earth bending - water bending - fire bending - wind bending

11.14.2009

maob lewat

. 11.14.2009



MEMAÖBKAN ORANG DAN MENGORANGKAN MAÖB

Hasanuddin Yusuf Adan

(Ketua Umum Dewan Dakwah NAD)

Artikel ini sudah dimuat di Gema Baiturrahman, Jum’at 27/03/2009

Dalam kehidupan ke-Aceh-an banyak hal yang dimitoskan sehingga orang-orang Aceh yakin dan meyakini akan eksistensi mitos tersebut. Salah satunya adalah maöb, selain itu juga ada baluem bidi di sungai, ada geuntëut di hutan dan rimba serta sejumlah mitos lain yang terpatri dalam minda generasi muda serta orang tua kampung yang jauh dari kota dan perkembangan pengetahuan modern.

Mitos-mitos tersebut sering dikaitkan dengan sesuatu aktivitas dalam kesempatan-kesempatan tertentu dan di waktu tertentu pula. Maöb umpamanya, sering dipopulerkan untuk menakut-nakuti orang pada masa-masa tertentu, atau sebaliknya untuk menarik perhatian orang pada kesempatan-kesempatan tertentu pula seperti menakut-nakuti anak agar tidak keluar di malam hari atau menarik perhatian orang agar orang datang ketempat tertentu atau memilih benda tertentu.

Pengertian

Maöb dalam persepsi orang Aceh adalah sesuatu benda baik yang nampak dilihat mata atau yang tidak nampak dipandang mata tetapi dapat memberikan aspirasi atau kengerian atau harapan tertentu dari benda tersebut. Umpamanya kalau anak-anak di kampung-kampung dilarang pergi sendiri ke meunasah pada malam hari karena takut diamil maöb, lalu terbayanglah kepada si anak bahwa di sudut jurong pulan akan ada satu bentuk makhluk hitam yang mengerikan dan dapat membawanya kedalam kesesatan atau dapat memberikan satu harapan dalam kehidupan.

Dalam persepsi lain; orang-orang tua di kampung-kampung sering juga mengamanahkan kepada anak-anak kalau berpergian di malam hari maka jangan tengok-tengok kebelakang. Karena di belakang ada maöb yang selalu mengintainya, kalau melirik kebelakang maöb tersebut akan menerkamnya. Tetapi kalau tidak melihat kebelakang si maöb tidak akan mengganggunya.

Persepsi seumpama ini memberikan inspirasi bahwa maöb itu selalu membayang-bayangi seseorang dengan melantuni dua hal; pertama si maöb akan dapat menghancurkan seseorang dan yang kedua si maöb akan mampu mengajak seseorang bersamanya dengan memberi banyak harapan. Si maöb akan menghancurkan seseorang apabila orang tersebut tidak mau menuruti dan mengikuti apa yang ia minta, dan si maöb akan memberikan sesuatu kepada seseorang manakala orang tersebut mematuhi dan mengikuti permintaannya.

Dengan demikian maka posisi si maöb menjadi sebuah bayang-bayang yang mirip dengan latarbelakang tertentu yang selalu digunakan orang untuk memenangkan sesuatu pertaruhan. Bagi seorang pelaga lembu atau kerbau maka orang itu akan mengecat muka lembu atau kerbaunya dengan warna yang ditakuti oleh lembu atau kerbau lawannya, yang ini namanya memaöbkan lembu dan melembukan maöb, atau memaöbkan kerbau dan mengkerbaukan maöb.

Contoh konkrit lainnya adalah ketika pasukan Geudeu-geude Aceh ingin bertanding di sesuatu tempat, masing-masing kontingen mempersiapkan orang-orang yang berbadan besar, tegab dan tinggi untuk menampakkan kepada lawan bahwa mereka mempunyai kekuatan yang handal. Bila perlu mereka disuruh jalan-jalan disekeliling pihak lawan agar lawan patah semangat dan kalah dalam pertandingan, meskipun orang-orang yang badan besar tersebut tidak bertanding dalam Geudeu-geudeu. Yang ini namanya; Memaöbkan orang dan mengorangkan maöb.

Implementasi masa kini

Menjelang pemilihan umum Republik Indonesia tahun 2009, kondisi partai politik di Aceh (baik partai lokal maupun nasional) amat berbeda dengan pemilu tahun sebelumnya. Pemilu tahun lalu masyarakat masih diminta untuk memilih dan mencoblos salah satu tanda gambar peserta pemilu dari sejumlah partai politik yang ada dan sah. Namun kali ini rakyat diminta untuk memilih seseorang yang mereka senangi dari sejumlah orang yang mencalonkan diri mewakili sesuatu partai atau perseorangan untuk menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) atau Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

Karena terlalu banyak partai dan terlalu ramai yang berminat untuk menjadi anggota DPR dan DPD, maka rakyat menjadi bingung mau pilih yang mana dan mau pilih siapa. Kondisi ini dialami oleh masyarakat gampông yang jauh dari informasi pemilu dan tidak punya interes apa-apa dalam pemilu tersebut selain karena menggunakan hak warga negara untuk pesta demokrasi. Begi mereka, ada dengan tidak ada pemilu tidak bakal banyak perubahan dalam kehidupannya, yang akan berubah tentunya orang-orang yang mereka pilih dan menjadi anggota DPR/DPD. Dengan demikian, memilih dengan tidak memilih tidak membawa beban yang bermakna.

Lain halnya dengan para calon anggota DPR dan DPD, mereka sangat was-was dan harap-harap cemas antara terpilih dengan tidak terpilih menjadi anggota DPR atau DPD. Karena rasa kekhawatiran yang amat mendalam maka mereka membuat banyak gebrakan untuk mencari perhatian. Di antara gebrakan-gebrakan itu termasuklah Memaöbkan orang dan mengorangkan maöb. Caranya, hampir semua calon DPR atau DPD menempelkan fotonya di tepi-tepi jalan yang berlatarbelakang maöb.

Tentunya maöb di sini berbeda dengan maöb-maöb lain dalam konteks lain pula, kalau maöb lain ada yang berkonotasi positif-negatif, maka maöb di sini tetap berkonotasi positif untuk meluruskan jalan menuju parlemen. Makanya hampir semua calon anggota DPR dan DPD terpampang gambarnya di sepanjang jalan di Naggroe Aceh yang berlatarbelakang maöb. Sehingga terkesan ada gambar-gambar tertentu yang seperti benar-benar mirip dengan maöb. Kalau yang begini barangkali rakyat akan takut memilihnya karena takut kepada maöb. Yang lebih aneh lagi kalau ada orang yang memaöbkan orang itu betul-betul mirib dengan maöb. Rakyat pasti takut pada maöb.

Umumnya manusia calon anggota DPR dan DPD di Nanggroe Aceh kali ini mengedepankan gezah orang-orang tertentu yang punya hubungan emosional dengannya untuk meyakinkan rakyat bahwa dia dan partainya ikut dimiliki oleh orang-orang bergezah tersebut. Makanya terlihatlah tulisan-tulisan seperti; sipulan anak sipulin atau sipulan isteri sipulin atau partai pulan yang memperjuangkan pulin, atau ada gambar orang-orang tertentu di belakang gambar calon sendiri. Yang lebih ngeri lagi kalau ada pihak-pihak tertentu yang memaöbkan orang dan mengorangkan maöb dengan rembesan pesan-pesan kuno, kolot dan ortodoks sehingga dapat memperbodoh masyarakat Aceh yang sedang menuju pandai ini. pihak tersebut umpamanya menggembar gemburkan issue hanya pihak mereka saja yang sesuai dengan undang-undang dan berhak hidup di Aceh sementara yang lain tidak berhak dan batil.

Khatimah

Mencermati kondisi seperti itu untuk musim pemilu tahun ini maka apa yang harus dilakukan oleh siapa. Pertanyaan ini sulit dijawab apabila jawaban itu harus selaras dengan keinginan rakyat. Oleh karenanya rakyat Aceh tidaklah harus terpropokasi oleh maöb-maöb tersebut hanya sekedar ingin memperoleh kursi di parlemen. Yang sangat penting hari ini adalah; siapa yang membuat apa. Maöb kah yang membuat apa untuk rakyat atau calon anggota DPR/DPD yang mampu membuat sesuatu untuk menyejahterakan rakyatnya.

Kepada segenap rakyat Aceh haruslah bertindak arif dan cerdas untuk menentuan nasib sendiri selama lima tahun kedepan. Dan jangan terpengaruh oleh maöb-maöb yang sekarang sedang bergentayangan di seluruh penjuru wilayah Aceh. Yakinlah maöb-maöb tersebut tidak akan mampu melakukan sesuatu yang amat berguna bagi rakyat manakala hanya terus menerus menjadi maöb. Sebaliknya, yang mencalonkan diri itu yang harus bertanggungjawab terhadap rakyat ketika mereka terpilih nantinya. Untuk itu semua, pastikan para anggota DPR/DPD dari dan untuk Aceh kedepan harus dari partai Islam dan orang-orang Islam yang betul-betul konsen dengan Syari’at Islam, berkualitas tinggi dan bertanggung jawab terhadap rakyatnya. Sekali lagi maöb tidak akan dapat berbuat apa untuk siapa.

Dalam kehidupan ke-Aceh-an banyak hal yang dimitoskan sehingga orang-orang Aceh yakin dan meyakini akan eksistensi mitos tersebut. Salah satunya adalah maöb, selain itu juga ada baluem bidi di sungai, ada geuntëut di hutan dan rimba serta sejumlah mitos lain yang terpatri dalam minda generasi muda serta orang tua kampung yang jauh dari kota dan perkembangan pengetahuan modern.

0 komentar:

 
Namablogkamu is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com | Distributed by Blogger Templates