earth bending - water bending - fire bending - wind bending

6.30.2009

al kabair- dosa dosa besar

. 6.30.2009
0 komentar


Buku ini ditulis oleh seorang ulama di abad kedelapan Hijriyah. Beliau adalah Syamsuddin Muhammad bin Qaimaz At-Turkumani, Al-Fariqi, Ad-Dimasqi, Asy-Syafi'i, yang populer dengan sebutan Adz-Dzahabi.

Al-Imam Adz-Dzahabi sangat terkenal dan meninggalkan warisan ilmiyah yang luar biasa banyak dan dituangkan dalam karya tulisnya yang mencapai sembilan puluh buku dalam berbagai bidang seperti hadits, sejarah, biografi para ulama dan lain-lain. Diantara buku-buku beliau yang terkenal adalah Tarikhul-Islam, Siyarun-Nubala', Mizanul I'tiqad, dan lain-lain.

Kitabul Kabair adalah termasuk buku beliau yang terkenal dan banyak dirujuk. Buku ini menyodorkan antara peringatan, nasehat dan terapi bagi permasalahan-permasalahan yang menimpa umat untuk kemaslahatan dunia akherat. Yakni tentang dosa-dosa besar, masalah-masalah haram, dan larangan-larangan, yang bila kita tidak tahu sangat mudah untuk menerjang.

Di dalam kitabNya yang mulia Allah Ta'ala menjamin bahwa barangsiapa menajuhi dosa-dosa besar dan larangan-larangan-Nya akan dihapus kesalahan-kesalahan dan dosa-dosa kecilnya. Allah berfirman,
"Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kamu masukkan kamu ke tempat yang mulia(surga)." (QS. 4:31)

Boleh jadi kemudian kita akan bertanya apakah dosa-dosa besar itu?

Kita mendapatkan para ulama berbeda pendapat tentang dosa-dosa besar itu; di antara mereka da yang mengatakah tujuh. Dalil yang menguatkan pendapat ini adalah sabda Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam:
"Jauhilah oleh kalian tujuh dosa yang membinasakan." Ditanyakan kepada beliau, "Apa saja ya Rasulullah?" Nabi menjawab, "Syirik terhadapa Allah, Sihir, membunuh jiwa (manusia) yang dilarang Allah selaian dengan dasar yang dibenarkan (oleh agama), memakan harta anak yatim, memakan riba, berpaling mundur di sat perang, dan menuduh zina terhadapa wanita-wanita beriman (Muttafaqun Alaihi)"

Akan tetapi, sebenarnya hadits di atas bukannya membatasi dosa-dosa besar dengan jumlah tujuh. Pengertiannya adalah bahwa barangsiapa melakukan biang dosa-dosa ini, di mana pada dosa-dosa tersebut terdapat hukuman hudud di dunia, sebagaimana membunuh, zina, dan mencuri, atau terdapat ancaman berupa siksaan dan murka di akhirat, atau pelakunya mendapatkan laknat melalui lisan Nabi kia Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam, itulah dosa-dosa besar. Pengertian inilah yang dipegang oleh penulis kitab ini, yakni dosa besar adalah semua jenis kemaksiatan yang padanya berlaku hukum hudud di dunia atau ancaman di akhirat,dan kemudian beliau mengangkat tujuh puluh masalah (dosa).

Penulis (Adz-Dzahabi) memulai pembahasan dari dosa besar yang paling besar yakni syirik kepada Allah yang dapat menyebabkan pelakunya kekal di neraka, ditolak semua amalnya dan tidak akan pernah diampuni selama-lamanya. Kemudian memasukkan masalah seperti membunuh, sihir, meninggalkan shalat, tidak mengeluarkan zakat, buka puasa di bulan ramadhan tanpa udzur, mendurhakai orang tua, mengadu domba, ingkar janji, dan lain sebagainya yang berjumlah tujuh puluh. Adapun masalah terakhir yang disampaikan adalah tentang menghina shahabat nabi.

Dalam buku Al-Kabair ini, tergambar bahwa Adz-Dzahabi sangat peduli terhadap berbagai kemaslahatan, pelurusan aqidah serta moral manusia. Disajikan dengan gaya bahasa ilmiyah yang sangat mudah. Dapat dibaca oleh kalangan awam maupun ulama. Sangat cocok sebagai peringatan bagi orang yang lengah dan bingung, disamping sebagai rambu-rambu pemandu jalan menuju keridhaanNya.


KRITERIA DOSA BESAR MENURUT Al-QUR'AN DAN HADIS
Oleh : Burhan Djamaluddin

Di dalam ajaran Islam, dikenal adanya dosa besar dan dosa kecil. Namun tidak didapati rincian dalam al-Qur'an dan Hadis, dua sumber agama Islam, tentang kesalahan apa saja yang dikategorikan dosa besar dan dosa kecil.

Dalam al-Qur'an, misalnya surat al-Nisa' ayat 37, dan surat al-Najm ayat 32, disebut kata kaba'ir dan kaba'ir al-ism. Menurut Muhammad Fuad Abd al-Baqi, hanya 3 ayat dalam al-Qur'an yang mengandung kata kaba'ir atau kaba'ir al-ism. Dalam ayat-ayat itu, yang disebut kaba'ir tidak jelas. Kata kaba'ir atau kaba'ir al-ism, yang biasanya diterjemahkan dengan dosa besar dan muncul dalam al-Qur'an sebanyak 3 kali itu, semuanya tidak menyebut kesalahan apa saja yang disebut dosa besar.

Hadis, yang fungsinya antara lain menjelaskan yang masih umum dalam al-Qur'an, tidak banyak membantu kita untuk dapat memahami kesalahan apa saja yang disebut dosa besar. Dalam Hadis, justeru yang terungkap hanya dosa-dosa yang paling besar diantara dosa-dosa besar (akbar al-kaba'ir), yaitu syirik, durhaka kepada kedua orang tua, saksi palsu, mundur dari medan perang melawan orang kafir, dan sihir. Jika ada dosa paling besar, tentu ada dosa besar dan dosa kecil. Dengan demikian, perincian dosa-dosa besar belum jelas adanya. Bahkan, ungkapan-ungkapan dalam al-Qur'an atau Hadis yang mengacu kepada arti dosa-dosa besar belum jelas. Oleh karena itu, tulisan ini mencoba mengungkap kriteria-keriteria dosa besar, baik melalui sumber pertama (al-Qur'an) maupun sumber kedua (Hadis) Rasulullah, dengan cara menelusuri istilah atau ungkapan yang digunakan dalam dua sumber ajaran Islam tersebut.

Sebelum dicoba diuraikan ungkapan-ungkapan yang mengacu kepada arti dosa besar dalam al-Qur'an dan Hadis, terlebih dahulu dikemukakan beberapa ungkapan yang biasa diterjemahkan dengan arti dosa dalam bahasa Indonesia.

Istilah-Istilah Dosa Dalam Al-Qur'an

Dalam al-Qur'an, terdapat sejumlah istilah atau kata yang biasa diterjemahkan dengan dosa dalam bahasa Indonesia. Istilah-istilah tersebut ,misalnya: al-itsm, al-zanb, al-khith'u, al -sayyi'at dan al-hub.

Kata al-itsm dengan berbagai bentuk kata jadiannya, menurut perhitungan Muhammad Fuad 'Abd al-Baqi, muncul sebanyak 44 kali dalam al-Qur'an. Menurut Lewis Ma'luf, kata al-itsm, berarti 'amila ma la yahillu (mengerjakan sesuatu yang tidak halal atau tidak dibolehkan agama). Makna kata al-itsm, seperti diungkap Lewis Ma'luf, umum sekali, yaitu mencakup semua amal yang dilarang agama. Padahal al-Qur'an, ketika menunjuk hal-hal yang dilarang agama, misalnya zina, mengungkapnya dengan kata fahisyat. Jadi, tidak selamanya hal-hal yang dilarang agama disebut al-itsm oleh al-Qur'an. Berbeda dengan Lewis Ma'luf, Al-Raghib al-Asfahani, salah seorang pakar bahasa al-Qur'an, mengemukakan bahwa kata al-itsm berarti sebutan bagi perbuatan-perbuatan yang menghambat tercapainya pahala. Dengan kata lain, al-itsm adalah sebutan bagi tindakan yang menghambat terwujudnya kebaikan.

Berbeda dengan Lewis Ma'luf dan al-Asfahani, al-Maraghi (penulis tafsir al-Maraghi), mengatakan bahwa al-itsm sama dengan al-zanb. Sesuatu perkataan atau tindakan baru dapat disebut al-itsm, demikian al-Maraghi, bila mendatangkan bahaya yang menimpa jasmani, jiwa, akal, dan harta benda (materi). Ibn Mandhur, penulis kamus Lisan al-Arab, lebih khusus lagi mengartikan al-itsm dengan al-khamar. Alasan yang dikemukakan Ibn Mandhur ialah bait syair Arab yang berbunyi "syaribtu al-itsm hatta dlalla 'aqliy, kazalika al-itsm tazhabu bi al-'uqul" (saya meminum al-ism, "al-khamar", maka ingatanku hilang. Memang khamar dapat menghilangkan ingatan).

Dalam al-Qur'an, terdapat dua tindakan yang dapat dikategorikan al-itsm, yakni meminum khamar dan bermain judi, seperti yang terdapat dalam surat al-Baqarah ayat 219. Memang, mengartikan al-itsm dengan sesuatu yang menghambat perbuatan baik, mendatangkan bahaya, dan bahkan secara eksplisit sama dengan khamar, seperti yang dilakukan oleh ibn Mandhur, tidak jauh dari hakikat kata al-itsm, seperti yang ditunjukkan oleh al-Qur'an. Seseorang yang meminum khamar dan bermain judi, misalnya, dapat mengganggu aktifitas yang positif, dapat membahayakan kesehatan jasmani dan rohani,dan dapat menimbulkan perbuatan-perbuatan negatif lainnya.

Dari sejumlah kata al-itsm yang muncul dalam al-Qur'an, terlihat bahwa kata al-ism digunakan untuk menyebut pelanggaran yang memiliki efek negatif dalam kehidupan seseorang dan masyarakat.

Kata al-zanb dengan berbagai bentuk kata jadiannya disebut sebanyak 48 kali dalam al-Qur'an. Menurut Lewis Ma'luf, kata al-zanb berarti tabi'ahu falam yufarriq israh (menyertai dan tidak pernah berpisah). Kata al-zanab yang dirangkai dengan binatang, misalnya zanab al-hayawan berarti ekor binatang. Ekor binatang biasanya terletak di belakang, dekat dengan tempat keluarnya kotoran. Ekor, kalau begitu, menggambarkan keterbelakangan atau kehinaan. Ungkapan zanab al-qawm berarti masyarakat terkebelakang. Dengan demikian dapat dipahami bahwa ungkapan al-zanb yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan dosa, ditujukan kepada perbuatan-perbuatan yang mengandung nilai kehinaan dan keterbelakangan, seperti letak ekor binatang yang dekat dengan tempat keluarnya kotoran.

Diantara 48 kata al-zanb yang muncul dalam al-Qur'an adalah terdapat dalam surat Ali Imran ayat 135. Dalam ayat ini, Allah menjelaskan bahwa orang-orang yang meminta ampun dari dosa (al-zanb), karena mengerjakan fahisyat, maka Allah akan mengampuni dosa mereka. Kata fahisyat berarti al-zina atau ma yusytaddu qubhuh min al-zunub (dosa yang paling jelek atau paling besar). Dengan demikian, dapat dipahami bahwa kata al-zanb mengacu juga kepada perbuatan dosa yang paling jelek termasuk zina. Apalagi, diantara ulama tafsir, misalnya al-Maraghi, memang mengartikan kata fahisyat dalam ayat itu dengan arti zina.

Tindakan lain yang dikatakan al-zanb oleh al-Qur'an adalah mengubur hidup-hidup anak perempuan, seperti yang dilakukan masyarakat Jahiliyah. Tindakan mereka disebutkan dalam surat al-Takwir ayat 9. Perbuatan masyarakat Jahiliyah seperti diungkap dalam ayat itu termasuk perbuatan keji, sebab tindakan itu tidak mengenal perikemanusiaan sama sekali. Dalam Islam, merusak tubuh manusia yang telah meninggal, jika tidak ada kepentingan keilmuan atau kepentingan lain, diketegorikan dosa, apalagi mengubur hidup-hidup manusia.

Mendustakan ayat-ayat Allah diungkap pula dengan kata al-zanb, seperti terdapat dalam surat al-Anfal ayat 54. Hal ini, menurut pandangan Allah, karena dosa mendustakan ayat-ayat Allah termasuk dosa paling besar. Dalam ajaran Islam, puncak ajaran agama adalah tauhid (mengesakan Allah). Oleh karena ajaran tauhid paling penting dalam ajaran Islam, maka orang-orang yang menganggap Allah memiliki anak, seperti dalam surat al-Maidah ayat 18, dikatakan sebagai orang berdosa besar.

Dari sekian banyak ayat yang mengadung kata al-zanb dalam al-Qur'an, dapat dipahami bahwa kata al-zanb digunakan untuk menyebut dosa terhadap Allah dan dosa terhadap sesama manusia. Kebanyakan kata al-zanb muncul dalam bentuk yang sangat umum, sehingga tidak dapat diketahui apakah dosa yang ditunjukkannya termasuk dosa besar atau dosa kecil. Untuk mengetahui besar kecilnya dosa yang ditunjuk oleh kata al-zanb harus didukung oleh petunjuk lain yang terdapat dalam konteks ayat yang memuat kata al-zanb itu, atau petunjuk dari Hadis Rasulullah.

Al-khith'u juga termasuk salah satu kata yang sering diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan arti dosa. Bentuk kata kerja madli (kata kerja lampau) dari kata al-khith'u ialah khati'a. Penggunaan kata khathi'a fi dinih berarti salaka sabila khatha'in amidan aw ghaira amidin (mengikuti jalan yang salah, baik disengaja maupun tidak disengaja). Nampaknya, kata al-khith'u ini dianggap sama dengan kata al-zanb oleh Lewis Ma'luf. Namun, Lewis menambahkan pendapat lain bahwa al-khith'u khusus digunakan untuk mengungkap kesalahan yang tidak disengaja.

Berbeda dengan Lewis, al-Raghib al-Asfahani, mengartikan kata al-khith'u dengan arti melenceng dari arah yang sebenarnya. Pengertian melenceng seperti diungkap al-Asfahani ini, memiliki beberapa kemungkinan. Pertama, niat mengerjakan sesuatu yang salah, kemudian benar-benar dikerjakan. Kesalahan seperti ini dinamakan al-khith'u al-tamm (betul-betul salah). Kedua, niat mengerjakan sesuatu yang boleh dikerjakan tetapi yang dikerjakan justru sebaliknya. Dengan kata lain, benar niatnya, tetapi tindakannya salah. Ketiga, niat mengerjakan yang tidak boleh dikerjakan, tetapi yang dilakukan sebaliknya, yaitu mengerjakan perbuatan yang boleh dilakukan. Yang disebut ketiga ini, salah niatnya tetapi benar tindakannya. Kata al-khith'u dalam al-Qur'an, menurut perhitungan Muhammad Fu'ad Abd al-Baqi, muncul sebanyak 22 kali. Diantara kata al-khith'u yang muncul dalam al-Qur'an ialah dalam surat al-Isra' ayat 31. Kata al-khith'u dalam ayat ini dirangkai dengan kata kabiran (besar). Kata kabiran adalah sifat dari kata al-khith'u, sehingga rangkaian dua kata yang disebut terakhir ini berarti dosa besar. Dengan demikian, kata al-khith'u dalam ayat ini dapat diterjemahkan sebagai dosa besar jika dirangkai dengan kata kabiran.

Dari sekian banyak ayat al-Qur'an yang mengandung kata al-khith'u dapat dipahami bahwa kata ini digunakan untuk menyebut dosa yang cukup bervariasi, misalnya dosa terhadap Allah, dan dosa terhadap sesama manusia. Juga dapat dipahami bahwa al-Qur'an, ketika menggunakan kata al-khith'u atau al-khathiat, tidak menjelaskan secara tersurat, apakah dosa yang ditunjukkannya dosa besar atau dosa kecil. Untuk membedakan dosa yang ditunjukkannya, dibutuhkan petunjuk lain, seperti adanya kata kabiran dalam ayat 31 surat al-isyra' yang dikutip di depan.

Seperti disebut di depan, kata al-sayyi'at juga termasuk kata yang diterjemahkan dalam bahasa Indoenesia dengan arti dosa. Kata ini dengan segenap kata jadiannya, menurut perhitungan Muhammad Fu'ad 'Abd al-Baqi, muncul sebanyak 167 kali. Seorang pakar bahasa al-Qur'an, al-Raghib al-Asfahani, mengartikan kata al-sayyi'at atau al-su' dengan kullu ma yaghummu al-insan min al-umur al-dunyawiyyat wa al-ukhrawiyyat wa min al-ahwal al-nafsiyyat wa al-badaniyyat wa al-kharijat min fawat malin wa jahin wa faqd hamim (segala sesuatu yang dapat menyusahkan manusia, baik masalah keduniaan maupun masalah keakhiratan, atau baik masalah yang terkait dengan kejiwaan atau jasmani, yang diakibatkan oleh hilangnya harta benda, kedudukan dan meninggalnya orang-orang yang disayangi).

Ternyata kata al-sayyi'at yang muncul dalam al-Qur'an, semuanya merujuk kepada arti yang disebutkan al-Asfahani tersebut. Dalam al-Qur'an, surat Thaha ayat 22, dikatakan bahwa Tuhan memerintahkan Nabi Musa untuk memasukkan tangannya ke ketiaknya, niscaya tangan Nabi Musa akan keluar menjadi putih cemerlang tanpa cacad. Hal itu sebagai mu'jizat lain yang dimiliki Nabi Musa dari Tuhannya. Kata al-su', dalam ayat ini berarti penyakit, yaitu al-barash (belang), yang banyak menimpa tangan, penyakit yang selalu menyusahkan orang yang ditimpanya. Oleh karena itu, sangat tepat bila kata al-su' diartikan juga dengan al-huzn (susah). Sesuatu hal yang jelek juga dikatakan al-su', dan karena itu kata al-su' dalam hal ini dilawankan dengan al-husna (baik), dan al-sayyiat dilawankan dengan kata al-hasanat, seperti terdapat dalam surat al-Nisa' ayat 79.

Dalam al-Qur'an, perbuatan-perbuatan yang dikategorikan al-su antara lain: perzinaan (Surat al-Nisa' ayat 22), menjadikan syetan sebagai teman (surat al-Nisa' ayat 38), mengubur hidup-hidup anak perempuan seperti yang dilakukan masyarakat Jahiliyah (surat al-Nisa' ayat 58-59). Dari sekian banyak kata al-su' atau al-sayyi'at yang muncul dalam al-Qur'an, kelihatannya tidak selalu mengacu kepada arti dosa besar (seperti yang disebutkan dalam Hadis Rasulullah) atau dosa kecil. Terkadang kata al-su' digunakan untuk menyebut dosa besar, seperti zina (surat al-Isra' ayat 32), membunuh anak perempuan hidup-hidup (surat al-Nahl ayat 59), dan sebagainya. Terkadang juga kata al-su' ada yang mengacu kepada dosa kecil, seperti yang muncul dalam surat al-Nisa' ayat 31. Disamping itu, ada lagi kata al-su' dalam al-Qur'an yang tidak jelas mengacu kepada dosa besar atau dosa kecil, seperti yang muncul dalam surat al-A'raf ayat 95, surat al-Ra'd ayat 6, surat Yunus ayat 28, surat al-Naml ayat 90, surat Ghafir ayat 40, dan lain-lain.

Kata al-hub, yang diterjemahkan dengan arti dosa, muncul dalam al-Qur'an sebanyak satu kali, yaitu dalam surat al-Nisa' ayat 2. Menurut al-Asfahani, kata al-hub sama dan sinonim dengan kata al-itsm. Oleh karena kata al-hub ini muncul hanya satu kali dalam al-Qur'an, tidak dapat diketahui berbagai makna yang timbul dari kata tersebut, apakah ia mengacu kepada arti dosa besar atau dosa kecil, atau dosa secara umum. Khusus dalam surat al-Nisa' ayat 2 di atas, karena kata al-hub dirangkai dengan kata kabiran, maka rangkaian itu diterjemahkan dengan dosa besar.

Kriteria Dosa Besar

Tidak mudah untuk menentukan kriteria dosa besar dalam al-Qur'an. Kesulitan itu tetap terasa, walaupun istilah-istilah yang biasa diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dengan dosa telah dijelaskan sebelum ini. Diantara lima istilah tersebut, tidak satu pun yang secara eksplisit dapat diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan dosa besar. Bila al-Qur'an menyebut dosa besar, maka istilah-istilah tersebut dirangkai dengan kata kabir atau adim (dua kata yang berarti besar). Oleh karena itu, ditemukan rangkaian kata-kata: isman adiman, isman kabiran, zanban adiman, khith'an kabiran, atau huban kabiran, untuk merujuk dosa-dosa besar. Dengan demikian, jika ditemukan kata ism, zanb, khith' saja, maka tidak dihukumi sebagai dosa besar, tanpa melihat indikator lain yang dapat mengantarkan kita memahaminya sebagai dosa besar.

Sebagai dikatakan di atas, Hadis pun tidak banyak membantu kita menjelaskan kekaburan itu. Yang disebut dalam Hadis hanyalah dosa-dosa terbesar diantara dosa-dosa besar. Sedangkan dosa besar itu sendiri masih kabur. Setelah tidak jelas macam-macam dosa besar, menurut al-Qur'an dan Hadis, maka ijtihadlah yang harus difungsikan untuk mengetahui macam-macam dosa besar. Oleh karena dasar untuk mengetahui dosa besar itu ijtihad, maka hasilnya menjadi relatif. Jika dampak negatif yang ditimbulkan suatu tindakan pelanggaran dijadikan tolok ukur untuk mengetahui dosa besar, kesulitan yang ditemui ialah bahwa dampak negatif itu sendiri relatif juga. Suatu pelanggaran, yang dianggap oleh seseorang memiliki dampak yang relatif cukup besar bagi dirinya, belum tentu dirasakan sebagai hal yang sama oleh orang lain. Dalam menyelesaikan problem ini, akan digunakan tolok ukur lain, yaitu istilah apa yang digunakan al-Qur'an ketika mengancam pelanggar suatu aturan. Tentu yang dianalisa adalah bahasa yang digunakan oleh al-Qur'an atau Hadis tersebut.

Berdasarkan tolok ukur kebahasaan itu, dosa besar menurut al-Baruzi, seperti dikutip al-Ghimari setidak-tidaknya ada lima belas kategori, yaitu dosa besar yang diancam dengan hukuman had, dosa besar yang ditandai dengan ungkapan "fahisyah", dosa besar karena pelanggaran yang dilakukan termasuk perbuatan syetan, dosa besar karena Allah tidak menyenangi tindakan itu termasuk pelakunya, dosa besar karena pelaku dosa diancam dengan laknat, dosa besar karena Allah marah terhadap pelakunya, dosa besar ditandai dengan ungkapan "shalat yang dikerjakan seseorang ditolak Allah", dosa besar karena pelakunya dikecam sebagai orang merugi, dosa besar ditandai dengan ungkapan "bukan dari golongan kami", dosa besar ditandai dengan ungkapan "Allah menutup pintu taubat bagi pelaku dosa", dosa besar ditandai dengan ungkapan "kemaksiatan menghabiskan kebaikan", dosa besar ditandai dengan ancaman wayl, dosa besar karena tindakan itu membatalkan amalan shaleh, dosa besar ditandai dengan ungkapan "Allah tidak menyenangi pelaku dosa", dan dosa besar ditandai dengan ungkapan "tidak perlu ditanyakan resiko yang akan diterima pelaku dosa". Macam-macam dosa besar yang dikemukakan al-Baruzi tersebut, tidak dijelaskan semua di sini, karena disamping tidak memungkinkan dari segi tempat yang disediakan, juga karena sebagian besar dari dosa-dosa tersebut, sudah disebutkan dalam Hadis Rasulullah, bahkan ada yang termasuk dosa terbesar. Oleh karena itu hanya sebagian saja yang akan diuraikan di sini.

1. Dosa Besar Karena Diancam Dengan Hukuman Had.

Terdapat sejumlah ayat al-Qur'an yang mengancam sebuah pelanggaran dengan hukuman had, misalnya surat al-Baqarah ayat 178. Ayat ini membicarakan hukuman had bagi pembunuh, atau terkenal dengan qishash. Secara eksplisit, memang sudah dikatakan dalam Hadis bahwa dosa pembunuhan termasuk dosa besar. Namun, tidak semua pelanggaran yang diancam dengan hukuman had disebut oleh Hadis Rasulullah. Dalam Hadis disebutkan bahwa dosa besar karena diancam hukuman had hanyalah zina, dan saksi palsu. Padahal dosa besar dengan tolok ukur ancaman had bagi sebuah pelanggaran cukup banyak, misalnya: membunuh, zina, qazaf (tuduhan palsu), mencuri, pengacau di jalan, liwath (homo seksual) .

Kata had berasal dari kata kerja hadda. Kalimat hadda Allah 'anna al-syarra, berarti kaffahu wa sharrafahu (menjauhkan atau memalingkan). Tegasnya, Allah menjauhkan kita dari bahaya. Ungkapan hadda al-muzniba berarti aqama 'alyhi al-had bima yamna'u ghairahu wa yamna'uhu min irtikab al-zanb (menerapkan hukuman had kepada seseorang yang berbuat dosa, agar dia jera dan agar orang lain yang mengetahui hukuman tersebut dapat juga jera). Kemudian muncullah istilah had dan dalam bentuk jamaknya hudud, yang berarti hukuman yang diterapkan di dunia bagi pelanggar hukum tertentu, seperti pencurian dengan hukuman potongan tangan, zina dengan hukuman rajam, pembunuhan dengan hukuman qishash, dan sebagainya.

Hukuman bagi pembunuhan, perzinaan, qazaf, mencuri, mengacau di jalan, dan liwath (homoseksual) dikategorikan dosa besar, bukan saja karena diancam dengan hukuman had, tetapi karena dampak negatif dari tindakan- tindakan tersebut memang besar. Di sini, untuk menilai tindakan-tindakan tersebut sebagai dosa besar, bukan saja acuan kebahasaan tetapi juga acuan dampak negatif yang ditimbulkannya. Pembunuhan, misalnya, memiliki dampak negatif yang cukup besar, sebab pembunuhan tidak saja menghilangkan nyawa orang yang terbunuh. Lebih dari itu, pembunuhan dapat menambah penderitaan keluarga yang ditinggalkannya, terutama jika yang terbunuh itu orang yang menjadi tulang punggung kehidupan keluarga.

Demikian juga perzinaan, dikategorikan dosa besar, karena disamping diancam dengan hukuman had, juga karena dampak negatif yang ditimbulkan zina cukup besar. Penyakit kelamin, anak lahir tanpa orang tua sah dan hidup terlantar, cemoohan masyarakat dan masih banyak lagi yang lainnya, adalah dampak-dampak yang ditimbulkan perzinaan. Qazaf pun tidak kalah besar dampaknya bila dibandingkan dengan pembunuhan dan perzinaan. Orang yang dituduh palsu, dalam hal ini wanita baik-baik yang dituduh berzina, nama baiknya akan tercemar, termasuk nama baik keluarganya. Wanita itu juga akan dikucilkan dari masyarakat, dan akan mengalami penderitaan batin yang cukup hebat. Tidak mudah untuk memulihkan nama baiknya, dan kalaupun bisa, membutuhkan waktu yang cukup lama dan membutuhkan mental yang cukup prima. Wajar bila penuduh palsu diancam dengan hukuman berat, yaitu dipukul delapan puluh kali (hukuman had), kesaksian mereka ditolak selamanya, dan mereka dikategorikan orang fasik. Demikian juga mencuri dan mengacau di jalan, termasuk yang diancam dengan hukuman had oleh al-Qur'an. Hukuman-hukuman yang diancamkan kepada pezina, pencuri, penuduh palsu, dan pengacau di jalan tersebut cukup berat. Dengan melihat ancaman hukuman tersebut, tidak salah jika pelanggaran-pelanggaran yang diancam dengan hukuman had dikategorikan dosa besar.

2.Dosa Besar Ditandai Ungkapan "Fahisyat'.

Dosa besar dapat dikenal juga dengan adanya ungkapan fahisyat bagi tindakan pelanggaran. Diantara ayat yang menggunakan kata fahisyat untuk menunjuk suatu pelanggaran adalah ayat 15 surat al-Nisa'. Dalam ayat ini, Allah menetapkan bahwa para isteri yang dituduh mengerjakan perbuatan fahisyat, harus dibuktikan kebenarannya oleh empat orang saksi. Kata fahisyat berarti qabihat dan syani'at (jelek dan keji). Banyak mufassir menafsirkan kata fahisyat dalam ayat ini dengan arti zina. Namun dalam beberapa ayat lain, kata fahisyat muncul dalam makna yang sangat umum, misalnya dalam ayat 45 surat al-Ankabut. Dalam ayat disebut terakhir, dikatakan bahwa shalat dapat mencegah seseorang dari perbuatan fahsya' (bentuk jamak dari fahisyat). Kata fahisyat dalam ayat ini tidak dapat dipahami dengan makna zina, karena tidak ada petunjuk yang mengantarkan kita untuk dapat memahaminya dengan arti zina. Demikian pula kata fahsya' dalam ayat 169 surat al-Baqarah, ayat 28 surat al-A'raf, ayat 24 surat Yusuf, ayat 22 surat al-Nisa' dan sebagainya, muncul dengan makna yang sangat umum. Kata-kata fahsya' atau fahisyat dalam konteks seperti ini tidak dapat dipahami dengan mengacu kepada arti dosa besar atau dosa kecil. Namun pada saat tertentu, misalnya ada petunjuk yang tegas yang mengarah kepada arti dosa besar, kata fahisyat atau fahsya', dapat dijadikan dasar untuk menghukumi sebuah pelanggaran sebagai dosa besar.

3. Dosa Besar Karena Pelakunya Diancam Dengan Laknat.

Dosa besar terkadang dapat diketahui dengan adanya ungkapan lain yang digunakan al-Qur'an atau Hadis, selain yang dikemukakan di atas, yaitu pelakunya diancam dengan laknat, misalnya dalam ayat 51-52 surat al-Nisa. Dalam ayat ini, Allah menyatakan melaknat orang-orang musyrik dan orang-orang yang percaya kepada Thaghut dan orang-orang yang mengakui bahwa orang kafir Makkah lebih benar jalannya dari orang-orang beriman. Dalam ayat ini, Allah menggunakan kata "la'ana" yang, dari segi bahasa, berarti akhaza wa sabba (menyiksa dan mencaci) dan dapat juga berarti ab'adahu min al-khair (menjauhkan dari kebaikan). Lebih jauh lagi, kata la'ana berarti 'azzaba (menyiksa). Al-Maraghi mengartikan kata la'ana dengan ab'adahu min al-khayr. Dengan arti bahasa dan istilah dari kata la'ana seperti dikutip di atas, dapat dipahami bahwa kata la'ana mengakibatkan jauhnya seseorang dari kebaikan, atau tegasnya, jauhnya seseorang dari rahmat Allah. Orang yang dijauhi memang ada kemungkinan karena tidak disenangi, dan dampak dari tidak disenangi orang antara lain tidak mendapatkan kebaikan orang lain. Orang tidak disenangi dalam ayat di atas ialah orang musyrik, dan kemusyrikan termasuk dalam akbar al-kabair (salah satu dosa terbesar diantara dosa-dosa besar).

Orang-orang yang tidak disenangi Allah, seperti tercantum dalam al-Qur'an cukup bervariasi, misalnya orang-orang kafir (Qs. al-Ahzab ayat 64). Bahkan golongan ini dinyatakan secara tegas akan dimasukkan ke dalam neraka yang apinya menyala-nyala di akhirat nanti. Golongan yang tidak disenangi Allah, juga termasuk orang-orang Yahudi dan Nasrani yang telah melanggar janji kepada Allah. Hati mereka pun enggan dan kaku, serta keras bagaikan batu, sehingga tidak mau menerima ayat-ayat Allah. Bahkan lebih jauh lagi, mereka berani merubah ayat-ayat Allah (ayat al-Qur'an), seperti merubah arti dan mengurangi atau menambah huruf dan kata-kata dalam ayat al-Qur'an tersebut.

Dalam Hadis Rasulullah pun terdapat kata la'ana, yaitu sabda Rasulullah: "la'ana Allah al-rasyi wa al-murtasyi" (Allah melaknat orang yang menyuap dan yang disuap). Beberapa kata la'ana yang muncul, baik dalam al-Qur'an maupun dalam Hadis memang mengacu kepada arti dosa besar. Apalagi pelanggaran-pelanggaran yang diungkap dengan kata la'ana, dampak negatifnya memang besar, sehingga tepat bila kata la'ana digunakan sebagai dasar untuk menghukumi pelanggaran yang ditunjuknya sebagai dosa besar.

4. Dosa Besar Yang Ditandai Ungkapan "Kemaksiatan Dapat Merusak Kebaikan".

Dosa besar dalam kategori ini tidak ditemukan dalam al-Qur'an, tetapi ditemukan dalam Hadis Rasulullah. Hadis tersebut berbunyi: "Iyyakum wa al-hasad fa inna al-hasad ya'kul al-hasanat kama ta'kul al-nar al-hathab" (Jauhilah sifat hasad (dengki), sebab dengki itu dapat memakan amalan baik, sebaimana halnya api membakar kayu). Dalam kamus Arab, kata hasad digunakan, misalnya dalam ungkapan "hasada fulan ni'matahu wa 'ala ni'matihi" yang berarti "tamanna zawala ni'matih wa tahawwulaha ilayhi" (Seseorang berharap hilangnya ni'mat yang didapat orang lain, dan dapat berpindah ke tangan dia). Hasad, kalau begitu, adalah sifat yang tidak terpuji. Kemudian, bagaimana sifat hasad dapat memakan amal-amal baik, sehingga digambarkan sebagai api membakar kayu? Tidak dijelaskan oleh Rasulullah. Dapat diduga bahwa alasan hasad dapat memakan amal-amal baik, adalah karena orang kalau sudah hasad, tidak pernah merasa puas dengan nikmat yang diberikan Allah. Bahkan, nikmat Allah yang ada di tangan orang lain diusahakan pindah ke tangannya. Dalam pandangan orang hasad, kebaikan dan nikmat yang ada di tangannya selalu dirasakan kurang. Bahkan, nikmat tersebut tidak diakui eksistensinya. Jadi, sifat hasad sama dengan api yang membakar kayu. Yang tersisa hanya arang dan debu. Lama kelamaan, arang dan debu pun akan hilang tanpa bekas. Gambaran hasad dapat menghilangkan kebaikan bersifat abstrak. Proses hilangnya kebaikan oleh sifat hasad tidak dapat dilihat. Oleh karena itu, dibutuhkan perumpamaan. Kemudian, Rasulullah mengambil perumpamaan: Hasad menghilangkan kebaikan sama dengan api membakar kayu. Dengan cara mempersamakan seperti ini, sesuatu yang awalnya bersifat abstrak berubah menjadi kongkrit. Ia menjadi seakan-akan dapat diihat, seperti halnya benda nyata. Seseorang yang telah hangus amal baiknya, berarti ia tidak memiliki peluang untuk memperoleh balasan kebaikan dari Allah. Sebaliknya, justeru balasan keburukan (neraka) yang akan diperolehnya. Bila demikian, dapat dipahami kalau sifat hasad dikategorikan sebagai dosa besar.

5. Dosa Besar Karena Diancam Dengan Wayl (Celaka).

Dalam al-Qur'an terdapat beberapa ayat yang mengandung kata wayl (celaka), antara lain dalam surat al-Muthaffifin ayat 1-3. Kata wayl menurut kamus bahasa Arab berarti al-halak (kehancuran). Kata wayl dalam ayat 1 surat al-Muthaffifin tersebut, menurut al-Maraghi, merujuk kepada arti kehancuran yang besar. Kehancuran besar menggambarkan besarnya dampak yang ditimbulkan. Kehancuran besar dalam ayat ini ialah menimbang dengan timbangan yang besar ketika membeli dan menimbang dengan timbangan kecil ketika menjual. Tindakan ini jelas mencari keuntungan yang sebesar-besarnya dalam perdagangan, tanpa memperhatikan kerugian dan penderitaan orang lain. Setidak-tidaknya, ada dua keuntungan yang diraih oleh orang yang melakukan penipuan seperti itu: Pertama, keuntungan dari selisih timbangan barang yang dibeli; Kedua, keuntungan dari selisih harga jual barang. Oleh karena itu, tindakan tersebut sangat menguntungkan diri sendiri dan sangat merugikan orang lain. Dengan demikian, adalah tepat bila al-Qur'an mengancam pelakunya dengan kata wayl, yang merujuk kepada besarnya dosa bagi pelaku tindakan tersebut.

Al-Asfahani mengartikan kata wayl dengan al-qubh (jelek) atau al-tahassur (penyesalan). Pengertian wayl seperti yang dikemukakan al-Asfahani, secara etimologis, berbeda dengan pengertian yang diberikan oleh Lewis Ma'luf. Namun pada hakekatnya, dua pengertian itu memiliki makna yang sama, yaitu merujuk kepada arti kejelekan atau kejahatan yang besar, dan dampaknya menimbulkan kehancuran yang besar pula. Pendusta lagi banyak berbuat dosa, sebagai dikatakan dalam al-Qur'an surat al-Hujurat ayat 7, tepat diancam dengan wayl. Kedustaan sudah cukup membahayakan, apalagi ditambah dengan kesenangan melakukan dosa.

6. Dosa Besar Ditandai Ungkapan"Allah Tidak Suka Melihat Pelaku Dosa".

Dosa besar dalam kategori ini ditandai ungkapan "la yandhuru" (tidak melihat). Kata nadhara, bentuk kata kerja lampau dari kata kerja yandhuru, dalam al-Qur'an ditemukan lebih seratus kali dengan berbagai bentuk kata jadiannya. Seperti dikatakan di atas, kata la yandhuru, yang berarti tidak melihat, bukan saja berarti tidak melihat karena tidak bertemu atau tidak menemukan, akan tetapi ungkapan itu memiliki arti tertentu, yaitu tidak ingin melihat karena merasa tidak senang dengan sesuatu. Dalam al-Qur'an, tidak ditemukan ungkapan la yandhuru, dalam arti seperti disebut terakhir. Ungkapan la yandhuru dalam arti tersebut terakhir hanya ditemukan dalam Hadis, misalnya "la yandhuru Allah 'azza wa jalla ila al-rajuli ata rajulan aw imrataan fi duburiha" (Allah tidak senang melihat seseorang yang menyetubuhi sesama lelaki (homoseksual) dan bersetubuh dengan perempuan melalui duburnya (sodomi).

Ungkapan la yandhuru (tidak mau melihat) seperti dalam Hadis di atas, disebabkan ketidaksenangan kepada sesuatu. Ketidaksenangan boleh jadi menjurus kepada tidak mau melihat yang tidak disenangi itu, sebab pada umumnya orang yang tidak senang kepada sesuatu atau kepada seseorang, boleh jadi ia tidak mau melihat sesuatu atau seseorang yang dibencinya. Dalam Hadis lain dikatakan: Salasatun la yukallimuhum Allah yawm al-qiyamat wa la yuzakkihim wa la yandhuru ilayhim wa lahum 'azabun alim: syaikhun zanin, wa malikun kazzab, wa 'ailun mustakbirun (ada tiga golongan yang tidak diajak bicara oleh Allah di hari qiyamat, tidak dibersihkan hatinya, dan akan disiksa dengan siksaan yang pedih, yaitu orang tua yang berzina, raja pendusta, dan orang miskin yang sombong).

Kata la yukallimuhum Allah (mereka tidak diajak bicara oleh Allah), bukan karena Allah tidak bertemu dengan orang itu, akan tetapi ungkapan itu memiliki makna kiasan, yaitu kiasan bahwa Allah tidak senang kepada mereka. Bahkan, ketidaksenangan Allah itu ditegaskan lagi dengan kata berikutnya wa la yandhuru ilayhim (Allah tidak mau melihat mereka). Mengapa Allah tidak senang kepada mereka ? Tentu saja karena perilaku mereka sudah melampaui batas. Orang tua yang berzina, dianggap melampaui batas, sebab orang tua seharusnya memberi contoh yang baik kepada anak cucu. Raja yang berdusta juga sangat dibenci Allah, sebab raja seharusnya jujur dalam menjalankan pemerintahan, bukan malah mengelabui rakyatnya.

Kesimpulan

Dari uraian yang telah dipaparkan sebelum ini, dapat dipahami bahwa al-Qur'an tidak menyebut secara tegas macam-macam dosa besar. Dalam al-Qur'an hanya terdapat ungkapan-ungkapan yang dapat mengantarkan kita untuk dapat menghukumi sebuah pelanggaran itu sebagai sebuah dosa besar. Dengan meresapi sejumlah istilah atau ungkapan yang menjadi tanda untuk memahami dosa besar, sebagaimana yang dikemukakan al-Baruzi, maka akan muncul puluhan macam dosa besar. Dosa-dosa yang pernah diucapkan oleh Rasulullah hanyalah sebagian dari dosa-dosa besar yang terdapat dalam ajaran Islam. Untuk mengetahui secara rinci macam-macam dosa besar, kita hanya merujuk saja kepada ungkapan-ungkapan tersebut, baik yang terdapat dalam al-Qur'an maupun Hadis.



Demikian sedikit info tentang kitab warisan ulama salaf ini dan semoga bermanfaat.
silahkan memanfaatkan layanan dari "At-Taqwa Online"..

Kata la yukallimuhum Allah (mereka tidak diajak bicara oleh Allah), bukan karena Allah tidak bertemu dengan orang itu, akan tetapi ungkapan itu memiliki makna kiasan, yaitu kiasan bahwa Allah tidak senang kepada mereka. Bahkan, ketidaksenangan Allah itu ditegaskan lagi dengan kata berikutnya wa la yandhuru ilayhim (Allah tidak mau melihat mereka). Mengapa Allah tidak senang kepada mereka ? Tentu saja karena perilaku mereka sudah melampaui batas. Orang tua yang berzina, dianggap melampaui batas, sebab orang tua seharusnya memberi contoh yang baik kepada anak cucu. Raja yang berdusta juga sangat dibenci Allah, sebab raja seharusnya jujur dalam menjalankan pemerintahan, bukan malah mengelabui rakyatnya.

Kesimpulan

Dari uraian yang telah dipaparkan sebelum ini, dapat dipahami bahwa al-Qur'an tidak menyebut secara tegas macam-macam dosa besar. Dalam al-Qur'an hanya terdapat ungkapan-ungkapan yang dapat mengantarkan kita untuk dapat menghukumi sebuah pelanggaran itu sebagai sebuah dosa besar. Dengan meresapi sejumlah istilah atau ungkapan yang menjadi tanda untuk memahami dosa besar, sebagaimana yang dikemukakan al-Baruzi, maka akan muncul puluhan macam dosa besar. Dosa-dosa yang pernah diucapkan oleh Rasulullah hanyalah sebagian dari dosa-dosa besar yang terdapat dalam ajaran Islam. Untuk mengetahui secara rinci macam-macam dosa besar, kita hanya merujuk saja kepada ungkapan-ungkapan tersebut, baik yang terdapat dalam al-Qur'an maupun Hadis.

Klik disini untuk melanjutkan »»

iman,islam dan ihsan

.
0 komentar


Islam, Iman dan Ihsan

Pembaca yang budiman, di kalangan tarekat sufi sangat terkenal adanya pembagian agama menjadi 3 tingkatan yaitu: Syari’at, Ma’rifat dan Hakikat. Orang/wali yang sudah mencapai tingkatan ma’rifat sudah tidak lagi terbebani aturan syari’at; sehingga dia tidak lagi wajib untuk sholat dan bebas melakukan apapun yang dia inginkan… demikianlah sebagian keanehan yang ada di seputar pembagian ini. Apakah pembagian semacam ini dikenal di dalam Islam?

Islam Mencakup 3 Tingkatan

Rosululloh shollallahu ‘alaihi wa sallam suatu hari pernah didatangi malaikat Jibril dalam wujud seorang lelaki yang tidak dikenali jatidirinya oleh para sahabat yang ada pada saat itu, dia menanyakan kepada beliau tentang Islam, Iman dan Ihsan. Setelah beliau menjawab berbagai pertanyaan Jibril dan dia pun telah meninggalkan mereka, maka pada suatu kesempatan Rosululloh bertanya kepada sahabat Umar bin Khoththob, “Wahai Umar, tahukah kamu siapakah orang yang bertanya itu ?” Maka Umar menjawab, “Alloh dan Rosul-Nya lah yang lebih tahu”. Nabi pun bersabda, “Sesungguhnya dia itu adalah Jibril yang datang kepada kalian untuk mengajarkan agama kalian.” (HR. Muslim). Syaikh Ibnu Utsaimin rohimahulloh mengatakan: Di dalam (penggalan) hadits ini terdapat dalil bahwasanya Iman, Islam dan Ihsan semuanya diberi nama ad din/agama (Ta’liq Syarah Arba’in hlm. 23). Jadi agama Islam yang kita anut ini mencakup 3 tingkatan; Islam, Iman dan Ihsan.

Tingkatan Islam

Di dalam hadits tersebut, ketika Rosululloh ditanya tentang Islam beliau menjawab, “Islam itu engkau bersaksi bahwa tidak ada sesembahan (yang haq) selain Alloh dan bahwasanya Muhammad adalah utusan Alloh, engkau dirikan sholat, tunaikan zakat, berpuasa romadhon dan berhaji ke Baitulloh jika engkau mampu untuk menempuh perjalanan ke sana”. Syaikh Ibnu Utsaimin menjelaskan: Diantara faedah yang bisa dipetik dari hadits ini ialah bahwa Islam itu terdiri dari 5 rukun (Ta’liq Syarah Arba’in hlm. 14). Jadi Islam yang dimaksud disini adalah amalan-amalan lahiriyah yang meliputi syahadat, sholat, puasa, zakat dan haji.

Tingkatan Iman

Selanjutnya Nabi ditanya mengenai iman. Beliau bersabda, “Iman itu ialah engkau beriman kepada Alloh, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para Rosul-Nya, hari akhir dan engkau beriman terhadap qodho’ dan qodar; yang baik maupun yang buruk”. Jadi Iman yang dimaksud disini mencakup perkara-perkara batiniyah yang ada di dalam hati. Syaikh Ibnu ‘Utsaimin mengatakan: Diantara faedah yang bisa dipetik dari hadits ini adalah pembedaan antara islam dan iman, ini terjadi apabila kedua-duanya disebutkan secara bersama-sama, maka ketika itu islam ditafsirkan dengan amalan-amalan anggota badan sedangkan iman ditafsirkan dengan amalan-amalan hati, akan tetapi bila sebutkan secara mutlak salah satunya (islam saja atau iman saja) maka sudah mencakup yang lainnya. Seperti dalam firman Alloh Ta’ala, “Dan Aku telah ridho Islam menjadi agama kalian.” (Al Ma’idah : 3) maka kata Islam di sini sudah mencakup islam dan iman… (Ta’liq Syarah Arba’in hlm. 17).

Tingkatan Ihsan

Nabi juga ditanya oleh Jibril tentang ihsan. Nabi bersabda, “Yaitu engkau beribadah kepada Alloh seolah-olah engkau melihat-Nya, maka apabila kamu tidak bisa (beribadah seolah-olah) melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu”. Syaikh Ibnu Utsaimin menjelaskan: Diantara faedah yang bisa dipetik dari hadits ini adalah penjelasan tentang ihsan yaitu seorang manusia menyembah Robbnya dengan ibadah yang dipenuhi rasa harap dan keinginan, seolah-olah dia melihat-Nya sehingga diapun sangat ingin sampai kepada-Nya, dan ini adalah derajat ihsan yang paling sempurna. Tapi bila dia tidak bisa mencapai kondisi semacam ini maka hendaknya dia berada di derajat kedua yaitu: menyembah kepada Alloh dengan ibadah yang dipenuhi rasa takut dan cemas dari tertimpa siksa-Nya, oleh karena itulah Nabi bersabda, “Jika kamu tidak bisa melihat-Nya maka sesungguhnya Dia melihatmu” artinya jika kamu tidak mampu menyembah-Nya seolah-olah kamu melihat-Nya maka sesungguhnya Dia melihatmu.” (Ta’liq Syarah Arba’in hlm. 21). Jadi tingkatan ihsan ini mencakup perkara lahir maupun batin.

Bagaimana Mengkompromikan Ketiga Istilah Ini?

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan yang maknanya, Bila dibandingkan dengan iman maka Ihsan itu lebih luas cakupannya bila ditinjau dari substansinya dan lebih khusus daripada iman bila ditinjau dari orang yang sampai pada derajat ihsan. Sedangkan iman itu lebih luas daripada islam bila ditinjau dari substansinya dan lebih khusus daripada islam bila ditinjau dari orang yang mencapai derajat iman. Maka di dalam sikap ihsan sudah terkumpul di dalamnya iman dan islam. Sehingga orang yang bersikap ihsan itu lebih istimewa dibandingkan orang-orang mu’min yang lain, dan orang yang mu’min itu juga lebih istimewa dibandingkan orang-orang muslim yang lain… (At Tauhid li shoffil awwal al ‘aali, Syaikh Sholih Fauzan, hlm. 63)

Muslim, Mu’min dan Muhsin

Oleh karena itulah para ulama’ muhaqqiq/peneliti menyatakan bahwa setiap mu’min pasti muslim, karena orang yang telah merealisasikan iman sehingga iman itu tertanam kuat di dalam hatinya pasti akan melaksanakan amal-amal islam/amalan lahir. Dan belum tentu setiap muslim itu pasti mu’min, karena bisa jadi imannya sangat lemah sehingga hatinya tidak meyakini keimanannya dengan sempurna walaupun dia melakukan amalan-amalan lahir dengan anggota badannya, sehingga statusnya hanya muslim saja dan tidak tergolong mu’min dengan iman yang sempurna. Sebagaimana Alloh Ta’ala telah berfirman, “Orang-orang Arab Badui itu mengatakan ‘Kami telah beriman’. Katakanlah ‘Kalian belumlah beriman tapi hendaklah kalian mengatakan: ‘Kami telah berislam’.” (Al Hujuroot: 14). Dengan demikian jelaslah sudah bahwasanya agama ini memang memiliki tingkatan-tingkatan, dimana satu tingkatan lebih tinggi daripada yang lainnya. Tingkatan pertama yaitu islam, kemudian tingkatan yang lebih tinggi dari itu adalah iman, kemudian yang lebih tinggi dari tingkatan iman adalah ihsan (At Tauhid li shoffil awwal al ‘aali, Syaikh Sholih Fauzan, hlm. 64)

Kesimpulan

Dari hadits serta penjelasan di atas maka teranglah bagi kita bahwasanya pembagian agama ini menjadi tingkatan Syari’at, Ma’rifat dan Hakikat tidaklah dikenal oleh para ulama baik di kalangan sahabat, tabi’in maupun tabi’ut tabi’in; generasi terbaik ummat ini. Pembagian yang syar’i adalah sebagaimana disampaikan oleh Nabi yaitu islam, iman dan ihsan dengan penjelasan sebagaimana di atas. Maka ini menunjukkan pula kepada kita alangkah berbahayanya pemahaman sufi semacam itu. Lalu bagaimana mungkin mereka bisa mencapai keridhoan Alloh Ta’ala kalau cara beribadah yang mereka tempuh justeru menyimpang dari petunjuk Rosululloh ? Alangkah benar Nabi yang telah bersabda, “Barangsiapa yang mengamalkan suatu amalan yang tidak ada dasarnya dari kami maka amalan itu tertolak.” (HR. Muslim). Barangsiapa yang ingin mencapai derajat muhsin maka dia pun harus muslim dan mu’min. Tidak sebagaimana anggapan tarekat sufiyah yang membolehkan orang yang telah mencapai Ma’rifat untuk meninggalkan syari’at. Wallohu a’lam.


Kesimpulan

Dari hadits serta penjelasan di atas maka teranglah bagi kita bahwasanya pembagian agama ini menjadi tingkatan Syari’at, Ma’rifat dan Hakikat tidaklah dikenal oleh para ulama baik di kalangan sahabat, tabi’in maupun tabi’ut tabi’in; generasi terbaik ummat ini. Pembagian yang syar’i adalah sebagaimana disampaikan oleh Nabi yaitu islam, iman dan ihsan dengan penjelasan sebagaimana di atas. Maka ini menunjukkan pula kepada kita alangkah berbahayanya pemahaman sufi semacam itu. Lalu bagaimana mungkin mereka bisa mencapai keridhoan Alloh Ta’ala kalau cara beribadah yang mereka tempuh justeru menyimpang dari petunjuk Rosululloh ? Alangkah benar Nabi yang telah bersabda, “Barangsiapa yang mengamalkan suatu amalan yang tidak ada dasarnya dari kami maka amalan itu tertolak.” (HR. Muslim). Barangsiapa yang ingin mencapai derajat muhsin maka dia pun harus muslim dan mu’min. Tidak sebagaimana anggapan tarekat sufiyah yang membolehkan orang yang telah mencapai Ma’rifat untuk meninggalkan syari’at. Wallohu a’lam.
posying by http://muslim.or.id/aqidah/islam-iman-ihsan.html

Klik disini untuk melanjutkan »»

iman,islam dan ihsan

.
0 komentar


Islam, Iman dan Ihsan

Pembaca yang budiman, di kalangan tarekat sufi sangat terkenal adanya pembagian agama menjadi 3 tingkatan yaitu: Syari’at, Ma’rifat dan Hakikat. Orang/wali yang sudah mencapai tingkatan ma’rifat sudah tidak lagi terbebani aturan syari’at; sehingga dia tidak lagi wajib untuk sholat dan bebas melakukan apapun yang dia inginkan… demikianlah sebagian keanehan yang ada di seputar pembagian ini. Apakah pembagian semacam ini dikenal di dalam Islam?

Islam Mencakup 3 Tingkatan

Rosululloh shollallahu ‘alaihi wa sallam suatu hari pernah didatangi malaikat Jibril dalam wujud seorang lelaki yang tidak dikenali jatidirinya oleh para sahabat yang ada pada saat itu, dia menanyakan kepada beliau tentang Islam, Iman dan Ihsan. Setelah beliau menjawab berbagai pertanyaan Jibril dan dia pun telah meninggalkan mereka, maka pada suatu kesempatan Rosululloh bertanya kepada sahabat Umar bin Khoththob, “Wahai Umar, tahukah kamu siapakah orang yang bertanya itu ?” Maka Umar menjawab, “Alloh dan Rosul-Nya lah yang lebih tahu”. Nabi pun bersabda, “Sesungguhnya dia itu adalah Jibril yang datang kepada kalian untuk mengajarkan agama kalian.” (HR. Muslim). Syaikh Ibnu Utsaimin rohimahulloh mengatakan: Di dalam (penggalan) hadits ini terdapat dalil bahwasanya Iman, Islam dan Ihsan semuanya diberi nama ad din/agama (Ta’liq Syarah Arba’in hlm. 23). Jadi agama Islam yang kita anut ini mencakup 3 tingkatan; Islam, Iman dan Ihsan.

Tingkatan Islam

Di dalam hadits tersebut, ketika Rosululloh ditanya tentang Islam beliau menjawab, “Islam itu engkau bersaksi bahwa tidak ada sesembahan (yang haq) selain Alloh dan bahwasanya Muhammad adalah utusan Alloh, engkau dirikan sholat, tunaikan zakat, berpuasa romadhon dan berhaji ke Baitulloh jika engkau mampu untuk menempuh perjalanan ke sana”. Syaikh Ibnu Utsaimin menjelaskan: Diantara faedah yang bisa dipetik dari hadits ini ialah bahwa Islam itu terdiri dari 5 rukun (Ta’liq Syarah Arba’in hlm. 14). Jadi Islam yang dimaksud disini adalah amalan-amalan lahiriyah yang meliputi syahadat, sholat, puasa, zakat dan haji.

Tingkatan Iman

Selanjutnya Nabi ditanya mengenai iman. Beliau bersabda, “Iman itu ialah engkau beriman kepada Alloh, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para Rosul-Nya, hari akhir dan engkau beriman terhadap qodho’ dan qodar; yang baik maupun yang buruk”. Jadi Iman yang dimaksud disini mencakup perkara-perkara batiniyah yang ada di dalam hati. Syaikh Ibnu ‘Utsaimin mengatakan: Diantara faedah yang bisa dipetik dari hadits ini adalah pembedaan antara islam dan iman, ini terjadi apabila kedua-duanya disebutkan secara bersama-sama, maka ketika itu islam ditafsirkan dengan amalan-amalan anggota badan sedangkan iman ditafsirkan dengan amalan-amalan hati, akan tetapi bila sebutkan secara mutlak salah satunya (islam saja atau iman saja) maka sudah mencakup yang lainnya. Seperti dalam firman Alloh Ta’ala, “Dan Aku telah ridho Islam menjadi agama kalian.” (Al Ma’idah : 3) maka kata Islam di sini sudah mencakup islam dan iman… (Ta’liq Syarah Arba’in hlm. 17).

Tingkatan Ihsan

Nabi juga ditanya oleh Jibril tentang ihsan. Nabi bersabda, “Yaitu engkau beribadah kepada Alloh seolah-olah engkau melihat-Nya, maka apabila kamu tidak bisa (beribadah seolah-olah) melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu”. Syaikh Ibnu Utsaimin menjelaskan: Diantara faedah yang bisa dipetik dari hadits ini adalah penjelasan tentang ihsan yaitu seorang manusia menyembah Robbnya dengan ibadah yang dipenuhi rasa harap dan keinginan, seolah-olah dia melihat-Nya sehingga diapun sangat ingin sampai kepada-Nya, dan ini adalah derajat ihsan yang paling sempurna. Tapi bila dia tidak bisa mencapai kondisi semacam ini maka hendaknya dia berada di derajat kedua yaitu: menyembah kepada Alloh dengan ibadah yang dipenuhi rasa takut dan cemas dari tertimpa siksa-Nya, oleh karena itulah Nabi bersabda, “Jika kamu tidak bisa melihat-Nya maka sesungguhnya Dia melihatmu” artinya jika kamu tidak mampu menyembah-Nya seolah-olah kamu melihat-Nya maka sesungguhnya Dia melihatmu.” (Ta’liq Syarah Arba’in hlm. 21). Jadi tingkatan ihsan ini mencakup perkara lahir maupun batin.

Bagaimana Mengkompromikan Ketiga Istilah Ini?

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan yang maknanya, Bila dibandingkan dengan iman maka Ihsan itu lebih luas cakupannya bila ditinjau dari substansinya dan lebih khusus daripada iman bila ditinjau dari orang yang sampai pada derajat ihsan. Sedangkan iman itu lebih luas daripada islam bila ditinjau dari substansinya dan lebih khusus daripada islam bila ditinjau dari orang yang mencapai derajat iman. Maka di dalam sikap ihsan sudah terkumpul di dalamnya iman dan islam. Sehingga orang yang bersikap ihsan itu lebih istimewa dibandingkan orang-orang mu’min yang lain, dan orang yang mu’min itu juga lebih istimewa dibandingkan orang-orang muslim yang lain… (At Tauhid li shoffil awwal al ‘aali, Syaikh Sholih Fauzan, hlm. 63)

Muslim, Mu’min dan Muhsin

Oleh karena itulah para ulama’ muhaqqiq/peneliti menyatakan bahwa setiap mu’min pasti muslim, karena orang yang telah merealisasikan iman sehingga iman itu tertanam kuat di dalam hatinya pasti akan melaksanakan amal-amal islam/amalan lahir. Dan belum tentu setiap muslim itu pasti mu’min, karena bisa jadi imannya sangat lemah sehingga hatinya tidak meyakini keimanannya dengan sempurna walaupun dia melakukan amalan-amalan lahir dengan anggota badannya, sehingga statusnya hanya muslim saja dan tidak tergolong mu’min dengan iman yang sempurna. Sebagaimana Alloh Ta’ala telah berfirman, “Orang-orang Arab Badui itu mengatakan ‘Kami telah beriman’. Katakanlah ‘Kalian belumlah beriman tapi hendaklah kalian mengatakan: ‘Kami telah berislam’.” (Al Hujuroot: 14). Dengan demikian jelaslah sudah bahwasanya agama ini memang memiliki tingkatan-tingkatan, dimana satu tingkatan lebih tinggi daripada yang lainnya. Tingkatan pertama yaitu islam, kemudian tingkatan yang lebih tinggi dari itu adalah iman, kemudian yang lebih tinggi dari tingkatan iman adalah ihsan (At Tauhid li shoffil awwal al ‘aali, Syaikh Sholih Fauzan, hlm. 64)

Kesimpulan

Dari hadits serta penjelasan di atas maka teranglah bagi kita bahwasanya pembagian agama ini menjadi tingkatan Syari’at, Ma’rifat dan Hakikat tidaklah dikenal oleh para ulama baik di kalangan sahabat, tabi’in maupun tabi’ut tabi’in; generasi terbaik ummat ini. Pembagian yang syar’i adalah sebagaimana disampaikan oleh Nabi yaitu islam, iman dan ihsan dengan penjelasan sebagaimana di atas. Maka ini menunjukkan pula kepada kita alangkah berbahayanya pemahaman sufi semacam itu. Lalu bagaimana mungkin mereka bisa mencapai keridhoan Alloh Ta’ala kalau cara beribadah yang mereka tempuh justeru menyimpang dari petunjuk Rosululloh ? Alangkah benar Nabi yang telah bersabda, “Barangsiapa yang mengamalkan suatu amalan yang tidak ada dasarnya dari kami maka amalan itu tertolak.” (HR. Muslim). Barangsiapa yang ingin mencapai derajat muhsin maka dia pun harus muslim dan mu’min. Tidak sebagaimana anggapan tarekat sufiyah yang membolehkan orang yang telah mencapai Ma’rifat untuk meninggalkan syari’at. Wallohu a’lam.


Kesimpulan

Dari hadits serta penjelasan di atas maka teranglah bagi kita bahwasanya pembagian agama ini menjadi tingkatan Syari’at, Ma’rifat dan Hakikat tidaklah dikenal oleh para ulama baik di kalangan sahabat, tabi’in maupun tabi’ut tabi’in; generasi terbaik ummat ini. Pembagian yang syar’i adalah sebagaimana disampaikan oleh Nabi yaitu islam, iman dan ihsan dengan penjelasan sebagaimana di atas. Maka ini menunjukkan pula kepada kita alangkah berbahayanya pemahaman sufi semacam itu. Lalu bagaimana mungkin mereka bisa mencapai keridhoan Alloh Ta’ala kalau cara beribadah yang mereka tempuh justeru menyimpang dari petunjuk Rosululloh ? Alangkah benar Nabi yang telah bersabda, “Barangsiapa yang mengamalkan suatu amalan yang tidak ada dasarnya dari kami maka amalan itu tertolak.” (HR. Muslim). Barangsiapa yang ingin mencapai derajat muhsin maka dia pun harus muslim dan mu’min. Tidak sebagaimana anggapan tarekat sufiyah yang membolehkan orang yang telah mencapai Ma’rifat untuk meninggalkan syari’at. Wallohu a’lam.
posying by http://muslim.or.id/aqidah/islam-iman-ihsan.html

Klik disini untuk melanjutkan »»

aku mulai menapaki hari-hariku.

.
0 komentar



nurani itu hakikat khatam
pertama terang di laut dalam
menjadi makhluk sekalian alam
itulah bangsa haawa dan adam


tertentu awal suatu cahaya
itulah cermin yang mulia raya
kelihatan disan miskin dan kaya
menjadi dua tuhan dan sahaya

dunia jangan kau taruh
supaya hampir mahbub yg jauh
indah segala akan kalah-kaluh
kedalam api pergi berlabuh

tiada kau tahu agamamu
terlalu ghurur dgn hartamu (tertipu/ghuruur)

dunia nan kau sandang-sandang
manakah kau dapat ke bukit rentang
angan-anganmu terlalu panjang
manakan dapat segerra memandang

hamzah miskin hina dan karam
bermain mata dengan rabbul 'alam
selamanya sangat terlalu dalam
seperti mayat sudah tertanam

rupamu zahir kau sangka tanah
itulah cermin sudah terasah
jangan kau pandang jauh berpayah
mahbubmu hampir serta ramah

dengar sini hai anak ratu
ombak dann air asalnya satu
inilah tamsil engkau dengan ratu

mencari dunia berkawan-kawan
oleh nafsu khabis engkau tertawan (busuk,jahat)
nafsumu itu yugia kau lawan
mangkanya sampai engkau bangsawan


hempaskan akal dan rasamu
lenyapkan badan dan nyawamu
pejamkan hendak dua matamu
disana lihat peri rupamu



seulawah antologi sastra aceh...yayasan nusantara 1995


bertahun belum sampai ke tujuanku
oh tuhanku
meski telah habis simpang jalan kutempuh
dengan berjalan mencarikan waktu dan rindu
tak pernah siapapun kuajak mengikuti jalanku
tak kuterima suluh siapapapun terangi malamku
yang hanya kusangka telah cukup dengan mataku
yg hanya kukira cukup dgn pikiranku
yg hanya kuyakini cukup dgn ilmuku
yg hnya kumimpi cukup dengan segala anggota tubuhku
belum sampai ketujuanku.

....
sasa yanura 1985......





terapi spritual by syaikh abdul wahhab asy sya'rani


setiap orang yang cinta menjadi pemimpin orang banyak,
pasti akan mengungkap aib dan kekurangan mereka,
dan akan membenci orang-orang yg menyebut kebajikan mereka
bebeda dengan orang yang memimpin karena tuhannya orang yg
mencintai kepemimpinan atas manusia tidak akan pernah meninggi (derajatnya), selamanya...
barangsiapa mencari kepemimpinan sebelum waktunya, kepemimpiinan akan melarikan diri darinya

barangsiapa mencari kepemimpinan sebelum sampai waktunya, banyak ilmu kan lenyap darinya...

wara' (kehati-hatian)
hakikat wara'menyelamatkan diri dari perkara yang syubhat, serta introspeksidiri
disertai rasa khawatir terhadap bahaya
jgn menganggap remeh pada hal-hal yg kecil karena hal yg besar diawali hal-hal sepele.
barang siapa mencari ilmu tanpa pengamalan, anutannya iblis, siapa yg mencari kedudukan, anutannya fir'aun, barang siapa
mencari wara' anutannya adalah para nabi dan orang-2 suci....

tidak seorangpun diantara kita yg boleh merasa aman dengan anggapan bahwa Allah telah mengampuni satu saja dosa kita
meskipun sepanjang hidupnya ia melakukan ibadah,tanpa melakukan dosa..banyak sekali
orang meninggal dunia tanpa membawa kebaikan sedikitpun, itu terjadi karena mereka terpedaya
dengan mengangankan ampunan Allah, diantara mereka ada yg berkata sungguh aku berbaik sangka kepada tuhanku
yang maha agung dan maha tinggi, sehingga aku tidak peduli apakah amalku sedikit atau banyak. sungguh orang seperti itu
adalah pembohong sebab jika benar- benar berbaik sangka kepada tuhan tentu ia akan berbuat baik......
dalam sebuah hadits disebutkan
orang cerdik adalah orang yang memandang diri sebagai orang hina, lalu beramal untuk kepentingan setelah kematian..
sedangkan orang lemah adalah orang yang mengikuti hawanafsunya sambil mengangankan ampunan dari Allah....




hikmah muncul dari 4 keadaaan
sedih atas dosa, persiapan menghadapi kematian, peerut yg kosong, bergaul dengan para zahid.

tidak banyak bicara...

kata-kata bagaikan mata panah, jika ia keluar darimu, ia akan menguasaimu dan engkau tidak menguasainya.
siapa yg merenung/tafakkur ia akan mendapatkan kemuliaan dan yang paling banyak
memperoleh wibawa adalah yg paling banyak diam
sungguh diam merupakan hiasan bagi orang alim dan selubung bagi orang bodoh


kesehatan terdiri dari 10 bagian yg sembilan ada di diam, sisanya dalam pelarian diri dari manusia.
meniinggalkan perkataan yg tidak berguna lebih berat dari puasa sehari,
banyak sekali orang yg mampu berpuasa tapi tidak mampu
menahan lisannya dari perkataan yg sia-sia.

tubuh tidak akan tinggi setelah melewati 22 thn dan akalnya tidak akan berkembang setelah melewati
28 thn kecuali pengalamnnya saja. orang yg kurang akal tidak pantas mjd penyeru kpd tuhannya...kemuliaan seeorang
terrletak pada agamanya; kehormatan seseorang terletak pada akal dan akhlak baiknya.




sabar adalah tahan uji dalam menjalankan aturan yang benar
iman adalah pandangan dan sikap hidup kita....bagiku semua harus dimulai dari awal
jika kudapati hikmah darimu tapi aku malu tidak pandai menerimanya...

Klik disini untuk melanjutkan »»

6.26.2009

kata-kata dan kalimat yopy

. 6.26.2009
0 komentar


yopy afrizal: lalui harimu dengan penuh ridha Allah, jangan sekali - kali kamu takut kepada siapapun selain daripada Allah SWT.oleh karena itu dimanapun kamu berada, apapun kesempatan yang engkau dapatkan ( kesempatan berbuat dosa ) maka ingatlah Allah Insya Allah, Allah maha penolong yang tiada lelahnya
yopy afrizal: Berbuat salah itu mudah, tetapi meminta maaf atas kesalahan tidaklah mudah. Meminta maaf itu biasa, tetapi berani memberi maaf itu luar biasa. Memberi maaf itu hebat, tetapi mengakui kesalahan diri lebih hebat. Mengakui kesalahan diri jelas istimewa, tetapi berani mengakui kebaikan orang lain, itu lebih istimewa. Mengakui kelebihan orang ... Baca Selengkapnyasungguh tidak mudah, tetapi lebih tidak mudah lagi mensyukuri kebaikan orang, bahkan mendoakan orang-orang yang baik itu. …jika kita belum mengerjakan salah satu dari kebaikan di atas, belum layak kita disebut sebagai manusia yang berakhlak mulia. Semoga Allah selalu menjadikan kita sebagai orang baik, sepanjang nafas di kandung badan. Amin.
yopy afrizal: saboh siwah di pe u gle

dengan tidak mengurangi rasa ucapan terimakasih atas sumbangan tulisan saudara

Klik disini untuk melanjutkan »»

6.18.2009

cara Regedit cara bermain dengan run

. 6.18.2009
0 komentar


mari bermain regedit Balas dengan kutipan
Enable/Disable Run Commands Specific to the Registry
This tweak controls the use of the Run command on the local machine.
[Start] [Run] [Regedit]
Registry Key: HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\ Policies\Explorer
Create a DWORD value for each Run function that will be disabled.
Modify/Create the Value Name [DisableLocalMachineRun] according to the Value Data listed below.
Data Type: REG_DWORD [Dword Value] // Value Name: DisableLocalMachineRun
Modify/Create the Value Name [DisableLocalMachineRunOnce] according to the Value Data listed below.
Data Type: REG_DWORD [Dword Value] // Value Name: DisableLocalMachineRunOnce
Modify/Create the Value Name [DisableCurrentUserRun] according to the Value Data listed below.
Data Type: REG_DWORD [Dword Value] // Value Name: DisableCurrentUserRun
Modify/Create the Value Name [DisableCurrentUserRunOnce] according to the Value Data listed below.
Data Type: REG_DWORD [Dword Value] // Value Name: DisableCurrentUserRunOnce
Setting for Value Data: [0 = Disabled / 1 = Enabled]
Exit Registry and Rebo
Disable Tool Tips
Start/Run/Regedit
HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer\Advanced. Modify or create,
"ShowInfoTip" and set the Value to 0. To restore set the Value to 1. This edit excludes the Start Button.
Disable Status Messages During Boot, Logon, Logoff, Shutdown
Start/Run/Regedit
HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System Right click in the
right pane and select New, DWord value. Name the new value DisableStatusMessages. Double click the new value and
set it to 1. Status messages will no longer show during boot/shutdown/logon/logoff.
Disable Balloon Tips
Start/Run/Regedit
HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer\Advanced. Modify or create,
"EnableBalloonTips" and set the Value to 0. To restore set the Value to 1.
Disable Media Player Update Message
Start/Run/Regedit
HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\MediaPlayer\PlayerUpgrade. Value Name: AskMeAgain, Data
Type: REG_SZ (String Value), Value Data: "yes" or "no". Create a new String value, or modify the existing value,
called 'AskMeAgain' and edit the value according to the settings below. Exit your registry, you may need to restart or
log out of Windows for the change to take effect.
Disable/Enable Boot Defrag
Start/Run/Regedit
HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Dfrg\BootOptimizeFunction. Select Enable from the list on the
right. Right click on it and select Modify. Change the value to Y to enable and N to disable. Reboot your computer.
Disable the Windows Key
Start/Run/Regedit
Create a new Binary value, or modify the existing value, called 'Scancode Map' and edit the value according to the
settings below. HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control\ Keyboard Layout. Value Name:
Scancode Map, Data Type: REG_BINARY (Binary Value), Value Data: 00 00 00 00 00 00 00 00 03 00 00 00 00 00 5B
E0 00 00 5C E0 00 00 00 00.
Disable Error Reporting
Start/Run/Regedit
HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\PCHealth\ErrorReporting. Value: DoReport, 1 = Send Reports, 0
= Don't Send.
Disable Crash Control Auto Reboot
Start/Run/Regedit
HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control\CrashControl In the right pane, "AutoReboot" set
the Value to 1. To disable set the value back to 0.
Disable Run Commands Specified in the Registry
Start/Run/Regedit
HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\ Policies\Explorer. Value Name:
DisableLocalMachineRun, DisableLocalMachineRunOnce, DisableCurrentUserRun, DisableCurrentUserRunOnce.
Data Type: REG_DWORD (DWORD Value), Value Data: (0 = enable run, 1 = disable run). Create a new DWORD
value for each of the optional values above depending on which Run function to stop and set the value to "1" to disable.
Restart Windows for change to take effect.
Disable All Caps on Files and Folders
Start/Run/Regedit
HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\ Explorer\Advanced] Value Name:
DontPrettyPath Data Type: REG_DWORD (DWORD Value) Value Data: (0 = adjust caps, 1 = show caps) Create a
new DWORD value, or modify the existing value, called "DontPrettyPath" and set it to equal "1" to display the file
using their original capitalization or "0" to adjust the caps. Restart Windows for the change to take effect.
Disable Low Disk Space Message
Start/Run/Regedit
HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer. Create or modify:
NoLowDiskSpaceChecks REG_DWORD and set the value to 1. Logoff/Reboot.
Disable Search Assistant
Start/Run/Regedit
HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer\CabinetState. In the right pane,
look for or create a string value called: Use Search Asst set the value to: no
Disable the Thumbnail Cache
Start/Run/Regedit
HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\ Explorer\Advanced. Value Name:
DisableThumbnailCache, Data Type: REG_DWORD (DWORD Value), Value Data: (0 = enabled, 1 = disable cache).
Create a new DWORD value, or modify the existing value, called 'DisableThumbnailCache' and edit the value
according to the settings below. Exit your registry, you may need to restart or log out of Windows for the change to take
effect.
Disable/Turn Off System Beeps
Start/Run/Regedit
HKEY_CURRENT_USER\Control Panel\Sound In the right pane, right click "Beeps", modify, set the value to no. Exit,
reboot.
Disable/Stop Error Messages When Booting
Start/Run/Regedit
HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control\Windows. Value Name: NoPopupsOnBoot, Data
Type: REG_DWORD (DWORD Value), Value Data: (1 = disable messages). Stops the annoying Windows pop-up
messages notifying you a device is not functioning when you boot-up Windows. Create a REG_DWORD value of
'NoPopupsOnBoot' in the key below (if it doesn't already exist). Set the value to '1' to disable pop-up messages from
appearing.
Disable Desktop Cleanup Wizard
Start/Run/Regedit
HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\ Explorer\Desktop\CleanupWiz. Value
Name: NoRun, Data Type: REG_DWORD (DWORD Value), Value Data: (0 = enabled, 1= disable wizard). Create a
new DWORD value, or modify the existing value, called 'NoRun' and edit the value according to the settings below.
Exit your registry, you may need to restart or log out of Windows for the change to take effect.
Disable Auto-Run of Windows Messenger
Start/Run/Regedit
HKEY_CURRENT_USER\SOFTWARE\ MICROSOFT\WINDOWS\CURRENTVERSION\RUN. Delete the Value
named MSMSGS.
Disable Auto-Expanding Trees in Windows Explorer
Start/Run/Regedit
HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer\Advanced Change the value of
"FriendlyTree" to 0.
Change Source Path
Start/Run/Regedit
Copy /i386 to your hard drive. HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion. In the
right pane, change SourcePath to reflect your settings.
Show Hidden Operating System Files
Start/Run/Regedit
HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer\Advanced. Value Name:
ShowSuperHidden, Data Type: REG_DWORD (DWORD Value), Value Data: ( 0 = Hide Files, 1 = Show Files).
Create a new DWORD value, or modify the existing value, called 'ShowSuperHidden' and edit the value according to
the settings below. Exit your registry, you may need to restart or log out of Windows for the change to take effect.
Unload DLL's
Start/Run/Regedit
HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer. Create a new sub-key named
'AlwaysUnloadDLL' and set the default value to equal '1' to disable Windows caching the DLL in memory. Restart
Windows for the change to take effect.
Stop Error Messages When Booting
Start/Run/Regedit
HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control\Windows. Value Name: NoPopupsOnBoot, Data
Type: REG_DWORD (DWORD Value), Value Data: (1 = disable messages). Stops the annoying Windows pop-up
messages notifying you a device is not functioning when you boot-up Windows. Create a REG_DWORD value of
'NoPopupsOnBoot' in the key below (if it doesn't already exist). Set the value to '1' to disable pop-up messages from
appearing.
End Task Time Out
Start/Run/Regedit
HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control Add a new string value called,
"WaitToKillServiceTimeout" and change the Value to 2000. Exit, reboot.
Change Default Search Options
Start/Run/Regedit
HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer. Data Type: REG_DWORD
(DWORD Value), Value Data: (0 = unselected, 1 = selected). Modify the following values, setting them to "1" to select
the parameter as a default or "0" as unselected. CaseSensitive, IncludeSubFolders, SearchHidden, SearchSlowFiles,
SearchSystemDirs. Restart or logoff Windows for the change to take effect.
Automatically Close Non-Responding Applications on Shutdown
Start/Run/Regedit
HKEY_USERS\.DEFAULT\Control Panel\Desktop, Value Name: AutoEndTasks, Data Type: REG_SZ (String Value),
Value Data: (0 = disabled, 1 = enabled). Modify the value of 'AutoEndTasks' to equal '1' to automatically end tasks or
'0' to prompt for action. Note: This change will affect all users but the value can also be changed on a user-by-user basis
by modifying [HKEY_CURRENT_USER\Control Panel\Desktop] with the same values.
Speed Up Menu Display
Start/Run/Regedit
HKEY_CURRENT_USER\Control Panel\Desktop In the right pane select, "MenuShowDelay". Right click, modify and
set the value to 100. Reboot.
Enable/Disable Boot Defrag
Start/Run/Regedit
HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\DfrgBootOptimizeFunction Right click, modify and change to
value to Y to enable, N to disable.
Force Exit
Start/Run/Regedit
HKEY_CURRENT_USER\Control Panel\Desktop In the right pane find, "AutoEndTasks" (Create if not present). Set
the Value of 0 or delete it. No reboot needed.
Startup a Program Just Once then delete from the Registry
Start/Run/Regedit
HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Runonce. Data Type: REG_SZ. Value: path
to the program.
Startup Programs Without the Startup Folder
Start/Run/Regedit
HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run. Data Type: REG_SZ. Value: path to
program.
Speed up Share Viewing
Start/Run/Regedit
HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\Current Version\Explorer\RemoteComputer\NameSpace.
Delete the key called {D6277990-4C6A-11CF-8D87-00AA0060F5BF} and reboot.
Prioritizing IRQs
Start/Run/Regedit
HKEY_LOCAL_MACHINE\System\CurrentControlSet\Control\PriorityControl. Create a new DWORD value called
IRQ8PRiority and set the data to 1, reboot.
Remove Properties from My Computer
This restriction removes the properties option from My Computer and hides the "System Properties" screen.
Start/Run/Regedit
HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer Value Name:
NoPropertiesMyComputer, Data Type: REG_DWORD (DWORD Value) Value Data: (0 = Properties, 1 = No
Properties) Create a new DWORD value, or modify the existing value, called 'NoPropertiesMyComputer' and edit the
value according to the settings above.
CD or DVD Disappeared After an Upgrade
Remove the Upperfilters and Lowerfilters values completely from the following registry key: Start/Run/Regedit
HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control\Class\{4D36E965-E325-11CEBFC1-
08002BE10318}
Enable DVD Player in Media Player
Start/Run/Regedit
HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\MediaPlayer\Player\Settings. Value Name: EnableDVDUI, Data Type:
REG_SZ (String Value), Value Data: yes or no. Create a new string value called "EnableDVDUI" and set it to "yes" to
enable DVD functionality.
How to Increase Shutdown Time For Services To Close Properly
Start/Run/Regedit
HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control. On the Edit menu, click Add Value. Value Name:
WaitToKillServiceTimeout, Data Type: REG_SZ , String: In milli-seconds; default is 20,000. Ok/Exit/Reboot.
New Command Missing in Windows Explorer
Start/Run/Regedit
HKEY_CLASSES_ROOT\Directory\Background\shellex\ContextMenuHandlers\New. Value Name: (Default), Data
Type: REG_SZ (String Value), Value Data: {D969A300-E7FF-11d0-A93B-00A0C90F2719} Open your registry and
verify that the key listed below has the value listed, and if needed, edit the value to match the value listed.
Add Explore From Here to Every Folder
Start/Run/Regedit
HKEY_CLASSES_ROOT\Directory\shell\Explore. Value Name: (Default), Data Type: REG_SZ (String Value), Value
Data: explorer.exe /e,/root,"%1" Change the value of '(Default)' to equal 'Explore From Here'. Create a new key under
the [Explore] key called command, and edit the (Default) value to equal explorer.exe /e,/root,"%1".
Control the Auto Complete Mode
Start/Run/Regedit
HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer\AutoComplete.
Value Name: Append Completion, Data Type: REG_SZ (String Value), Value Data: yes or no. Create a new string
value, or modify the existing value, named "Append Completion" and set it to "yes" to append the suggested text as you
are typing or "no" to only show a drop-down list. Restart Windows for the change to take effect. Note: This setting also
changes the auto complete functionality of Internet Explorer.
Control Automatic Boot Disk Optimization
Start/Run/Regedit
HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Dfrg\BootOptimizeFunction. Value Name: Enable, Data Type:
REG_SZ (String Value), Value Data: (Y = enabled, N = disabled). Create a new String value, or modify the existing
value, called 'Enable' and edit the value according to the settings below. Exit your registry, you may need to restart or
log out of Windows for the change to take effect.
View Which Hot Fix Patches Have Been Installed
Start/Run/Regedit
HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Hotfix. Periodically Microsoft
releases Hot Fix's to patch bugs in Windows and other products, this key contains information about which Hot fix's
have been installed.
Restrict Users from Running Specific Applications
Start/Run/Regedit
HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer.Value Name: DisallowRun
[HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer] Create a new DWORD
value and name it "DisallowRun" set the value to "1" to enable application restrictions or "0" to allow all applications to
run. Then create a new sub-key called
[HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\ Explorer\DisallowRun] and define
the applications the are to be restricted. Creating a new string value for each application, named as consecutive
numbers, and setting the value to the filename to be restriced (e.g. "regedit.exe"). Restart Windows for the changes to
take effect.
Restrict Applications Users Can Run
Start/Run/Regedit
HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer. Value Name: RestrictRun
Open your registry and find the key
[HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer] Create a new DWORD
value and name it "RestrictRun" set the value to "1" to enable application restrictions or "0" to allow all applications to
run. Then create a new sub-key called
[HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\ Explorer\RestrictRun] and define
the applications that are allowed. Creating a new string value for each application, named as consecutive numbers, and
setting the value to the filename to be allowed (e.g. "regedit.exe"). Restart Windows for the changes to take effect.
Note:If you are the person who applies Group Policy, do not apply this policy to yourself. If applied too broadly, this
policy can prevent administrators from running Group Policy or the registry editors. As a result, once applied, you
cannot change this policy except by reinstalling Windows.
Enable Path Command Line Completion
Start/Run/Regedit
HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Command Processor] Value Name: PathCompletionChar Data Type:
REG_DWORD (DWORD Value) Value Data: Hex Control Character Create a new DWORD value, or modify the
existing value, called 'PathCompletionChar' and set it to equal the hex value of the required control character. For
example to use the TAB key set the value to '9', to use Ctrl-D set the value to '4' and for Ctrl-F set the value to '6'. Now
when you are using a command prompt and type the first part of a directory name then press the specified key,
Windows will complete the remainder for you. Pressing the key multiple times will scroll through the available options.
Automatic Window Refresh
Start/Run/Regedit
HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control\Update. Value Name: UpdateMode, Data Type:
REG_DWORD (DWORD Value), Value Data: default = 1. Create a new DWORD value, or modify the existing value,
named "UpdateMode" and set it to equal "0" for faster updates. Restart Windows for the change to take effect.
Change the Text in Internet Explorers Title Bar
Start/Run/Regedit
HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Internet Explorer\Main. In the right pane, change the value of the
string, "WindowTitle".
How to Change Name and Company Information After You Install Win XP
Start/Run/Regedit
HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion In the right pane, double-click
RegisteredOrganization. Under "Value data", type the name that you want, and then click OK. To change the name of
the registered owner, do the following: In the right pane, double-click RegisteredOwner. Under "Value data", type the
name that you want, and then click OK/Exit.
Get Rid of the "Links" Folder in Favorites
Start/Run/Regedit
HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Internet Explorer\Toolbar. Set the String value of "LinksFolderName"
to equal a blank string. Open IE and delete the Links folder from the Favorites menu. The next time you start Internet
Explorer the Links folder will not be recreated.
Run Explorer Full Screen
Start/Run/Regedit
HKEY_CURRENT_USER\Console. In the right pane find FullScreen and modify the value to 1. Then go to:
HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\InternetExplorer\Main. In the right pane find FullScreen and modify
the value to yes. Exit/Reboot.
Change the Location of Special Folders
Start/Run/Regedit
HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer\User Shell Folders. Note the
current location of the folder you want to move, and then using explorer move the folder to the new location. Edit the
value in the key above for the folder you moved to reflect the new directory location. Log off or restart Windows for the
changes to take effect.
Remove My Documents from the Desktop
Start/Run/Regedit
HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer\CLSID\ {450D8FBAAD25-
11D0-98A8-0800361B1103}\ShellFolder Value Name: Attributes Data Type: REG_DWORD (DWORD Value)
Value Data: (0xf0500174 = Hidden, 0xf0400174 = Default) Modify the value called "Attributes" and set it to either
"0xf0500174" to hide or "0xf0400174" to display My Documents. Click on a blank area of desktop and press F5 to
refresh for the change to take effect. Note: This tweak can also by used on a system wide basis by entering the same
values under the [HKEY_LOCAL_MACHINE] hive.
Add Explore From Here to Every Folder
Start/Run/Regedit
HKEY_CLASSES_ROOT\Directory\shell\Explore. Value Name: (Default), Data Type: REG_SZ (String Value), Value
Data: explorer.exe /e,/root,"%1" Change the value of '(Default)' to equal 'Explore From Here'. Create a new key under
the [Explore] key called command, and edit the (Default) value to equal explorer.exe /e,/root,"%1".
Customize the Windows Logon and Security Dialog Title
Start/Run/Regedit
HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Winlogon. Value Name:
Welcome, Data Type: REG_SZ (String Value), Value Data: Text to display. Create a new String value, or modify the
existing value, called 'Welcome' and edit the value according to the settings below. Exit your registry, you may need to
restart or log out of Windows for the change to take effect.
Legal Notice Dialog Box Before Logon
Start/Run/Regedit
HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Winlogon Modify the value
named 'LegalNoticeCaption' to represent the caption on the dialog box (e.g. 'WARNING!'). If this value doesn't already
exist create it. Modify the value named 'LegalNoticeText' to represent the body of the dialog box (e.g. 'Do Not Attempt
to Logon to this system unless you are an authorized user!') Exit your registry and restart Windows, and the next time
you boot up you should be presented with the dialog box before logging on.
Change the Message Shown on the Logon Box
Start/Run/Regedit
HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Winlogon. Value Name:
LogonPrompt, Data Type: REG_SZ (String Value). Create a new string value named 'LogonPrompt' and enter the text
you want to display. The default message is: 'Enter a user name and password that is valid for this system.' This feature
can be used in conjunction with the Legal Notice Dialog Box Before Logon tweak.
Change the Title of Windows Media Player
Start/Run/Regedit
HKEY_CURRENT_USER\Software\Policies\Microsoft\WindowsMediaPlayer. Value Name: TitleBar, Data Type:
REG_SZ(String Value). Create a new string value called "TitleBar" and set it to the text you would like display in the
title. Restart Media Player for the change the take effect.
Display the Attributes Column in Explorer
Start/Run/Regedit
HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer\Advanced. Value Name:
ShowAttribCol, Data Type: REG_DWORD (DWORD Value), Value Data: (0 = disable, 1 = enable). Create a new
DWORD value called 'ShowAttribCol' and set the value to '1' to enable the attributes column.
Force the Use of the Classic Start Menu
Start/Run/Regedit
HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer. Value Name:
NoSimpleStartMenu, Data Type: REG_DWORD (DWORD Value), Value Data: (1 = force classic menu, 0 = default).
Create a new DWORD value, or modify the existing value, called 'NoSimpleStartMenu' and edit the value according to
the settings below. Exit your registry, you may need to restart or log out of Windows for the change to take effect.
Remove Common Groups from the Start Menu
Start/Run/Regedit
HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer Create a DWORD called
NoCommonGroups and set the value to 1 to hide them, 0 to display them.
Create a Useful Name for My Computer
Start/Run/Regedit
HKEY_CLASSES_ROOT\CLSID\{20D04FE0-3AEA-1069-A2D8-08002B30309D}. Data Type: REG_EXPAND_SZ
(Expanded String Value). Rename the value named "LocalizedString" to "LocalizedString.old". Create a new
REG_EXPAND_SZ value named "LocalizedString", and set the value to "%USERNAME% on %COMPUTERNAME
%". Exit the registry editor, click on your desktop and press F5 (for refresh). The "My Computer" icon should now be
rename to "Username on Computername".
Add Your Own Tips
Start/Run/Regedit
HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer\Tips. Data Type:
REG_SZ(String Value), Value Data: Tip Text. Create a new string valued named by incrementing the existing value
names and set it to the required tip text.
Change the Transition Effect for Menus and Tooltips
Start/Run/Regedit
HKEY_CURRENT_USER\Control Panel\Desktop] Value Name: UserPreferencesMask Data Type:
REG_BINARY(Binary Value) Double-click on the "UserPreferencesMask" value to open the Edit Binary Value screen.
Press the right arrow to move over to the second set of digits. Press the delete key to remove the digits and type either
'28' for the scroll effect or '3e' for the fade effect. Restart Windows for the change to take effect.
Preventing the Logon Screen Saver from Launching
Start/Run/Regedit
HKEY_USERS\.DEFAULT\Control Panel\Desktop. Value Name: ScreenSaveActive, Data Type: REG_SZ (String
Value), Value Data: (0 = disabled, 1 =enabled). Change the value of 'ScreenSaveActive' to '0' to disable the screen
saver. Restart Windows for the change to take effect. Note: Windows has a default screen saver called login.scr, which
runs even if no screen saver has been selected.
Enable Start Menu Scrolling
Start/Run/Regedit
HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer\Advanced. Value Name:
StartMenuScrollPrograms, Data Type: REG_SZ (String Value), Value Data: "Yes" or "No". Create a new String value,
or modify the existing value, called 'StartMenuScrollPrograms' and edit the value according to the settings below. Exit
your registry, you may need to restart or log out of Windows for the change to take effect. Note: This can be used either
on a user by user basis by adding it to HKEY_CURRENT_USER or on a computer wide basis by adding it to
HKEY_LOCAL_MACHINE.
Change the Login Window
Start/Run/Regedit Key
[HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Winlogon] Value Name:
LogonType Data Type: REG_DWORD (DWORD Value) Value Data: (0 = Classic Mode, 1 = Welcome Screen) Create
a new DWORD value, or modify the existing value, called 'LogonType' and edit the value according to the settings
below. Reboot.
Activate Clear Type on the Welcome Screen
Start/Run/Regedit
HKEY_USERS/.DEFAULT/Control Panel/Desktop. In the right pane, right click "FontSmoothingType", modify,
change the value to 2.
Clear the NetMeeting Call History
Start/Run/Regedit
HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Conferencing\UI\CallMRU. Open your registry and delete the key
above. Restart Netmeeting for the change to take effect.
Clear Cached Command Lines from the Run Menu
Start/Run/Regedit
HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer\RunMRU. Delete the value
corresponding to the command you want to remove, or remove all the entries to clear the list completely.
Disable Show Last User Name
Start/Run/Regedit
HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System Value Name:
dontdisplaylastusername Data Type: REG_DWORD (DWORD Value) Value Data: (1 = remove username) Create a
new DWORD value, or modify the existing value, called 'dontdisplaylastusername' and edit the value according to the
settings above. Exit your registry, you may need to restart or log out of Windows for the change to take effect.
Remove Frequent Programs List from the Start Menu
Start/Run/Regedit
You may need to create the key if it does not already exist. Create a new DWORD value, or modify the existing value,
called 'NoStartMenuMFUprogramsList' and edit the value according to the settings below. HKEY_CURRENT_USER\
Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer
HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer Value Name:
NoStartMenuMFUprogramsList Data Type: REG_DWORD (DWORD Value) Value Data: (0 = default, 1 = enable
restriction). Note: This setting only applies to the Windows XP Start Menu, not the Classic Start Menu. Exit your
registry, you may need to restart or log out of Windows for the change to take effect.
Remove Pinned Programs List from the Start Menu
Start/Run/Regedit
HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer
HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\ Policies\Explorer Value Name:
NoStartMenuPinnedList Data Type: REG_DWORD (DWORD Value) Value Data: (0 = default, 1= enable restriction)
Create a new DWORD value, or modify the existing value, called 'NoStartMenuPinnedList' and edit the value
according to the settings below. Note: This setting only applies to the Windows XP Start Menu, not the Classic Start
Menu. Exit your registry, you may need to restart or log out of Windows for the change to take effect.
Remove Username from the Start Menu
Start/Run/Regedit
HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer
HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer Value Name:
NoUserNameInStartMenu Data Type: REG_DWORD (DWORD Value) Value Data: (0 = display username, 1 = hide
username) Create a new DWORD value, or modify the existing value, called 'NoUserNameInStartMenu' and edit the
value according to the settings below. Exit your registry, you may need to restart or log out of Windows for the change
to take effect.
Remove "All Programs" Button from the Start Menu
Start/Run/Regedit
HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer
HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer Value Name:
NoStartMenuMorePrograms Data Type: REG_DWORD (DWORD Value) Value Data: (0 = default, 1 = disable button)
Create a new DWORD value, or modify the existing value, called 'NoStartMenuMorePrograms' and edit the value
according to the settings below. Exit your registry, you may need to restart or log out of Windows for the change to take
effect.
Hide the Keyboard Navigation Settings
Start/Run/Regedit - This restriction disables the "Hide keyboard navigation indicators until I use the ALT key" option in
the Display Control Panel. HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer
HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer Value Name:
NoChangeKeyboardNavigationIndicators Data Type: REG_DWORD (DWORD Value) Value Data:(0 = default, 1 =
enable restriction) Create a new DWORD value, or modify the existing value, called
'NoChangeKeyboardNavigationIndicators' and edit the value according to the settings above. Exit your registry, you
may need to restart or log out of Windows for the change to take effect.
Speed Up Browsing (Windows Explorer and IE)
Start/Run/Regedit
HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer\RemoteComputer\ NameSpace.
In the left pane find:{D6277990-4C6A-11CF-8D87-00AA0060F5BF}Value and delete it.
Configure Internet Downloads
Start/Run/Regedit
HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Internet Settings. To increase the number of
simultaneous connections that are allowed to 10, follow these steps: On the Edit menu, click Add Value , and then add
the following registry values: "MaxConnectionsPer1_0Server"=Dword:0000000a "MaxConnectionsPerServer"=Dword:
0000000a.
Auto Disconnect for Internet Explorer
Start/Run/Regedit
HKEY_LOCAL_MACHINE\System\CurrentControlSet\Services\LanmanServer\Parameters In the right pane, find
Autodisconnect and change the time accordingly.
Disable the Custom Search Page in Internet Explorer
Start/Run/Regedit
HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Internet Explorer\Main. Value Name: Use Custom Search URL, Data
Type: REG_DWORD (DWORD Value), Value Data: (0 = disabled, 1 = enabled). Create a new DWORD value, or
modify the existing value, called 'Use Custom Search URL' and edit the value according to the settings below. Exit your
registry, you may need to restart or log out of Windows for the change to take effect.
Change the Text in Internet Explorers Title Bar
Start/Run/Regedit
HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Internet Explorer\Main. In the right pane, change the value of the
string, "WindowTitle".
Change default Internet Explorer Download Directory
Start/Run/Regedit
HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Internet Explorer In the right pane, double click on the Download
Directory value. Enter the path to the folder you want as your download location. Next, right click on the Internet
Explorer subkey and select Permissions. Then click the Advanced button on the Security tab. In turn, Highlight
Administrators, your user account and System. For each one, click the Edit button. In the Deny column, put the check
mark in Set Value. Then click OK. Repeat for each of the remaining user accounts. Once done, click the Apply button
on the Advanced Security Settings dialog. This removes the "permissions" for anything or anyone to write to the
Download Directory value. It also prevents changes to any of the other values listed directly under the Internet Explorer
sub-key, so you may wind up preventing something else from being changed as well. Unfortunately, its not possible to
remove permissions from individual values.
Run Explorer Full Screen
Start/Run/Regedit
HKEY_CURRENT_USER\Console. In the right pane find FullScreen and modify the value to 1. Then go to:
HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\InternetExplorer\Main. In the right pane find FullScreen and modify
the value to yes. Exit/Reboot.
Control the Internet Explorer Script Debugger
Start/Run/Regedit
HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Internet Explorer\Main] Value Name: Disable Script Debugger Data
Type: REG_SZ (String Value) Value Data: yes or no. Create a new string value, or modify the existing value, named
"Disable Script Debugger" and set it to either "yes" to disable the debugger or "no" to enable it. Restart Internet
Explorer for the change to take effect.
Control Internet Explorer Error Reporting
Start/Run/Regedit
HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Internet Explorer\Main. Value Name: IEWatsonDisabled,
IEWatsonEnabled, Data Type: REG_DWORD (DWORD Value). Create a new DWORD value called
"IEWatsonDisabled" and set it to "1". Create another DWORD value called "IEWatsonEnabled" and set it to "0".
Restart Internet Explorer for the changes to take effect.
Prevent Account Changes in Outlook Express
Start/Run/Regedit
HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Outlook Express, Value Name: No Modify Accts, Data Type:
REG_DWORD (DWORD Value), Value Data: (1 = enable restriction). Create new DWORD value called "No Modify
Accts" and set it to "1" to enable the restriction or "0" to allow users to modify accounts. Restart Outlook Express for
the change to take effect.
Change the Default Internet Explorer Search Page
Start/Run/Regedit
HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Internet Explorer\Main. Value Name: Search Bar, Data Type:
REG_SZ (String Value), Value Data: Search URL. Create a new String value, or modify the existing value, called
'Search Bar' and edit the value according to the settings below. Exit your registry, you may need to restart or log out of
Windows for the change to take effect. Note: This tweak can also be applied on a per-user basis under the
[HKEY_CURRENT_USER] hive.
Disable Automatic Modem Connections at Startup
Start/Run/Regedit
HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Ole. Value Name: EnableRemoteConnect, Data Type: REG_SZ
(String Value), Value Data: "Y" = enable automatic connections, "N" = disabled. Create a new String value, or modify
the existing value, called 'EnableRemoteConnect' and edit the value according to the settings below. Exit your registry,
you may need to restart or log out of Windows for the change to take effect.
Disable the "Log on using dial-up connection" Check Box
Start/Run/Regedit
HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Winlogon. Value Name:
RasDisable, Data Type: REG_SZ (String Value), Value Data: (0 = restriction disabled, 1 = restriction enabled). Create a
new String value, or modify the existing value, called 'RasDisable' and edit the value according to the settings below.
Exit your registry, you may need to restart or log out of Windows for the change to take effect.
Modify the Internet Auto-Dial Settings
Start/Run/Regedit
HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Internet Settings Value Name:
EnableAutodial Data Type: REG_BINARY (Binary Value) Value Data: (00 00 00 00 = disabled, 01 00 00 00 =
enabled) Create a new binary value named "EnableAutodial", and set the new value to equal "01 00 00 00" to enable
autodial or "00 00 00 00" to disable it. Note: This restriction can be used either on a user by user basis by adding it to
HKEY_CURRENT_USER or on a computer wide basis by adding it to HKEY_LOCAL_MACHINE.
Remove MSN Messenger from Outlook Express
Start/Run/Regedit
HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Outlook Express. Value Name: Hide Messenger, Data Type:
REG_DWORD (DWORD Value), Value Data: (2 = remove messenger). Create a new DWORD value, or modify the
existing value, called 'Hide Messenger' and set the value to 2.
Control the Auto Complete Mode
Start/Run/Regedit
HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer\AutoComplete Value Name:
Append Completion Data Type: REG_SZ (String Value) Value Data: yes or no Create a new string value, or modify the
existing value, named "Append Completion" and set it to "yes" to append the suggested text as you are typing or "no" to
only show a drop-down list. Restart Windows for the change to take effect.
Change the Search Assistant in Internet Explorer
Start/Run/Regedit
HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Internet Explorer\Search Value Name: SearchAssistant Data
Type: REG_SZ (String Value) Value Data: Search URL Create a new String value, or modify the existing value, called
'SearchAssistant' and edit the value according to the settings above. Exit your registry, you may need to restart or log
out of Windows for the change to take effect. Note: To use the Google search assistant page enter
"http://www.google.com/ie" as the URL.
Getting Rid of the Unread Email Messages at Start Up
Go to Start/Run/Regedit
For a single user:
Go to HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\Current Version\UnreadMail
Right click on the UnreadMail and click on New then DWORD. Name it MessageExpiryDays
Give it a value of 0
For all users:
Go to HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\Current Version\UnreadMail
Right click on the UnreadMail and click on New then DWORD. Name it MessageExpiryDays
Give it a value of 0

regedit ayo klik next

Klik disini untuk melanjutkan »»
 
Namablogkamu is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com | Distributed by Blogger Templates