earth bending - water bending - fire bending - wind bending

10.10.2009

cinta sang bunga membuat bidadari surga menangis

. 10.10.2009



Subject: NHI Selasa : Hikmah Wudhu

Hikmah Wudhu

Berikut ini adalah hikmah yang dapat kita peroleh dari wudhu seperti yang diuraikan Imam Al-Ghazali dalam bukunya
"Ihya Ulumuddin". Mudah-mudahan Allah swt selalu mencucurkan rahmat-Nya.

Banyak di antara kita yang tidak sadar akan hakikat bahwa setiap yang dituntut
dalam Islam mempunyai hikmahnya yang tersendiri.

1. Ketika berkumur, berniatlah kamu dengan, "Ya Allah ampunilah dosa mulut dan lidahku ini "
Penjelasan : Kita setiap hari membicarakan hal - hal yang tidak
bermanfaat,mencela,ghibah (membicarakan orang dari belakang),memfitnah bahkan mengadu domba.

2. Ketika membasuh muka, berniatlah kamu dengan, "Ya Allah, putihkanlah mukaku
di akhirat kelak, Janganlah Kau hitamkan muka ku ini". Penjelasan : Ahli syurga mukanya putih berseri-seri.

3. Ketika membasuh tangan kanan, berniatlah kamu dengan, "Ya Allah, berikanlah
hisab-hisab ku di tangan kanan ku ini" Penjelasan: Ahli syurga diberikan hisab-
hisabnya di tangan kanan

4. Ketika membasuh tangan kiri, berniatlah kamu dengan, "Ya Allah, janganlah Ka berikan hisab-hisab ku di tangan kiriku ini"
. Penjelasan : Ahli neraka diberikanhisab-hisabnya di tangan kiri

5. Ketika membasuh kepala, berniatlah kamu dengan,"Ya Allah,

lindungilah daku dari terik matahari di padang Masyar dengan ArasyMu"
Penjelasan : Panas di PadangMasyar macam matahari sejengkal di atas kepala.

6. Ketika membasuh telinga, berniatlah kamu dengan,"Ya Allah, ampunilah
dosa telinga ku ini" Penjelasan : Kita sering mendengar orang mengumpat,
memfitnah, mendengar lagu2 dan perkataan berunsur maksiat.

7. Ketika membasuh kaki kanan, berniatlah kamu dengan."Ya Allah,
permudahkan-lah aku melintasi titian Siratul Mustaqqim". Penjelasan : Ahli syurga melintasi
titian dengan mudah sekali.



8. Ketika membasuh kaki kiri, berniatlah kamu Dengan,"Ya Allah,bawakanlah daku
pergi ke masjid-masjid, surau-surau dan bukan tempat-tempatmaksiat" Penjelasan : Qada' dan Qadar kita di tangan Allah.

Pernahkah terpikir dalam benak kita mengapa kita mengambil wuduk sedemikian
rupa? Pernahkah kita memikirkan segala hikmah yang kita peroleh dalam menghayat Islam?


Wallahu'alam bisshawab
Subject: Matinya Kalbu

Tatkala Ibrahim bin Adham sedang berjalan - jalan di negeri Al Bashrah,
dia ditanya oleh penduduk dalam negeri itu. Mereka bertanya,"Ya Ibrahim,
mengapa do'a kami tidak diindahkan lagi, padahal bukankah Allah Ta'ala
telah berkata dalam firmannya : " Apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu
tentan Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan
orang yang berdo'a apabila ia berdo'a kepadaKu.."
(AlBaqarah : 186)

Ibrahim pun menjawab pertanyaan mereka. Katanya, "Wahai penduduk kota
Al-Bashrah hal itu disebabkan karena kalbu kalian mati oleh 10 hal. Jika
demikian bagaimana mungkin Allah Ta'ala akan menyambut do'a kalian?

Penduduk negeri Al-Bashrah berpikir sejenak untuk mencari tahu mengenai
sepuluh hal tersebut, tetapi mereka belum juga menemukan jawabannya.Maka
mereka kembali bertanya kembali kepada Ibrahim, "Ya Ibrahim, apa kesepuluh hal
yang menghambat do'a kami karena matinya kalbu ini?"

"Kesepuluh hal yang menghambat do'a kalian adalahm :

1. Kalian telah mengenal Allah, tetapi tidak menunaikan hak - hak-Nya

2. Kalian telah membaca Al-Qur'an tetapi tidak mengamalkan isinya

3. Kalian mengaku cinta kepada Rasulullah tetapi meninggalkan sunnahnya

4. Kalian mengaku benci kepada Syaitan akan tetapi menuruti ajakannya

5. Kalian mengaku ingin masuk surga akan tetapi tidak pernah memenuhi

6. Kalian mengaku ingin selamat dari api neraka tetapi kalian menjerumuskan
diri kedalamnya.

7. Kalian meyakini bahwa kematian itu suatu kepastian, akan tetapi kalian
tidak pernah mempersiapkan diri menghadapinya.

8. Kalian sibuk mengurusi keburukan orang, akan tetapi kalian mengabaikan
keburukan diri sendiri.

9. Kalian setiap waktu mengubur orang mati akan tetapi setiap kali itu pula
kalian tidak pernah merenunginya.

10.Kalian telah menikmati nikmat Allah, akan tetapi tidak pernah mensyukurinya.

Penduduk Bashrah merenungi jawaban Ibrahim itu, sambil senantiasa meminta
petunjuk dan hidayah kepada Allah,minta dihidupkan dan dibersihkan kalbu mereka dari noda dan dosa yang selama ini ada.
Subject: "Engkau Harus Bertahan, Melatiku!"

Assalamu'alaikum wr wb
Ba'da tahmid wa sholawat

To all my sisters.

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang
agung. (QS. Al Qalam 68:4)

Wahai Ummul mu'minin, kabarkanlah kepada kami tentang
akhlak Rasulullah Saw. Aisyah berkata: Bukankah engkau
pernah membaca Al Qur'an?. Jawab: Ya, Kata Aisyah:
Akhlak Nabi Allah itu adalah Al Qur'an. (HR. Muslim)

Dari Aisyah binti Thalhah bahwasanya Aisyah Ummul
mu'minin r.a pernah berkata: tidak seorangpun pernah
kulihat mirip ucapan dan cara bicaranya dengan
Rasulullah Saw lebih dari Fhatimah.
Aisyah r.a berkata: Pernah kulihat ketika Fhatimah
berjalan, jalannya itu persis dengan jalannya
Rasulullah Saw.
Aisyah r.a berkata: tidak kulihat seorangpun yang
lebih afdhal sesudah Rasulullah Saw dari Fhatimah.
(Thabrani)
*************************

"Engkau Harus Bertahan, Melatiku!"

Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah,
ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni
dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang. (QS. Ali Imran 3:31)

Iman yang paling utama adalah bahwa engkau mencintai
(seseorang) karena Allah dan membenci (seseorang)
karena Allah. (At Thabrani)
*************************

"Segar sekali engkau hari ini, Nisa.." Ayu memandang
Nisa yang telah rapi dengan gaun muslimah coklat
mudanya, yang dipuji hanya tersenyum dan berkata,
"Alhamdulillah, Ayu juga..".

Hari libur sering dimanfaatkan kedua sahabat itu untuk
bertukar fikiran, maklum, mereka hanya bisa bertemu
sekali dalam seminggu atau bahkan sebulan sekali,
karena kesibukan masing-masing. Walaupun demikian,
komunikasi tetap berjalan. Keduanya kini sedang asyik
bercanda di teras rumah Nisa yang sederhana. Ketika
perbincangan sampai ke titik sentral.

"Kenapa tidak semua wanita Islam berusaha mencontoh
Fhatimatuzzahra, ya Yu?" tanya Nisa penuh keheranan.
"Mereka semua ibarat bunga dengan seribu satu macam
warnanya. Tapi bukankah tetap Melati sebagai simbol
kepribadian yang terindah? jumlah itu semakin langka
kini, dan akankah mereka segera musnah ataukah memilih
bersembunyi agar bisa menjaga diri?!".

Pertanyaan yang cukup menggigit itu terlontar dari
bibir Nisa, dan Ayu mulai menanggapinya.

"Jangan tanya kenapa Nisa..tapi cobalah untuk mengerti
akan keadaan sesungguhnya!. Banyak faktor yang
menyebabkan mereka seperti itu. Didikan keluarga,
lingkungan sekitar, dan pendidikan yang salah
menjadikan mereka tidak mengerti apa sebenarnya
tanggung jawab mereka di bumi ini. Simbol Melati
terlalu sederhana, sedangkan masih banyak bunga lain
yang lebih menarik dan mempesona, tentunya setiap
wanita menginginkan yang terbaik untuk dirinya, bukan?
karena itulah, sebagian besar dari mereka memilih
menjadi bunga-bunga yang lain".

"Yach, menurut mereka baik tetapi tidak baik menurut
Allah!" Nisa menghela nafas. Nisa sediih, Ayu..?.

Ayu tersenyum. ?Kesedihan tidak menyelesaikan masalah,
Nisa..?

Kembali Nisa berusaha minta pendapat sahabatnya.

Kenapa mereka tidak menyadari bahwa mereka tengah
dimanfaatkan?..seharusnya dengan kekuatan rasa yang
mereka punya, menjadikan mereka cerdas untuk mencintai
diri dan mewujudkan akhlak bunga negeri ini!
namun..rasa itu dipalingkan salah oleh pihak-pihak
yang tidak bertanggung jawab!"

Kali ini Ayu mulai serius menanggapi keluhan Nisa.

"Iya.., seharusnya dengan kelebihan rasa itu mereka
mencintai Allah lebih dari segala yang ada di dunia
ini, ya Sa? Mencintai Allah dengan mengikuti
Rasul_Nya, berakhlak Al Qur'an (akhlak
Fhatimatuzzahra). Mencintai Allah dengan berusaha
membuktikannya dengan melakukan segala amal perbuatan
yang baik untuk mengharap keridhaan_Nya dan
menghindari segala amal perbuatan yang dibenci_Nya.
Kita harus memikirkan bagaimana cara merangkul mereka
dengan sedaya upaya kita, Nisa..dengan kunci
kesabaran, ketekunan, dan menyerahkan segalanya pada
Allah.

Kalimat-kalimat Ayu terasa sejuk di Qalbu Nisa.
Seketika semangatnya bangkit kembali.

"Mudah-mudahan apa yang menjadi keinginan kita
dikabulkan Allah, ya Yu..dengan perlahan menyadarkan
mereka akan pentingnya akhlak Qur?ani. Semoga
bunga-bunga itu akan disegani dan dihormati!".

"Aamiin". Ucap Ayu. Perlahan ia mengambil gitar,
mengisyaratkan Nisa untuk bernyanyi. Nisa
menyenandungkan syair gubahannya.

"Kau yang s'lalu kurindu, Kau yang s'lalu kuingin,
kuharap setiap waktu, dalam Qalbuku. Kau yang s'lalu
kucinta, kau yang s'lalu kupuja, kudamba setiap waktu
dalam hidupku.

Subhanallaah, walhamdulillaah, walaa illaa ha
ilallaah, wallaahu akbar. 2x

Kala kupandang bintang, jauh di atas awan, betapa
indah ciptaan_Mu Tuhan. Kala kutatap dunia, dan
seluruh isinya, betapa besar, kuasa_Mu, Tuhan".

Lagu itupun berakhir, digantikan dengan suara Azan.

Suara Azan itu lebih indah dari nyanyian kita,
Ayu..dan suara insan yang membaca Firman Allah jauuh
lebih indah dari seluruh alam semesta ini!

Nisa dan Ayu bergegas memenuhi panggilan Ilahi. Usai
shalat dan berdo?a Nisa menghampiri meja kerjanya, ada
tumpukan surat-surat melati (sahabatnya) di sana, yang
menceritakan suka duka perjuangan mereka menghadapi
kejamnya zaman dan keterpurukan akhlak insan dunia
ini. Tak terasa air mata Nisa menitik, ia mendekap
lembut surat-surat itu seakan merangkul semua
melati-melatinya, dalam Qalbu ia berkata,

"Engkau Harus Bertahan, Melatiku!".

Ayu melihat haru sahabatnya, kemudian menghampiri
seraya berbisik. "Jangan sedih dan jangan takut,
Nisa.. Allah senantiasa melindungi dan menolong
hamba-hamba_Nya!

Billaahi taufiq walhidayah
Wassalamu?alaikum warahmatullaah wabarakaatuh
Ratna Dewi (wiwi_praty, Qalbu)


wassalam
~fromMilisFlp

#Kami sadari jalan ini, khan penuh onak dan duri.... ~Izzis




cinta kepada Allah diatas segalanya
sama seperti cinta kepada kedua orang tua lebih besar daripada cinta kepada sdr kandung
cinta kpd sdr kandung lebih lagi dibandingkan cinta kepada kerabat kita/sdr seiman/orang lain/ makhluq
lain
Islam merangkul kita dalam cinta dan persaudaraan yang erat bagaikan satu tubuh.
cinta seiman & menghormati org lain/ tdk seiman/ makhluk lain/kecuali iblis musuh tdk nyata yg terlupakan..
nafsu dan iblis dua senjata bermata dua
..keindahan dan cinta penuh estetika....
tapi bagaimanakah cinta terhadap pasangan/lawan jenis atau rasa ingin memiliki baik harta,jabatan atau pasangan ?
acapkali cinta kepada tuhan dilupakan, orang tua dan juga sdr kandung/seiman atau makhluk lain tak ternilai lagi
dikarenakan cinta ini berbeda posisinya...orang tua yang selalu menyayangi,berusaha untuk anak
nya, tuhan yang menciptakan, memberi semua harapan dan perbuatan, zat yang paling tinggi tempat meminta
dan menyembah tetapi semua itu berbeda; cinta itu berbeda; cinta itu harus sesuai dengan ketetapannya.
jangan sampai salah mengartikan cinta.. karena akan berakibat fatal
bayangkan jika ayah mencintai anaknya seperti seorang suami mencintai isterinya..sungguh aniaya khidupan..
begitu juga jika sebaliknya...cinta kepada Allah diatas segala-galanya maksudnya mengikuti
syariatnya dan jangan berlebihan; ada yang menganggap bisa bersatu dengan tuhan, ada juga yang
mengarang syair dan kata-kata hikmah yang menhghadirkan makna yang bias seolah-olah cinta tuhan itu
seperti sepasang kekasih (ya benar dari segi positifnya)
..saya malu menulis ini tetapi saya tidak ragu untuk mengatakan manusia
telah berbuat aneh-aneh dan konyol, bila mereka tak tau cara/ kesempatan bermaksiat maka mereka ber andai2
delusi atau imaginasi menyesatkan, nampak manis tetapi bagai pisau bermata dua seperti iblis dan nafsu.
tidak sama antara cahaya lampu dengan pantulan cahaya lampu dalam cermin
walau sumbernya sama...tidak sama antara zat yang kekal dengan yang fana..ini bukanlah tanggapan
atas tulisan diatas tapi kekhawatiran saya akan hal-hal yang sudah terjadi..memang agak konyol
menulis pemahaman seperti ini
karena semua orang tahu makna cinta kepada Allah
tau makna khauf (takut/taqwa) kepada Allah
tau makna raja'(berharap) kepda Allah
tapi kita tak dapat memungkiri kadang-kadang syaithan datang dalam berbagai wujud.. baik penggelinciran
makna maupun ragam pemahaman sehingga hadirlah sifat dengki,serakah,ujub dan paling parah kesombongan..
tidaklah pantas manusia hina dina ini sombong dan merasa benar sendiri; merasa mencintai, merasa dicintai
bahkan ada yang mengarangnya saja agar terlepas dari syariat tuhannya..
sang tuhan lebih berhak menilai dan
mengadili dimana hari yaumil hisab telah ditetapkan karena dia maha melihat dan maha tau akan hamba-hambanya
di akahir inilah sebuah kisah
....spt cerita syaikhul abdul kadir jailani.. suatu hari ketika beliau sedang shalat
datanglah iblis dalam bentuk cahaya dan mengaku sebagai tuhannya dan mengatakan kamu sudah sangat
lama dan ikhlas dalam beribadah maka kamu tak perlu sembahyang seperti ini lagi..
syeckh pun lansung melempar cahaya itu..pergi kau iblis laknatillah...nabi saja yang dijamin masuk
surga sangat rajin beribadah dan melaksanakan syariat..bagaimana pula dengan aku ???
jadi saya bukan ingin membahas tentang cinta..tetapi saya ingin menekankan bahwa generasi
yang kuat dalam berbagai bidang baik ilmu maupun tecnologi akan senantiasa lahir
dari melati-melati yang selalu ridha dengan ketentuan tuhannya, moga bunga-bunga islami itu terus harum
membawa asa akan pencerahan..tuhan berkata; tidak ada tempat lain yang lebih pantas untuk wanita-wanita
beriman dan bertaqwa kepadaku melainkan surga yang mengalir sungai2 dibawahnya dan mereka kekal
di dalamnya dan mereka selalu merasa damai dan bahagia di dalamnya... gak nyambung ya..he..he..namanya ja
sisipan

wallahu a'lam

amma al idsa (www.miskaweb.info/http://amma06.blogspot.com)

0 komentar:

 
Namablogkamu is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com | Distributed by Blogger Templates