earth bending - water bending - fire bending - wind bending

10.10.2009

kehampaan spritual

. 10.10.2009





Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar al-Qawariri ra, ia bertutur,
"Aku sama sekali belum pernah lalai dari shalat Isya berjemaah.
Hanya di suatu malam aku kedatangan tamu, sehingga aku terlambat
shalat Isya berjmaah. Setelah tamu pulang, aku pergi ke beberapa
masjid di Kota Bashrah, dan kudapati semua orang sudah shalat dan
semua pintu masjid sudah tertutup.

Akhirnya aku kembali ke rumah, dan aku ingat sebuah hadis yang
mengatakan bahwa shalat berjemaah lebih utama dari shalat sendirian,
dan berpahala 27 kali lipat. Maka aku pun shalat Isya sebanyak 27
kali.

Kemudian aku tertidur dan bermimpi mengikuti lomba pacuan kuda dengan
sekelompok orang. Kupacu kudaku demi mengejar kuda mereka, namun kudaku
tetap tertinggal dari mereka. Lalu salah seorang dari mereka menoleh
ke belakang, seraya berkata padaku, 'Jangan kaubuat lelah kudamu.
Engkau tidak akan bisa mengejar kami!' Aku pun bertanya, 'Mengapa?'
Dia menjawab, 'Karena kami shalat berjemaah, sedangkan engkau shalat
sendirian.'

Setelah itu aku terbangun dan aku pun diliputi oleh kesedihan yang
mendalam lantaran mimpi itu".

Menyandarkan ajaran atau amalan pada mimpi memang suatu tindakan naif,
namun, mimpi Abdullah bin Umar al-Qawariri --guru Imam Bukhari dan
Imam Muslim-- itu sesungguhnya mengingatkan kita akan amalan nabi dan
para sahabatnya yang sering dianggap remeh oleh umatnya kini, yaitu

shalat berjemaah. Diam-diam, dinamika dan aktivitas kehidupan yang
kita jalani tiap hari telah membuat kita begitu pelit meluangkan
waktu untuk merapatkan shaf dalam shalat berjemaah. Sementara itu,
Alquran menyatakan, ''Dan rukuklah bersama orang-orang yang rukuk
(yakni melakukan shalat dengan berjemaah)'' (QS 2: 43).

Bila nabi dan para sahabat acapkali harus disangga --karena sakit
agar tidak absen menunaikan shalat berjemaah-- kita justru rela
menghabiskan waktu berjam-jam di depan televisi untuk menyaksikan
aneka hiburan, pertandingan, atau hal lainnya. Kita enggan shalat
berjemaah. Padahal banyak manfaat yang dapat diperoleh dari ibadah
yang menyita waktu hanya beberapa menit itu. Selain melatih disiplin
dan memperkokoh kebersamaan, shalat berjemaah juga bisa menjadi
warning untuk melaksanakan ketaatan-ketaatan lainnya. Dan kalau
orang modern sering mengeluhkan kehampaan spiritual, maka
lazimkanlah shalat berjemaah. Insya Allah, nurani kita menjadi
kaya raya.

Hikmah Republika 09 Juli 2002


Bila nabi dan para sahabat acapkali harus disangga --karena sakit
agar tidak absen menunaikan shalat berjemaah-- kita justru rela
menghabiskan waktu berjam-jam di depan televisi untuk menyaksikan
aneka hiburan, pertandingan, atau hal lainnya. Kita enggan shalat
berjemaah. Padahal banyak manfaat yang dapat diperoleh dari ibadah
yang menyita waktu hanya beberapa menit itu. Selain melatih disiplin
dan memperkokoh kebersamaan, shalat berjemaah juga bisa menjadi
warning untuk melaksanakan ketaatan-ketaatan lainnya. Dan kalau
orang modern sering mengeluhkan kehampaan spiritual, maka
lazimkanlah shalat berjemaah. Insya Allah, nurani kita menjadi
kaya raya.

0 komentar:

 
Namablogkamu is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com | Distributed by Blogger Templates