dengan hal-hal baru. Iseng-iseng, pamerkan tulisan kepada orang lain lewat publikasi keteman terdekat anda atau publikasi di mading. Tidak perlu berkecil hati kalau ada kritikan ….telan aja semua kritikan biar kamu tambah banyak wawasan. Siapa tau gara-gara mencoba menulis dapat menambah uang jajan suatu hari nanti.

Pokoknya semua kita bisa jadi penulis (belive 4 you)…. senang, sedih, bad mood, sial, beruntung (tulislah) ada daun jatuh (tulislah), ada panen di sawah (tulislah), anda kuliah di Unsyiah (tulislah), ada anak nangis (tulislah). ada ada saja (tulislah), isu terhangat badan hukum pendidikan “BHP”, Boikot Produk yahudi (tulislah), kalau nggak ada mana ada (tulislah), Pokoknya tulislah apa yang ada lihat, anda dengar, anda rasa….good luck.

4 komentar:

Erik mengatakan...

Aktifitas membaca juga ternyata memperlambat kepikunan. Karena dengan membaca syaraf-syaraf di otak kita mendapat stimulus, sehingga tidak cepat mati.

KABASARAN mengatakan...

Makan aja tiga kali sehari harus ada BAB-nya kok ..apa lagi kalau sepanjang hidup membaca ( beri makan otak ) trus ngak pernah nulis ( BAB-nya otak ) .. he..he..he apa ngak pecah tuh kepala .... jadi emang betul .. ajakan anda benar sekali ... ayo mari menulis

Wodang mEy mengatakan...

yup! menulislah.. selagi masih bisa menulis coz tar klo dah mati, gak da yang bis dituliskan lagi...
akan banyak yang bisa kita tulis jika kita juga banyak membaca.. mari cerdaskan bangsa dengan membaca... (hehehe... comment apa'an niyy...) isenk ja amma... bolos kuliah, dosennya gak dtg...

Rois mengatakan...

wah thanks mas atas pemberitahuannya... soalnya ku lagi TO untuk persiapan UAN.... ternyata membaca itu ada juga kelemahannya ya... dan menulis lebih meyakinkan darpada membaca, patut dicoba tuh...

 
Namablogkamu is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com | Distributed by Blogger Templates