7.09.2009

Definisi Ilmu


Definisi ilmu adalah pengetahuan yang teratur tentang pekerjaan hukum sebab-akibat dalam suatu golongan masalah yang sama sifatnya, baik menurut kedudukannya (apabila dilihat dari luar), maupun menurut hubungannya (jika dilihat dari dalam).

Ilmu atau sains adalah pengetahuan tentang fakta baik itu yang bersifat natural maupun sosial yang berlaku umum dan sistematis


Contoh Ilmu 
Bahasa ialah ilmu, maka bahasa berlaku untuk umum dan sistematis. Siapa pun, kapan pun, di mana pun, jika ingin mempelajari suatu bahasa, harus melalui tahap berbicara, mendengar, membaca, dan menulis. Hal ini membuktikan bahwa bahasa adalah ilmu yang mempunyai sifat umum dan sistematis yang dijadikan dasar atau acuan. Jadi, siapakah guru bahasa ?. Guru bahasa adalah ilmu bahasa itu sendiri, sedangkan pengajarnya adalah pengampu atau pemangku atau penjaga atau penghubung ilmu bahasa.


Pengetahuan atau knowledge adalah informasi yang diketahui atau disadari oleh seseorang/kelompok dan belum dapat dipelajari oleh umum, tetapi pengetahuan bisa menjadi ilmu apabila telah dikaji dan diuji sehingga bisa tersedia untuk umum

Ilmu adalah pengetahuan yang telah disusun secara sistematis dan berlaku umum, sedangkan pengetahuan belum disusun secara sistematis karena belum dicoba dan diuji.

Dalam KBBI knowledge (pengetahuan) memiliki dua arti 1). Segala sesuatu yang diketahui; 2) Segala sesuatu yang diketahui berkenaan dengan suatu hal. Sedangkan science (sains) memiliki tiga arti: 1). Ilmu pengetahuan pada umumnya; 2). pengetahuan sistematis tentang alam dan dunia fisik, termasuk di dalamnya, botani, fisika, kimia, geologi, zoologi, dan sebagainya; ilmu pengetahuan alam; (3) pengetahuan sistematis yang diperoleh dari sesuatu observasi, penelitian, dan uji coba yang mengarah pada penentuan sifat dasar atau prinsip sesuatu.

Harsojo, Guru Besar Antropolog, Universitas Pajajaran

Definisi ilmu bergantung pada cara kerja indera-indera masing-masing individu dalam menyerap pengetahuan dan juga cara berpikir setiap individu dalam memroses pengetahuan yang diperolehnya. Selain itu juga, definisi ilmu bisa berlandaskan aktivitas yang dilakukan ilmu itu sendiri. Kita dapat melihat hal itu melalui metode yang digunakannya.

Sifat-sifat ilmu


1. Berdiri secara satu kesatuan,
2. Tersusun secara sistematis,
3. Ada dasar pembenarannya (ada penjelasan yang dapat dipertanggung jawabkan disertai sebab-sebabnya yang meliputi fakta dan data),
4. Mendapat legalitas bahwa ilmu tersebut hasil pengkajian atau riset.
5. Communicable, ilmu dapat ditransfer kepada orang lain sehingga dapat dimengerti dan dipahami maknanya.
6. Universal, ilmu tidak terbatas ruang dan waktu sehingga dapat berlaku di mana saja dan kapan saja di seluruh alam semesta ini.
7. Berkembang, ilmu sebaiknya mampu mendorong pengetahuan-pengatahuan dan penemuan-penemuan baru. Sehingga, manusia mampu menciptakan pemikiran-pemikiran yang lebih berkembang dari sebelumnya.



Dari penjelasan di atas, kita dapat melihat bahwa tidak semua pengetahuan dikategorikan ilmu. Sebab, definisi pengetahuan itu sendiri sebagai berikut: Segala sesuatu yang datang sebagai hasil dari aktivitas panca indera untuk mengetahui, yaitu terungkapnya suatu kenyataan ke dalam jiwa sehingga tidak ada keraguan terhadapnya, sedangkan ilmu menghendaki lebih jauh, luas, dan dalam dari pengetahuan.

Mengapa ilmu hadir?
Pada hakekatnya, manusia memiliki keingintahuan pada setiap hal yang ada maupun yang sedang terjadi di sekitarnya. Sebab, banyak sekali sisi-sisi kehidupan yang menjadi pertanyaan dalam dirinya. Oleh sebab itulah, timbul pengetahuan (yang suatu saat) setelah melalui beberapa proses beranjak menjadi ilmu.

Bagaimanakah manusia mendapatkan ilmu?
Manusia diciptakan oleh Yang Maha Kuasa dengan sempurna, yaitu dilengkapi dengan seperangkat akal dan pikiran. Dengan akal dan pikiran inilah, manusia mendapatkan ilmu, seperti ilmu pengetahuan sosial, ilmu pertanian, ilmu pendidikan, ilmu kesehatan, dan lain-lain. Akal dan pikiran memroses setiap pengetahuan yang diserap oleh indera-indera yang dimiliki manusia.

Dengan apa manusia memperoleh, memelihara, dan meningkatkan ilmu?
Pengetahuan kaidah berpikir atau logika merupakan sarana untuk memperoleh, memelihara, dan meningkatkan ilmu. Jadi, ilmu tidak hanya diam di satu tempat atau di satu keadaan. Ilmu pun dapat berkembang sesuai dengan perkembangan cara berpikir manusia.

5.25.2009

Rokok dan dampaknya


BAHAYA ROKOK

Meski semua orang tahu akan bahaya yang ditimbulkan akibat rokok, perilaku merokok tidak pernah surut dan tampaknya merupakan perilaku yang masih ditolerir oleh masyarakat. Dalam asap rokok terdapat 4000 zat kimia berbahaya untuk kesehatan, dua diantaranya adalah nikotin yang bersifat adiktif dan tar yang bersifat karsinogenik (Asril Bahar, harian umum Republika, Selasa 26 Maret 2002 : 19). Racun dan karsinogen yang timbul akibat pembakaran tembakau dapat memicu terjadinya kanker. Pada awalnya rokok mengandung 8-20 mg nikotin dan setelah dibakar nikotin yang masuk ke dalam sirkulasi darah hanya 25%. Walau demikian jumlah kecil tersebut memiliki waktu hanya 15 detik untuk sampai ke otak manusia.

Nikotin diterima oleh reseptor asetilkolin-nikotinik yang kemudian terbagi ke jalur imbalan dan jalur adrenergik. Pada jalur imbalan, perokok akan merasa nikmat, memacu sistem dopaminergik. Hasilnya perokok akan merasa lebih tenang, daya pikir serasa lebih cemerlang, dan mampu menekan rasa lapar. Sementara di jalur adrenergik, zat ini akan mengaktifkan sistem adrenergik pada bagian otak lokus seruleus yang mengeluarkan sorotin. Meningkatnya sorotin menimbulkan rangsangan rasa senang sekaligus keinginan mencari rokok lagi. (Agnes Tineke, Kompas Minggu 5 Mei 2002 : 22). Hal inilah yang menyebabkan perokok sangat sulit meninggalkan rokok, karena sudah ketergantungan pada nikotin.
dari hasil penelitian Disertasi dosen di Universitas Syiah Kuala bahwa ketergantungan akan rokok lebih berbahaya dari Heroin. pecandu rokok walaupun sudah berhenti selama dua tahun tetap masih punya kemungkinan untuk merokok kembali dengan keinginan yang kuat, jika tidak merokok maka hemoglobin darahnya tidak aktif maka si perokok akan merasa jiwanya dalam kesendirian, dan perokok merasa pikirannya beku.semua jadi tidak lancar baik itu aktivitas maupun belajar mengajar.

hanya keyakinan para perokoklah yang bisa membuat mereka berhenti untuk tidak merokok. karena secara alamiah manusia menyadari bahwa rokok hanya akan mendatangkan mudharat bagi manusia dan generasinya dimasa yang akan datang.

2.28.2009

Tokoh-Tokoh Filsafat Moderen


KATA PENGANTAR




الحمد الله رب العا لمين والصلاة ولسلام علي اشرف الانبياء والمرسلين وعلي ﺃله وﺃصحابه ﺃخمعين


Akhirnya dengan segala kerendahan hati, penyusun mengakui masih banyak terdapat kejanggalan- kejanggalan dan kekurangan dalam makalah ini. Hal ini disebabkan kurangnya ilmu pengetahuan dan pengalaman yang penyusun miliki, oleh karena itu, kritik dan saran yang konsruktif sangat penyusun harapkan demi kesempurnaan makalah ini dimasa yang akan datang.
Penyusun juga berharap makalah ini mudah-mudahan berguna dan bermanfaat
Darussalam, 23 Mei 2007

Penyusun
FILSAFAT BARAT ZAMAN MODEREN

Tokoh-Tokoh Filsafat Modern




Tokoh-Tokoh Penting:

a. Nicolaus Copernicus
b. Johannes Kepler
c. Galileo Galilei
d. Francis Bacon (1561-1626)

▓ Rasionalisme

Hampir semua ahli pikir yang muncul pada zaman ini merupakan ahli matematika seperti Descartes, Spinoza dan Leibniz Mereka mencoba menyusun suatu sistem filsafat dengan menggunakan matematika (logika kepastian)
Pelopor aliran ini adalah Rene Descartes yang dikenal sebagai bapak filsafat modern. Ia membangun filsafatnya diatas asas logis abstrak dan asas pertama suatu dalil yang eksistensial. Demikian juga dengan Spinoza dan leibniz yang memakai metode deduktif matematis ala Descartes, akan tetapi mereka lebih memusatkan perhatiannya pada persoalan metafisika.

Tokoh-Tokoh Penting:


a. Rene Descartes (1596-1650)
b. Baruch Spinoza (1632-1677)
c. G.W. Leibnitz (1646-1710)
d. Blaise Pascal
e. Christian Wolff


▓ Empirisme

Berasal dari kata empiria, empeiros (yunani), yang berati berpengalaman dalam, berkenalan dengan, terampil untuk. Dalam bahasa latin “experiential” (pengalaman).[ ] epistemologis-empiris hobbes mengajarkan bahwa pengenalan atau pengetahuan didapat karena pengalaman dan pengalaman merupakan awal segala pengetahuan. Segala jenis pengetahuan diturunkan dari pengalaman dan hanya pengalaman yang dapat memberi jaminan akan sebuah kepastian. Sementara itu menurut john locke semua jenis pengetahuan lahir dari pengalaman. Ia menerima keraguan sebagaimana diajarkan Descartes tetapi ia menolak metode intuisi dan metode deduktif ala Descartes. Hal ini menghapus kesan filsafat Plato tentang ide. Tokoh lain David hume seorang empiris yang konsisten. Sepertinya halnya Locke ia berpendapat
bahwa keseluruhan isi dari pikiran berasal dari pengalaman. Ia berbeda terminolog dengan pendahulunya, ia membedakan dalam dua persepsi. Yakni kesan dan ide


Tokoh-Tokoh Penting:

a. Thomas Hobbes (1588-1679)
b. John Locke (1632-1704)
c. David Hume (1711-1776)


▓ Kantianisme

Immanuel Kant dengan gigih berupaya mendamaikan pertentangan antara rasionalisme dan empirisme, ia berpendapat bahwa pengetahuan adalah hasil kerjasama dua unsur, yakni “pengalaman” dan “kearifan budi”. Pengalaman indrawi datang kemudian sedangkan akal budi merupakan unsur priori (yang datang terlebih dahulu)

Tokoh-Tokoh Penting:

a. Immanuel Kant (1724-1804)

▓ Idealisme

Filsafat Fichte adalah filsafat pengetahuan (wissenchaftslehre) yang sekarang dikenal dengan sebuatan epistemologi. Ia membedakan pengetahuan menjadi dua, yakni teoritis (metafisika) dan praktis (etika)

Tokoh-Tokoh Penting:

• George Berkeley (1684-1753)
• J.G. Fichte (1762 - 1814)
• F.W.J. Schelling (1775 - 1854)
• G.W.F. Hegel (1770 - 1831)
• Voltaire
• Jean Jacques Rousseau (1712-1788)

▓ Positivisme

Pelopor utama positivisme adalah Auguste Comte. Seorang filsuf prancis yang besar pengaruhnya terhadap teknologi modern dan perkembangan sains. Comte mengajukan tesis tentang manusia, yang mengatakan bahwa manusia berkembang dalam tiga tahap, yakni tahap teologi,tahap metafisika

Tokoh-Tokoh Penting:

a. Auguste Comte (1798 - 1857)
b. John Stuart Mill (1806 - 1873)
c. Herbert Spencer (1820 - 1903)



▓ Materialisme

Tokoh-Tokoh Penting:

a. Ludwig Feuerbach (1804 - 1872)
b. Karl Marx (1818 - 1883)
c. Friedrich Engels (1820 – 1895)

▓ Pragmatisme

Tokoh-Tokoh Penting:

a. William James (1842 -1910)
b. John Dewey (1859 - 1952)




▓ Vitalisme

Tokoh-Tokoh Penting:

a. Henri Bergson (1859 - 1941)


▓ Fenomenologi

Tokoh-Tokoh Penting:

a. Edmund Husserl (1859 - 1938)
b. Max Scheler (1874 - 1928)


▓ Eksistensialisme

Tokoh-Tokoh Penting:

a. Martin Heidegger (1883 - 1976)
b. Jean Paul Satre (19051980)
c. Karl Jaspers (1883 - 1969)
d. Gabriel Marcel (1889 - 1973)
e. Soren Kierkegaard (1813 - 1855)
f. Friedrich Nietzsche (1844 - 1900)
g. Nicolas Alexandrovitch Berdyaev (1874 - 1948)

▓ Analitis

Tokoh-Tokoh Penting:

a. Bertrand Russel
b. Ludwig Wittgenstein (1889 - 1951)
c. Gilbert Ryle
d. John Langshaw Austin

▓ Strukturalisme

Tokoh-Tokoh Penting:

a. Levi Strauss
b. Jacques Lacan
c. Michel Foucoult


▓ Postmodernisme


Tokoh-Tokoh Penting:

a. Francois Lyotard
b. Jacques Derrida
c. Richard Rorty
d. Michel Foucoult