2.12.2010

Motivasi Diri



Kenapa harus 40 cari saja sendiri ya ...!

40 hari ad-Dukhan
Doa Saat Sudah Berumur 40 Tahun
Bumi dan Langit Menangis Selama 40 Hari

Barangsiapa yang shalat karena Allah selama 40 hari secara berjama’ah dengan mendapatkan Takbir pertama (takbiratul ihramnya imam), maka ditulis untuknya dua kebebasan, yaitu kebebasan dari api neraka dan kebebasan dari sifat kemunafikan

Kata kata motivasi

  • Apa benar keberadaan Anda saat ini tidak berarti apa-apa?, apa arti keberadaan Anda saat ini?Rasa percaya diri akan tumbuh karena dipersiapkan perencanaan dan pelaksaanaannya.Ingat! Anda dilahirkan bukan untuk melakukan semuanya, tapi Anda dilahirkan untuk melakukan seseuatu. Carilah sesuatu itu. Anda pasti BISA! 
  • Tips sederhana untuk memvisualisasikan mimpi-mimpi Anda adalah TAJAM ; T (Tekad yang kuat dan Tujuan yang jelas), A (Arahkan pada potensi positif), J (Jauhkan dari Metafora Negatif), A (ambil ,manfaat dari setiap kegagalan), M (Mantapkan motivasi dengan motivasi mantap) 
  • Jangan bilang “ saya tidak mampu melakukan itu.” Tapi katakanlah “ bagaimana cara saya melakukan itu;” 
  • setelah kesulitan pasti ada kemudahan. Rumus orang sukses adalah ; orang SUKSES lebih banyak gagalnya dari pada orang gagal. Sering mencoba sering gagal, tak pernah mencoba tak pernah gagal. Tapi hasilnya pasti beda! 
  • Bangkitkan diri Anda dengan tiga hal : 1, Jangan mengeluh. 2, coba lagi dan coba lagi. 3, berdoalah kepada Allah dengan sesungguhnya. 
  • cara tercepat mengubah sikap teman Anda terhadap diri Anda adalah dengan mengubah sikap anda sendiri. 
  • Tidak akan pernah terjadi sebuah perubahan kalau yang Anda lakukan adalah menunggu orang lain mengubah dirinya untuk Anda tanpa adanya perubahan dari diri Anda. Penderitaan, masalah, rasa sakit, dan kesuksesan adalah satu paket harga yang tak dapat dibeli secara terpisah. 
  • Kalau Anda ingin sukses maka Anda harus siap menjalani hal-hal yang tidak mau dilakukan oleh orang-orang biasa. Dan orang-orang biasa terbiasa menghindari masalah, banyak mengeluh dan senang mencari-cari alasan yang membenarkan kemalasannya. Kalau Anda bercita-cita mendapatkan ikan paus. Mengapa Anda memancing di selokan ? bukankah ikan paus itu ada di samudera? Cita-cita akan sebanding dengan resiko yang akan Anda alami. 
  • Tidak penting berapa kali Anda jatuh dan gagal . yang lebih penting adalah apakah Anda senantiasa bangun kembali? 
  • Apalah artinya seorang yang bisa melakukan banyak hal namun selalu tidak mau melakukan banyak hal. 
  • Anda mungkin tidak mampu mengubah dunia yang Anda lihat sekitar Anda. Tetapi Anda mampu mengubah cara pandang Anda melihat dunia yang ada dalam diri Anda. Perubahan besar pada dasarnya adalah kumpulan dari perubahan-perubahan kecil yang terkumpul dan menjadi sebuah kebiasaan… 
  • Bahagia, sedih, senang, dan semua rasa berawal dari bagaimana Anda memandang sesuatu dengan pikiran Anda. Peluang adalah kesempatan untuk berhasil namun juga kesempatan untuk menambah kegagalan. 
  • Tiga langkah cerdas menghadapi masalah ; 1) Melangkahlah setahap demi setahap. 2) Belajarlah dari keslahan Anda sendiri. 3) Yakin dan percaya diri Anda pada Allah 
  • Ingat, semua kata-kata miring akan luntur dengan bukti nyata. 
  • Kalimat “sulit tapi bisa” berakhir pada sikap optimis dan berlanjut pada gerak mencoba, sedangkan kalimat “Bisa tapi sulit” cenderung mendorong sikap pesimis dan menyerah sebelum melakukan percobaan. Kesalahan Anda dalam memilih kosa kata akan berpengaruh pada mandeknya kreativitas bawah sadar. 
  • Emosi kita akan membentuk sikap tubuh dan sikap tubuh kita dipengaruhi oleh emosi. Sikap tubuh Anda akan mampu mengbah emosi Anda. 
  • Sepuluh pola salah yang akan menghambat proses pencarian jati diri positif ; 1) Takut mengmbail resiko, 2) Kurang tekun, 3) Ingin mempreoleh hasil dengan cepat, 4) Kurangnya prioritas, 5) mementingkan diri sendiri dan ketamakan, 6) Tidak berpendirian, 7) Keengganan menyususun rencana dan mempersiapkan diri, mencari pembenaran terhadap keslahan diri, 9) Tidak belajar dari kesalahan masa lalu, 10) Kurangnya tujuan. 
  • Banyak peluang besar yang hilang karena faktor kebimbangan. Ketakutan menimbulkan rasa tidak aman, kurang percaya diri serta kecenderungan menunda-nunda pekerjaan. 
  • Orang yang tidak berani mencoba akan kalah sebelum berusaha. 
  • Persiapan adalah ; Tujuan + Prinsip + Perencanaan + Pelaksanaan + Ketekunan + Kesabaran + Kebanggaan. 
  • Cara terbaik menghadapi kesalahan adalah ; Segere mengakuinya, tidak mendiamkannya, belajar dari kesalahan itu, tidak mengulanginya, tidak melemparkan kesalahan tau mencari-cari alasan. Anda lebih sering menunda dengan harapan mampu membayarnya pada waktu berikutnya. 
  • “Malas” adalah kosa kata permanen untuk semua kegagalan. 
  • Malas adalah sifat dasar orang yang kehilangan motivasi. Malas adalah kata yang selalu muncul pada diri sang pecundang sejati. Kemalasan adalah cikal bakal penyesalan pada setiap kesimpulan akhir. Malas bermula dari pikiran negatif yang terpelihara, kemudian terpupuk oleh rasa meremehkan sesuatu yang akhirnya berujung pada kesimpulan akhir, « Aku tidak mampu » atau Kenapa harus aku yang mengerjakannya ? » 
  • Kata kasihan sangat patut diberikan pada orang-orang yang dipercaya oleh orang lain apa yang dikatakannya, namun dirinya sendiri tidak mempercayai apa yang diutarakannya. 
  • Anda berhak memilih dan memutuskan apapun dalam kehidupan Anda, namun Anda tidak dapat memilih konsekuensi dan akibat dari pilihan-pilihan dan keputusan Anda. 
  • Menyerah adalah suatu pemecahan permanen untuk masalah temporer. (Anonim) 
  • Ujian bagi para pecundang tidak lebih dari suatu penderitaan tak berujung yang menimbulkan persangkaan buruk pada setiap orang yang ada disekitarnya, bahkan kepada Allah. 
  • Ujian bagi pemenang adalah merupakan jalan cepat menuju naik kelas. 
  • Dengan masalah, kita akan banyak belajar, tekun, dan sabar. Dengan masalah, kita mampu menemukan hal-hal baru. 
  • Tahukah Anda bahwa orang gagal karena melakukan sesuatu 1000 kali lebih baik dari pada orang yang tidak pernah melakukan sesuatu. 
  • Kegagalan akan melahirkan pengalaman dan dari pengalaman akan terlahir kecerdasan emosional yang tidak pernah diperoleh orang yang tidak pernah melakukan apapun. 
  • Yang lain dapat menghentikan langkah Anda hanya sementara, namun Andalah satu-satunya orang yang dapat melakukannya secara permanen. (Maxwell) 
  • Pengorbanan yang sesungguhnya adalah investasi, dimana kita melepaskan sesuatu hari ini dan kita akan memperoleh sesuatu yang lebih berharga di esok hari. 
  • Pemenang tidak melakukan sesuatu yang beda, pemenang hanya melakukan sesutau dengan cara yang berbeda. 
  • Keberhasilan ataupun kegagalan bukanlah sebuah hasil yang datang secara tiba-tiba, sebuah keberhasilan berasal dari proses yang panjang yang diawali keberanian memutuskan, kemauan untuk melakukan,dan kesiapan menerima resiko dan konsekuensi apapun dari tindakan yang dilakukan. 
  • Tidak ada usaha tanpa gerak. Gerak akan terkontrol jika Anda memiliki niat yang yang kuat, Niat Anda akan konsisten jika tujuan Anda terukur, Tujuan Anda terukur jika ada KOMITMEN yang sinergi dengan GERAK, NIAT, dan TUJUAN. (Aris ABCo) 
  • Bergeraklah! Karena bergeraklah air tidak bau. Karena bergeraklah udara terasa segar. Karena bergeraklah motor berjalan lancar dan tidak berbenturan. 
  • Orang sukses akan menjadikan kegagalan sebagai bagian dari temuan baru sebagai cara salah yang tak perlu terulang kedua kali. kebanggaan terbesar kita adalah bukan karena kita tidak pernah gagal, tapi kebanggaan terbesar kita adalah ketika kita mampu bangkit kembali setiap kali kita jatuh. 
  • Selalu tanamkan dalam pikiran Anda bahwa ketetapan hati Anda untuk berhasil lebih penting dari hal apapun. (Abraham Lincoln) 
  • Kebebasan manusia yang terakhir adalah memilih sikap dalm situasi apapun yang telah ditentukan baginya. (Victor Frankl) 
  • Anda tidak mungkin berkomitmen pada diri Anda kalau Anda masih berusaha untuk menyenangkan semua orang. 
  • Lima sikap mental yang harus dimiliki oleh seorang pemenang ; tekad baja, tekun dan tabah, berpikir positif, menjunjung tinggi kejujuran dan bersikap konsisten. 
  • Untuk berhasil, sejumlah hambatan dan rintangan seperti kemalasan, ketakutan, godaan, keterbatasan pengetahuan, keterbatasan relasi, kurang fasilitas, kurang modal dan 1001 kekurangan lainnya harus diatasi. 
  • Intuisi dapat diperoleh melalui ; 1) Pemikiran mendalam mengenai persoalan dan data sehingga pikiran kita dijenuhi, 2) Syarat yang penting yang harus dipenuhi adalah kebebasan dari persoalan-persoalan lain atau gangguan perhatian lain, 3) Banyak orang memperoleh intuisi sewaktu beristirahat dari pekerjaannya setelah usaha yang intensif, 4) Pikiran-pikiran yang timbul sering muncul sewaktu-waktu yang sangat singkat saja. 
  • Beberapa cara untuk memperluas pengetahuan sehingga Anda mampu berpikir kreatif ; membaca, pengamatan atas persoalan, transfer pengetahuan dengan menghadiri seminar, lokakarya, pelatihan/workshop, Diskusi, terbuka terhadap berbagai bentuk informasi (leaflet, booklet dll) 
  • Musuh terburuk kreativitas adalah keraguan atas kemampuan diri sendiri. 
  • Seorang yang bahagia bukanlah seseorang yang dalam situasi serba pasti, tapi lebih pada seseorang dengan sikap yang serba pasti. (Hugh Downs) 
  • Sembilan puluh sembilan persen kegagalan berasal dari orang yang mempunyai kebiasaan membuat alasan. (George Washington) 
  • Hukuman pertama bagi orang yang berbohong dari kebohongannya adalah dia tetap dianggap bohong ketika ia bersikap jujur. (Ibnul Mubarak Rahimahullah) 

11.14.2009

Cinta Dunia



Cinta dunia adalah pangkal dari segala dosa. Dunia tidaklah sama dengan harta dan tahta saja. Harta dan tahta hanyalah bagian terkecil dari kehidupan dunia yang amat luas itu. Kehidupan dunia adalah kondisi obyektif Anda sebelum meninggalkan dunia. Sedangkan akhirat adalah kondisi obyektif

Anda setelah meninggal. Apa pun isi kehidupan yang Anda hadapi sebelum meninggal, maka itu adalah kehidupan dunia, kecuali ilmu pengetahuan, ma’rifat dan kebebasan. Kehidupan duniawi itu amat variatif.

Apa yang ada setelah kematian, juga merupakan wahana kenikmatan, bagi yang memiliki matahati. Tetapi wahana setelah meninggal itu bukanlah dunia, walaupun muncul di dunia.
Bagian-bagian duniawi tersebut saling terkait satu sama lain, berkaitan pula dengan upaya perbaikan kerja Anda, yang kembali pada harta-benda yang ada dan bagian Anda di dalamnya, serta kesibukan Anda untuk memperbaikinya.

Yang berupa harta-benda (materi) adalah bumi beserta isinya. Allah swt. berfirman:
“Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya...” (Q.s. Al-Kahfi: 7).


Kepentingan manusia terhadap bumi itu pun bervariasi, bergantung pada sisi bumi itu sendiri. Tanahnya secara umum dimanfaatkan oleh manusia sebagai tempat tinggal dan kebun. Tetumbuhannya sebagai obat dan makanan. Barang tambangnya sebagai sumber devisa, bahan-bahan produksi dan berbagai peralatan. Sedangkan binatang-binatang difungsikan sebagai alat kendaraan dan bahan makanan. Adapun manusia itu sendiri berperan sebagai khalifah Allah yang bertugas memakmurkan bumi dengan melakukan berbagai kebajikan dan mengembangkan keturunan. Semua itu telah terhimpun dalam firman Allah swt.:

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak...” (Q.s. Ali Imran: 14).


Sedangkan bagian duniawi Anda di muka bumi, telah diungkapkan Al-Qur’an melalui kata “hawa nafsu”.
Allah swt. berfirman: “... dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya ...” (Q.s. An-Nazi’at: 40).
Kemudian sebagai rincian terhadap ayat tersebut, Allah swt. berfirman pula:
“... Sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak...” (Q.s. Al.-Hadid: 20).


Di balik semua itu berbagai ancaman terselubung terhadap batin, berupa kedengkian, kesombongan, riya’, hipokrit, berfoya-foya, cinta dunia dan gila sanjungan. Semua itu adalah dunia batin. Sementara kekayaan fisik adalah dunia lahiriah. Kesibukan Anda untuk memakmurkan dan mengolah dunia melalui industri dan profesi, yang membuat manusia sibuk sehingga lupa diri, lupa prinsip dan kehilangan makna hidup, semata karena kelelapan mereka terhadap kesibukan duniawi itu.

Kesibukan itu muncul akibat dua kaitan: ketergantungan hati karena cinta dunianya, dan ketergantungan fisik dengan sibuk mengolahnya.
Itulah hakikat dunia, yang -apabila -mencintainya merupakan pangkal dari segala dosa. Padahal dunia diciptakan semata sebagai bekal menuju akhirat. Hanya saja gemerlap dunia itu seringkali membuat orang tersesat sehingga lupa pada tujuan hidupnya sebagai musafir menuju alam akhir. Ibarat pemula yang menunaikan ibadat haji, dia pasti disibukkan dengan segala persiapan dan perbekalan maupun perlengkapan kendaraannya, sehingga akhirnya dia pun tertinggal oleh rombongannya dan gagal menunaikan ibadat haji, malah dimangsa oleh binatang buas di padang pasir.

Itulah dunia yang tercela dan yang menghancurkan. Padahal substansinya adalah ladang akhirat. Kehidupan dunia merupakan salah satu fase perjalanan menuju Allah swt. Ia ibarat perumahan yang dibangun di tengah jalan. Di situ segala bekal perjalanan dipersiapkan dan disimpan. Siapa pun yang mempersiapkan dan mengambil bekal perjalanannya di situ sekadar kebutuhan, seperti bekal makanan, pakaian, menikah dan kebutuhan lain, maka la benar-benar menanam tanaman dan akan dipetiknya kelak di akhirat. Tetapi, barangsiapa melebihi batas dalam mengambil bekal dan terlena olehnya, maka dia bakal binasa.
Allah swt. berfirman:

“Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna...” (Q.s. Hud:15).

“Yang demikian itu disebabkan karena sesungguhnya mencintai kehidupan di dunia lebih dari akhirat...” (Q.s. An-Nahl: 107).

“Adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia...” (Q.s. An-Nazi’at: 37-8).
Begitu pula Sunnatullah di dunia. Dunia adalah rumah jamuan bagi orang yang lewat. Bahkan rumah para penghuni, agar orang-orang yang lewat memanfaatkan mengambil bekal perjalanan, seperti pemanfaatan barang pinjaman. Kemudian dipindahkan kepada orang berikutnya dengan hati yang lapang tanpa ada ketergantungan hati terhadap apa yang beralih dari tangannya. Bukannya seperti orang yang menyesal ketika dunianya berakhir ke tangan orang lain.


11.09.2009

Kontinu meski Sedikit

Rajin Ibadah usahakan terus menerus

Sebagian ulama salaf mengatakan,

مِنْ ثَوَابِ الحَسَنَةِ الحَسَنَةُ بَعْدَهَا، وَمِنْ جَزَاءِ السَّيِّئَةِ السَّيِّئَةُ بَعْدَهَا

“Di antara balasan kebaikan adalah kebaikan selanjutnya dan di antara balasan kejelekan adalah kejelekan selanjutnya.”

Ibnu Rajab menjelaskan hal di atas dengan membawakan perkataan salaf lainnya, ”Balasan dari amalan kebaikan adalah amalan kebaikan selanjutnya. Barangsiapa melaksanakan kebaikan lalu melanjutkan dengan kebaikan lainnya, maka itu adalah tanda diterimanya amalan yang pertama. Begitu pula barangsiapa yang melaksanakan kebaikan, namun malah dilanjutkan dengan amalan kejelekan, maka ini adalah tanda tertolaknya atau tidak diterimanya amalan kebaikan yang telah dilakukan.”

Pentingnya Beramal Kontinu (Rutin), Walaupun Sedikit

Di antara keunggulan suatu amalan dari amalan lainnya adalah amalan yang rutin (kontinu) dilakukan. Amalan yang kontinu –walaupun sedikit- itu akan mengungguli amalan yang tidak rutin –meskipun jumlahnya banyak-. Amalan inilah yang lebih dicintai oleh Allah Ta’ala. Di antara dasar dari hal ini adalah dalil-dalil berikut.

Dari ’Aisyah –radhiyallahu ’anha-, beliau mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

”Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit.” ’Aisyah pun ketika melakukan suatu amalan selalu berkeinginan keras untuk merutinkannya. 

Dari ’Aisyah, beliau mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam ditanya mengenai amalan apakah yang paling dicintai oleh Allah. Rasul shallallahu ’alaihi wa sallam menjawab,

أَدْوَمُهُ وَإِنْ قَلَّ

”Amalan yang rutin (kontinu), walaupun sedikit.”

’Alqomah pernah bertanya pada Ummul Mukminin ’Aisyah, ”Wahai Ummul Mukminin, bagaimanakah Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam beramal? Apakah beliau mengkhususkan hari-hari tertentu untuk beramal?” ’Aisyah menjawab,

لاَ. كَانَ عَمَلُهُ دِيمَةً وَأَيُّكُمْ يَسْتَطِيعُ مَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَسْتَطِيعُ

”Tidak. Amalan beliau adalah amalan yang kontinu (rutin dilakukan). Siapa saja di antara kalian pasti mampu melakukan yang beliau shallallahu ’alaihi wa sallam lakukan.”

Di antaranya lagi Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam contohkan dalam amalan shalat malam. Pada amalan yang satu ini, beliau menganjurkan agar mencoba untuk merutinkannya. Dari ’Aisyah, Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ عَلَيْكُمْ مِنَ الأَعْمَالِ مَا تُطِيقُونَ فَإِنَّ اللَّهَ لاَ يَمَلُّ حَتَّى تَمَلُّوا وَإِنَّ أَحَبَّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ مَا دُووِمَ عَلَيْهِ وَإِنْ قَلَّ

”Wahai sekalian manusia, lakukanlah amalan sesuai dengan kemampuan kalian. Karena Allah tidaklah bosan sampai kalian merasa bosan. (Ketahuilah bahwa) amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang kontinu  walaupun sedikit.”



Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata padaku,

يَا عَبْدَ اللَّهِ ، لاَ تَكُنْ مِثْلَ فُلاَنٍ ، كَانَ يَقُومُ اللَّيْلَ فَتَرَكَ قِيَامَ اللَّيْلِ

“Wahai ‘Abdullah, janganlah engkau seperti si fulan. Dulu dia biasa mengerjakan shalat malam, namun sekarang dia tidak mengerjakannya lagi.” 



Hikmah Mengapa Mesti Merutinkan Amalan



Amalan yang kontinu akan terus mendapat pahala. Berbeda dengan amalan yang dilakukan sesekali saja –meskipun jumlahnya banyak-, maka ganjarannya akan terhenti pada waktu dia beramal. Bayangkan jika amalan tersebut dilakukan terus menerus, maka pahalanya akan terus ada walaupun amalan yang dilakukan sedikit.

Ibnu Rajab Al Hambali mengatakan, ”Sesungguhnya seorang hamba hanyalah akan diberi balasan sesuai amalan yang ia lakukan. Barangsiapa meninggalkan suatu amalan -bukan karena udzur syar’i seperti sakit, bersafar, atau dalam keadaan lemah di usia senja-, maka akan terputus darinya pahala dan ganjaran jika ia meninggalkan amalan tersebut.” Namun perlu diketahui bahwa apabila seseorang meninggalkan amalan sholih yang biasa dia rutinkan karena alasan sakit, sudah tidak mampu lagi melakukannya, dalam keadaan bersafar atau udzur syar’i lainnya, maka dia akan tetap memperoleh ganjarannya. Hal ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

إِذَا مَرِضَ الْعَبْدُ أَوْ سَافَرَ ، كُتِبَ لَهُ مِثْلُ مَا كَانَ يَعْمَلُ مُقِيمًا صَحِيحًا

“Jika seseorang sakit atau melakukan safar, maka dia akan dicatat melakukan amalan sebagaimana amalan rutin yang dia lakukan ketika mukim (tidak bepergian) dan dalam keadaan sehat.”[15]

Amalan yang sedikit tetapi kontinu akan mencegah masuknya virus ”futur” (jenuh untuk beramal). Jika seseorang beramal sesekali namun banyak, kadang akan muncul rasa malas dan jenuh. Sebaliknya jika seseorang beramal sedikit namun  (terus menerus), maka rasa malas pun akan hilang dan rasa semangat untuk beramal akan selalu ada. Itulah mengapa kita dianjurkan untuk beramal yang penting kontinu walaupun jumlahnya sedikit. Kadang kita memang mengalami masa semangat dan kadang pula futur (malas) beramal. Sehingga agar amalan kita terus menerus ada pada masa-masa tersebut, maka dianjurkanlah kita beramal yang rutin walaupun itu sedikit.

Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

وَلِكُلِّ عَمِلٍ شِرَّةٌ ، وَلِكُلِّ شِرَّةٍ فَتْرَةٌ ، فَمَنْ يَكُنْ فَتْرَتُهُ إِلَى السُّنَّةِ ، فَقَدِ اهْتَدَى ، وَمَنْ يَكُ إِلَى غَيْرِ ذَلِكَ ، فَقَدْ ضَلَّ

”Setiap amal itu pasti ada masa semangatnya. Dan setiap masa semangat itu pasti ada masa futur (malasnya). Barangsiapa yang kemalasannya masih dalam sunnah (petunjuk) Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam, maka dia berada dalam petunjuk. Namun barangsiapa yang tidak keluar dari sunnah tersebut, sungguh dia telah menyimpang.”

Apabila seorang hamba berhenti dari amalan rutinnya, malaikat pun akan berhenti membangunkan baginya bangunan di surga disebabkan amalan yang cuma sesaat.

Al Hasan Al Bashri mengatakan, ”Sesungguhnya bangunan di surga dibangun oleh para Malaikat disebabkan amalan dzikir yang terus dilakukan. Apabila seorang hamba mengalami rasa jenuh untuk berdzikir, maka malaikat pun akan berhenti dari pekerjaannya tadi. Lantas malaikat pun mengatakan, ”Apa yang terjadi padamu, wahai fulan?” Sebab malaikat bisa menghentikan pekerjaan mereka karena orang yang berdzikir tadi mengalami kefuturan (kemalasan) dalam beramal.”



Untuk mengetahui manakah amalan yang mesti dirutinkan, dapat kita lihat pada tiga jenis amalan berikut.

Pertama, amalan yang bisa dirutinkan ketika mukim (tidak bepergian) dan ketika bersafar.

Contohnya adalah puasa pada ayyamul biid (13, 14, 15 H), shalat sunnah qobliyah shubuh (shalat sunnah fajar), shalat malam (tahajud), dan shalat witir. Amalan-amalan seperti ini tidaklah ditinggalkan meskipun dalam keadaan bersafar.

Kedua, amalan yang dirutinkan ketika mukim (tidak bepergian), bukan ketika safar.

Contohnya adalah shalat sunnah rawatib selain shalat sunnah qobliyah shubuh 

Amalan yang kadang dikerjakan pada suatu waktu dan kadang pula ditinggalkan.

Contohnya adalah puasa selain hari Senin dan Kamis. Puasa pada selain dua hari tadi boleh dilakukan kadang-kadang, misalnya saja berpuasa pada hari selasa atau rabu.

Initinya, tidak semua amalan mesti dilakukan secara rutin, itu semua melihat pada ajaran dan petunjuk Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam.

Penutup

Ketika ajal menjemput, barulah amalan seseorang berakhir. Al Hasan Al Bashri mengatakan, ”Sesungguhnya Allah Ta’ala tidaklah menjadikan ajal (waktu akhir) untuk amalan seorang mukmin selain kematiannya.” Lalu Al Hasan membaca firman Allah,

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ

”Dan sembahlah Rabbmu sampai datang kepadamu al yaqin (yakni ajal).” (QS. Al Hijr: 99).



Istiqamah



Apakah yang disebut dengan Istiqamah?
Apakah seorang pemuda dapat selalu istiqamah (konsisten) untuk taat kepada Allah Swt. sepanjang usianya? Tentu saja, di sini saya (penulis) tidak bermaksud untuk tergesa-gesa mengambil penilaian, karena siapa di antara kita yang tidak pernah melakukan kesalahan? Akan tetapi, yang kami maksudkan adalah bahwa kebanyakan orang mengawali hidupnya dengan ketaatan kepada Allah Swt.

kemudian terjerumus dalam kemaksiatan yang sangat besar. Mungkin pada awalnya di rumah ia dididik dengan sangat baik untuk selalu taat dan mendekatkan diri kepada Allah. Tapi, setelah itu pola hidupnya berbalik arah 1800 dari yang pernah ia jalani. Ia menjadi suka mengkonsumsi obat-obatan terlarang, minum minuman keras, dan tidak pernah melaksanakan shalat. Setelah itu, ia kembali lagi ke jalan Allah.

Yang menjadi pertanyaan adalah, apakah mungkin kita mendapati seorang pemuda yang begitu pandai menjaga nafsu dan dirinya, sehingga dengan lantang berkata, “Aku tidak pernah melakukan begini atau begitu,” dan dia selalu taat kepada Allah? Ataukah hal ini mustahil dan hanya sebatas khayalan belaka?
Pada suatu ketika Rasulullah Saw. sedang duduk. Umar bin Khaththab r.a. datang dan melihat rambut Nabi Saw. Kisah ini terjadi pada masa-masa terakhir kehidupan Rasulullah Saw. dan Umar melihat banyak rambut uban di kepada Nabi Saw.
“Ya Rasulullah, Kamu telah beruban.” Kata Umar bermaksud mencandai beliau.
“Benar kamu, hai Umar. Surat Hud telah mampu membuatku beruban.”
“Mengapa begitu, ya Rasulullah?”
“Ya Umar, dalam surat tersebut ada sebuah ayat yang membuatku beruban.”
“Ayat yang manakah itu, ya Rasulullah?”
“Yaitu firman Allah ‘Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.’” (QS. Hud [11]: 112)

Renungkanlah, bagaimana mungkin orang sekaliber Nabi  dapat dibuat beruban oleh ayat ini, padahal di antara kita ada orang yang sebentar saja tidak pernah memperhatikan ayat ini, bahkan mungkin di antara kita ada orang yang sama sekali belum pernah mendengar ayat ini.



Ada seorang lelaki yang mendatangi Rasulullah. sembari berkata, “Ya Rasulullah, tunjukkanlah kepadaku suatu ajaran dalam Islam yang tidak akan aku tanyakan lagi kepada siapa pun setelah kamu ini.” Beliau bersabda, “Katakan aku beriman kepada Allah kemudian istiqamahlah!” (HR. Imam Ahmad dalam Kitab Musnadnya dari Abdullah bin Sufyan, dari ayahnya)

7.15.2009

istilah-istilah dalam filsafat

Berikut ini disesuaikan berdasarkan abjad

A

absolut - aktivisme - antinomi - a priori - a posteriori - atomisme - atribut - axioma -
D
Dasein - dekonstruktivisme - deduksi - dialektik -  dualisme - darwinism
E
empirisme - epikurisme - epifenomenalisme - epistemologi - estetika - etik - existentialisme  
F
fenomenologie -
H
hedonisme - hermeneutik - historisme - holisme - humanisme - feminisme
I
idealisme - ide - induksi - innatisme
K
kategori - kausalitas - klasifikasi - konseptualisme - konotasi/denotasi - kosmos -
L
logika -
M
materialisme - metafisika - metodologi - monisme -
N
neo-platonisme - nominalisme -
O
ontologi -
P
Pancasila - paradigma - paradox - personalisme - pluralisme - positivisme - postmodernisme - pragmatisme - poststrukturalisme
R
rationalisme - realisme - relativisme - res cogitans/res extensa
S
skolastika - sofisme - stoisisme - substansi - silogisme - sistem- strukturalisme sosialis sosialisme

Tanggung jawab ilmu menyangkut juga hal-hal yang akan dan telah diakibatkan ilmu dimasa lalu, sekarang maupun akibatnya di masa mendatang, berdasarkan keputusan bebas manusia dalam kegiatannya. Penemuan baru dalam ilmu terbukti ada yang dapat mengubah sesuatu aturan nilai-nilai hidup baik alam maupun manusia. Hal ini tentu menuntut tanggung jawab untuk selalu menjaga agar yang diwujudkan dalam perubahan tersebut akan merupakan perubahan yang terbaik bagi perkembangan ilmu itu sendiri maupun bagi perkembangan eksistensi manusia secara utuh.

Tanggung jawab etis tidak hanya menyangkut upaya penerapan ilmu secara tepat dalam kehidupan manusia, melainkan harus menyadari apa yang seharusnya dilakukan atau tidak dilakukan untuk memperkokoh kedudukan serta martabat manusia seharusnya, baik dalam hubungannya sebagai pribadi, dalam hubungan dengan lingkungannya maupun sebagai makhluk yang bertanggung jawab terhadap Khaliknya.


Setiap kegiatan teoritis ilmu yang melibatkan pola subjek-subjek selalu mengandung kepentingan tertentu. Kepentingan itu bekerja pada tiga bidang, yaitu pekerjaan yang merupakan kepentingan ilmu pengetahuan alam, bahasa yang merupakan kepentingan ilmu sejarah dan hermeneutika, dan otoritas yang merupakan kepentingan ilmu sosial.

Dengan bahasan diatas menjawab pertanyaan mengapa ilmu tidak dapat dipisahkan dengan nilai-nilai hidup. Ditegaskan pula bahwa dalam mempelajari ilmu seperti halnya filsafat, ada tiga pendekatan yang berkaitan dengan kaidah moral atau nilai-nilai hidup manusia, yaitu:

1. Pendekatan Ontologis

Ontologi adalah cabang filsafat yang membicarakan tentang yang ada. Dalam kaitan dengan ilmu, landasan ontologis mempertanyakan tentang objek yang ditelaah oleh ilmu. Secara ontologis ilmu membatasi lingkup penelaahan keilmuannya hanya pada daerah yang berada dalam jangkauan pengalaman manusia.

Dalam kaitannya dengan kaidah moral atau nilai-nilai hidup, maka dalam menetapkan objek penelaahan, kegiatan keilmuan tidak boleh melakukan upaya yang bersifat mengubah kodrat manusia, merendahkan martabat manusia, dan mencampuri permasalahan kehidupan.

2. Pendekatan Epistemologi

Epistemologis adalah cabang filsafat yang membahas tentang asal mula, sumber, metode, struktur dan validitas atau kebenaran pengetahuan. Dalam kaitannya dengan ilmu, landasan epistemologi mempertanyakan proses yang memungkikan dipelajarinya pengetahuan yang berupa ilmu.

Dalam kaitannya dengan moral atau nilai-nilai hidup manusia, dalam proses kegiatan keilmuan, setiap upaya ilmiah harus ditujukan untuk menemukan kebenaran, yang dilakukan dengan penuh kejujuran, tanpa mempunyai kepentingan langsung tertentu dan hak hidup yang berdasarkan kekuatan argumentasi secara individual. Jadi ilmu merupakan sikap hidup untuk mencintai kebenaran dan membenci kebohongan.

3. Pendekatan Aksiologi

Aksiologi adalah cabang filsafat yang mempelajari tentang nilai secara umum. Sebagai landasan ilmu, aksiologi mempertanyakan untuk apa pengetahuan yang berupa ilmu itu dipergunakan. Pada dasarnya ilmu harus digunakan dan dimanfaatkan untuk kemaslahatan manusia. Dalam hal ini ilmu dapat dimanfaatkan sebagai sarana atau alat dalam meningkatkan taraf hidup manusia dengan memperhatikan kodrat manusia, martabat manusia, dan kelestarian atau keseimbangan alam. Untuk itu ilmu yang diperoleh dan disusun dipergunakan secara komunal dan universal. Komunal berarti ilmu merupakan pengetahuan yang menjadi milik bersama, setiap orang berhak memanfaatkan ilmu menurut kebutuhannya. 


Amnesia dan imsonia



Amnesia adalah kondisi terganggunya daya ingat. Penyebab amnesia dapat berupa organik atau fungsional. Penyebab organik dapat berupa kerusakan otak, akibat trauma atau penyakit, atau penggunaan obat-obatan (biasanya yang bersifat sedatif). Penyebab fungsional adalah faktor psikologis, seperti halnya mekanisme pertahanan ego. Amnesia dapat pula terjadi secara spontan, seperti terjadi pada transient global amnesia. Jenis amnesia global ini umum terjadi mulai usia pertengahan sampai usia tua, terutama pada pria, dan biasanya berlangsung kurang dari 24 jam.

Dampak lain dari amnesia adalah ketidakmampuan membayangkan masa depan. Penelitian terakhir yang dipublikasikan dalam jaringan di Proceedings of the National Academy of Sciences menunjukkan bahwa amnesia dengan kerusakan pada hippocampus tidak dapat membayangkan masa depan.  Hal ini terjadi karena bila seorang yang normal membayangkan masa depan, mereka menggunakan pengalaman masa lalu untuk mengkonstruksi skenario yang mungkin dihadapi. Sebagai contoh, seseorang yang mencoba membayangkan apa yang akan terjadi dalam pesta yang hendak didatanginya akan menggunakan pengalaman pesta sebelumnya untuk membantu mengkonstruksi kejadian di masa depan.

Bentuk amnesia
a. Anterograde amnesia: kejadian baru dalam ingatan jangka pendek tidak ditransfer ke ingatan jangka panjang yang permanen. Penderitanya tidak akan bisa mengingat apapun yang terjadi setelah munculnya amnesia ini walaupun baru berlalu sesaat.
b. Retrograde amnesia: ketidakmampuan memunculkan kembali ingatan masa lalu yang lebih dari peristiwa lupa biasa.

Kedua kategori amnesia tersebut dapat muncul bersamaan pada pasien yang sama. Contohnya seperti pada pengendara sepeda motor yang tidak mengingat akan pergi kemana dia sebelum tabrakan (retrograde amnesia), juga melupakan tentang kejadian di rumah sakit dua hari setelahnya (anterograde amnesia).


Insomnia adalah gejala kelainan dalam tidur berupa kesulitan berulang untuk tidur atau mempertahankan tidur walaupun ada kesempatan untuk itu. Gejala tersebut biasanya diikuti gangguan fungsional saat bangun.

Insomnia sering disebabkan oleh adanya suatu penyakit atau akibat adanya permasalahan psikologis. Dalam hal ini, bantuan medis atau psikologis akan diperlukan. Salah satu terapi psikologis yang efektif menangani insomnia adalah terapi kognitif. Dalam terapi tersebut, seorang pasien diajari untuk memperbaiki kebiasaan tidur dan menghilangkan asumsi yang kontra-produktif mengenai tidur.

Banyak penderita insomnia tergantung pada obat tidur dan zat penenang lainnya untuk bisa beristirahat. Semua obat  memiliki potensi untuk menyebabkan ketergantungan psikologis berupa anggapan bahwa mereka tidak dapat tidur tanpa obat tersebut.

kelemahan-kelemahan uji BOD



Polusi Air
Polusi air adalah penyimpangan sifat-sifat air dari keadaan normal, bukan dari kemurniannya. Air yang tersebar dialam tidak pernah dapat dalam bentuk murni, tetapi bukan berarti semua air sudah sudah berpolusi. Air permukaan dan air sumur biasanya mengandung bahan-bahan metal terlarut seperti Na, Mg, Ca, dan Fe. Air yang mengandung komponen-komponen tersebut dalam jumlah tinggi disebut air sadah.
Air yang tidak berpolusi tidak selalu merupakan air murni, tetapi adalah air yang tidak mengandung bahan-bahan asing tertentu dalam jumlah melebihi batas yang ditetapkan sehingga air tersebut dapat digunakan secara normal untuk keperluan tertentu. Adanya benda-benda asing yang mengakibatkan air tersebut tidak dapat digunakan secara normal disebut polusi.

Polutan Air
Ciri-ciri air yang mengalami polusi sangat bervariasi tergantung dari jenis dan polutannya atas komponen yang mengakibatkan polusi. Tanda-tanda polutan air yang berbeda disebabkan oleh sumber dan jenis polutan yang berbeda-beda. Polutan air dapat dikelompokkan atas 9 prup berdasarkan perbedaan sifat-sifatnya sebagai berikut:
1.Padatan
2.Bahan-bahan yang membutuhkan oksigen
3.Mikroorganisme
4.Komponen organik sitetik
5.Nutrien tanaman
6.Minyak
7.Senyawa anorganik dan mineral
8.Bahan radioaktif
9.Panas

Suhu
Kenaikan suhu air akan menimbulkan beberapa akibat beberapa akibat sebagai berikut:
1.Jumlah oksigen terlarut di dalam air menurun
2.Kecepatan ikan dan hewan air lainnya terganggu
3.kecepatan reaksi kimia meningkat
4.jika batas suhu yang mematikan terlampaui, ikan dan hewan air lainnya mungkin akan mati.

Warna, bau dan rasa
Warna air yang tidak normal biasanya menunjukkan adanya polusi. Warna air dapat dibedakan atas dua macam yaitu warna sejati (true color) yang disebabkan oleh bahan-bahan terlarut, dan warna semu (Apparent color), yang sesuai disebabkan adanya bahan-bahan terlarut juga karena adanya bahan-bahyan tersuspensin, termasuk diantaranya yang bersifat koloid.
Bau air tergantung dari sumber airnya. Bau air dapat disebabkan oleh bahan-bahan kimia, ganggang, plankton atau tumbuhan dan hewan air, baik yang hidup maupun yang sudah mati.
Air yang normal sebenarnya tidak mempunyai rasa. Timbulnya rasa yang menyimpang biasanya disebabkan oleh adanya polusi, dan rasa yang menyimpang tersebut biasanya dihubungkan dengan baunya karena pengujian terhadap rasa air jarang dilakukan. Air yang mempunyai bau tidak normal juga dianggap mempunyai rasa yang tidak normal.

Padatan
Air yang terpolusi selalu mengandung padatan yang dapat dibedakan atas empat kelompok berdasarkan besar partikelnya dan sifat-sifat lainnya, terutama kelarutannya yaitu:
1.Padatan terendap (sedimen)
2.Padatan tersuspensi dan koloid
3.Padatan terlarut
4.Minyak dan lemak

BAHAN BUANGAN YANG MEMERLUKAN OKSIGEN
Oksigen terlarut
Oksigen terlarut merupakan kebutuhan dasar untuk kehidupan tanaman dann hewan didalam air. Biota air yang hangat memerlukan O2 terlarut minimal 5 ppm, sedangkan biota air dingin memerlukan O2 terlarut mendekati jenuh. Konsentrasi O2 terlarut minimal untuk kehidupan biota tidak boleh kurang dari 6 ppm.

BOD (Biochemical Oxygen Demand)
BOD menunjukkan jumlah O2 terlarut yang dibutuhkan oleh organisme hidup untuk memecah / mengoksidasi bahan-bahan buangan di dalam air. Uji BOD mempunyai beberapa kelemahan, diantaranya adalah:
1.Dalam uji BOD ikut terhitung O2 konsumsi oleh bahan-bahan anorganik / bahan-bahan tereduksi lainnya yang disebut juga “intermediete oxygen demand”.
2.Uji BOD memerlukan waktu yang cukup lama yaitu minimal 5 hari.
3.Uji BOD yang dilakukan 5 hari masih belum dapat menunjukkan nilai total BOD melainkan hanya kira-kira 6% dari total BOD.
4.Uji BOD tergantung dari adanya senyawa penghambat didalam air tersebut.

COD (Chemical Oxygen Demand)
COD adalah sesuatu uji yang menentukan jumlah O2 yang dibutuhkan oleh bahan oksidan, misalnya iodium dikromat, untuk mengoksidasi bahan-bahan organik yang terdapat didalam air. Uji COD biasanya menghasilkan nilai kebutuhan O2 yang lebih tinggi daripada uji BOD karena bahan-bahan yang stabil terhadap reaski biologi dan mikrooganisme dapat ikut teroksidasi dalam uji COD 96% hasil uji COD yang dilakukan selama 10 menit kira-kira akan setara dengan hasil uji BOD selama 5 hari.

Mikroorganisme
Mikrobiologi Air
Mikroorganisme yang terdapat di dalam air berasal dari berbagai sumber seperti udara, tanah, sampah, lumpur, tanaman hidup/mati (bangkai), kotoran manusia/hewan, bahan organik lainnya. Patogen yang sering ditemukan didalam air terutama adalah bakteri-bakteri penyebab infeksi saluran pencernaan seperti Vibrio cholerae penyebab penyakit kolera, Shigella dysentriae penyebab penyakit disentri basiler dan lain-lain. Untuk mencegah penyebaran penyakit melalui air perlu dilakukan kontrol terhadap polusi air.
Jumlah dan jenis mikrooganisme yang terdapat di dalam air bervariasi bergantung dari berbagai faktor. Faktor-faktor tersebut adalah:
1.Sumber air
Jumlah dan jenis mikroorganisme di dalam air dipengaruhi oleh sumber air tersebut, misalnya air atmosfer (air hujan/salju), air permukaan (danau, sungai), air tanah (sumur, mata air), air tergenang (air laut), dsb.
2.Komponen nutrien dalam air
Air, terutama air buangan sering mengandung komponen-komponen yang dibutuhkan oleh spesies mikroorganisme tertentu. Semua air secara alamiah juga mengandung mineral-mineral yang cukup untuk kehidupan mikroorganisme didalam air.
3.Komponen beracun
Komponen beracun yang terdapat di dalam air mempengaruhi jumlah dan jenis mikroorganisme di dalam air tersebut.
4.Organisme air
Adanya organisme lain di dalam air dapat mempengaruhi jumlah dan jenis mikroorganisme air sebagai contoh plankton merupakan organisme yang makan bakteri, ganggang dan plankton lainnya, sehingga adanya plankton dapat mengurangi jumlah organisme-organisme tersebut.
5.Faktor fisik
Jumlah dan jenis mikroorganisme juga dipengaruhi oeh faktor-faktor fisik seperti: suhu, pH, tekanan osmotik, tekanan hidrostatik, aerasi, dan penetrasi sinar matahari. Jumlah dan jenis mikroorganisme didalam air buangan selain dipengaruhi oleh faktor-faktor diatas juga dipengaruhi oleh jenis polutan air tersebut. Misalnya air yang terpolusi oleh kotoran hewan dan manusia mengandung bakteri-bakteri yang berasal dari kotoran seperti Esherchia coli, Streptokoki fekal, Clostridium perfringens.

Bakteri Indikator Polusi
Bakteri indikator polusi/ indikator sanitasi adalah bakteri yang dapat digunakan sebagai petunjuk adanya polusi feses/kotoran manusia / hewan, karena organisme tersebut merupakan organisme komensal yang terdapat didalam saluran pencernaan manusia maupun hewan.

LOGAM BERAT
Merkuri
Sifat-sifat Merkuri
Merkuri merupakan elemen alami, oleh karena itu sering mencemari lingkungan. Komponen merkuri banyak tersebar dikarang-karang, tanah, udara, air dan organisme hidup melalui proses-proses fisik kimia dan biologi yang komplek. Sifat-sifat kimia dan fisik merkuri membuat logam tersebut banyak digunakan untuk keperluan ilmiah dan industri. Beberapa sifat tersebut adalah sebagai berikut:
1.merkuri merupakan satu-satunya logam yang berbentuk cair pada suhu kamar (25°C) dan mempunyai titik buku terendah dari semua logam, yaitu -39°C.
2.Kisaran suhu dimana merkuri terdapat dalam bentuk cair sangat lebar, yaitu 396°C, dan pada kisaran suhu ini merkuri mengembang secara merata.
3.Merkuri mempunyai volatiilitas yang tertinggi dari semua logam.
4.Ketahanan listrik merkuri sangat rendah sehingga merupakan konduktor yang terbaik dari semua logam.
5.Merkuri dan komponen-komponennya bersifat racun terhadap semua makhluk hidup.
Kegunaan Merkuri
Merkuri digunakan dalam berbagai bentuk dan untuk berbagai keperluan, misalnya industri Ixhlor alkali, merupakan industri yang merupakan industri yang menggunakan merkuri yang terbesar, penggunaan kedua yang terbesar dari merkuri adalah dalam produksi alat-alat listrik untuk berbagai keperluan, cat, instrumen, sebagai katalis, kedokteran gigi, pertanian, alat-alat laboratorium, obat-obatan, industri kertas , amalgan dan sebagainya. Penggunaan merkuri dan komponen-komponennya sebagai fungisida merupakan kegunaan ketiga terbesar dari merkuri.

Pencemaran Merkuri di dalam air dan lingkungan
Penggunaan merkuri didalam industri sering-sering menyebabkan pencemaran lingkungan, baik melalui air buangan maupun melalui sistem ventilisasi udara. Merkuri yang terbuang kesungai dan pantai atau badan air disekitar industri-industri tersebut kemudian dapat mengkontaminasi ikan-ikan dan makhluk air lainnya termasuk ganggang dan tanaman air.

TIMBAL
Sifat-sifat Timbal
Timbal banyak digunakan untuk berbagai keperluan karena sifat-sifatnya sebagai berikut:
1.Timbal mempunyai titik cair rendah sehingga jika digunakan dalam bentuk cair dibutuhkan teknik yang cukup sederhana dan tidak mahal.
2.Timbal merupakan logam yang lunak sehingga mudah diubah menjadi berbagai bentuk.
3.Sifat kimia timbal menyebabkan logam ini dapat berfungsi sebagai lapisan pelindung jika kontak dengan udara lembab.
4.Densitas timbal lebih tinggi dibandingkan dengan logam lainnya kecuali emas dan merkuri.

Kegunaan Timbal
Penggunaan timbal terbesar adalah produksi baterai penyimpan untuk mobil, dimana digunakan timbal metalik dan komponen-komponennya. Penggunaan lainnya dari timbal adalh untuk produk-produk logam seperti amunisi, pelapis kabel, pipa dan solder, bahan kimia, pewarna dll.

Sumber Polusi Timbal
Timbal yang mencemari udara terdapat dalam 2 bentuk, yaitu berbentuk gas dan partikel-partikel. Gas timbal terutama berasal dari pembakaran bahan aditif bensin dari kendaraan bermotor yang terdiri dari tetraetil Pb dan tetrametil Pb. Partikel-partikel Pb diudara berasal dari sumber-sumber lain seperti pabrik-pabrik aktif Pb dan Pb okside, pembakaran arang dsb. Polusi Pb yang terbesar bersal dari pembakaran bensin, dimana dihasilkan berbagai komponen Pb, terutama PbBrCl dan PbBrCl, 2PbO.

Keracunan Pb
Daya racun Pb didalam tubuh diantaranya disebabkan oleh penghambatan enzim oleh ion-ion Pb2+. Pb yang tertinggal didalam ion tubuh, baik dari udara maupun melalui makanan/minuman, akan mengumpul terutama didalam skeleton (90-95%). Tulang berfungsi sebagai tempat pengumpulan Pb karena sifat-sifat iion Pb2+ yang hampir sama dengan Ca2+ .

Penanganan Air Buangan
Bentuk kontrol polusi air yang paling umum dilakukan di dalam industri-industri terdiri dari sistem buangan dan penanganan air buangan. Air buangan dikumpulkan melalui sistem buangan yang keluar dari tempat pengolahan limbah tersebut diharapkan mutunya sudah memenuhi syarat untuk dibuang kembali kedalam suplai air minum. Proses penanganan air buangan pada prinsipnya terdiri dari 3 tahap, yaitu proses penanganan primer (penyaringan, pengendapan, pemisahan endapan) sekunder (penyaringan trikel dan lumpur aktif) dan tersier/lanjut.


7.09.2009

Definisi Ilmu


Definisi ilmu adalah pengetahuan yang teratur tentang pekerjaan hukum sebab-akibat dalam suatu golongan masalah yang sama sifatnya, baik menurut kedudukannya (apabila dilihat dari luar), maupun menurut hubungannya (jika dilihat dari dalam).

Ilmu atau sains adalah pengetahuan tentang fakta baik itu yang bersifat natural maupun sosial yang berlaku umum dan sistematis


Contoh Ilmu 
Bahasa ialah ilmu, maka bahasa berlaku untuk umum dan sistematis. Siapa pun, kapan pun, di mana pun, jika ingin mempelajari suatu bahasa, harus melalui tahap berbicara, mendengar, membaca, dan menulis. Hal ini membuktikan bahwa bahasa adalah ilmu yang mempunyai sifat umum dan sistematis yang dijadikan dasar atau acuan. Jadi, siapakah guru bahasa ?. Guru bahasa adalah ilmu bahasa itu sendiri, sedangkan pengajarnya adalah pengampu atau pemangku atau penjaga atau penghubung ilmu bahasa.


Pengetahuan atau knowledge adalah informasi yang diketahui atau disadari oleh seseorang/kelompok dan belum dapat dipelajari oleh umum, tetapi pengetahuan bisa menjadi ilmu apabila telah dikaji dan diuji sehingga bisa tersedia untuk umum

Ilmu adalah pengetahuan yang telah disusun secara sistematis dan berlaku umum, sedangkan pengetahuan belum disusun secara sistematis karena belum dicoba dan diuji.

Dalam KBBI knowledge (pengetahuan) memiliki dua arti 1). Segala sesuatu yang diketahui; 2) Segala sesuatu yang diketahui berkenaan dengan suatu hal. Sedangkan science (sains) memiliki tiga arti: 1). Ilmu pengetahuan pada umumnya; 2). pengetahuan sistematis tentang alam dan dunia fisik, termasuk di dalamnya, botani, fisika, kimia, geologi, zoologi, dan sebagainya; ilmu pengetahuan alam; (3) pengetahuan sistematis yang diperoleh dari sesuatu observasi, penelitian, dan uji coba yang mengarah pada penentuan sifat dasar atau prinsip sesuatu.

Harsojo, Guru Besar Antropolog, Universitas Pajajaran

Definisi ilmu bergantung pada cara kerja indera-indera masing-masing individu dalam menyerap pengetahuan dan juga cara berpikir setiap individu dalam memroses pengetahuan yang diperolehnya. Selain itu juga, definisi ilmu bisa berlandaskan aktivitas yang dilakukan ilmu itu sendiri. Kita dapat melihat hal itu melalui metode yang digunakannya.

Sifat-sifat ilmu


1. Berdiri secara satu kesatuan,
2. Tersusun secara sistematis,
3. Ada dasar pembenarannya (ada penjelasan yang dapat dipertanggung jawabkan disertai sebab-sebabnya yang meliputi fakta dan data),
4. Mendapat legalitas bahwa ilmu tersebut hasil pengkajian atau riset.
5. Communicable, ilmu dapat ditransfer kepada orang lain sehingga dapat dimengerti dan dipahami maknanya.
6. Universal, ilmu tidak terbatas ruang dan waktu sehingga dapat berlaku di mana saja dan kapan saja di seluruh alam semesta ini.
7. Berkembang, ilmu sebaiknya mampu mendorong pengetahuan-pengatahuan dan penemuan-penemuan baru. Sehingga, manusia mampu menciptakan pemikiran-pemikiran yang lebih berkembang dari sebelumnya.



Dari penjelasan di atas, kita dapat melihat bahwa tidak semua pengetahuan dikategorikan ilmu. Sebab, definisi pengetahuan itu sendiri sebagai berikut: Segala sesuatu yang datang sebagai hasil dari aktivitas panca indera untuk mengetahui, yaitu terungkapnya suatu kenyataan ke dalam jiwa sehingga tidak ada keraguan terhadapnya, sedangkan ilmu menghendaki lebih jauh, luas, dan dalam dari pengetahuan.

Mengapa ilmu hadir?
Pada hakekatnya, manusia memiliki keingintahuan pada setiap hal yang ada maupun yang sedang terjadi di sekitarnya. Sebab, banyak sekali sisi-sisi kehidupan yang menjadi pertanyaan dalam dirinya. Oleh sebab itulah, timbul pengetahuan (yang suatu saat) setelah melalui beberapa proses beranjak menjadi ilmu.

Bagaimanakah manusia mendapatkan ilmu?
Manusia diciptakan oleh Yang Maha Kuasa dengan sempurna, yaitu dilengkapi dengan seperangkat akal dan pikiran. Dengan akal dan pikiran inilah, manusia mendapatkan ilmu, seperti ilmu pengetahuan sosial, ilmu pertanian, ilmu pendidikan, ilmu kesehatan, dan lain-lain. Akal dan pikiran memroses setiap pengetahuan yang diserap oleh indera-indera yang dimiliki manusia.

Dengan apa manusia memperoleh, memelihara, dan meningkatkan ilmu?
Pengetahuan kaidah berpikir atau logika merupakan sarana untuk memperoleh, memelihara, dan meningkatkan ilmu. Jadi, ilmu tidak hanya diam di satu tempat atau di satu keadaan. Ilmu pun dapat berkembang sesuai dengan perkembangan cara berpikir manusia.